Gelar Expo Berskala Internasional, Kazakhstan dan Uzbekistan Luncurkan Kereta Lintas Perbatasan

0
Foto: Railway-technology.com

Meski secara geografis jauh dari Indonesia, Kazakhstan dan Uzbekistan namanya begitu lekat di telinga. Kedua negara eks Imperium Uni Soviet ini selalu menyita perhatian dalam banyak hal, dan kali ini ada kabar terbaru antar kedua negara bertetangga tersebut, bukan soal politik dan manuver Rusia, melainkan Kazakhstan dan Uzbekistan telah meresmikan beroperasinya layanan kereta penumpang lintas perbatasan, menghubungkan ibu kota kedua negara lewat jalur rel.

Dikutip KabarPenumpang.com dari railway-technology.com (6/6/2017), layanan kereta lintas perbatasan diluncurkan sebagai bagian dari kesepakatan antara kedua negara untuk memperkuat kerjasama bilateral. Rute yang dilalui kereta ini mulai dari Samarkand, ibu kota Uzbekistan melalui Tashkent, Saryagash, Shymkent, Taraz, Shu, Saryshagan, Karaganda dan berakhir di Astana, ibu kota Kazakhstan. Karena melibatkan layanan di negara, peluncuran kereta ini juga dilakukan oleh dua operator, Kazakhstan Temir Zholy dan Uzbekiston Temir Yollari.

Baca juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun

Selain memperkuat hubungan bilateral, adanya kereta ini dipastikan turut mendukung kampanye pariwisata di kedua negara. Perjalanan perdana kereta perbatasan ini dilakukan pada 3 Juni 2017 lalu dengan kedatangan penumpang kereta dari stasiun Nurly Jol.

Mobilitas menjadi kata kunci dalam kerjasama ini, kedua negara diketahui sedang mempersiapkan hajatan International Energy Exposition Expo 2017 yang akan berlangsung di Kazakhstan dan Uzbekistan. Acara internasional ini akan menghadirkan orang-orang dari seluruh dunia untuk pameran khusus bertemakan “Future Energy”. Expo dijadwalkan berlangsung hingga 10 September dan akan menampilkan 3000 tema, acara budaya dan hiburan. Untuk membuatnya lebih mudah bagi pengunjung, kedua negara telah menghapuskan persyaratan visa bagi pelancong dari 45 negara.

Baca juga: Dari London, Kereta Kargo East Wind Sampai di Yiwu Setelah 19 Hari!

Model layanan kereta api lintas perbatasan sudah jamak di Eropa Barat, bahkan di Asia Tenggara, antara Malaysia, Singapura dan Thailand dapat dihubungkan lewat jalur rel. Sementara di Asia Tengah, Kazakhstan dan Uzbekistan memulainya sebagai terobosan baru.

Leave a Reply