Gelontorkan Rp2 Triliun, PT KAI Pesan 438 Kereta dari PT INKA

Pilah pilih kursi kereta

Semakin banyaknya masyarakat yang antusias menggunakan jasa kereta api sebagai moda transportasi membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) harus menambah dan memperbaharui armadanya hingga 2019 mendatang. Jumlah penambahannya pun mencapai 438 kereta yang akan diproduksi dan dipesan langsung dari PT INKA.

Baca juga: Sejarah Singkat Kereta di Pulau Jawa, Butuh 36 Tahun Untuk Hadirkan Jaringan Sepanjang 3.000 Km!

Anggaran yang dikeluarkan untuk menambah armada ini pun tak tanggung-tanggung yakni sebesar Rp2 triliun. Nantinya dari 438 kereta ini akan menjadi 38 trainset atau rangkaian kereta api dan pengadaannya secara bertahap hingga 2019 mendatang.

“Sekarang sedang jalan. Mudah-mudahan tahun ini keluar lagi dari INKA. Kita sudah pesan sekitar 438 unit,” ujar Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber.

Adapun saat ini pihak PT KAI yakni Daop 1 Jakarta sendiri sudah menerima enam kereta dan sebelum Natal bisa bertambah.

“Mudah-mudahan sebelum Natal akan datang lagi, saya enggak ngerti, belum tahu pastinya kontrak kantor pusat dengan INKA,” ujar Dadan.

Dadan sendiri menambahkan, pengadaan kereta baru ini dikarenakan banyaknya armada milik PT KAI yang sudah dimakan usia. Bahkan ada kereta yang usianya sudah 20-30 tahun, sehingga pengadaan kereta baru sangat diperlukan.

Pengadaan kereta baru, sebenarnya masuk dalam program jangka panjang PT KAI. Untuk diketahui, 438 kereta tersebut terbagi atas 210 kereta eksekutif, 150 kereta premium, 39 kereta makan dan 39 kereta pembangkit.

Baca juga: Lolos Sejumlah Uji Coba, PT KAI Mulai Gunakan Bahan Bakar Biodiesel B20

Sebenarnya tak hanya Daop 1 saja yang sudah menerima enam kereta, Direktur Keselamatan dan Keamanan merangkap Direktur Komersial PT KAI Apriyono Wedi Chresnanto mengatakan, sepuluh rangkaian sudah beroperasi sebelum Lebaran 2018 kemarin. Dimana empat diantaranya digunakan pada Argo Parahyangan relasi Bandung-Jakarta PP.

“14 rangkaian akan datang akhir tahun ini. Sedangkan sisanya 14 rangkaian lain akan datang sebelum Lebaran 2019 mendatang. Produk ini bukan kereta lama yang diperbaiki melainkan kereta baru yang dibuat dari nol. Kereta-kereta baru ini juga akan terbesar di Pulau Jawa dan Sumatera. Untuk Sumatera sudah dikirim ke Medan dan Tanjung Karang,” ujar Apriyono.