Gunakan Taksi Listrik, Langkawi Akan Turunkan Tarif Perjalanan Penumpang, Kok Bisa?

Ilustrasi Electric Vehicle. Sumber: Netral English

Setelah melakukan penantian selama kurang lebih satu tahun, akhirnya Pertubuhan Pemandu dan Pengusaha Teksi/Limosin dan Kereta Sewa Malaysia (Petekma) secara resmi memperkenalkan taksi listrik pertamanya di Langkawi. Hal tersebut dilontarkan langsung oleh Ketua Petekma Langkawi, Saad Mahmud. Diharapkan, dengan dirilisnya moda transportasi baru ini mampu menekan angka pertumbuhan polusi dan tarif perjalanan.

Baca Juga: Setelah 2 Tahun Tak Jelas Juntrungannya, Tiny Microlino EV Akhirnya Legal di Jalanan Eropa

“Insya Allah bisa kita pertimbangkan soal penurunan tarif taksi di Langkawi. Perilisan taksi listrik ini sendiri mendapat dukungan penuh dari Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr Mahatir Mohamad,” ungkap Saad Mahmud, dikutip KabarPenumpang.com dari laman theedgemarkets.com (24/10/2018).

Sebenarnya, ide untuk secara bertahap mengganti peranan dari kendaraan konvensional yang masih menggunakan bahan bakar fosil dengan Electric Vehicle (EV) sudah diumumkan sejak tahun lalu. Kala itu, Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar RM4,5 juta atau yang setara dengan Rp16,4 miliar untuk pembelian taksi listrik. Di sisi lain, Universiti Petronas mengusulkan hal serupa di awal tahun 2018 kemarin.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, masalah polusi udara menjadi satu pokok pembicaraan yang tengah ramai dibicarakan oleh beragam otoritas dari berbagai penjuru dunia. Ada banyak cara yang tengah direncanakan oleh Pemerintah dalam mengentaskan permasalahan bersama ini – mulai dari memberdayakan EV dalam berbagai bentuk hingga menggunakan bahan bakar campuran untuk pesawat.

Kembali ke wacana penurunan tarif taksi di Langkawi, kira-kira apa yang membuat Pemerintah berani mengambil langkah penurunan tarif ini? Ada beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan Pemerintah, salah satunya adalah rendahnya biaya maintenance.

Baca Juga: Nissan Leaf, Mobil Listrik Favorit Perusahaan Taksi dan Pengguna Pribadi

Dikutip dari laman sumber lain, biaya penggantian baterai EV memang terbilang mahal, namun umur dari baterai itu sendiri cukup lama ketimbang baterai kendaraan jenis lain. Selain itu, suku cadang dari EV tidaklah sebanyak kendaraan komersial. Dibandingkan dengan EV, sudah jelas semisal ada masalah pada bagian mesin, kendaraan komersial akan menelan dana yang lebih besar.

Dengan gambaran sederhana seperti di atas, maka sudah terlihat bahwa penggunaan EV jauh lebih efisien. Itu merupakan hipotesa yang mendasari penurunan tarif taksi listrik di Langkawi.