Hampir Hilang dari Peradaban, Black Cab Malah Pasang Stiker Visit Indonesia

Black Cab, salah satu ikon kota London

Siapa yang tidak kenal dengan kota London? Ibu Kota dari Inggris dan Britania Raya ini selalu saja memiliki cerita yang melegendaris, dari mulai grup musik asal Liverpool The Beatles, Routemaster si Double Decker merah ikon Kota London, hingga jalan Abbey Road yang terkenal akan rawan kecelakaannya. Mungkin Anda melewatkan salah satu ikon transportasi London yang sama terkenalnya juga dengan Routemaster, yaitu Black Cab.

Taksi yang dikenal juga dengan nama Hackney Carriage ini pada awalnya berbentuk kereta kuda. Lisensi kereta kuda ini pertama kali keluar pada tahun 1662 lalu pada 1834, hackney carriage mengalami modernisasi. Tidak lagi menggunakan kuda sebagai sumber tenaganya, hackney carriage menggantinya dengan menggunakan mesin dan masih beroperasi sebagai alat transportasi. Hackney pada awalnya ditarik dengan dua  ekor kuda, dimana kita akan duduk di dalam kereta dengan empat roda dan dilengkapi dengan enam kursi di dalamnya.

Ada banyak cerita yang berkembang mengenai sejarah nama Hackney, namun salah satu yang paling terkenal adalah nama yang diambil dari sebuah desa bernama Hackney, yang kini menjadi bagian dari London. Pada awalnya, taksi bermotor ini semuanya berwarna hitam, walaupun warna-warna lain bermunculan, namun taksi hitam ini seolah sudah menjadi ciri khas yang sulit untuk dihilangkan.

Nama Black Cab mulai tersaingi setelah taksi berbasis aplikasi, Uber mulai berkeliaran di kota London. Dilansir dari tribunnews.com, Walikota London Sadiq Khan mengeluarkan berbagai kebijakan dan perhitungan bisnis bagi perusahaan transportasi berbasis aplikasi ini. Sadiq mengatakan Uber boleh menggunakan badan jalan layaknya kendaraan pada umumnya, namun dilarang untuk menunggu penumpang di pinggir jalan, alias “ngetem”

Lebih jauh, pemerintah setempat menyumbangkan sejumlah dana agar ikon kota London ini terus bisa hidup dan tidak luntur tergerus oleh kemajuan jaman. Tidak tanggung-tanggung, 65 juta pounsterling atau setara dengan Rp1,1 triliun dikucurkan oleh pemerintah kota London agar Black Cab dapat bertransformasi menjadi mobil ramah lingkungan.

Terhitung, dana segar sekitar Rp 86,4 juta disalurkan kepada setiap mobil mungil ini. Tidak hanya itu, seluruh black cab wajib menerima pembayaran dengan kartu kredit setidaknya sampai akhir Oktober 2016. Ini betujuan untuk memudahkan para penumpang dalam melakukan pembayaran. Pasalnya, selama ini black cab hanya menerima metode pembayaran tunai.

“Saya ingin melindungi masa depan Black Cab kita yang ikonik serta memberi pelayanan unik dan bernilai bagi warga London,” ujar Khan seperti dikutip dari CNN Money, Rabu, 14 Septermber 2016 silam.

Jumlah black cab terus menurun sejak mencapai puncak terakhirnya pada periode 2011-2016. Fakta ini terlihat sejak moda transportasi berbasis aplikasi semakin menjamur, mengakibatkan jumlah Black Cab terus berkurang hingga kini mencapai persentase satu dari sebelumnya empat.

stiker Visit Indonesia di salah satu Black Cab.
stiker Visit Indonesia di salah satu Black Cab.

Pada akhir 2016 lalu, ditemukan sesuatu yang unik dari “taksi hitam” ini, yaitu terdapat stiker visit Indonesia terpajang di bagian pintu taksi ini. Tidak hanya satu, tapi sekitar 400 taksi dipasang dengan stiker yang mempromosikan Indonesia ini. Ratusan taksi situ kemudian berkeliling London dan tidak lupa menyapa jalan paling sibuk di London, Mansell street dan Aldgate High Street. Promosi tersebut bertujuan untuk mempromosikan Indonesia, selain sebagai upaya untuk menjaga konsistensi kampanye tentang kesadaran merek Wonderful Indonesia di pasar utama, termasuk Britania Raya. Ini bukan tanpa alasan, karena Inggris merupakan salah satu destinasi wisata dunia dan dinilai cocok sebagai media mempromosikan Indonesia.