Hari Ini, 23 Tahun Lalu, Pesawat turunan dari Douglas DC-9, MD-95 Muncul Sebagai Boeing 717

0
AirTran Airways, maskapai asal Oralndo, Florida, Amerika Serikat, menjadi yang pertama terima pesawat Boeing 717-200. Foto: FlyRadius

Pada hari ini, 23 Tahun lalu, bertepatan dengan Kamis, 8 Januari 1998, Boeing akhirnya menyetujui pengembangan pesawat MD-95 dan mengganti namanya menjadi Boeing 717. Ini merupakan salah satu produk awal Boeing usai merger dengan McDonnell Douglas pada 2 Juli 1997.

Baca juga: Hari Ini, 61 Tahun Lalu, Boeing 720 (717) Sang Petarung Jarak Pendek Empat Mesin Terbang Perdana

Dikutip dari laman resmi Boeing, twinjet dirancang khusus untuk pasar maskapai penerbangan 100 penumpang jarak pendek dengan traffic tinggi. Program hasil kompromi antara Midwest Airlines, AirTran Airways, dan American Airlines atas konfigurasi pendahulunya Boeing 707 ini diluncurkan pertama kali pada tahun 1995, dan tak butuh waktu lama pesawat dikenal seantero dunia berkat keekonomisan, kinerja, dan performa luar biasanya.

Perakitan terakhir Boeing 717-200 berlangsung di fasilitas Long Beach, California, warisan Douglas Aircraft sejak tahun 1941 sebagai bagian dari Arsenal of Democracy milik Presiden Roosevelt, sebuah perintah dedikasi kepada industri negara untuk menghentikan produksi sipil dan membantu pembuatan peralatan di masa perang.

Fasilitas tersebut memproduksi hampir 10.000 pesawat untuk Perang Dunia II sebelum beralih ke produksi pesawat komersial setelah perang. Douglas merger dengan McDonnell Aircraft pada tahun 1967, membentuk McDonnell Douglas.

Dirunut jauh ke belakang, sebetulnya McDonnell Douglas MD-95 merupakan titisan dari Douglas DC-9. Pesawat yang pertama kali dibangun tahun 1965 ini bukan hanya menjadi dasar pembuatan MD-95/ Boeing 717, melainkan juga MD-80 dan MD-90.

Kembali ke Boeing 717, pesawat itu terbang perdana pada 2 September 1998 sebagai penerbangan uji dan menerima sertifikasi bersama setahun kemudian. Sertifikasi itu menjadikan Boeing 717 sebagai pesawat komersial pertama yang menerima Concurrent and Cooperative Certification dari Regulator Penerbangan Sipil AS (FAA) dan Otoritas Penerbangan Gabungan Eropa (JAA). FAA dan JAA bersama-sama mensertifikasi peningkatan besar pertama 717 pada komputer kontrol penerbangan dan sistem manajemen penerbangan pesawat pada Oktober 2000.

Usai disertifikasi, Boeing mengirim pesawat tersebut untuk pertama kalinya ke AirTran Airways, maskapai LCC yang berbasis di Orlando, Florida, pada September 1999. Meski pesawat berkapasitas 106 penumpang ini desainnya disarikan dari pesawat keluaran tahun 60an, namun, Boeing berhasil memproduksi total 156.717 unit.

Baca juga: Sejarah Merger Boeing dengan McDonnell Douglas, Sempat Ditentang Eropa sampai Presiden AS Turun Tangan

Pada 23 Mei 2006, Boeing mengirimkan dua unit 717 terakhir ke Midwest Airlines dan AirTran Airways dalam sebuah upacara perpisahan di hadapan ribuan karyawan, pensiunan, dan pejabat di Long Beach. Pengiriman tersebut mengakhiri produksi pesawat komersial di California Selatan yang dimulai pada 1920-an oleh Douglas Aircraft. Lebih dari 15.000 pesawat telah diproduksi dari pabrik ini.

Pesawat dengan bentang sayap 28 meter lebih, panjang 37 meter, jangkauan sejauh 2.600 meter berkat dorongan dari mesin Rolls-Royce 715, tersebut dibanderol seharga US$18 juta – US$20 juta, tergantung pada opsinya.

Leave a Reply