Hari Ini, 44 Tahun Lalu, Tabrakan Dua Boeing 747 Jadi Kecelakaan Pesawat Terburuk Sepanjang Masa

0
Kepingan kecelakaan dua pesawat Boeing 747, KLM Penerbangan 4805 dari Amsterdam dan Pan Am Penerbangan 1736. Foto: Istimewa

Pada hari ini, 44 tahun lalu, bertepatan dengan 27 Maret 1977, kecelakaan pesawat terburuk sepanjang sejarah terjadi ketika dua pesawat Boeing 747, KLM flight 4805 dari Amsterdam dan Pan Am flight 1736 -yang terbang dari Los Angeles dan sempat transit di New York- bertabrakan hebat di Bandara Los Rodeos (sekarang Bandara Tenerife), Kepulauan Canary, Spanyol.

Baca juga: Kecelakaan Pesawat Terburuk Sepanjang Masa Lahirkan Warisan Penting di Dunia Penerbangan

Akibat kejadian itu, 583 nyawa melayang. Seluruh orang yang berada di KLM, yang jumlahnya 248, tewas. Sementara, 335 dari 396 orang yang berada di pesawat Pan Am meninggal dunia, sedangkan 61 lainnya termasuk kedua pilot dan teknisi penerbangan, selamat.

Dilansir aerotime.aero, peristiwa bermula saat dua pesawat Boeing 747, KLM dengan nomor penerbangan 4805 dari Amsterdam dan Pan Am dengan nomor penerbangan 1736 taxiing di satu-satunya runway, kemudian putar balik dan lepas landas.

Disebutkan, KLM 4805 dijadwalkan lepas landas lebih dahulu, disusul Pan Am 1736. Sebelum taxiing, sebetulnya, kedua pesawat itu parkir sama-sama di ujung runway dan bersebelahan. Selanjutnya, kedua pesawat bergerak. KLM bergerak lebih dahulu menuju ujung runway, putar balik, dan lepas landas. Sedangkan Pan Am harus menyingkir dari runway (masuk ke apron) dan membiarkan KLM take-off lebih dahulu.

Sampai di sini, tentu saja pilot di kedua pesawat seharusnya bisa saling melihat. Namun, itu bukan perkara mudah di tengah kabut tebal, yang memang menjadi masalah akut di bandara ini.

Ilustrasi kecelakaan dua Boeing 747 KLM dan Pan Am. Foto: Los Angeles Times.

Kala itu, sekitar pukul 18.00 waktu setempat, cuaca cerah mendadak berganti mendung, diselimuti kabut tebal. Visibilitas rendah, pilot di kedua pesawat tak bisa melihat satu sama lain. Pun dengan petugas ATC di menara kontrol, penampakan dua Boeing 747 jumbo jadi tak kentara sekalipun keduanya berada di jalur yang bersebelahan dan posisinya sejajar.

Dikarenakan bandara tak punya radar darat, petugas hanya bisa mengetahui posisi pesawat berdasarkan laporan yang disampaikan lewat radio. Alhasil, semuanya jadi serba karut marut dan saling mengandalkan. Dari sini kecelakaan pesawat terburuk di dunia, yang juga dikenal sebagai Tragedi Tenerife, terjadi.

Ketika itu, Boeing 747 KLM yang dipiloti Jacob Van Zanten taxiing dan turn around untuk kemudian lepas landas dengan kecepatan penuh -sekalipun belum mendapat clearance ATC- tanpa menyadari apalagi melihat secara visual Boeing 747 Pam Am berada di depannya. Peristiwa itu berlangsung begitu cepat dan tabrakan pun tak terhindarkan.

Akibat kejadian itu, 583 nyawa melayang. Seluruh penumpang dan kru yang berada di KLM berjumlah 248 orang, tewas seketika. Sementara, 335 dari 396 penumpang dan kru yang berada di Boeing 747 Pan Am meninggal dunia, sedangkan 61 lainnya termasuk kedua pilot dan teknisi penerbangan, selamat.

Baca juga: Menipu Kematian, Begini Kisah Horror Penumpang Selamat dari Dua Kecelakaan Pesawat Terburuk

Setelah penyelidikan lebih lanjut, penyidik menyimpulkan bahwa pilot KLM bersalah karena lepas landas tanpa izin atau clearance ATC dan tidak membatalkan take-off setelah pilot Pan Am melaporkan bahwa mereka masih di landasan dan menuju taxiway C-4 yang berada agak jauh di ujung runway, tempat KLM memulai lepas landas.

Terlebih, ketika flight engineer KLM bertanya apakah Boeing 747 yang lain sudah meninggalkan landasan, ia dengan tegas mengkonfirmasi bahwa pesawat itu telah meninggalkan landasan.

LEAVE A REPLY