Menipu Kematian, Begini Kisah Horror Penumpang Selamat dari Dua Kecelakaan Pesawat Terburuk

0
Dua pesawat Boeing 747 Pan Am Flight 1736 vs KLM Flight 4805 bertabrakan di Tenerife, Kepulauan Canaria (Canary Islands), Spanyol. Foto: NYCAviation

Senin, 25 September 1978, kecelakaan pesawat Pacific Southwest Airlines (PSA) flight 182 vs Cessna 172 Skyhawk terjadi akibat pilot kedua pesawat dan Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional San Diego ceroboh. Padahal, saat itu cuaca sangat cerah dengan visibilitas mencapai 16 km.

Baca juga: Hari ini, 42 Tahun Lalu, Tabrakan PSA Flight 182 Vs Cessna 172 Terjadi Akibat Pilot dan ATC Ceroboh 

Akibat kejadian itu, sedikitnya 153 orang tewas; terdiri dari 128 penumpang dan 7 kru PSA, 2 kru Cessna, dan tujuh orang di darat. Di antara korban pesawat rute Sacramento-San Diego via Los Angeles itu, seharusnya, E. Jack Ridout jadi salah satunya. Namun, ia lagi-lagi menipu kematian untuk kesekian kalinya; termasuk dua udara kecelakaan terburuk di dunia.

Dilansir independent.co.uk, dalam kecelakaan pesawat terburuk di AS itu (tabrakan PSA flight 182 vs Cessna 172 Skyhawk), Jack Ridout adalah salah satu daftar penumpang tersebut untuk rute Los Angeles-San Diego. Hanya saja, tiket untuk flight 182 ia batalkan berhubung AC rumah tempatnya bermukim rusak dan membuat tak nyaman di tengah terjangan gelombang panas.

Oleh karenanya, ia memutuskan untuk pulang lebih awal sehari sebelumnya. Alhasil, ia pun selamat. Begitu juga dengan 102 penumpang yang transit di Los Angeles.

Akan tetapi, itu bukan kali pertama momen Jack Ridout menipu kematian (red: selamat dari kecelakaan). Sekitar 18 bulan sebelumnya, bertepatan dengan Minggu 27 Maret 1977, ia juga berhasil menipu kematian atau lolos dari maut dalam tabrakan dua pesawat Boeing 747 Pan Am Flight 1736 vs KLM Flight 4805 di Tenerife, Kepulauan Canaria (Canary Islands), Spanyol.

Seperti diberitakan surat kabar harian AS, The Evening Tribune terbitan 14 April 1977, sebelum kecelakaan udara terburuk sepanjang masa dengan korban tewas sedikitnya 583 orang itu terjadi, seseorang meminta bertukar tempat sehingga ia berada di kursi 4B kelas bisnis di dek atas pesawat bersama rekannya, Joan Devereau Holt (Joan Holt).

Tak lama berselang, dua pesawat bertabrakan dan orang tersebut tewas mengenaskan bersama pacarnya yang juga seorang mantan pramugari. Sedangkan Edgar Jack Ridout bersama rekannya itu berhasil selamat sekalipun menderita cedera cukup parah.

Tak hanya selamat, dalam insiden tersebut Edgar Jack Ridout juga membantu penumpang lain, sekitar 17 orang, untuk keluar dari puing-puing pesawat dengan cara ekstrem, melompat dari dek atas di ketinggian sekitar 5 meter dalam kondisi luka parah. Sebelumnya lagi, ia juga nyaris dijemput maut untuk membela AS perang melawan Vietnam. Namun, ia tak jadi ikut wajib militer usai mengalami kecelakaan mobil.

Cerita penumpang menipu kematian (korban selamat dari kecelakaan pesawat) juga pernah terjadi di Indonesia. Erwin Giasi, diketahui menjadi salah satu penumpang selamat dalam kecelakaan pesawat Casa 212-200 Merpati Nusantara Airlines (MNA) dengan nomor registrasi PK-NYC terjadi pada Rabu, 30 Januari 1991.

Baca juga: Lima Kecelakaan Penerbangan Akibat ‘Bird Strike’ Terburuk di Dunia

Menariknya, usai selamat dari kecelakaan, ia bersama beberapa korban selamat lainnya tidak lantas mendapat pertolongan dari tim SAR ataupun warga sekitar, mengingat pesawat jatuh di hutan perbatasan antara Atinggola dan Bolangmongondow, Kabupaten Bolmut, Gorontalo, Sulawesi Utara.

Saat itu, teknologi informasi dan komunikasi pun belum secanggih sekarang. Lagi pula, sulitnya medan juga memperlambat proses evakuasi. Selagi menunggu tim SAR tiba, para penumpang selamat seperti sedang berpacu dengan maut. Setelah enam hari menunggu tanpa makanan, ia bersama yang lainnya pun akhirnya bisa benar-benar selamat setelah tim SAR berhasil mengjangkau lokasi.

Leave a Reply