Ibukota Baru Akan Punya Bandara VVIP untuk Private Jet

0

Jika Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat meengatakan kereta api listrik dipastikan mengular di ibukota baru, apakah akan ada transportasi lainnya yang akan dikembangkan? Ternyata ada yakni transportasi udara. Yang mana nantinya bandar-bandara di Kalimantan Timur akan diperluas dan dispesifikasi lebih lanjut lagi.

Baca juga: Budi Karya: Kereta Listrik Dipastikan Akan Ada di Ibukota Baru

Budi Karya megatakan, skema pengembangannya sendiri akan dilakukan dalam bentuk Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Yang mana BUMN operator bandara akan bekerja sama pengembangan bandara dengan pihak swasta.

Salah satu yang akan dikembangkan adalah runway atau landasan pacu dengan target minimal 3000 meter. Sebab saat ini masing masing bandara itu memiliki panjang landasan pacu antara 2500-2800 meter.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kemenhub Sugihardjo mengatakan, nantinya akan ada pegembangan baik di Bandara Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda. Di mana Bandara Sepinggan akan dikembangkan terminalnya hingga mampu menapung 30 juta penumpang per tahun.

“Konektivitas udara, Bandara Sepinggan Balikpapan dikembangkan terminalnya untuk menampung 30 juta penumpang. Runway akan diperpanjang 3250 x 60 meter,” kata Sugihardjo dalam forum perhubungan di Redtop, Kamis (10/10/2019).

Tak hanya itu, dalam pengembangan ini pun, bandara di Samarinda yang juga ada di Kalimantan Timur akan difokuskan untuk menjadi bandara domestik. Sugihardjo mengatakan, ini akan sama seperti Bandara Halim Perdanakusuma.

Bahkan, Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan juga menjadi potensial untuk pengembangan karena tak jauh dari Kalimantan Timur. Selain itu juga akan dibangun satu bandara VVIP atau khusus untuk private jet yang jaraknya 15-20 km dari ibukota baru.

Baca juga: Angkasa Pura I Resmikan Airport Operation Control Center (AOCC) Pertama di Bandara Sepinggan

Dia menambahkan, nantinya bandara akan dikelola dengan pendekatan multi airport system yang semuanya akan terkoordinasi. Nantinya bandara ini akan terkoneksi dengan jalan tol dan kereta api menuju ke ibukota baru di Kalimantan Timur.

Leave a Reply