Ikuti Singapore Airlines, Garuda Indonesia Larang Penumpang Bawa MacBook Pro

MacBook Pro (Retina 15-inch). Sumber: PCMag.com

Maskapai plat merah Garuda Indonesia akhirnya mengekor apa yang sudah terlebih dahulu dilakukan oleh Singapore Airlines, Qantas, Thai Airways, dan Virgin Australia, yaitu melarang penumpang membawa laptop rilisan Apple, MacBook Pro (Retina 15-inch). Adapun jenis laptop ini tidak boleh masuk baik ke dalam kabin maupun ke dalam bagai kargo setiap pesawat Garuda. Kebijakan ini diambil Garuda setelah pihak Apple melakukan penarikan kembali produk tersebut.

Baca Juga: Mengekor FAA, Qantas dan Virgin Australia Larang MacBook Pro 15-inch Masuk Kargo

Kebijakan ini ditempuh pihak maskapai sebagai bentuk antisipasi dan tatalaksana safety pada layanan penerbangan Garuda Indonesia. Kebijakan tersebut sejalan dengan aturan yang dikeluarkan oleh European Union Aviation Safety Agency (EASA) serta regulasi dari IATA Dangerous Goods Regulations (Special Provisions A154) terkait dengan larangan membawa MacBook Pro (Retina 15-Inch) yang telah diinformasikan oleh pihak Apple menyusul ditemukannya permasalahan pada baterai laptop tersebut yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap aspek keselamatan penerbangan.

Spesifikasi Standar
Laptop yang menggunakan layar Retina berukuran 15,4 inci (diagonal) ini juga dilengkapi dengan lampu latar LED dan teknologi IPS; resolusi 2880 x 1800 pada 220 piksel per inci dengan dukungan untuk jutaan warna.

MacBook Pro (Retina 15-inch) ini sendiri terbagi ke dalam dua kelompok, tergantung dari prosesor yang digunakan. Pertama, 2,2GHz yang menggunakan prosesor Intel Core i7 quad-core 2,2 GHz (Turbo Boost hingga 3,4 GHz) dengan kapasitas penyimpanan hingga 256GB berbasis PCIe. Satunya lagi 2,5 GHz yang menggunakan prosesor Intel Core i7 quad-core 2,5 GHz (Turbo Boost hingga 3,7 GHz) dengan kapasitas penyimpanan flash 512GB berbasis PCIe.

Laptop yang dirilis pada pertengahan tahun 2015 ini menggunakan baterai lithium-polymer bawaan 99,5-watt-jam – dimana baterai ini ditengarai sebagai penyebab dari ditariknya jenis laptop ini dari pasar.

Baca Juga: Cek Sekarang! Singapore Airlines Larang MacBook Pro Jenis Tertentu Masuk Kabin

Alasan Ditarik
Pada Juni 2019 kemarin, pihak Apple mulai melakukan penarikan terhadap laptop jenis ini karena baterai yang digunakan disinyalir dapat menimbulkan kebakaran. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Apple menyebutkan ada sejumlah unit perangkat yang terdampak. Perangkat-perangkat ini dijual antara September 2015 dan Februari 2017.

Jika memenuhi syarat, pihak Apple akan mengganti baterai MacBook Pro Retina Display 15 inci secara gratis.

Untuk memastikan apakah MacBook Pro (Retina 15-inch) Anda terdampak atau tidak, silakan klik tautan ini.