Potensi Ekspor Ke AS, Operator Transportasi Chicago Tertarik dengan Kereta Produksi PT INKA

Sebuah kabar gembira datang dari perkeretaapian Tanah Air. Setelah produsen kereta dalam negeri, PT INKA berhasil membuat perkeretaapian Bangladesh dan Filipina melirik dan meminang mahakaryanya beberapa waktu yang lalu, kini perusahaan yang berbasis di Madiun ini tengah menjajaki peluang dengan pihak asing lain yang juga tertarik dengan produksi BUMN ini.

Baca Juga: PT INKA Raih Pesanan Kereta Rel Diesel Untuk Jaringan Metro Manila

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Chicago, Amerika Serikat, Rosmalawati Chalid mengatakan bahwa pihak Chicago Transit Authority (CTA) mengaku tertarik dengan kereta buatan PT INKA. Terdapat peluang bagi Indonesia untuk memasarkan kereta penumpang ke Chicago Transit Authority (CTA),” kata Rosmalawati, dikutip dari laman antaranews.com (7/3/2018).

Pernyataan tersebut dilontarkan Rosmalawati setelah dirinya melakukan pertemuan dengan sejumlah jajaran direksi dari CTA pada Senin (5/3/2018) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Rosmalawati mencatat beberapa poin penting yang diutarakan oleh pihak CTA, salah satunya adalah kebutuhan otoritas transportasi Chicago akan ratusan kereta penumpang baru dalam kurun waktu lima tahun kedepan.

Nantinya, armada baru tersebut akan mengular di beberapa jalur perluasan di wilayah utara dan selata Chicago, dimana daerah-daerah tersebut kini sudah berkembang menjadi sentral bisnis dan pemukiman baru. Selain itu, pihak CTA juga ingin melakukan peremajaan terhadap sejumlah kereta penumpang yang rata-rata sudah beroperasi selama lebih dari 30 tahun. Dengan pernyataan yang dilontarkan oleh pihak CTA tersebut, Rosmalawati berharap bahwa armada buatan PT INKA dapat merangsek masuk ke pasar Amerika.

“Saya harap gerbong buatan PT INKA dapat masuk pasar AS untuk memenuhi kebutuhan gerbong-gerbong baru dalam rangka modernisasi CTA,” tutur Rosmalawati. Ia pun optimis bahwa kereta buatan PT INKA dapat diterima di Amerika Serikat, mengingat track record menanjak PT INKA yang belakangan ini baru saja kebanjiran order dari Bangladesh dan Filipina. “Ratusan kereta penumpang buatan PT INKA baru saja diekspor ke Bangladesh,” imbuhnya.

Meski CTA sudah terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada PT INKA, bukan berarti Indonesia dapat langsung bisa mengirim kereta api. Proses penjajakan kerja sama di AS harus melewati sejumlah proses terlebih dahulu, salah satunya adalah bidding.

Baca Juga: PT INKA, Kepercayaan Dunia Dalam Industri Kereta di Dalam Negeri

“Pemasaran kereta buatan Indonesia ke AS harus melalui proses bidding dan harus memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Kereta penumpang yang dioperasikan di berbagai negara bagian di AS tidak memiliki standardisasi yang sama. Kereta yang beroperasi di Washington, D.C., Boston dan Chicago masing-masing memiliki spesifikasi ukuran tersendiri,” terang Rosmalawati.

CTA sendiri merupakan perusahaan transportasi yang mengoperasikan sistem rapid transit yang dikenal sebagai the Chicago “L”. Sistem transportasi ini sendiri melayani kota Chicago dan sekitarnya.

Bandara I Gusti Ngurah Rai Raih Predikat “Best Airport 2017” dari Airport Council International

Ada kabar baik yang diterima PT Angkasa Pura I, pasalnya tiga bandara yang dikelola BUMN ini telah meraih capaian prestisius tingkat dunia ASQ Awards 2017 yang diadakan oleh Airport Council International (ACI). Ketiga bandara tersebut adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, dan Bandara Juanda Surabaya.

Baca juga: Dua Bandara Angkasa Pura I Raih Penghargaan Prestius Tingkat Internasional dari ACI

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berhasil meraih penghargaan pada tiga kategori yaitu:

1. “Best Airport by Size and Region: Asia Pacific, 15-25 million passenger per year”. Bandara terbaik di Asia Pasifik dengan jumlah penumpang 15-25 juta orang per tahun.

2. “1st place tie Best Airport by Size: 15-25 million passenger per year” atau Bandara terbaik (Peringkat Pertama) pada kategori bandara dengan jumlah penumpang 15-25 juta orang per tahun

3. “2nd place tie Best Airport in Asia-Pacific (over 2 million passengers per year)” atau Peringkat Kedua Bandara Terbaik di Asia Pasifik dengan jumlah penumpang di atas 2 juta orang per tahun.

Sedangkan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan meraih penghargaan “2nd place tie Best Airport by Size: 5-15 million passenger per year” (Peringkat Dua Bandara Terbaik pada kategori bandara dengan jumlah penumpang 5-15 juta orang per tahun). Sementara itu Bandara Juanda Surabaya meraih penghargaan “3rd place tie Best Airport by Size: 15-25 million passenger per year” (Peringkat Ketiga Bandara Terbaik pada kategori bandara dengan jumlah penumpang 15-25 juta orang per tahun).

Penilaian tersebut didasarkan hasil survei Airport Service Quality (ASQ) yang dirilis 6 Maret 2018 waktu Kanada. ASQ merupakan satu-satunya program benchmarking global yang mengukur tingkat kepuasan penumpang di bandara yang dilakukan oleh Airport Council International (ACI), sebuah organisasi kebandarudaraan terkemuka di dunia yang berbasis di Montreal, Kanada.

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mengalami peningkatan raihan prestasi dibanding tahun sebelumnya di mana pada tahun ini berhasil menjadi Bandara Terbaik di Asia Pasifik pada kategori bandara dengan jumlah penumpang 15-25 juta orang per tahun. Pada 2016 dan 2015 Bandara Bali meraih Peringkat Ketiga Bandara Terbaik Dunia 2016 dan 2015 pada kategori bandara dengan 15-25 juta penumpang per tahun. Sedangkan bagi Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan Bandara Juanda Surabaya, penghargaan ini diraih untuk pertama kalinya di mana tahun sebelumnya Bandara Juanda hanya menduduki peringkat sepuluh pada kategori bandara yang sama.

Sejak 2006, survei ASQ telah melakukan penilaian kepuasan penumpang terhadap layanan bandara-bandara dunia. 74 persen dari 100 bandara tersibuk dunia merupakan bagian dari jaringan ASQ. Setiap tahun, program ini mewawancarai 600 ribu pengguna jasa bandara dalam 42 bahasa di 84 negara di dunia. Pada 2017 lalu, program ini melakukan survei di 343 bandara dunia.

Program ini mengukur opini melalui 34 indikator kinerja, diantaranya akses bandara, check-in, security screening, fasilitas belanja dan restoran, serta toilet. Pertanyaan dan mekanisme survei dilakukan sama di semua bandara untuk menciptakan basis data industri yang memungkinkan setiap bandara membandingkan diri mereka dengan bandara lain di dunia.

Metodologi ilmiah, prosedur quality control yang ketat, serta komitmen untuk tidak berpihak dalam setiap penilaian survei ASQ ini menjadikannya sebagai standar global untuk mengukur kepuasan penumpang di bandara.

Agar Tak Bikin Kecewa Penumpang, Bus Tingkat di London Hadirkan Monitor Sisa Kursi di Dek Atas

Survei membuktikan bahwa sebagian besar penumpang ingin langsung menuju ke dek atas saat menaiki bus tingkat. Hal tersebut wajar mengingat dek atas menawarkan sensasi visual dan pemandangan yang maksimal. Maka tak heran bila city tour bus selalu menjadikan kursi-kursi di dek atas sebagai sajian favorit bagi pelancong.

Baca juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London

Karena menjadi tujuan utama para penumpang bus, tak heran jika kursi-kursi di dek atas cepat dipenuhi penumpang. Tentu tak enak rasanya bila Anda sudah bersusah payah menapai tangga putar yang sempit untuk naik ke dek atas, tapi ternyata seluruh kursi sudah terisi. Hal ini yang rupanya menjadi perhatian pada layanan bus tingkat di London, Inggris, atau yang disebut Double Decker.

KabarPenumpang.com melansir dari laman wired.com, dimana saat ini sebuah teknologi baru telah hadir untuk memudahkan penumpang bus tingkat di London agar tidak perlu harus naik keatas untuk melihat ada kursi kosong yang bisa di duduki atau tidak.

Indikator kursi Double Decker di Inggris (www.wired.com)

Transport of London (TfL) yang merupakan organisasi transportasi massal di kota London ini telah menambahkan perangkat lunak atau software pada CCTV yang sebelumnya sudah terpasang. Perangkat lunak ini digunakan untuk memantau jumlah penumpang di lantai atas.

Perangkat lunak ini sendiri akan disambungkan ke layar monitor yang ada di lantai dasar bus. Sehingga penumpang yang masuk ke dalam bus tidak lagi perlu naik ke atas untuk mengecek kursi kosong, karena bantuan teknologi baru ini.

Sebenarnya, yang dibutuhkan dalam melengkapi perangkat lunak ini adalah gambar dengan resolusi tinggi dan bisa memindai untuk menentukan jumlah penumpang yang menempati tempat duduk. Layanan baru tersebut merupakan bagian dari upaya TfL yang lebih besar untuk bergerak ke London lebih efisien.

Seiring dengan monitor kursi dan pelacak pejalan kaki bus bertingkat sekarang dilengkapi dengan monitor yang melacak jalur bus dan menunjukkan bus yang terdekat secara langsung untuk memudahkan penumpang. Idenya adalah untuk memudahkan penumpang mendapat informasi tentang tata letak kota yang kompleks.

Baca juga: Dari London, Telah Meluncur Bus Tingkat Bertenaga Listrik Pertama di Dunia

Paling tidak, kedengarannya sangat membantu bagi pelancong yang bergantung pada Google Maps dan tidak ingin membayar roaming data. Peta langsung sudah aktif di beberapa bus London, dan penghitung kursi pertama akan muncul di nomor 12 rute bus dalam beberapa minggu ke depan. Mereka mungkin tidak mencari tempat duduk di bus mungkin tidak akan lebih mudah, tapi setidaknya tidak membuat penumpang berharap.

Volkswagen SEDRIC School Bus, Kendaraan Otonom dengan Balutan “Bus Sekolah”

Namanya sangat mahsyur dikalangan para pecinta otomotif, tapi percayalah, Volkswagen atau yang akrab disebut VW ini baru saja meluncurkan sebuah produk yang mampu mengikuti tingginya permintaan pasar akan moda nirawak. Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa moda nirawak kini pamornya tengah melejit, dan tidak heran jika banyak manufaktur otomotif yang tengah mengembangkan kendaraan futuristik berbasis sensor tersebut.

Baca Juga: Deutsche Bahn Luncurkan Bus Otonom di 2018

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman carscoops.com (5/3/2018), tahun lalu Volkswagen sukses meluncurkan kendaraan otonom pertamanya, SEDRIC. Peluncuran moda otonom ini ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar yang tengah ramai diperbincangkan kala itu. Kali ini, manufaktur yang terkenal dengan VW Kodok dan Kombi-nya tersebut merilis moda otonom berbalut bus sekolah.

SEDRIC School Bus ini merupakan moda otonom sepenuhnya yang menggunakan tenaga listrik sebagai penggerak utama yang ditujukan untuk mengangkut anak-anak sekolah tanpa pengemudi. Moda ini sendiri memiliki warna dasar kuning pada bagian bodinya, yang dilengkapi dengan striping hitam persis di bagian luar penempatan roda. Di bagian depan, terdapat sebuah gravity yang menarik perhatian para penggunanya.

Sumber: carscoops.com

Semangat anak-anak muda yang menjadi target pasar dari SEDRIC School Bus ini tertuangkan sepenuhnya pada eksterior moda yang bentuknya menyerupai kapsul berjalan ini. Penggunaan konsep low deck pada SEDRIC School Bus ini pun diyakini akan memudahkan anak-anak untuk masuk. Guna menyetarakan diri dengan kemajuan jaman, VW pun menerapkan pintu otomatis pada moda unik ini.

Untuk desain interior, SEDRIC School Bus memiliki empat buah bangku yang ditempatkan saling berhadapan satu sama lain. Walaupun ruang di dalam bus ini masih cukup untuk menampung penumpang yang berdiri, namun demi alasan keselamatan, pihak VW tidak menganjurkan moda ini untuk menampung penumpang lebih dari empat orang.

Para penumpang dari armada yang diresmikan pada perhelatan Volkswagen Group Night di Geneva Motor Show ini pun dapat menikmati tayangan televisi dari layar hiburan OLED dan menyimpang tas bawaan mereka di ruang khusus yang sudah disiapkan oleh VW. Hadirnya moda seperti ini tentu akan memberikan pengalaman tersendiri kepada murid-murid yang hendak berangkat dan pulang dari sekolah.

Karena konsep otonom yang sepenuhnya dipergunakan oleh moda ini, maka Volkswagen memberikan kemudahan kepada setiap orang tua yang hendak menggunakan jasa ini. Mereka cukup menelepon bus ini manakala anaknya sudah siap untuk berangkat, maka bus inovatif ini akan datang menjemput sesuai dengan koordinat yang diberikan dan mengantarkannya ke sekolah yang dituju.

Baca Juga: Hadirkan Bus Otonom, Ericsson Gandeng Perusahaan Lokal Swedia

Walaupun kendaraan ini tidak didesain untuk mengangkut puluhan hingga ratusan murid sekaligus, namun tujuan utama dari VW dalam menghadirkan moda ini adalah untuk memberikan mobilitas kepada mereka yang belum memiliki Surat Ijin Mengemudi. Diharapkan, munculnya SEDRIC School Bus ini akan membantu VW untuk mengatasi masalah seperti kemacetan, kualitas udara dan keselamatan lalu lintas di kota-kota.

Penasaran, Apa Sih Fungsi Penanda Pada Pintu Darurat di Kabin Pesawat?

“Sebagai bagian dari aturan keselamatan internasional, penumpang dipersilakan untuk memperhatikan awak kabin yang akan memperagakan instruksi keselamatan,” Kurang lebih rangkaian kalimat itulah yang selalu kita dengar di kebanyakan maskapai ketika pesawat tengah taxi menuju landas pacu. Dalam peragaan tersebut, tidak lupa awak kabin menunjukkan letak dari pintu darurat yang akan sangat berguna dalam kondisi genting.

Baca Juga: Bosan Menunggu, Pria Ini Buka Pintu Darurat dan Niat Lompat dari Sayap Pesawat

Tidak semua namun tidak sedikit pesawat yang melengkapi pintu daruratnya dengan penanda bertuliskan “EXIT” dengan warna dasar merah yang menyala. Nah, pernahkah terlintas di benak Anda, apa tujuan dari pemasangan penanda tersebut? Akankah orang-orang dalam kondisi darurat sempat untuk memperhatikan sekeliling dan menemukan lokasi dari pintu darurat tersebut?

Sebelum melangkah lebih jauh untuk mengetahui fungsi dari penanda ini, masih ada saja penumpang yang menyalahgunakan salah satu perangkat keselamatan dalam penerbangan ini. Seperti halnya yang terjadi di Flag Carrier Negeri Paman Sam, United Airlines dengan nomor penerbangan 1640.

Maskapai yang dijadwalkan lepas landas dari Bandara Internasional Newark Liberty pada Minggu (25/2/2018) malam ini terpaksa tertunda keberangkatannya karena salah satu penumpang membuka pintu darurat dan keluar dari situ. Ketika diinterogasi petugas keamanan, pria yang identitasnya disembunyikan ini mengaku panik karena salah naik pesawat.

Nah, kembali ke permasalahan awal, kali ini kami akan membahas tentang fungsi dari penanda pintu darurat tersebut. Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah sumber, sederhananya, pemasangan penanda ini bertujuan untuk lebih memudahkan penumpang yang terperangkap dalam kabin ketika kondisi darurat. Sementara itu, penumpang dikhawatirkan akan kebingungan untuk mencari posisi pintu darurat jika tidak ada penanda tersebut.

Baca Juga: Berakibat Fatal, Pintu Pesawat Terbuka (Lepas) Saat Mengudara

Dewasa ini, jika pintu darurat di buka, maka sebuah perosotan balon akan mengembang sekitar enam detik setelah pintu tersebut terbuka. Namun patut digarisbawahi, hadirnya pintu darurat di pesawat, baik yang memiliki penanda atau tidak, pergunakanlah perangkat keselamatan tersebut sebijaksana mungkin, sama halnya dengan palu darurat yang biasa tersematkan di kaca-kaca moda transportasi umum berbasis massal.

Pasalnya, jika Anda semena-mena menggunakan pintu tersebut, maka aka nada ganjarannya tersendiri yang siap menyeret Anda melalui proses hukum.

Inilah Stasiun Aman dan Rawan Pencopet di Jabodetabek

Seperti halnya di terminal, apa yang dikhawatirkan saat berada di stasiun adalah risiko dicopet. Petugas Keamanan Dalam (PKD) memang sudah lumayan mencukupi, pun dengan era e-ticketing, peron kini telah berstatus sebagai zona steril khusus untuk penumpang naik dan turun. Tapi toh tetap saja ada risiko terkena tindakan kriminal selalu ada, terkhusus di stasiun-stasiun yang melayani jalur komuter yang sibuk dan padat.

Baca juga: Hindari Berebut Masuk KRL, PT KCJ Buat Garis Batas Antrean di Stasiun

Stasiun tempat Anda menunggu kereta tujuan bisa menjadi tempat yang aman dan nyaman. Bahkan bisa juga menjadi tempat yang tidak nyaman seperti hadirnya pencopet yang bisa menggasak uang Anda baik di dalam tas maupun di kantong celana.

Hal ini membuat KabarPenumpang.com mencoba menelusuri dari beberapa pengguna kereta dimana saja stasiun yang cukup aman dan rawan. Dari pengamatan sebenarnya lebih banyak copet di dalam kereta, tetapi para pencopet ini biasanya naik dari stasiun-stasiun tertentu dan padat pada jam-jam sibuk.

Stasiun Manggarai yang dikenal sebagai stasiun tersibuk di Jakarta, adalah salah satu poin yang bisa dikatakan tidak terlalu nyaman. Meski merupakan stasiun besar, di stasiun Manggarai sering di tangkap pencopet yang kedapatan melakukan aksinya. Bukan hanya itu saja, di stasiun ini, muka-muka pencopet terpampang di papan pengumuman stasiun.

Tak hanya itu, stasiun besar lainnya seperti Tanah Abang, Jatinegara, Senen, Bekasi bahkan Bogor juga bisa dikatakan kurang aman, lantaran banyak pencopet yang naik dari stasiun besar tersebut karena banyak massa atau penumpang yang berdesakan dan terkadang lupa memperhatikan barang bawaan mereka. Salah satu narasumber, sebut saja Dedi Mulyadi, seorang IT developer yang bekerja di bilangan Gondangdia mengaku pernah tersadar kehilangan ponselnya saat turun dari kereta di stasiun Klender.

“Waktu sadar pas udah di stasiun Klender. Saya cari sampai stasiun Bekasi gak ketemu juga,” ujar Dedi yang ditemui KabarPenumpang.com (6/3/2018).

Selain itu Dimas Prasetyo yang juga seorang IT programmer salah satu perusahaan di Menteng mengatakan, stasiun ke arah Bekasi dari Cakung terbilang tidak aman dikarenakan banyak copet berkeliaran. Sorang penumpang lain mengaku, jika di Tanah Abang tidaklah pas meski stasiun besar.

Sebab peron tempat penumpang menunggu tidak sebanding dengan penumpang yang menunggu kereta sehingga memudahkan copet berkeliaran. Lain halnya dengan Wita seorang sekretaris yang mengatakan, stasiun Gondangdia terbilang aman dan stasiun Kemayoran cukup aman. “Kalau di stasiun Gondangdia itu banyak PKD yang jaga. Jadi aman nggak mungkin ada copet,” kata dia.

Baca juga: Di Korea Selatan, Bangunkan Penumpang di KRL Bisa Dapat Kopi Gratis!

Bisa dikatakan dari penelusuran yang dilakukan, stasiun yang aman adalah stasiun kecil dan berada di antara stasiun-stasiun besar tidak aman tersebut. Hal ini bisa terlihat, jarang ditemukan atau tertangkapnya pencopet di stasiun-stasiun kecil.

Baiknya, bagi para penumpang lama ataupun pengguna baru KRL perhatikan barang bawaan dan jangan pernah menyimpan dompet di saku belakang. Selain menghindari pencopet juga menjauhkan orang-orang yang tadinya tidak berniat berbuat jahat menjadi punya niat.

Jalur Kereta di Sulawesi, Nyaris Tak Terdengar Tapi Ada Bukti Jejak Sejarahnya

Selain di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, jejak jalur kereta api peninggalan masa kolonial juga terdapat di Pulau Madura. Tak seperti di Jawa dan Sumatera, yang disebut terakhir nyaris terlupakan, karena tak lagi dioperasikan sejak lama. Namun, apakah Belanda hanya meninggalkan jejak jalur kereta di Jawa, Sumatera dan Madura?

Baca juga: Jalur Kereta di Pulau Madura, Terlupakan Meski Nyaris Dihidupkan Kembali

Ternyata tidak, walau hanya terbentang puluhan kilometer, fakta sejarah menyebut bahwa di Pulau Sulawesi juga ada jalur rel kereta. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber jalur kereta ini terbentang dari Makassar menuju Takalar. Panjang jalurnya adalah 47 km dan menjadi satu-satunya jalur kereta api buatan Belanda yang ada di Pulau Sulawesi dan pernah dilewati Takalar Express.

Dibangun tahun 1922, proyek pengerjaan jalur kereta ini sempat berhenti karena Perang Dunia I dan akhirnya diremsikan pada 1 Juli 1923. Jalur kereta api ini menghubungkan Passer Boetoeng, Sungguminasa hingga Takalar. Sayangnya jalur kereta ini tidaklah beroperasi dalam waktu lama. Sebab moda transportasi lainnya seperti mobil dan truk masih lebih efektif dibandingkan kereta api.

Bangunan stasiun Takalar yang menjadi rumah (Kompas)

Hal ini juga dikarenakan jalur kereta api yang terbatas dan tidak menjangkau semua daerah. Pada 1827, banyak kritik yang disampaikan kepada Staatsspoorwegen (SS) sebagai pihak pengelola.

Sehingga masyarakat Celebes (Sulawesi) kehilangan daya tarik untuk menggunakan kereta api. Meski tak lagi beroperasi, salah satu stasiunnya hingga kini masih berdiri kokoh, bahkan dijadikan rumah tinggal.

Stasiun Takalar yang berada di pesisir Cilalang desa Takalar masih berdiri dan menjadi saksi sejarah adanya jalur kereta di Sulawesi. Dulunya di stasiun ini ada meja putar lokomotif dan sarana lainnya seperti dipo dan bak penampungan air untuk lokomotif uap. Stasiun Takalar sendiri kini sudah menjadi benda cagar budaya.

Tak hanya stasiun Takalar, tetapi ada juga jejak jalur kereta ini yang masih bisa ditelusuri dan sebagian lainnya sudah dijadikan saluran irigasi. Jalur kereta yang berubah menjadi saluran irigasi dimulai setelah stasiun Kalukuang.

Baca juga: Jalur Kereta Rangkasbitung-Saketi-Labuan Kembali Direaktivasi

Bekas jembatan kereta api di Rappokaleleng juga masih terlihat dan jembatan kereta di atas sungai Palekkok kini digunakan untuk saluran irigasi. Untuuk menemukan jalur kereta yang tersisa ini cukup sulit sebab tidak diberi penanda yang memadai.

Sebenarnya, jika dihidupkan kembali, jalur ini sangat menarik dan bisa meningkatkan potensi wisata sejarah Makassar. Selain itu juga bisa mengeksplorasi desa Takalar sendiri.

Percayakan Produk Eropa Ketiga Kalinya, TransJakarta Resmi Gunakan Sasis Volvo

1001 cara telah ditempuh oleh pemerintah dan jajarannya untuk bisa menghasut masyarakat untuk mulai meninggalkan kendaraan pribadi dan mulai untuk beralih menggunakan sarana transportasi umum. Mulai dari penambahan rute, perbaikan jalur, hingga penambahan armada baru merupakan sebagian kecil dari usaha pemerintah dalam mensukseskan program pengurangan kendaraan pribadi tersebut. Tidak lain dan tidak bukan, tujuan utama dari program ini adalah untuk  mengentaskan masalah kemacetan yang kian hari kian meradang.

Baca Juga: TransJakarta Explorer, Gratis Untuk Penumpang Stasiun Tanah Abang

Seperti yang baru-baru ini marak diberitakan adalah, TransJakarta sebagai penyedia jasa layanan Bus Rapid Trasit (BRT) di Ibukota baru saja merilis salah satu armada terbarunya yang nantinya akan bersanding dengan armada dari Scania dan Mercedez-Benz. Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kali ini PT Transportasi Jakarta mempercayakan produk dari satu perusahaan multi-nasional terkemuka asal Swedia, Volvo.

Dalam mendatangkan dan mengoperasikan Volvo Bus B11R-370 6×2, PT Transportasi Jakarta tidak berjalan sendiri, mereka bekerja sama dengan PT Steady Safe Tbk. Total, ada 128 unit Maxi bus yang akan bergabung dengan armada TransJakarta lainnya. Patut diketahui, sasis Volvo Bus B11R-370 6×2 merupakan salah satu sasis premium yang dimiliki oleh PT Transportasi Jakarta.

Bus Volvo rakitan Laksana ini menggunakan mesin diesel tipe D11A berkapasitas 10,8 liter 6 silinder turbo charger dan aftercooler. Adapun tenaga maksimum yang dihasilkan oleh bus anyar ini mencapai 370 Horse Power (HP) dengan torsi 1.770 Nm. Keunggulan lain dari bus ini antara lain transmisi yang sudah otomatis dan pembatas kecepatan bus. Layaknya bus-bus lain di TransJakarta, Volvo Bus B11R-370 6×2 pun memiliki sekat antara kabin penumpang dan ruang kemudi.

Adapun bus  ini pertama kali diperkenalkan dalam ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC), 1 hingga 4 Maret 2018 di Jakarta. Rencananya ke-128 unit bus Volvo ini akan disuplai secara bertahap oleh PT Indotruck Utama, yang memegang keagenan untuk Volvo Bus di Indonesia. Tidak hanya itu, PT Indotruck Utama juga bertugas melakukan maintenance bagi bus-bus Volvo ini selama berlangsungnya kemitraan antara PT Trans Jakarta dengan PT Steady Safe, Tbk, selama 10 tahun.

Baca Juga: Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita

Jika ditelaah lebih jauh, armada Volvo terbaru di tubuh TransJakarta merupakan ‘barang Eropa’ ketiga setelah Mercedez dan Scania. Secara keseluruhan, Volvo merupakan merek bus kedelapan yang tergabung di TransJakarta setelah ZhongTong, Daewoo, Hyundai, Hino, Ankai, Mercedes-Benz dan Scania. “TransJakarta berkomitmen untuk selalu menggunakan armada pilihan demi memberikan pelayanan terbaik buat pelanggan Transjakarta,” ungkap Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Budi Kaliwono, dikutip dari  laman republika.co.id.

Tempatkan Tenaga Ahli di Kereta Nirawak, MRT Singapura Mampu Saingi Kinerja Sistem Metro Taipei

Ketika Ibu Kota tengah disibukkan dengan rencana pengadaan sistem metro pertamanya, yaitu MRT Jakarta, lain halnya dengan negara tetangga, Singapura yang sudah melangkah sangat jauh di sistem transportasi berbasis massalnya. Baru-baru ini, diketahui SMRT tengah mempersiapkan sejumlah tenaga kerja untuk ditempatkan di seluruh armada nirawaknya.

Baca Juga: Remajakan Armada, MRT Singapura Adopsi Kursi Lipat Guna Antisipasi Lonjakan Penumpang

Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman singaporego.com (5/3/2018), rencana penempatan sejumlah tenaga kerja ini akan direalisasikan di keseluruhan kereta nirawak di Circle Line dalam waktu dekat ini. Diketahui, penempatan masinis di armada yang beroperasi di Circle Line ini sudah bergulir sejak semester kedua tahun lalu.

Tidak hanya Circle Line saja yang memiliki jalur kereta nirawak, North East Line (NEL) yang dikelola oleh SBS Transit pun telah mengambil langkah yang sama beberapa waktu yang lalu. Tidak bisa dipungkiri, NEL yang dibuka pertama kali pada tahun 2003 silam menarik perhatian publik dunia karena telah mendeklarasikan dirinya sebagai sistem perkeretaapian nirawak pertama di dunia. Secara otomatis, NEL pun sukses mencatatkan dirinya dalam buku sejarah perkeretaapian dunia.

Pada awalnya, kereta yang beroperasi di NEL didampingi oleh seorang masinis di kala jam-jam sibuk guna meningkatkan keandalannya. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Juru Bicara SBS Transit, Tammy Tan mengatkan bahwa telah merubah hal tersebut. “Sekarang, kami telah meninjau pengaturannya dan memutuskan untuk menaruh seorang tenaga ahli di dalam kereta sepanjang jam operasional,” tuturnya.

Tidak bisa dipungkiri, North East Line merupakan salah satu jalur yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Singapura. Selain itu, North East Line juga memiliki prestasi yang cukup membanggakan pada tahun lalu, yaitu mampu menempuh jarak hingga hampir mencapai angka satu juta kilometer hingga mereka menemukan kesalahan teknis dalam pengoperasiannya.

Dengan angka tersebut, menandakan bahwa capaian yang berhasil diraih North East Line ini setara dengan dua kali capaian dari Circle Line yang hanya mampu mengular sekitar 400.000 kilometer hingga kereta tersebut menemui kendala teknis di tahun yang sama.

Menteri Transportasi Singapura, Khaw Boon Wan mengatakan bahwa dirinya menargetkan untuk semua jaringan mampu menempuh jarak hingga satu juta kilometer hingga armada terkait menemui kendala teknis pada tahun 2020 mendatang. Angka tersebut merupakan kelipatan dari standar Kementerian Transportasi Singapura.

Baca Juga: Versi Terbaru SMRConnect, Mampu Informasikan Kepadatan Penumpang di Jalur MRT Singapura

Sebagai perbandingan, sistem MRT yang ada di Hong Kong hanya mampu menempuh jarak sekitar 600.000 kilometer hingga armada mereka menemukan masalah teknis, dan Taiwan’s Taipei Metro berhasil mengungguli 200.000 kilometer lebih jauh ketimbang MRT Hong Kong.

Kampanyekan Bahaya Kanker, Stasiun Plymounth Pampang Foto Perawat dari Marie Curie

Stasiun kereta api Plymouth di Devon, Inggris akan memajang foto para perawat dalam sebuah poster yang tergabung dalam Marie Curie selama delapan minggu kedepan. Marie Curie merupakan persatuan perawat kanker yang melihat pentingnya peran mereka untuk membantu para penderita kanker.

Baca juga: Ganja Legal di California, Tapi Tak Bisa Dibawa Melalui Bandara

Adanya poster ini sebenarnya memiliki harapan untuk meningkatkan kesadaran akan kanker dan membantu mendanai para perawat Marie Curie di kota Devon. KabarPenumpang.com melansir dari laman plymouthherald.co.uk (5/3/2018), salah satu perawat yang foto terpajang adalah Rob Davidson yang berharap kampanye ini bisa memberikan pengalaman menarik bagi penumpang yang menggunakan kereta dari dan ke stasiun Plymouth.

“Saya harus mengakui pada awalnya saya agak sedikit malu saat melihat wajah saya terpampang dimana-mana, tapi perasaan yang pertama saya rasakan adalah bangga bisa mewakili Marie Curie di kota saya. Ini bisa meingkatkan kesadaran akan karya yang menakjubkan yang kami lakukan,” ujar Rob.

Rob (www.plymouthherald.co.uk)

Dia menambahkan, awalnya tidak benar-benar memikirkan penyakit parah seperti kanker sebelum menjadi perawat di Marie Curie. Tetapi semuanya berubah saat ayah Rob menderita penyakit parah dan akhirnya meninggal.

“Penyakitnya mengerikan tapi bagian yang sekarat, tidak begitu, dan itu berkat perawatan dan dukungan yang kami terima dari Marie Curie. Setelah itu saya memutuskan bahwa saya ingin membuat perbedaan dan membantu orang lain dalam posisi yang sama. Saya pikir ada yang namanya kematian. Tentu saja, itu selalu patah hati tapi bisa bermartabat. Bagi sebagian besar orang, keinginan mereka adalah berada di rumah pada minggu-minggu atau hari-hari terakhir, bebas dari rasa sakit dan dengan orang yang mereka cintai,” ujar Rob.

Namun Rob mengatakan, dirinya tak selalu bisa membuat keluarga penderita untuk nyaman dan selalu memberikan dukungannya. Apalagi menurut Rob, keluarga yang menjaga juga membutuhkan istirahat.

“Perawat Marie Curie membuat hal itu mungkin bagi ayah dan keluarga saya, sekarang saya mengikuti jejak mereka, membantu orang lain. Kampanye ini membutuhkan dukungan masyarakat sehingga kita dapat memiliki dana untuk memberikan perawatan kepada keluarga di Plymouth dan sekitarnya. Tidak ada yang sendirian saat gelap, jadi saya berharap banyak orang membantu kita membawa sedikit cahaya ke lebih banyak keluarga,” ujar Rob.

Baca juga: Bantu Penderita Kanker, AirAsia Jual T-Shirt Bergambar Awak Kabin dan Pilot

Marie Curie akan berada di stasiun tersebut selama delapan minggu ke depan, memberi informasi kepada para penumpang tentang layanan amal tersebut, mendorong mereka untuk memberikan donasi dan mengenakan pin daffodil ikonik tersebut. Pengambilalihan tersebut bertepatan dengan peluncuran kampanye penggalangan dana tahunan Marie Curie, the Great Daffodil Appeal yang berlangsung sepanjang bulan Maret. Marie Curie ingin merekrut 600 pendukungnya untuk mendanai perawat seperti Rob hingga dua tahun.