Delapan Jam Terjebak Salju, Penumpang Kereta di Kanada Kedinginanan dan Kekurangan Air!

Mungkin sebagian dari Anda pernah terjebak kedinginan di dalam gerbong kereta malam, meski lumayan membuat derita, tapi toh penumpang masih bisa ‘menghangatkan’ diri di bordes. Tapi lain halnya dengan penumpang kereta di Kanada yang sedang berada di musim dingin. Terjebak di dalam kereta dengan keadaan salju dan tanpa penghangat bukanlah hal yang menyenangkan. Hal ini baru saja dirasakan oleh 100 orang penumpang yang berangkat dari Waterloo pukul 17.35 dengan tujuan ke Bournemouth.

Baca juga: Kereta Terperangkap Salju, 400 Penumpang JR East Terdampar dalam Suhu Estrem

Namun, sayangnya para penumpang tersebut tidaklah sampai ke tujuan, melainkan harus bermalam di dalam kereta. KabarPenumpang.com melansir dari laman mirror.co.uk (2/3/2018), para penumpang yang terlantar tersebut kemudian melemparkan curhatannya ke akun Twitter mereka.

Diketahui, bermalamnya para penumpang di dalam kereta dengan kondisi terjebak ini dikarenakan jalur terblokir dan tak bisa dilaui antara Weymouth dan Southampton Central. Hal ini dikarenakan adanya kereta yang rusak dan menghambat perjalanan di jalur yang juga dipenuhi salju tersebut.

Seorang penumpang bernama Nigel Thomas men-tweet dan mengatakan seratus penumpang terjebak di kereta api Southwestern Railways sepanjang malam. Dalam keadaan terjebak tersebut tidak ada pemanas, air dan penumpang kedinginan.

“Memang ada beberapa selimut foil, tapi delapan jam di kereta dari Waterloo ke Bournmouth. Kita seperti berada dalam situasi komedi yang menyedihkan,” ujar Liv Thurlow melalui akun Twitternya.

Beberapa lainnya memposting foto di Twitter dan terlihat ada yang menutupi dirinya dengan kain dan duduk bersama dalam kelompok kecil. Menggunakan selimut dari foil untuk tidur dan menghangatkan tubuh.

Ada pula penumpang yang tidur di kompartemen atas tempat barang untuk meluruskan badannya. Penumpang kereta lainnya yang berangkat dari Cardiff ke Bournemouth mengatakan, ada satu kereta api dekat Christchurch yang berhenti dan tak bisa melakukan perjalanan.

Ini yang membuat banyak penumpang harus bermalam di kereta. Selain itu juga tak ada angkutan umum lainnya yang bisa digunakan karena hujan salju menutupi jalur.

Southwestern Railway opeator kereta tersebut mengatakan, dengan kondisi cuaca yang buruk ini mengakibatkan beberapa kereta rusak dan berhenti di antara Weymouth dan Bournemouth. Ini meyebabkan semua jalur ke stasiun terblokir.

“Kereta terjebak dalam antrian di belakang kereta yang rusak dan tidak dapat bergerak. Kami sedang dalam proses mencoba memindahkan kereta yang rusak dan akan memperbarui Anda saat kami memiliki informasi lebih lanjut. Penggantian Kereta Darurat sangat terbatas di wilayah ini karena cuaca buruk, tapi kami melakukan yang terbaik untuk membantu menyelesaikan perjalanan Anda. Untuk bantuan lebih lanjut, silakan hubungi kami di Help Point atau hubungi anggota staf di sebuah stasiun,” ujar Sothwestern Railway.

Para penumpang menghadapi gangguan lain karena cuaca terus melumpuhkan jaringan perjalanan Inggris dan Irlandia. Beberapa jalan tetap tidak dapat dilalui dan telah ditutup. Selain itu pengemudi telah diberi peringatan untuk tidak bepergian kecuali jika benar-benar penting.

“Penumpang akan dibawa ke stasiun Bournemouth dimana kita memiliki staf yang menunggu untuk memberi mereka makanan dan minuman panas,” ujar pernyataan dari Southwester Railway.

Baca juga: Alami Masalah Kelistrikan, Kereta Cepat di Cina Terbakar Hebat!

Perusahaan tersebut mengatakan dengan tulus meminta maaf kepada penumpang yang terdampar dan mengorganisir sebuah kereta api untuk menyelamatkan mereka. Pihak Southwester Railway juga akan menutup layanannya pada pukul 20.00 waktu setempat pada hari Jumat dan mendesak orang-orang untuk tidak melakukan perjalanan. Southwestern akan terus menjalankan jadwal yang dimodifikasi pada hari Jumat karena hujan salju lebat diperkirakan terjadi di Timur Selatan pada siang hari dan semalam sampai hari Sabtu.

Terobsesi Tayangan Video Porno, Penumpang Ini Bugil dan Lecehkan Pramugari di Kabin

Semakin hari penumpang pesawat semakin menggila dan berperilaku aneh di dalam kabin. Entah apa yang terjadi, tetapi beberapa bulan belakangan ini terlihat banyak sekali kejadian yang tidak menyenangkan dalam kabin pesawat dan itu disebabkan oleh penumpang.

Baca juga: Bertelanjang Dada, Penumpang di Tarmak Ini Sempat Pukul Petugas

Pada 3 Maret 2018 kemarin, seorang mahasiswa berusia 20 tahun yang berangkat dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Dhaka, Bangladesh telanjang dan menonton video porno di kabin pesawat. KabarPenumpang.com melansir dari laman foxnews.com (6/3/2018), mendapatkan bahwa pemuda tersebut yang merupakan mahasiswa salah satu universitas di Malaysia itu sebenarnya akan terbang kembali ke Dhaka negara asalnya.

Dia menggunakan pesawat dari maskapai Malindo Air pada Sabtu malam itu. Awalnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan saat pemuda tersebut melalui pemeriksaan di bandara hingga masuk ke dalam kabin pesawat.

Saat diamankan setelah melecehkan pramugari (foxnews.com)

Namun, tak lama lepas landas dan pesawat berada di ketinggian 10 ribu kaki, pemuda itu tiba-tiba melepaskan semua pakaiannya dan memulai nonton video porno di laptopnya. Kemudian, seorang awak kabin menghampiri mahasiswa tersebut dan meminta agar menggenakan kembali pakaiannya.

“Awak kabin mendekatinya dan dengan sopan meminta pria itu mengenakan kembali pakaiannya,” ujar salah seorang penumpang.

Kemudian setelah menggunakan pakaiannya, pemuda itu pergi ke toilet dan mencoba memeluk seorang pramugari. Perlakuan pemuda tersebut yang tidak senonoh itu membuat keributan di area toilet dan dapur kabin.

“Dia memenuhi permintaan awak kabin mengenakan pakaian, tak lama ada keributan dari arah toilet dan pria itu melecehkan pramugari,” ujar seorang penumpang. Tak hanya satu orang, pemuda tersebut mencoba untuk memeluk pramugari lainnya. Dia menjadi agresif dan kemudian menyerang awak kabin kepala saat akan membantu menenangkannya. Untungnya, penumpang lain yang melihat kejadian itu membantu awak kabin dan bisa mengamankan pemuda tersebut serta mengikat tangannya dengan kain.

Baca juga: Nekad Merokok di Kabin Sebelum Mengudara, Ini Tanggapan Pihak Citilink Indonesia

“Awak kabin sudah mengikuti prosedur operasional standar dalam menahan penumpang yang mengganggu dalam pesawat tesebut. Meski ada kejadian ini, maskapai tetap membuat penumpang lainnya menikmati perjalanan dengan nyaman,” ujar penumpang yang duduk di belakang pemuda itu.

Setibanya pesawat di Bandara Internasional Shahjalal di Dhaka, pria tersebut kemudian diamankan pihak kepolisian bandara Dhaka dan mengawalnya untuk dilakukan penahanan.

Baru Pertama ke Tokyo? Jangan Bingung, Ikuti Tips Ini Agar Tidak Keder!

Meski jarak antara Jepang dan Indonesia tak bisa dibilang dekat, namun beragam maskapai yang melayani penerbangan langsung ke Negeri Sakura membuat minat wisatawan Indonesia cukup besar untuk bertandang ke berbagai destinasi di Jepang. Terlebih biaya pengurusan visa ke Jepang juga tak mahal, jauh lebih murah ketimbang ongkos visa ke Australia.

Baca juga: Bertahan di Padatnya Gerbong Komuter Memang Tak Mudah, Tips dari Tokyo Ini Bisa Jadi Rujukan

Bagi pelancong yang ingin liburan dengan penerbangan murah dan cepat, mulai 1 Mei 2018 maskapai AirAsia X bahkan membuka rute penerbangan langsung Jakarta-Tokyo. Artinya tak perlu transit lagi di Kuala Lumpur dan bisa menikmati penerbangan langsung dengan durasi 7 jam. Nah, bicara tentang destinasi wisata, Tokyo adalah magnet tersendiri, bahkan ada yang menyebut belum sah ke Jepang bila belum menginjakan kaki di Tokyo.

Nah, bagi Anda yang baru pertama kali bertandang ke Tokyo, KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk membuat perjalanan lebih menyenangkan. Bahkan Anda bisa terbebas dari stres karena kepadatan dan kesibukan di Tokyo.

1. Beli kartu Pasmo
Kartu ini bisa digunakan untuk perjalanan Anda selama di Tokyo. Kartu Pasmo sendiri bisa digunakan untuk kereta bawah tanah maupun moda transportasi umum lainnya seperti kereta, bus dan taksi. Untuk mendapatkan kartu ini ada di pusat informasi bandara dengan harga kartunya tiga ribu yen dan Anda akan mendapat saldo 2500 yen.

Ternyata, Pasmo tak hanya digunakan untuk transportasi. Anda juga bisa menggunakannya di vending machine untuk membeli minuman baik air mineral, kopi, bir maupun sake. Caranya juga mudah sama seperti menggunakan transportasi umum dengan men-tapnya saja pada mesin penjual otomatis.

2. Gunakan sepatu kets
Jangan pernah berpikir untuk menggunakan hak tinggi saat berjalan di jalanan Tokyo apalagi saat menggunakan kereta untuk berkeliling. Sebab sepatu tinggi bukanlah alas kaki yang nyaman. Jadi sebaiknya Anda gunakan sepatu kets. Sebagai kota yang memiliki gaya fashion tinggi, Anda akan sering melihat orang-orang menggunakan paakaian mewah dengan alas kaki sepatu kets.

3. Punya internet dan menjadi peta untuk diri sendiri
Internet gratis di Jepang baik itu di hotel maupun kafe tidak akan Anda temukan. Tetapi jika ingin menggunakan internet, bisa menyewa WiFi portabel seukuran ponsel untuk dibawa kemanapun Anda pergi. Jasa sewanya sekitar US$10 per hari atau Rp137 ribu.

Selain itu, dengan portabel WiFi ini, Anda juga tidak perlu takut kehilangan sinyal GPS. Sehingga Anda bisa menjadi peta untuk diri sendiri saat berkeliling Tokyo. Karena Google Maps akan membantu Anda berkeliling ke tempat yang diinginkan.

4. Gunakan eskalator dengan benar
Di Jepagn ada aturan, dimana setiap pengguna eskalator yang tidak bergerak harus berada di sisi kiri. Karena sisi kanan untuk penumpang yang ingin melewati pengguna lainnya jika terburu-buru. Mengikuti aturan lalu lintas di Tokyo sangat diperlukan karena padatnya dan banyak aturan yang tak tertulis. Bila masih bingung, Anda bisa mengikuti apa yang orang-orang Tokyo lakukan.

Baca juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang

5. Hindari jam sibuk dan pulang malam
Baiknya saat berada di Tokyo dan akan menggunakan kereta, hindari pukul 08.00-09.00. Ini karena kereta begitu padat dengan para pekerja. Bahkan, petugas stasiun harus mendorong orang kedalam agar pintu kereta bisa tertutup dengan sempurna. Sebaliknya pun begitu pukul 17.00-18.00 baiknya dihindari karena jam pulang kerja tetapi tidak sepadat pagi hari.

Sehingga bagi Anda baiknya gunakan kereta pada jam setelahnya atau sebelumnya untuk menikmati kereta yang nyaman. Jika Anda hingga larut malam, Tokyo adalah kota yang sangat hidup terlihat papan-papan toko dan banner menyala menghiasi malam kota ini. Karena itu, pada malam hari Tokyo bisa menjadi kota yang cukup ekstrim dan sebagai pelancong pemula, harus berjaga diri serta perbanyak minum air.

Berusaha Tetap di Arus Persaingan, Porsche pun Turut Luncurkan Taksi Udara Otonom!

Berkembangnya isu kemacetan yang semakin meradang dan polusi udara yang semakin tidak bisa ditolerir belakangan ini membuat sejumlah perusahaan otomotif memutar otak untuk mengembangkan teknologi terbarunya. Tidak melulu sekedar mengembangkan teknologi hijau yang ramah lingkungan, bahkan beberapa dari perusahaan ini rela banting stir untuk meramaikan pasar taksi udara, moda futuristik yang dinilai mampu mengentaskan masalah kemacetan dan polusi sekaligus.

Baca Juga: Selangkah Lagi, Uber Akan Operasikan Taksi Udara

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman thedrive.com (4/3/2018), salah satu manufaktur otomotif yang menyatakan niatnya untuk turut berkecimpung di sektor transportasi masa depan ini adalah Porsche AG. Bergabungnya perusahaan asal Stuttgart, Jerman ini sebelumnya sudah diprediksi dan tidak mengherankan sejumlah pihak. “Itu masuk akal,” tutur Direktur Penjualan Porsche AG, Detlev von Platen.

“Ketika saya berkendara dari Zuffenhausen ke Bandara Stuttgart, saya memerlukan waktu setidaknya setengah jam, itupun jika saya sedang beruntung (tidak kena macet). Dengan hadirnya taksi udara tersebut, waktu perjalanan akan ditempuh menjadi hanya sekitar tiga setengah menit,” tambahnya.

Pihak Porsche AG sendiri mengaku tengah mengerjakan sebuah proyek taksi udara yang diberi nama “Airtaxi”. Bergabungnya anak perusahaan dari Volkswagen AG ini tentunya akan semakin menyemarakkan persaingan di sektor taksi udara. Seperti yang diketahui bersama, banyak perusahaan asing yang sudah terlebih dahulu merintis moda ini, sebut saja Boeing, Ehang, dan sejumlah manufaktur lain.

Pada kesempatan lain, CEO Boeing, Dennis Muilenburg menyatakan bahwa dirinya yakin bahwa taksi udara akan mulai lepas landas dalam kurun waktu satu dekade ke depan. Lamanya waktu peluncuran ini bukan hanya dilandasi oleh persiapan yang matang dari segi modanya, melainkan perijinan mengudaranya pun patut untuk ditinjau lebih lanjut. Dennis pun tidak menampik bahwa terjunnya Porsche di sektor taksi udara otonom ini akan semakin meningkatkan tensi kompetisi, investasi, dan inovasi dalam pelaksanaannya.

Baca Juga: Prototipe Taksi Drone Ehang 184, Sukses Uji Coba Dalam 1000 Kali Terbang

Sementara itu, pihak Porsche sendiri menilai bahwa rencananya untuk nimbrung di dunia taksi udara otonom ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mengembangkan bisnisnya dan sebagai cara untuk tetap berada di arus persaingan. Sedangkan pihak Porsche masih enggan berkomentar ebih lanjut mengenai spesifikasi dari Airtaxi besutannya.

TSA Kembangkan Alat Pendeteksi Bom di Stasiun Kereta Bawah Tanah New York

Maraknya teror bom yang terjadi pada moda transportasi membuat sebagian lapisan masyarakat enggan lagi untuk menggunakan layanan tersebut dilandaskan pada rasa trauma yang menghinggapi. Jika dikaji lebih jauh, tentu hal seperti ini akan berdampak tidak hanya sebatas pada penumpang yang ada di dalam moda transportasi tersebut, melainkan kepada keseluruhan jaringan moda bersangkutan.

Baca Juga: Antisipasi Bom Sepatu Terulang, Perusahaan Asal Inggris Kembangkan Sistem Pemindai Revolusioner

Guna mencegah hal berbau terorisme tersebut kembali terulang, Transportation Security Administration (TSA) telah mengembangkan sebuah teknologi  yang mampu mendeteksi bom di Penn Station, New York. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (28/2/2018), Senator Amerika Serikat, Charles Schumer sebelumnya menyatakan bahwa alat pendeteksi bom ini merupakan pengembangan dari teknologi yang sebelumnya sudah ada.

Charles menuturkan bahwa tahun lalu, teknologi pendeteksi bom yang dimiliki TSA berhasil mencegah serangan teror bom bunuh diri dengan metode rompi peledak. Namun, teknologi tersebut belum menjalani uji coba secara resmi di New York City. “Ketika saya ingin memboyong tekonologi ini ke New York City, kami harus menyempurnakannya terlebih  dahulu,” ungkap Charles. “Jika teknologi pendeteksi bom ini berhasil melewati masa uji cobanya, maka New York City yang diharapkan menjadi pusat transit tersibuk akan segera terlaksana,” imbuhnya.

Tidak serta merta Charles ingin memperkenalkan teknologi pendeteksi bom ini ke New York City. Hal ini dilandasi pada sebuah insiden yang terjadi pada bulan Desember lalu, dimana seorang teroris berhasil meledakkan sebuah bom tersembunyi di jaringan kereta bawah  tanah kota New York. Kejadian tersebut membuat si pelaku mengalami luka yang cukup serius. Untungnya, tidak ada korban lain yang jatuh akibat ledakan ini, baik korban luka maupun jiwa.

Teknologi TSA yang bernama ‘Stand Off Explosive Detection Technology’ ini dimaksudkan untuk membantu petugas keamanan dalam mendeteksi bahan peledak yang  biasanya  disembunyikan oleh para tersangka, baik di dalam barang bawaan atau di tubuh mereka sendiri. Nantinya, Stand Off Explosive Detection Technology ini mampu mendeteksi eksistensi dari objek yang berpotensi menimbulkan ancaman, ketika yang bersangkutan melewati perangkat ini.

Baca Juga: Tangkal Terorisme, Larangan Bawa Laptop ke Dalam Kabin Dipandang Tak Efektif

TSA sendiri telah mengembangkan teknologi ini sejak tahun 2004 silam, dengan menggaet sejumlah instansi terkait, seperti Amtrak dan New Jersey Transit. Untuk Stand Off Explosive Detection Technology sendiri sebenarnya telah diadopsi oleh sejumlah petugas keamanan untuk  melancarkan kelangsungan dari sebuah perhelatan, namun sayangnya tidak untuk dunia transportasi.

Tekan Delayed Baggage Rate, Siemens Pasok Sistem Penanganan Bagasi di Bandara Incheon

Sepertinya, kepuasan konsumen dalam menerima layanan merupakan hal utama yang selalu diprioritaskan oleh para penyedia jasa, tidak terkecuali bandara. Belakangan ini, sudah marak kita dengar pemasangan beragam teknologi mutakhir di salah satu gerbang masuk ke suatu negara ini hanya demi meningkatkan pelayanan kepada para penumpangnya.

Baca Juga: Jelang Olimpiade Musim Dingin 2018, Bandara Incheon Buka Terminal 2

Mulai dari penggunaan robot yang mampu menunjang aksesibilitas penumpang, teknologi pemindai yang mampu memangkas antrean di bagian imigrasi, hingga yang paling baru adalah sistem penanganan bagasi teranyar dari salah satu perusahaan raksasa yang bergerak di bidang teknologi asal Jerman. Diketahui, perusahaan yang bermarkas di Munich, Jerman ini baru saja memasang high-performance baggage handling systems di Terminal 2 Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman stattimes.com (16/2/2018), sistem penanganan bagasi berteknologi tinggi ini menggabungkan konveyor dan teknologi penyortiran yang inovatif dengan perangkat lunak cerdas. Penggunaan teknologi ini memungkinkan pihak bandara mengelola kurang lebih 20.000 bagasi penumpang setiap harinya.

Tidak berdiri sendiri, dalam mengeluarkan teknologi ini, Siemens bertindak sebagai kepala konsorsium dengan perusahaan asal Korea Selatan, Posco. Melalui perjanjian layanan multi-tahun, Siemens akan menyediakan operasi tanpa batas dari sistem konveyor sepanjang 40 kilometer. Selain itu, konsep terpadu dari penyediaan dan pemeliharaan sistem ini akan memperkuat upaya bandara untuk meningkatkan kapasitas penumpang, yang semula hanya 58 juta penumpang naik ke angka 72 juta penumpang setiap tahunnya.

“Sistem penanganan bagasi berorientasi masa depan kami akan memainkan peran dominan untuk Terminal 2 yang baru di Bandara Incheon,” kata Michael Reichle, CEO Siemens Postal, Parcel & Airport Logistics. “Dengan sistem inovatif yang kami miliki, ditambah dengan teknologi, keahlian, dan keandalan TI yang canggih, kami akan memberi dukungan jangka panjang kepada pelanggan kami yang akan membantu mendorong pertumbuhan yang menguntungkan,” imbuhnya.

Di sisi lain, wakil presiden operasi Incheon International Airport Corporation, Jong-Seo Kim mengatakan bahwa fokus utama dari bandara yang baru saja diinjeksi sistem robotika oleh LG ini adalah penumpang. “Sistem penanganan bagasi baru di Bandara Internasional Incheon akan memberikan kontribusi realistis untuk memastikan tingkat kenyamanan dan kenyamanan penumpang berada dalam standar tertingginya,” tutur Jong-Seo Kim.

Baca Juga: Sambut Olimpiade Musim Dingin, LG Hadirkan Dua Robot Canggih di Bandara Incheon

Sistem canggih milik Siemens ini memiliki proses penanganan bagasi ultra modern yang akan memberikan waktu lebih kepada para pelancong untuk bersantai di lounge keberangkatan. Sistem ini juga dilengkapi dengan kapasitas bagasi yang besar, sehingga mampu memanfaatkan celah fleksibilitas dalam pengoperasiannya. Jika ada bagian atau komponen yang tetinggal, bagasi dapat dialihkan ke destinasi tujuan pada waktunya.

Jika dibandingkan dengan sistem penanganan bagasi di bandara lain, Bandara Internasional Incheon termasuk salah satu bandara dengan tingkat delayed baggage rate paling rendah, yaitu hanya 0,3 dari 100.000 bagasi. Sedangkan rata-rata global menunjukkan angka 11,5 dari 100.000 bagasi. Dengan begitu, pihak bandara berharap setiap penumpang di Bandara Internasional Incheon akan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan dalam hal keamanan dan kehandalan.

Redam Lonjakan Penumpang KA Argo Parahyangan, PT KAI Hadirkan Empat Rangkaian yang Serba Baru!

Meningkatnya permintaan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dengan menggunakan kereta belakangan ini merupakan imbas dari sejumlah pembangunan yang tersebar di sepanjang tol Jakarta – Cikampek. Tak ayal, para pelancong  yang hendak pergi dari dan ke Jakarta berbondong-bondong untuk sesegera mungkin mendapatkan tiket kereta, ketimbang mereka harus bermacet-macet ria di jalan tol. Guna meminimalisir penumpang yang tidak kebagian tiket perjalanan, PT KAI pun mengambil langkah untuk meningkatkan jumlah armada mereka.

Baca Juga: Pensiunkan Gerbong Berusia 30 Tahun, PT KAI Pesan 438 Gerbong Baru dari PT INKA

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, PT KAI telah menambah jadwal pemberangkatan Kereta Api (KA) Argo Parahyangan rute Bandung-Jakarta dengan empat rangkaian baru yang sudah beroperasi sejak 27 Februari 2018. Kendati sudah mulai beroperasi sejak tanggal 27 Februari, namun rangkaian kereta baru ini baru secara resmi diluncurkan oleh Direktur Keselamatan merangkap Direktur Komersial PT KAI, Apriyono W. pada Kamis (1/3/2018).

“Sebelumnya, rata-rata 18 perjalanan sehari di weekday naik menjadi 22 perjalanan. Dan 24 perjalanan PP (pulang-pergi) sehari pada weekend naik menjadi 28 perjalanan,” kata Apriyono, dikutip dari laman bisnis.tempo.co (2/3/2018). Dengan penambahan jadwal ini, volume rata-rata penumpang KA Argo Parahyangan naik 15,3 persen, dari yang semula 10.432 orang menjadi 12.032 orang per hari.

Menyinggung soal armada teranyarnya, Apriyono sedikit membocorkan spesifikasi dari kereta baru layanan Agro Parahyangan atau yang akrab disingkat GoPar ini. “Kereta ini berkapasitas penumpang sebanyak 400 tempat duduk per rangkaian (trainset), yang terdiri dari delapan kereta eksekutif, satu kereta makan (restorasi), dan satu kereta pembangkit,” paparnya.

Sedangkan dikutip dari sumber lain, adapun sejumlah kelebihan yang dapat penumpang rasakan di armada terbaru GoPar ini. Pertama adalah penggunaan material stainless steel sebagai bahan dari bodi kereta ini, yang membuatnya lebih tahan karat. Kereta baru ini semakin menarik dengan cat stripping yang lebih minimalis sehingga meningkatkan kesan elegan dari bagian luarnya.

Armada ini juga memiliki jumlah toilet yang lebih banyak ketimbang kereta-kereta sebelumnya. Jika di kereta versi lama Anda menemukan hanya ada dua toilet di masing-masing gerbong, di rangkaian baru ini Anda akan menemukan empat toilet di setiap gerbongnya (bersebelahan di setiap sisinya).

Belum lagi eksistensi dari sandaran kaki yang lebih fleksibel, lampu tidur dan baca, meja mini yang bisa dilipat di sandaran tangan, serta bagasi kabin yang ada pembatasnya untuk tiap-tiap penumpang kini tersedia di armada anyar GoPar ini.

Jika selama ini Anda tidak bisa mendengarkan suara dari TV yang ada di KA GoPar, kini PT KAI telah membenahi bagian itu dengan cara membubuhi audio jack di setiap kursi penumpang. Jadi Anda cukup mencolokkan headset ke audio jack tersebut dan Anda bisa mendengarkan siaran TV tersebut.

Tidak lupa, PT KAI juga menambahkan fasilitas Musholla yang terdapat di gerbong restorasi, lengkap dengan cermin dan rak berisikan sarung dan mukena.

Nah, untuk mengingkatkan keamanan dan keselamatan selama perjalanan, kini PT KAI telah memasang sejumlah CCTV di dalam setiap rangkaian tersebut. Terdapat pula dua buah tangga yang menempel di masing-masing kereta atau gerbong untuk pijakan keluar kereta jika diperlukan dalam kondisi darurat. Meniru lantai pesawat, PT KAI membubuhkan penanda jalur evakuasi yang dapat berpendar ketika gerbong berada dalam kondisi gelap.

Mengingat semua perjalanan dengan menggunakan kereta api kini sudah berstatus bebas asap rokok, maka PT KAI melengkapi setiap gerbongnya dengan smoke detector, dimana alarm dari detector tesebut akan berbunyi ketika sensor menangkap eksistensi asap.

Terakhir, penumpang KA GoPar kelas Eksekutif bisa naik dan turun dari Stasiun Kiaracondong, padahal sebelumnya, stasiun ini digunakan untuk kereta kelas ekonomi.

Baca Juga: PT KAI Bocorkan Sejumlah Rencana Strategi Bisnisnya di Tahun 2018!

Sebelumnya, PT KAI telah memberlakukan sejumlah langkah strategis untuk meredam tingginya permintaan perjalanan antara Jakarta – Bandung dan sebaliknya, diantaranya adalah dengan menggunakan kereta yang berstatus idle.

“Misalnya kereta dari Yogyakarta sampai ke sini pagi, lalu berangkat lagi ke Yogyakarta malamnya. Selama kereta menunggu, bisa kita pakai untuk jarak dekat PP misalnya ke Bandung. Jadi tidak ada kereta yang terparkir lama,” tutur Executive Vice President KAI Daop I Jakarta, Dadan Rudiansyah.

Persiapkan Musim Mudik 2018, PT KAI Sudah Buka Pemesanan Tiket Sejak 1 Maret Kemarin!

Tak terasa, bulan suci umat Muslim sebentar lagi akan kembali menyapa. Banyak rencana dan persiapan yang sudah mulai dilakukan oleh sejumlah lapisan masyarakat dalam menyambut Bulan Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Mei 2018 mendatang, salah satunya adalah berburu tiket untuk mudik.

Baca Juga: Meski Dalam Perjalanan Mudik, Shalat Jangan Ditinggalkan

Dalam menangani hal tersebut, kereta api sebagai salah satu moda yang paling banyak digunakan oleh para pemudik ini telah mempersiapkan sejumlah langkah strategis dalam menghadapi musim mudik tahun ini.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, terhitung sejak tanggal 1 Maret 2018 kemarin, PT KAI telah membuka layanan pemesanan tiket untuk Hari Raya Idul Fitri 1439H. Pemesanan ini dapat dilakukan oleh para calon pemudik tiga bulan (H-90) sebelum keberangkatan. Senior Manager Humas PT KAI DAOP I, Edy Kuswoyo, mengatakan, pemesanan tiket tersebut bisa dilakukan sejak 1 Maret kemarin hingga 30 Maret 2018 mendatang.

Adapun, tanggal keberangkatan jadwal kereta pada masa angkutan Lebaran 30 Mei 2018 hingga 28 Juni 2018. “Diharapkan, dengan jarak pemesanan H-90 masa angkutan lebaran ini, pelanggan kereta api bisa mengatur waktu keberangkatannya dengan tepat,” ungkap Edy, dilansir dari laman wartakota.tribunnews.com, Senin (5/3/2018). “Dan semoga PT KAI Daop 1 Jakarta dapat mengakomodir kebutuhan calon penumpang untuk perjalanan mudik lebaran nanti,” tambahnya.

Sementara itu, menurut catatan yang dimiliki oleh PT KAI, Edy mengaku bahwa rentang waktu antara H-7 Lebaran atau yang jatuh pada tanggal 8 Juni 2018 dan H-3 Lebaran atau yang bertepatan dengan tanggal 14 Juni 2018 merupakan tanggalan favorit para pemudik untuk pulang ke kampung halaman masing-masing.

PT KAI juga tidak menampik bahwa hadirnya sistem pemesanan tiket secara online dapat memudahkan bagi siapa saja yang hendak membeli tiket perjalanan, tidak terkecuali untuk high season seperti musim mudik Lebaran. Penumpang yang membeli tiket lebaran via online dinilai lebih efektif ketimbang mereka harus rela mengantre berjam-jam hanya demi mendapatkan tiket kereta.

Baca Juga: Momen Mudik Lebaran, Saatnya Maksimalkan Kemampuan Fotografi

Pembelian tiket kereta bisa dilakukan secara online melalui KAI Acces dan website PT Kereta Api Indonesia tiket.kereta-api.co.id, yang dapat dipesan mulai pukul 00.01 sesuai waktu pemesanan tiket.

Berharap Mampu Pasok Kebutuhan Bus di Bandara, Moeldoko Hadirkan Prototipe Bus Listrik Ketiga

Kepala Staf Kepresiden yang juga mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mendadak namanya jadi perbincangan di jagad otomotif. Pasalnya pensiunan jenderal bintang empat ini diketahui sebagai pemilik PT Mobil Anak Bangsa (MAB), perusahaan yang menghadirkan prototipe bus listrik ketiganya pada Maret 2018 ini. Bus listrik ini sendiri akan menggandeng perusahaan Malaysia, Gemilang International Limited dalam pembuatan bodi prototipe bus listrik.

Baca juga: Kembangkan Bus Listrik, Nissan Siap Turun Tangan Entaskan Masalah Polusi

Sebagai bus canggih, bodi bus listrik memang berbeda dengan bus konvensional, lantaran bodi bus listrik ini menggunakan bahan aluminium. Pemilihan aluminium ini dikarenakan bobot bus listrik akan lebih ringan sehingga memperluas ruang untuk penumpang dan ukuran bus bisa diperpanjang serta kapasitas penumpang yang diangkut bertambah.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, mendapatkan bahwa dengan bahan aluminium untuk bodinya, pengeluaran biaya baterai lebih hemat lantaran menjadi lebih ringan. “Makin berat bodi mobil akan lebih banyak makan biaya baterai,” ujar President Director PT MAB Leonard.

Sebelum menggunakan bodi bus dengan aluminium, prototipe pertama dan kedua PT MAB menggunakan bahan plat baja yang cukup memakan biaya untuk baterai. Selain dengan perusahaan Malaysia, PT MAB juga bekerjasama dengan perusahaan China Trystfull Group Limited asal Shanghai, Cina.

Perusahaan Cina tersebut menjadi penyedia suku cadang bus listrik prototipe pertama dan kedua seperti baterai, penggerak baterai dan motor control unit. Sedangkan untuk sasis atau kerangka bus untuk prototipe pertama dan kedua dibuat oleh PT Yudistira dan bodinya oleh PT New Armada, Magelang.

Diketahui, prototipe ketiga ini merupakan penyempurnaan dari produksi sebelumnya. Baterai yang digunakan jika terisi penuh bisa menempuh jarak 800 km per jam.

Rencananya bus listrik ini akan di uji coba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang akan kedatangan dua bus, dan akan digunakan sebagai alat angkut penumpang dari terminal menuju pesawat. Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan bus listrik ini akan bergerak dari satu terminal ke terminal lainnya.

Namun, Awaluddin mengatakan, belum bisa memastikan jadwal kedua bus tersebut tiba di bandara Soetta. Hal ini dikarenakan, bus milik Moeldoko tersebut harus melewati serangkaian tes. “Kami akan menyediakan tempat untuk uji coba dan rencananya akan ditaruh dua unit. Kapan tepatnya, nanti tergantung MAB dapat sertifikasi dan uji kelaikan dari Kementerian Perhubungan,” jelas Awaluddin.

Baca juga: Cina Rajai Populasi Bus Listrik di Seluruh Dunia

Meski pihaknya belum resmi memesan bus tersebut, Awaluddin mengatakan, bus ini bisa mengangkut lebih banyak orang dibanding armada bus yang selama ini dimiliki AP II. Adapu mantan Direktur Utama PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), Gunadi Sindhuwinata juka ikut berkomentar dan mengatakan bus milik Moeldoko ini saat dilihat secara kasat mata layak digunakan untuk mengangkut banyak penumpang.

“Satu prototipe saja. Pokoknya khusus untuk itu saya melihat dari tampak luar dan merasakan saat test drive boleh dikatakan itu perfect. Produk itu dikembangkan dengan benar. Menurut saya ya sebatas itu (baik),” kata Gunadi.

Operasi Keselamatan Jaya 2018 Dimulai! Waspada Bagi Pengemudi yang Menggunakan Ponsel dan Merokok

Terhitung mulai tanggal 5 sampai 25 Maret 2018 mendatang, pihak Polda Metro Jaya melakukan Operasi Keselamatan Jaya. Operasi ini bertujuan agar pengemudi baik kendaraan roda dua, roda empat atau lebih bisa lebih tertib dalam peraturan lalu lintas. Terkhusus bagi pengemudi roda dua, pihak kepolisian menghimbau agar tidak menggunakan telepon genggam dan mendengarkan musik saat berkendara.

Baca juga: Kembali Ke Sekolah, Orang Tua Wajib Ajarkan Anak Keselamatan di Jalan Raya

Memang terkadang bosan dan lelah saat mengendarai motor, sehingga mendengarkan musik atau merokok menjadi salah satu obat untuk menenangkan pikiran dan tubuh dari kepenatan tersebut apalagi saat macet melanda. Tapi hal tersebut justru dapat membahayakan diri sendiri bahkan pengguna jalan lainnya.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber bahwa,merokok dan mendengarkan musik bisa menghilangkan sebagian konsentrasi saat berkendara. Bagi pemotor, kepala sudah tertutup helm saja sudah mengurangi sedikit pendengaran apalagi jika ditambah telinga di sumpel earphone.

Sebenarnya tidak masalah jika ingin mendengarkan musik saat berkendara, tetapi baiknya gunakan sebelah saja untuk membantu menghilangkan kebosanan. “Kalau memang terpaksa butuh penyegaran, pemotor cukup kaitkan satu headset saja ke telinga dengan volume sangat rendah sehingga suara di luar masih bisa terpantau dengan baik,” kata Instruktur Safety Riding di Rifat Drive Labs, Andry Berlianto.

Andry mengatakan, saat berkendara sebaiknya tidak diselingi kegiatan lain, sebab bisa mengalihkan konsentrasi pengendara. Saat konsentrasi teralihkan maka reaksi pengendara akan melambat dan bisa menyebabkan kecelakaan.

Karo Penmas Humas Polri Brigjen M Iqbal mengatakan, berkendara membutuhkan konsentrasi penuh. Pengemudi harus bertanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain. “Kalau dengerin musik tiba-tiba terlalu enjoy kan nggak benar. Nanti, kalau ada orang klakson atau apa ada sesuatu di jalan, gimana?” ujarnya. Sedangkan untuk larangan merokok Iqbal mengatakan, tidak hanya berlaku pada pengendara sepeda motor melainkan mobil.

“Kalau ngerokok sebaiknya nggak perlulah. Kalau merokok, kalau habis puntungnya, mau buang di mana itu? Nanti tiba-tiba ada masalah, nggak mati puntungnya, dan nanti bisa korsleting di mobilnya. Jangan dibuang di jalan, nanti kotor juga,” jelas dia.

Baca juga: Flash Mobile, Marka Lalu Lintas Untuk Pengemudi Yang Mencoba Berponsel di Jalan Raya

Iqbal menegaskan adanya penindakan yang dilakukan bukan untuk membatasi ruang gerak masyarakat. Imbauan dan penindakan dilakukan untuk mengurangi kecelakaan di jalan raya.

“Kami nggak bermaksud membatasi ruang privasi masyarakat. Tapi guna melakukan perlindungan masyarakat, kami berhak mengimbau, dong. Okelah privasi, tapi kami mempunyai kewajiban moral untuk mengingatkan siapa pun dan kapan pun,” kata Iqbal.