Begini Kondisi ‘Jalanan’ di Ibukota dari Kacamata Seorang Pengamat Transportasi!

Kondisi jalanan yang semakin padat belakangan ini, khususnya di Ibukota, membuat banyak lapisan  masyarakat mau tidak mau menghabiskan waktu lebih lama di jalan. Siasat ‘pergi lebih awal’ pun nampaknya sudah mulai tidak terlalu efektif. Penyebab meradangnya kemacetan di Jakarta tentu sangat bervariasi, mulai dari jumlah kendaraan pribadi yang semakin tidak bisa dikontrol hingga beberapa proyek pembangunan yang memakan ruas jalan.

Baca Juga: Bicara Kemacetan Lalu Lintas, Bangalore Lebih Parah dari Jakarta!

Tidak hanya itu, otoritas setempat juga telah menyediakan sejumlah sarana transportasi umum, dengan harapan para pengguna kendaraan pribadi bisa beralih menggunakan moda tersebut. Namun pada kenyataannya, para pengguna kendaraan pribadi nampaknya lebih nyaman bermacet-macetan di jalan ketimbang harus berdesak-desakkan di dalam moda transportasi umum. Belum lagi kehadiran ribuan kendaraan roda dua yang mengatasnamakan diri  mereka sebagai ojek online, yang semakin memperkeruh  kemacetan di Jakarta.

Tentu hal tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dari kacamata seorang pengamat transportasi yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Damri, Setia N. Milatia Moemin mengatakan bahwa menghadirkan moda transportasi umum di Indonesia tidaklah mudah. Statemen tersebut, lanjutnya, dilatarbelakangi oleh karakter orang Indonesia yang notabene berbeda jauh  dengan warga negara lain.

“Salah satunya adalah dari jaringan Bus Rapid Transit (BRT) yang kita punya, armadanya menggunakan bus high deck. Tidak bisa BRT kita menggunakan bus low deck seperti yang digunakan di Guangzhou, Cina, yang notabene warganya jauh lebih mudah untuk diatur,” terangnya ketika ditemui KabarPenumpang.com, Kamis (1/3/2018) di Kantor Pusat Damri, Matraman, Jakarta Pusat. “Di Indonesia, sengaja sistem BRT kita menggunakan bus high deck, supaya orang-orang bisa lebih tertib dan tidak naik sembarangan,” imbuh mantan Ketua MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) DKI JAKARTA periode 1998 hingga 2003 ini.

Hal mendasar seperti karakter warga Ibukota yang unik seperti inilah yang akhirnya memaksa otoritas terkait untuk berpikir keras dalam menghadirkan moda transportasi  umum. Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Tia ini juga menumpukan asanya  pada sistem metro pertama di Indonesia, MRT Jakarta yang rencananya akan diluncurkan pada Maret 2019 mendatang. “Efisiensi ruang kota itu lebih bagus kalau pakai public transport,” tambahnya.

Baca Juga: Menilik Asam Garam Becak di Ibu Kota, Sempat Tenggelam Hingga Rencana Penghidupan Kembali

Dalam kesempatan tersebut, Tia juga mengatakan bahwa kebijakan Pemprov DKI terkait penghidupan kembali becak di Ibukota merupakan salah satu sinyal yang mengindikasikan bahwa Ibukota mengalami kemunduran. “Kalau becak sih saya melihatnya tidak manusiawi ya. Buat saya sih itu suatu kemunduran dalam hal kemanusiaan,” ungkap Tia.

Terlepas dari semua isu transportasi yang beredar belakangan ini, Tia tetap mendukung semua insisiatif Pemprov DKI yang berkenaan dengan ruang lingkup transportasi Ibukota, selama itu mampu mengentaskan problematika yang ada. “Sejauh pemerintahnya punya komitmen kuat terhadap transportasi publik, itu menurut saya bagus.” Tutupnya.

Hadirkan Go-Resto, Go-Jek Bantu UMKM dapatkan Solusi Penjualan

Sukses dengan fitur Go-Foodnya, yang menjadi layanan pesan antar teranyar dari Go-Jek, kini semakin melebarkan pangsa pasarnya. Platform on demand mobile dan aplikasi di Indonesia tersebut menghadirkan inovasi baru bagi merchant partner yakni Go-Resto.

Baca juga: Setelah Rp16 Triliun dari Google, GoJek Kembali Dapat Kucuran Rp2 Triliun dari PT Astra Internasional

Chief Commercial Expansion Go-Jek, Chaterine Hindra Sutjahyo menjelaskan, hadirnya Go-Resto menjadi inovasi baru bagi UMKM dalam menawarkan solusi yang lengkap untuk mengembangkan bisnisnya. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Chaterine mengatakan melalui layanan Go-Resto, mitra merchant Go-Food memiliki kebebasan dalam mengelola jam pelayanan, menu dan juga sistem pencatatan transaksi.

“Inovasi ini bisa memberikan solusi lengkap bagi UMKM kuliner untuk mengembangkan bisnisnya. Dengan hadirnya ini juga, Go-Food dan mitra-mitranya bisa bertumbuh bersama,” ujar Chaterine.

Chaterine mengatakan inovasi lainnya, Go-Jek juga menggelar Go-Food Festival yang bertujuan untuk membantu UMKM dalam memiliki cabang tanpa harus mengeluarkan modal besar. Saat ini Go-Food Festival sendiri sudah diselenggarakan di dua tempat yakni Go-Food Pasaraya Blok M dan Go-Food kota Bogor.

“Tahun ini, rencananya Go-Food Festival akan hadir di 100 lokasi. Kami belum bisa share secara detail tapi itu menjadi bagian dari rencana kami ke depan. Masih banyak rencana-rencana inovasi yang akan dilakukan di Go-Food, termasuk untuk UMKM yang akan dihadirkan,” katanya.

Sayangnya, untuk inovasi yang saat ini sedang digarap tidak dijelaskan secara rinci oleh Chaterine akan seperti apa kedepannya. Namun, dia berharap, Go-Food kedepannya akan terus hadir membantu UMKM untuk berkembang.

“Kami akan terus berinovasi mencari solusi dari tantangan yang dihadapi oleh UMKM,” katanya.

Baca juga: Google Gelontorkan Dana Fantastis Ke Gojek, Rp16 Triliun!

Go-Jek sendiri saat ini bukan hanya aplikasi layanan transportasi melainkan logistik, pembayaran, layan antar makanan, dan beberapa hal lainnya. Diketahui, Go-Jek saat ini telah menghubungkan pengguna dengan lebih dari satu juta mitra pengemudi yang terdaftar, 125 ribu penjual makanan dan 30 ribu penyedia lainnya. Go-Jek sendiri kini sudah beroperasi di 50 kota.

Setia N. Milatia Moemin – Ketika Tantangan Pekerjaan Menjadi Media Memperkaya Wawasan

Pada jaman yang sudah maju seperti sekarang ini, nampaknya isu kesetaraan gender sudah tidak terlalu menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Walaupun sedikit banyaknya masih ada saja sebagian orang yang menganggap bahwa kaum pria itu lebih memiliki kuasa ketimbang kaum hawa. Namun pernyataan yang terkesan mendiskriminasi kaum wanita itu sama sekali tidak digubris oleh seorang Srikandi yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Perum Damri, Setia N. Milatia Moemin.

Baca Juga: Silvia Halim – Srikandi di Balik Konstruksi MRT Jakarta

Bagi wanita yang akrab disapa Tia ini, ada satu pemikiran sederhana yang akhirnya melatarbelakangi dirinya menambatkan Teknik Sipil Transportasi Universitas Indonesia (angkatan 1979) sebagai wadah untuk ia mengenyam ilmu. “Pertama sih karena faktor keluarga, banyak dari mereka yang punya latar belakang transportasi. Kedua sih karena semua orang butuh transport, bahkan ketika meninggal, ya ke makam saja masih butuh transport,” tutur Tia. “Jadi menurut saya, di antara kelahiran dan kematian, di tengah-tengahnya manusia pasti butuh apa itu yang namanya transport,” imbuhnya.

Setia N. Milatia Moemin

Menurut Tia, ada passion tersendiri ketika ia lebih memilih untuk berkutat di dunia transportasi, khususnya moda darat. “Jadi gini, manusia kan lebih banyak hidup di darat ketimbang laut atau udara, di udara paling beberapa jam lah,” terangnya seraya bercanda. “Saya suka tantangan. Kalau udara secara internasional kan sudah ada yang mengatur, begitu pun dengan laut. Nah, untuk darat kan tidak, di Indonesia itu masih sedikit kurang tertata, makanya saya lebih nyaman berjuang di transportasi darat,” terang wanita kelahiran Jakarta, 24 Maret 1961, yang mengaku hanya tidur rata-rata empat jam dalam sehari.

Mengenai terbatasnya waktu tidur, hal tersebut lantaran pikiran Tia yang seolah tiada hentinya untuk memikirkan hal yang mampu mendorongnya melakukan hal yang produktif. “Sepertinya (gangguan susah tidur) sudah dari jaman kuliah deh,” candanya. “Soalnya kalau saya tidur melebihi enam jam, kadang pas bangun tuh suka pusing,” tandas Tia.

Hasil Kerajinan Setia N. Nilatia Moemin

Tentu saja, beban pikiran yang diemban oleh seorang Direktur Damri seperti Tia ini tidaklah sedikit. Banyak permasalahan dan tantangan yang harus segera ditemukan solusi terbaiknya. Maka tidak heran jika salah satu mantan direksi di PO Lorena ini membutuhkan media pelampiasan ketika masa jenuh menghampirinya. “Saya senang melukis, membaca, terus bikin kerajinan dari kawat, dan saya juga senang hiking,” tutur wanita yang sejak 2005 telah bergabung dengan kelompok pelukis Sri Hadhy Gallery ini.

Pengalaman yang dienyam oleh mantan Ketua MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) DKI JAKARTA periode 1998 hingga 2003 ini tidak sebatas di dalam negeri saja. Srikandi Damri ini juga bertindak sebagai Country Director di Institute Transportation Development & Policy (ITDP), sebuah institusi di bawah PBB hingga saat ini.

Baca Juga: Soerjanto Tjahjono – “Ilmu Yang Diterapkan Langsung, Jadi Kunci Kesuksesan Kinerja di KNKT”

Namun, sesulit apapun tantangan yang dihadapi Tia dalam pekerjaannya, dirinya yakin bahwa itu semua merupakan media untuk memperkaya wawasan dirinya sendiri. “Mungkin kalau orang lain sudah pusing ya, tapi saya yakin bahwa tantangan tersebut merupakan proses bagi saya untuk memperkaya wawasan.” Tutupnya.

Dilapis Ulang, Satu Landas Pacu di Bandara Dubai Bakal Ditutup 1,5 Bulan!

Sebagai salah satu bandara tersibuk dan transit tersebesar di dunia, Bandara Internasional Dubai (DXB) akan menutup salah satu landasan pacunya selama kurang lebih selama satu setengah bulan atau 45 hari pada tahun 2019 mendatang. Adanya penutupan landasan pacu ini dilakukan untuk peningkatan yang komperhensif demi meningkatkan keamanan, pelayanan dan kapasitas.

Bacaa juga: Di Dubai Airshow 2017, Boom Technology Siap Goda Emirates dan Qatar Airways

Peningkatan komperhensif yang dilakukan pihak bandara Dubai yakni pelapisan ulang dan penggantian ground lighting. KabarPenumpang.com melansir dari laman whatson.ae (27/2/2018), landasan pacu yang akan di tutup adalah bagian selatan dan hanya landasan pacu utara yang nantinya akan berfungsi. Penutupan landasan pacu selatan ini akan dimulai pada 16 April 2019 hingga 30 Mei 2019 mendatang.

Nantinya selama masa penutupan salah satu landasan pacunya ini, maka penerbangan baik dari dan ke DXB akan dikurangi. Selain itu, pihak bandara Dubai juga telah mengumumkan kepada maskapai penerbangan untuk melakukan perencanaan pengurangan penerbangan dan perubahan jadwal sementara.

Tidak hanya maskapai, melainkan penumpak juga akan terdampak dari penutupan landasan pacu tersebut. Dimana penumpang akan melakukan perjalanannya melalui Dubai World Center (DWC) atau yang juga dikenal dengan Bandara Internasional Al Maktoum. DWC sendiri berada di Jebel Ali sekitar 60 km dari DXB.

CEO Bandara Internasional Dubai, Paul Griffiths mengatakan, dalam beberapa bulan kedepan pihaknya akan bekerja sama dengan Dubai Aviation Engineering Projects, perusahaan penerbangan dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pihaknya megoptimalkan layanan dan kapasistas selama periode tahun depan dan meminimalkan dampaknya bagi pelanggan DXB.

“Meskipun kami menyesalkan ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh pelanggan dan penumpang kami, peningkatan ini mutlak diperlukan untuk meningkatkan keamanan, meningkatkan kapasitas dan membuka jalan bagi pertumbuhan di masa depan,” ujar Griffiths.

Baca juga: Etihad ESCO Retrofit Bandara Dubai dengan Energi Tenaga Surya

Diketahui, proyek pemugaran landasan pacu selatan akan melibatkan penempatan sekitar 60 ribu ton aspal dan beton delapan ribu meter kubik untuk memperkuat dan memasang kembali landasan pacu dan jalur taksi yang berdekatan. Bandara Dubai juga akan menggunakan kesempatan memasang 800 km kabel utama dan mengganti lebih dari 5.500 lampu landasan dengan teknologi yang lebih modern, ekonomi dan ramah lingkungan.

Saatnya Nikmati Perjalanan dengan Gadget Anyar Berteknologi Tinggi

Sebagai seorang pelancong yang gemar sekali menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan. maka gadget biasanya menjadi teman istimewa untuk melengkapi liburan Anda. Apalagi jika liburan tersebut dalam jangka waktu lebih dari tiga hari.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman cnbc.com (26/2/2018), pada Selasa lalu hingga kini di Las Vegas diadakan pameran dagang tahunan Barang perjalanan internasional dengan teknologi tinggi. Barang-barang teknologi tersebut biasanya aksesoris atau perlengkapan untuk memenuhi kebutuhan selama perjalanan. Berikut alat elektronik, perlengkapan serta aksesoris yang bisa di bawa pelancong selama bepergian keluar negeri.

Baca juga: Tips Kemas Barang Saat Melancong dengan Koper Kecil

1. Illuminated charging station
Charger ini multi fungsi dimana bisa menjadi pengganti lampu besar saat Anda tidur dikamar. Karena lampu dari charger ini menyala dengan lembut. Kemudian Anda juga bisa mencharger smartphone atau tablet. Harga untuk Illuminated charging station US$19,99 atau sekitar Rp273 ribu.

(AAACK! Packs)

2. Tas kecil dengan resleting banyak
Tas kecil ini biasanya diisi dengan perlengkapan seperti obat-obatan, penyumbat telinga dan earphone. Tabir surya, pembersih tangan dan beberapa barang kecil lainnya bisa masuk kedalam tas ini. Kisaran jual harganya yakni US$23,98 atau Rp327 ribu hingga US$64,35 atau Rp878 ribu.

(AAACK! Packs)

3. Tempat botol kaca
Jika Anda membawa wine dalam perjalanan dan takut botol tersebut pecah dan membasahi pakaian. Baiknya tempat yang berbentuk botol untuk menghindari pecahnya botol kaca. Harga botol ini sekitar US$19,95 atau sekitar Rp280 ribu

(AAACK! Packs)

4. Perlengkapan toilet
Untuk kaum wanita yang terpenting adalah masalah kehigienisan toilet. Sebab jika toilet kotor dan bau, bakteri dan kuman pasti akan lebih banyak. Kini hadir untuk menolong kaum wanita dimana ada perlengkapan Restroom kit sekali pakai. Restroom kit ini berupa penutup kursi toilet dengan lapisan yang dilengkapi tisu sanitaiser. Harganya untuk isi tiga lembar US$10 atau sekitar Rp136 ribu dan sepuluh lembar US$25 atau sekitar Rp341 ribu.

Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel

5. Bantal portabel
Bantal ini juga ddilengkapi tempat untuk menyimpan laptop atau tablet Anda. Saat digunakan menjadi bantal, laptop dan tablet tetap aman dalam bantal tersebut. Harga untuk ukuran tablet US$ 49,95 atau Rp681 ribu dan ukuran laptop US$54,95 atau Rp750 ribu.

6. Koper 22 inci
Ukuran koper ini bisa masuk kabin atau bagasi kargo. dengan empat roda tanpa bingkai dan dibuat dengan komposit serta serat karbon yang dibuat di Jepang. Harga yang dibandrol untuk koper ini US$3250 atau Rp44 juta

Bertelanjang Dada, Penumpang di Tarmak Ini Sempat Pukul Petugas

Mungkin karena kerasnya tekanan kehidupan, makin banyak orang yang berperilaku aneh di luar akal sehat. Seperti baru-baru ini seorang penumpang membuka bajunya di tarmak. Pria tersebut seperti kehilangan akal sehat saat akan berangkat dari Bandara Internasional Charlotte Douglas di Nort Carolina pada Selasa 27 Februari 2018 kemarin.

Baca juga: Nekad Merokok di Kabin Sebelum Mengudara, Ini Tanggapan Pihak Citilink Indonesia

KabarPenumpnag.com melansir dari laman news.com.au (1/3/2018), bahwa pria tersebut terlihat dalam video melepaskan bajunya dan seperti bersiap untuk melawan beberapa pegawai bandara saat di tarmak. “Dia bertindak seperti dia ingin bertengkar, atau semacamnya. Yah, itu tidak akan membawanya kembali, akan saya katakan itu,” kata seorang wanita di video sambil melihat adegan liar tersebut.

Penumpang, yang tidak teridentifikasi, lalu berdiri di depan karyawan bandara tanpa baju sebelum membuang barang-barangnya dan tampaknya mengancam untuk menyerang mereka. Dia kemudian mengambil ransel dan kemeja sebelum pergi.

Video lain yang diposkan di Twitter menunjukkan bahwa pria tersebut memukul salah satu pegawai bandara di kepala dengan tongkat pegatur lalu lintas milik petugas. Seorang penumpang dalam penerbangan tersebut, Kelly Smekens mengatakan bahwa insiden tersebut menunda penerbangan American Airlines nomor 5466 selama hampir 40 menit.

Katie Cody, juru bicara American Airlines, membenarkan bahwa penumpang yang mengganggu dikeluarkan dari penerbangan dan telah bertindak tidak menentu di pintu gerbang.

“Kami memang memiliki penumpang yang mengganggu dalam penerbangan itu dan kami meminta bantuan penegakan hukum. Ini penyelidikan aktif, jadi tidak banyak yang dapat saya katakan tentang hal itu,” ujar Cody.

Baca juga: Salah Duduk Usai dari Toilet, Penumpang Emirates Sampai Tak Makan Selama 8 Jam Penerbangan

Cody mengatakan petugas dari Departemen Kepolisian Charlotte-Mecklenburg menanggapi kejadian tersebut dan membawa orang tersebut ke tahanan. Pesan yang mencari informasi tambahan dari polisi tidak segera dikembalikan.

Tak hanya itu, baru-baru ini, ada seorang penumpang yang merokok di dalam kabin pesawat Citilink. Kemudian enumpang tersebut akhirnya diturunkan dan dikeluarkan dari dalam pesawat.

Molor dari Jadwal Awal, Bandara Soetta Siap Groundbreaking Runway 3 Dalam Waktu Dekat!

Mengingat pemintaan penerbangan yang meningkat pesat  beberapa waktu ke belakang, Bandara Internasional Soekarno-Hatta diketahui  tengah  melakukan  sejumlah persiapan untuk membangun  landas pacu ketiganya dalam waktu dekat ini. Hadirnya landas pacu tambahan ini dipercaya dapat mengimbangi tingginya angka permintaan perjalanan via udara.

Baca Juga: Tak Ada Pembagian Daerah, Angkasa Pura II Kini Kelola Bandara Banyuwangi

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, runway ketiga bandara dengan kode CGK tersebut ditargetkan dibangun pada Maret 2018. “Tanggalnya belum dipastikan. Untuk progress-nya masih dalam persiapan groundbreaking,” tutur VP Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano, dikutip dari laman tribunnews.com (1/3/2018). Walaupun belum diketahui kapan pembangunan ini akan dimulai, namun Yado mempercayai bahwa estimasi  pembangunan runway ini akan memakan waktu 16 bulan.

Bukan tanpa alasan, Yado menyebutkan bahwa pembangunan runway 3 bandara tersibuk di Indonesia ini dilandaskan pada perkiraan lonjakan penumpang yang menyentuh angka 100 juta penumpang pada tahun 2025 mendatang. Terlebih mengingat aktifitas penerbangan yang terjadi saat ini di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai angka 72 pergerakan (take off dan landing) per jam.

Yado menjelaskan bahwa  pembangunan runway ini memerlukan lahan seluas 216 hektar, sedangkan hingga saat ini lahan yang berhasil diakusisi sudah mencapai 90 hektar. “Untuk saat ini tidak ada kendala apa – apa. Memang masih progress pelaksanaan. Target rampungnya di tahun 2019,” ucapnya. Dengan dimensi sebesar itu, bukan tidak mungkin runway baru ini mampu menampung pesawat berbodi besar seperti Boeing 777. Sedangkan untuk pendanaan runway berdimensi 3000m x 60m ini diperoleh dari Penyertaan Modal Negara (PMN).

Senada dengan Yado, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa progress hingga saat ini masih berada dalam tahap pembebasan lahan. Namun, pembebasan lahan ditargetkan bisa rampung seluruhnya pada bulan April 2018. “Pembebasan tanah akan selesai April. Sekarang taxi way-nya sudah dibangun. Tinggal runwaynya bulan Juni mudah-mudahan. Panjangnya 3.000 meter,” tutur budi, dikutip dari laman terpisah.

“Kita ingin memperbaiki movement di sini dengan melakukan berbagai hal. Kita nanti akan membangun runway ketiga, nanti kita akan mendapatkan keuntungan, mendapatkan movement yang jauh lebih tinggi di atas 100. Runway 3 itu sendiri tidak independen. Ada satu kondisi, jaraknya tidak lebih dari 250 meter. Tapi pada saat itu Soetta akan lebih baik, lebih safety terutama dari segi maintenance,” tambahnya.

Baca Juga: April 2017, PT Angkasa Pura II Mulai Groundbreaking Pembangunan Runway Ketiga Bandara Soekarno Hatta

Jika ditelusuri  lebih lanjut, sebenarnya rencana pembangunan runway ketiga ini sudah muncul sejak beberapa waktu  yang lalu. Pada 12 Februari 2017 silam, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan akan melakukan groundbreaking runway ketiga Bandara Internasional Soekarno Hatta pada bulan April 2017.

“Runway ketiga dibangun di sisi utara bandara dan saat ini proyek tersebut tengah dalam proses procurement sehingga kami targetkan pada April 2017 dapat dilakukan groundbreaking?,” imbuhnya waktu itu. Jika tidak meleset dari perhitungan waktu kala itu, diproyeksikan landas pacu ini dapat mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2018.

(Lagi) Kasus Ponsel Meledak, Kali Ini Dialami Air Canada Flight 101

Sebuah penerbangan Air Canada Flight 101 dari Bandara Internasional Pearson Toronto menuju Vancouver, Kanada, harus tertunda selama dua jam pada Kamis, 1 Maret 2018 kemarin. Hal ini dikarenakan sebuah ponsel milik penumpang dilaporkan meledak saat pesawat masih berada di apron.

Baca juga: Tentang Kasus Power Bank Meledak di Kabin, Inilah Regulasi dari IATA Yang Wajib Dipatuhi!

KabarPenumpang.com melansir dari laman ctvnews.ca (1/3/2018), juru bicara Air Canada Peter Fitzpatrick mengatakan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 pagi waktu setempat. Dia menambahkan, pemilik ponsel mengalami luka bakar tingkat pertama tetapi masih bisa berjalan dari pesawat tanpa bantuan. “Api segera dipadamkan oleh awak kabin dan tidak ada kerusakan pada pesawat terbang,” ujar Fitzpatrick.

Kebakaran ini sendiri terjadi di dalam kabin pesawat Boeing 787-9 dengan jumlah penumpang 266 orang menuju Vancouver. “Orang-orang melompat keluar dari tempat duduk mereka dan di lorong. Itu tampak seperti nyala api unggun berukuran kecil. Jika itu 20 menit kemudian, maka akan menjadi situasi yang sangat serius,” kata seorang penumpang Brandon Scott.

Salah satu penumpang pesawat tersebut adalah seorang anggota dewan kota Toronto, Joe Cressy, ia mengatakan di dalam kabin tersebut terdengar teriakan sebelum adanya asap. “Ada keributan, kami mulai mendengar teriakan dan saya menengok ke belakang dan saya kira 15 atau 20 baris di belakang saya ada asap. Tapi terus terang, berkat aksi awak kabin Air Canada yang sangat profesional, kekhawatiran itu hilang dan kami dapat terbang dalam dua jam kemudian,” ujar Cressy.

Baca juga: Akibat Bau Kentut, Pesawat Transavia Lakukan Pendaratan Darurat di Wina

Perhatian di dunia penerbangan adalah ketika baterai lithium dikirim dalam jumlah banyak dalam kargo, terutama saat barang tersebut tidak diumumkan. Sampai saat berita diturunkan, belum diketahui persisnya penyebab meledaknya ponsel tersebut. Juga tidak diketahui jenis ponsel yang meledak. Namun berkaca pada kasus-kasus terdahulu, adanya cacat manufaktur pada baterai lithium-ion telah diketahui menyebabkan ponsel memanas dan akhirnya terbakar.

 

Angkasa Pura I Resmikan Airport Operation Control Center (AOCC) Pertama di Bandara Sepinggan

PT Angkasa Pura I telah meresmikan pengoperasian Airport Operation Control Center (AOCC) di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan pada Jumat (2/3/2018) lalu sebagai bentuk inovasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional serta pelayanan kepada pengguna jasa bandara.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Kini Dilengkapi AOCC Sebagai Command Center Real Time

Pengoperasian AOCC di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan ini merupakan yang pertama di Indonesia. Pengoperasian ini adalah langkah awal dalam melakukan digitalisasi aktivitas operasional bandara dan implementasi smart airport secara menyeluruh di bandara-bandara yang dikelola AP I agar semakin menegaskan terwujudnya operational excellence dan service excellence. Pada 2018 ini, implementasi AOCC ditargetkan dilakukan pada sembilan bandara.

“Peningkatan trafik dari tahun ke tahun berdampak pada dinamika operasional bandara yang makin beragam. Hal ini menuntut adanya pengawasan yang baik dan terintegrasi dalam suatu sistem berteknologi tinggi. Oleh karena itu dibangun Airport Operation Control Center atau AOCC sebagai wujud komitmen AP I untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengguna jasa bandara melalui implementasi sistem teknologi informasi,“ kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi.

Sebagai informasi, total pergerakan penumpang pada 2017 di tiga belas bandara Angkasa Pura I sebanyak 89,7 juta orang, naik 5,9 persen dibanding total pergerakan penumpang pada 2016 yang sebanyak 84,7 juta orang. Sementara itu, total pergerakan pesawat pada 2017 sebanyak 791.387 pergerakan, naik 3,51 persen dibanding pergerakan pesawat pada 2016 yang sebanyak 764.531 pergerakan. Pertumbuhan trafik dari tahun ke tahun ini yang menegaskan perlunya AP I untuk mengimplementasikan AOCC untuk dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional bandara sehingga pada akhirnya meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengguna jasa bandara.

Secara umum, AOCC berfungsi sebagai suatu control center untuk mengawasi aktivitas operasional di sisi udara (airside) dan sisi darat (landside) serta mencakup seluruh aktivitas kedatangan dan keberangkatan di bandara.

AOCC di Bandara Sepinggan Balikpapan merupakan wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di bandara yang terdiri dari unsur 4A yaitu Airport Operator, Airline Operators, Air Navigation, dan Authorities seperti bea cukai, imigrasi, karantina, kepolisian, dan lainnya. Keberadaan seluruh perwakilan pemangku kepentingan dalam satu ruangan yang sama, berdampak positif terhadap pembuatan keputusan bersama mengenai berbagai hal operasional yang dapat diambil secara cepat dan tepat sebagai pelaksanaan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM).

“AOCC melibatkan seluruh pemangku kepentingan di bandara dengan mengintegrasikan sistem yang dimiliki masing-masing pemangku kepentingan agar dapat beroperasi secara efektif dan efisien. Integrasi dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam implementasi AOCC ini sehingga pewujudan pelayanan yang mengutamakan keselamatan dan keamanan serta sesuai dengan regulasi dapat lebih efektif dan efisien,“ kata Faik Fahmi.

Pengaturan operasional bandara yang lebih terkontrol dalam satu kendali di AOCC dapat memaksimalkan layanan atas utilitas bandara padat yang dikelola Angkasa Pura I. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi operasional bandara seperti penghematan penggunaan lampu, pendingin ruangan, listrik dan lainnya melalui pengelolaan penumpang di boarding gate atau area check in secara efektif.

Secara lebih rinci AOCC bertujuan:
1. Sebagai pusat kontrol, koordinasi, dan kolaborasi antar unit serta instansi dalam pengoperasian bandara;
2. Membangun kemampuan proses Airport Collaborative Decision Making (seluruh stakeholder pada end to end process operasional bandara untuk efektifitas operasional bandara untuk kondisi normal maupun khusus/ situasional.
3. Pencapaian KPI On Time Performance (OTP) sehingga kapasitas, sumber daya bandara dan ketersediaan slot time dapat digunakan secara efektif dan efisien yang pada akhirnya memberikan peningkatan kepuasan pengguna dan efisiensi di sisi penyelenggara jasa penerbangan.
4. Menjaga 3S + 1C (Safety, Security, Service & Compliance) yang diamanahkan pada UU no. 1 tahun 2009.

AOCC di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dilengkapi dengan Airport Operation Control System (AOCS) yang dalam perkembangannya akan menjadi sistem kebandaraudaraan yang terintegrasi. “AOCC diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional, service level agreement, dan key performance index bandara sebagai wujud komitmen Angkasa Pura I untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa bandara,“ kata Faik Fahmi.

Baca juga: PT Angkasa Pura I Lakukan Topping Off Terminal Apung Bandara Ahmad Yani

Terlaksananya A-CDM membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, diperlukan kerangka regulasi nasional sebagai payung hukum. Sebagai salah satu komponen A-CDM, Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara dan salah satu pemangku kepentingan yang terlibat dalam A-CDM, berinisiatif menyiapkan AOCC sebagai wadah dan tempat bagi para pemangku kepentingan dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing serta terintegrasi.

Ikuti Tahapan Ini, Proses Check In dan Pemeriksaan Keamanan di Bandara Bakal Mulus

Dengan maraknya layanan maskapai dengan biaya murah menjadikan frekuensi penerbangan meningkat untuk beberapa kalangan. Otomatis ini diikuti dengan sering bepergiannya orang dari dan menuju ke bandara. Namun, meski pesawat sudah banyak digunakan untuk perjalanan, tahukah Anda dewasa ini sebagian dari kita mungkin masih sering menemui kendala dengan cara check in dan  tahapan keamanan di bandara.

Baca juga: Tips – Sebelum Masuk ke Kargo Pesawat, Pastikan Koper Anda Cukup Kuat

KabarPenumpang.com merangkum dari laman t3.com (28/2/2018), ada tiga hal yang yang harus dilalui oleh penumpang dan ini cukup memakan waktu lama jika tidak tahu cara praktisnya baik dari prosedur check in, pemeriksaan keamanan hingga di gerbang (gate) sebelum masuk pesawat.

1. Check in
Untuk menghemat waktu, baiknya Anda sudah melakukan check in online. Sebab dengan check in online Anda hanya akan mendata diri kembali saat berada di konter. Biasanya ada beberapa maskapai juga yang sudah melayani boarding elektronik, sehingga tak lagi perlu memegang kertas untuk boardingnya.

Jika Anda bukanlah orang yang rewel dalam pemilihin tempat duduk pesawat, dipastikan duduk di kursi manapun tidak akan meminta perubahan. Tetapi jika memang biasa memilih tempat duduk yang nyaman, saat check in online Anda bisa memilih tempat duduk yang diinginkan.

Bila tidak sempat check in online, Anda bisa mengantri 20 menit sebelum check in dibuka. Yang jelas sebelum sampai di konter check in siapkan semua data baik tiket, paspor atau tanda pengenal dan barang bawaan yang akan masuk dalam bagasi untuk mempermudah Anda serta mempercepat antrian.

2. Pemeriksaan keamanan
Setelah check in dan mendapat boarding pass, penumpang akan menuju ke bagian pemeriksaan keamanan. Lama waktu pemeriksaaan tergantung dari Anda. Biasanya, saat di bagian pemeriksaaan keamanan, jaket, ikat pinggang atau gesper, koin, telepon selular hingga laptop harus melalui pemeriksaan keamanan. Pada pemeriksaan kemanan, khususnya pada penerbagan rute internasional, laptop biasanya harus dikeluarkan dari dalam tas.

3. Gerbang keberangkatan
Ini mungkin adalah tempat paling melelahkan apalagi harus menunggu pesawat. Jika waktu keberangkatan masih lama, baiknya Anda mencari kafe atau restoran untuk menenangkan diri sembari menunggu keberangkatan. Tapi, jangan sampai terbuai hingga panggilan terakhir dan membuat harus berlari-lari mengejar pesawat.

Baca juga: Pangkas Durasi Security Check, Ini yang Dilakukan Beberapa Bandara dan Maskapai

Sebelum masuk ke pesawat juga, penumpang harus mengantri di gerbang. Biasanya antrian ini cukup panjang jika Anda bukanlah jalur prioritas seperti kelas bisnis atau kelas satu. Meskipun sudah ada nomor kursi, tetap saja antrian ini cukup melelahkan.

Selain itu, biasanya dalam satu gerbang keberangkatan berisi dua penerbangan bahkan lebih. Jangan menjadi satu dengan kelompok lain, baiknya cari tempat duduk yang kosong sambil menunggu untuk naik ke pesawat Anda.