Tingkatkan Kualitas Layanan, Angkasa Pura I Lakukan Survei Kepuasan Pelanggan di 13 Bandara

PT Angkasa Pura I membuka rangkaian kegiatan survei kepuasan pelanggan jasa bandara pada tahun 2018 yang akan dilakukan di 13 bandara Angkasa Pura I, bekerja sama dengan The Indonesian National Air Carriers Association (INACA). Survei ini merupakan upaya Angkasa Pura I dalam mengutamakan kepuasan pelanggan melalui peningkatan pelayanan.

Baca juga: Peragaan Busana Batik dan Kebaya Ramaikan Ruang Tunggu Bandara Ahmad Yani

Pembukaan rangkaian kegiatan survei kepuasan pelanggan ini dilakukan di Bandara Ahmad Yani Semarang pada Selasa (23/1) yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal INACA Tengku Burhanuddin. Rangkaian kegiatan survei yang bertujuan untuk mengukur indeks kepuasan pelanggan atau customer satisfaction index (CSI) di bandara-bandara Angkasa Pura I ini berlangsung sejak Januari hingga April 2018.

“Sebagai perusahaan yang memberikan pelayanan publik, kepuasan pelanggan merupakan faktor paling penting sekaligus tujuan utama dari seluruh kegiatan perusahaan. Pengukuran indeks kepuasan pelanggan atau customer satisfaction index di 13 bandara Angkasa Pura I bertujuan untuk mendorong peningkatan pelayanan terhadap pengguna jasa bandara melalui berbagai inovasi layanan,” kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi.

Alat survei di toilet bandara (Angkasa Pura I)

Sementara itu, Sekretaris Jenderal INACA Tengku Burhanuddin mengatakan, “Survei ini merupakan upaya berkelanjutan untuk melakukan perbaikan layanan dengan mendengar suara pengguna jasa bandara. Jadi hal ini merupakan suatu hal yang baik sekali. Survei kepuasan pelanggan yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir berdampak pada adanya peningkatan pelayanan yang ditindaklanjuti oleh Angkasa Pura I”.

Contohnya adalah, lanjut Tengku Burhanuddin, pembangunan terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang yang dilakukan untuk mengakomodir saran-saran yang didapat dari survei sebelumnya. “Diharapkan dengan adanya terminal baru nanti, pelayanan menjadi lebih baik lagi dan menjawab kebutuhan para pelanggan jasa Bandara Ahmad Yani Semarang dan dapat meningkatkan citra Provinsi Jawa Tengah,” kata Tengku Burhanuddin.

Terkait inovasi yang tengah dan sudah dilakukan Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Ahmad Yani Semarang, General Manager Bandara Ahmad Yani Semarang Maryanto mengatakan bahwa selain pembangunan terminal baru yang masih berlangsung, juga telah dilakukan berbagai inovasi pelayanan baik di sisi udara maupun sisi darat.

“Tahun lalu Bandara Ahmad Yani hanya mencapai nilai CSI sebesar 4,17, masih di bawah target yang ditetapkan sebelumnya yaitu 4,18. Namun kami telah melakukan beberapa pembenahan yaitu penambahan 2 pintu gerbang tol untuk akses keluar menjadi total 4 pintu, penambahan luasan parkir, penambahan petugas di area pick-up zone dan drop zone, pelaksanaan overlay runway, peningkatan kecepatan wifi terminal bandara menjadi 20 Mbps, thematic event, game, live music, photo booth, reading room, pembagian souvenir pada momen tertentu, dan pemasangan PC tablet di toilet bagi pelanggan untuk melakukan penilaian terhadap kenyamanan toilet. Kami berharap dengan berbagai pembenahan dan inovasi layanan yang sudah dilakukan, hasil survei kepuasan pelanggan dapat memuaskan,” terang Maryanto.

Pada 2018 ini, survei dilakukan mulai dari 23 Januari hingga 8 April 2018 di 13 bandara, yaitu Bandara Adisutjipto Yogyakarta dan Bandara Ahmad Yani Semarang pada 23-25 Januari 2018, Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Sam Ratulangi Manado pada 6-8 Februari 2018, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada 23-25 Februari 2018, Bandara El Tari Kupang pada 14-16 Maret 2018, Bandara Adi Soemarmo Solo pada 16-18 Maret 2018, Bandara Lombok Praya pada 21-23 Maret 2018, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada 23-25 Maret 2018, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan Bandara Pattimura Ambon pada 28-30 Maret 2018, dan Bandara Frans Kaisiepo Biak pada 6-8 April 2018.

Pengkuran CSI dilakukan setiap tahun oleh tim independen dari INACA dengan menggunakan metode survei kuesioner dan wawancara terhadap penumpang, air crew, station manager, konsesioner, dan perusahaan kargo di bandara. Selain menggunakan metode survei dan wawancara, metode lain yang digunakan yaitu observasi dan focus group discussion (FGD). Observasi dilakukan terhadap terminal penumpang, apron, landasan, dan terminal kargo. Sementara FGD dilakukan bersama station manager atau ground handling, konsesioner, dan perwakilan perusahaan kargo.

Sebagai informasi, aspek yang diukur pada survei CSI untuk penumpang yaitu akses dari dan menuju bandara, pelayanan informasi bandara, pemeriksaan keamanan, pelayanan check-in, pelayanan imigrasi dan bea cukai, fasilitas berbelanja, fasilitas terminal, lingkungan, dan area kedatangan. Sementara aspek yang diukur dari air crew, station manager, konsesioner, kargo yaitu segala aspek yang terkait pelayanan, fasilitas, dan petugas di lapangan.

CSI Angkasa Pura I Tahun 2017 Raih Hasil Memuaskan
Pada 2017, Angkasa Pura I meraih tingkat kepuasan pelanggan (CSI) yang memuaskan dengan nilai rata-rata 4,25 (sangat puas) dari skala 5. Nilai rata-rata ini naik 0,27 poin dari nilai 3,98 (puas) pada 2016. Pada 2017, bandara dengan nilai CSI tertinggi yaitu Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dengan nilai 4,7. Sementara nilai CSI terendah didapat oleh Bandara Adisutjipto Yogyakarta dengan nilai 3,89.

Baca juga: Tiga Bandara Angkasa Pura Airports Masuk Peringkat 10 Besar Dunia

“Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan merupakan salah satu bandara Angkasa Pura I dengan inovasi layanan terbaik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai penghargaan, baik tingkat internasional maupun nasional, yang pernah diraih Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Contohnya yaitu meraih peringkat pertama di kategori bandara dengan 5-15 juta penumpang pada penilaian ASQ Triwulan 2 2017 oleh Airport Council International. Selain itu Bandara SAMS Sepinggan juga meraih Penghargaan Pelayanan Prima Utama dari Kementerian Perhubungan sejak 2014 hingga 2016. Berbagai Inovasi layanan yang mengantar Bandara SAMS Sepinggan meraih penghargaan yaitu airport cinema, layanan bagi penumpang berkebutuhan khusus atau difabel, teknologi baggage handling system (BHS), reading corner, kid zone, dan lainnya,” ujar Israwadi.

Sementara itu, lanjut Israwadi, Bandara Adisutjipto Yogyakarta mendapat nilai CSI terendah disebabkan oleh kondisi lack of capacity di mana bandara yang idealnya melayani 1,7 juta penumpang per tahun dipaksa harus melayani 7,8 juta penumpang per tahun. “Di tengah kondisi seperti ini, merupakan tantangan besar bagi Bandara Adisutjipto untuk memberikan pelayanan yang sangat baik karena keterbatasan yang ada. Walaupun begitu kami tetap melakukan inovasi pelayanan di Bandara Adisutjipto agar penumpang tetap merasa nyaman, sambil menunggu selesainya pembangunan Bandara Internasional Baru Yogyakarta di Kulonprogo resmi beroperasi,” kata Israwadi.

Israwadi mengharapkan survei ini dapat menjadi tolak ukur untuk menaikkan tingkat layanan dan menginisiasi berbagai inovasi layanan baru ke depannya demi kepuasan para pengguna jasa bandara.

Belum Genap Satu Bulan Beroperasi, KA Bandara Soekarno-Hatta Angkut 75 Ribu Penumpang

Sejak beroperasinya kereta bandara Soekarno-Hatta pada 26 Desember 2017 hingga Januari 2018 ini, PT Railink mengklaim setiap harinya ada 1.600-1.700 orang yang menggunakan jasa kereta . Jika ditotal dari Desember hingga saat ini mencapai 75 ribu penumpang yang sudah diangkut KA Basoetta.

Baca juga: PT Railink Patok Dua Skema Tarif Untuk Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Padahal dari kabar yang tersiar, KA bandara ini justru sepi dari penumpang bahkan hanya ada satu atau dua penumpang saja. Namun, Humas PT Railink Diah Suryandari menampik kabar yang mengatakan KA bandara sepi peminat. Diah mengatakan, sepinya peminat KA bandara bisa saja terjadi tetapi hanya di jam-jam tertentu. Seperti halnya saat perjalanan pertama atau perjalanan terakhir di malam hari.

“Mungkin yang dimaksud sepi itu di jam-jam yang tidak favorit seperti subuh atau malam hari,” ujar Diah yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber.

Sampai saat ini pihak Railink masih melihat perkembangan dari penumpang KA bandara dan belum bisa jelas dikarenakan belum sebulan beroperasi. Selain itu penumpang dari stasiun Manggarai juga belum bisa terangkut dikarenakan masih dalam tahap pembangunan.

Tak hanya itu, KA bandara sendiri dioperasikan untuk memudahkan akomodasi pebisnis yang hendak bepergian. Tetapi perjalanan bisnis tersebut dari Januari hingga Februari belum bisa diprediksi ramai atau tidaknya. “Kita akan lihat ke depan, akan lebih ramai atau tidak,” lanjutnya.

Diketahui, dari 272 kursi dalam satu rangkaian setiap perjalanan terisi 15-20 persennya. Dinilai stabil, dalam tiga minggu terakhir, membuat PT Railink memberlakukan tarif baru yakni Rp35 ribu untuk sekali jalan dari stasiun Batu Ceper menuju stasiun bandara atau sebaliknya dan tarif flat Rp70 ribu dari stasiun Sudirman Baru (BNI City) menuju bandara atau sebaliknya.

Baca juga: Begini Cara Beli Tiket Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Dengan adanya kestabilan ini pula, pihak Railink menambah perjalanan yang sebelumnya 42 menjadi 50 perjalanan setiap harinya. PT Railink juga mengubah jadwal keberangkatan dari stasiun Sudirman Baru menjadi pukul 06.51, 11.51, 14.51, 17.51, 20.51, dan 23.06 WIB. Dari Soekarno-Hatta, pemberangkatan pukul 06.10, 13.10, 16.10, 19.10, dan 22.10 WIB.

Redbus dan Bosbis, Dua Apikasi Pembelian Tiket Bus AKAP Online

Aplikasi pemesanan tiket perjalanan bukan hanya untuk moda pesawat ataupun kereta api saja, tetapi bus antar kota antar provinsi (AKAP) juga bisa dipesan melalui aplikasi. Ada berbagai macam aplikasi untuk pemesanan bus AKAP, baik dari Perusahan Otobus (PO) itu sendiri atau aplikasi yang bersinergi dengan berbagai PO masing-masing bus tersebut.

Baca juga: Luxury Class Sleeper Bus PO Harapan Jaya, Fasilitas “Mewah” dengan Harga Terjangkau

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, ada berbagai macam aplikasi untuk pemesanan bus, tapi kali ini yang akan dibahas adalah redBus dan Bosbis. RedBus merupakan pemesanan tiket bus online yang sudah hadir di lima negara lain selain Indonesia yakni Colombia, India, Malaysia, Peru dan Singapura.

Redbus kini menaungi 2.300 operator bus di seluruh dunia, dan di Indonesia sendiri kurang lebih sekitar 100 PO bus yang sudah bergabung dengan redBus. Jumlah 100 ini adalah gabungan dari PO dan travel yang memiliki rute ke berbagai daerah di Indonesia. Cara pemesanannya pun mudah setelah registrasi masukkan tujuan, tanggal dan kemudian cari bus. Setelah memilih bus, pilih tempat duduk, jika belum terdaftar maka peumpang harus mengisi data dan kemudian pilih pembayaran.

Cara pembayarannya pun mudah yakni bisa melalui transfer baik ATM maupun Mobile banking, Alfamart atau kartu kredit. RedBus sendiri hadir di Indonesia sejak tahun 2016 lalu. Untuk melakukan pemesanan redBus sendiri bisa melalui aplikasi atau website. Sayangnya, saat masuk ke dalam aplikasi dan mendaftar, untuk mengisi kelengkapan data agak sulit apalagi saat akan memasukkan email dan tanggal lahir.

Dari komentar di Play Store terlihat para pengguna sangat antusias untuk menggunakan aplikasi ini dan hingga kini belum ada komentar jelek dengan aplikasi redBus sendiri. Untuk pemesanannya sendiri melalui redBus, bisa sekitar satu bulan sebelum keberangkatan.

Tak hanya redBus, aplikasi pemesanan tiket bus online lainnya yakni Bosbis dengan rute sekitar 190-an dengan operator sekitar 120 PO. Untuk metode pembayaranya Bosbis bisa tak jauh berbeda dengan redBus melalui, kartu kredit, ATM, mobile banking, Alfamart ataupun menggunakan aplikasi Doku Wallet.

Pemesanan tiket bus melalui Bosbis paling lambat dua hari sebelum keberangkatan. Cara pemesanannya pun mudah, yakni hampirsama dengan cara memesan di redBus. Bila ada masalah customer service Bosbis siap melayani 24 jam. Sayangnya, banyak komentar buruk dari aplikasi Bosbis, dimana masalah terkait refund atau pengembalian uang, tidak adanya pemberitahuan jika bus yang akan berangkat berubah jadwal higga customer service yang sulit dihubungi pelanggan.

Baca juga: Jauh Sebelum Motobus, Ternyata Sudah Ada Jasa Kirim Motor via Bus AKAP!

Dengan adanya aplikasi bus ini, penumpang tak lagi berurusan dengan calo, tak hanya itu penumpang juga dimudahkan sehingga tidak harus mengantre lama di loket bus. Pembayarannya pun bisa melalui ATM atau cara pembayaran mudah lainnya sehingga tak perlu lagi membawa uang tunai. Uniknya juga, pengguna pemesanan tiket bus online ini sama seperti pengguna kereta dan pesawat yang harus mencetak tiket atau boarding pass sebagai bukti penumpang bus tersebut.

Jadi, masih mau lelah mengantri di loket dan bergaul dengan calo setelah ada pesan tiket bus online?

Tips Kemas Barang Saat Melancong dengan Koper Kecil

Melakukan perjalanan untuk mengelilingi suatu daerah atau negara umumnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sehingga barang bawaan pun tidaklah mungkin sedikit. Tapi masalahnya adalah Anda ingin hanya membawa satu tas/koper kecil yang akan dibawa dalam kabin dan memasukkan semua yang dibutuhkan di dalamnya.

Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel

Namun, bagaimana caranya untuk melakukan itu semua? KabarPenumpang.com merangkum dari laman standard.co.uk (20/1/2018), dimana seorang fotografer Jill Paider memberikan solusi untuk mengemas barang bawaan dalam satu tas yang bisa dibawa masuk dalam kabin. Sebab Paider sudah melakukan perjalanan ke 102 negara dengan membawa tasnya ke dalam kabin sebanyak 91 penerbangan, dia juga menulis buku terkait hal tersebut dengan judul “Carry-On Only: Confessions from 100 Countries“.

Dalam perjalanannya, Paider mengatakan yang mempengaruhi komposisi bawaan adalah cuaca. “Cuaca biasanya merupakan faktor utama. Saya mulai dengan membuat daftar yang semua dibutuhkan, saya kemudian mengambil pakaian yang mau dibawa. Semuanya harus bisa dicuci, bebas kerut dan idealnya bisa digunakan lebih dari satu cara,” ujar Paider.

Tips atau solusi ini diberikan baik untuk Anda yang sudah berpengalaman maupun pemula. Berikut ada delapan tips yang diberikan untuk mengemas barang bawaan dalam satu koper atau tas yang masuk dalam kabin.

1. Gunakan pakaian tebal Anda seperti jaket di pesawat
2. Batasi membawa sepatu yakni satu atau dua pasang saja dan nyaman untuk digunakan
3. Fokus dengan pakaian luar yang bagus
4. Memakai alat kecantikan yang digunakan selama perjalanan saja
5. Pertimbangkan mencuci pakaian Anda di hotel atau tujuan terakhir
6. Belajar teknik layering atau menumpuk pada pakaian Anda
7. Bawa pakaian yang massa jenisnya rendah atau tidak mudah kusut dan gampang untuk dicuci.
8. Jangan lupa hal yang nyaman untuk Anda seperti musik, teh, cokelat, makanan ringan dan lainnya.

Baca juga: Agar Perjalanan Nyaman, Packing Pakaian Itu Harus Efisien

Dalam hal mengemas pakaian, Paider tidak pernah melipat melainkan menggulungnya, sebab akan membuat tempat lebih padat. Tak hanya itu, setiap pelancong memiliki hal yang dibawa berbeda-beda. Biasanya yang selalu dibawa oleh Paider adalah celana jeans, sepatu kets, sabun, syal, kamera, kacamata hitam dan paspor.

Gantungkan Raket, Mantan Petenis Profesional Kini di Balik Kemudi Black Cab Modern!

Era mobil listrik mulai merambah jalanan. Kini, solusi yang dulu dicanangkan untuk mengentaskan masalah polusi udara ini sudah mulai beroperasi di beberapa negara di dunia, salah satunya Inggris. Namun ada yang beberapa poin menarik dari Electric Vehicle (EV) di negara yang dipimpin oleh seorang Ratu ini. Kira-kira apa saja yag keunikan dari EV ini?

Baca Juga: Berevolusi, Black Cab London Akan Gunakan Semi-Electric Vehicle

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (22/1/2018), EV yang mengadopsi bentuk dan peran dari Black Cab ini diluncurkan oleh manufaktur ternama asal Inggris, London EV Company. Adalah Taxi TX eCity, Black Cab yang telah ‘didandani’ tersebut diluncurkan pada bulan Juli 2017 silam, dan baru mendapat sertifikasi untuk mengangkut penumpang di London pada bulan lalu.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, tenaga dari EV berbentuk Black Cab ini dihasilkan dari motor listrik 145bhp, menggunakan mesin bensin tiga silinder 1,3 liter yang dikembangkan oleh Volvo sebagai generator untuk baterai besar dan motor listrik. Dengan begitu, moda ini bisa menempuh jarak total hingga 400 mil (643 km), atau dengan rentang jarak EV murni mencapai 70 mil (112 km) dari total jarak tersebut.

Diperkirakan, rata-rata pengemudi bisa berkeliling hingga 120 mil atau yang setara dengan 193 km dalam sehari, dan dapat menghemat biaya hingga 100 poundsterling per minggu untuk bahan bakar. Perhitungan tersebut didasarkan pada pengemudi yang mulai mengoperasikan taksinya di pagi hari dan memberlakukan tarif flat.

Berbicara soal pengemudi, pecinta olahraga tenis dari seluruh penjuru dunia langsung memusatkan perhatian mereka manakala tersiar kabar bahwa mantan petenis profesional asal Inggris, David Harris memutuskan untuk banting stir menjadi salah satu pengemudi Taxi TX eCity generasi pertama. David diketahui langsung mendaftar diri menjadi salah satu pengemudi manakala buku pemesanan dibuka pada pertengahan tahun lalu.

Baca Juga: Hampir Hilang dari Peradaban, Black Cab Malah Pasang Stiker Visit Indonesia

Dikutip dari laman sumber, David berharap dapat melakukan penghematan sekitar £600 atau yang setara dengan Rp11,2 juta per bulan untuk biaya operasional dibandingkan dengan taksi diesel mothballed miliknya sekarang.

Perkembangan jaman memaksa Taxi TX eCity mengikuti arus. moda yang juga dikenal dengan nama Hackney Carriage tersebut akan dilengkapi dengan empat buah USB port berdaya 230V serta WiFi on-board. LEVC mengatakan, ratusan kendaraan lainnya akan dirilis secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

Terminal Baranang Siang, Kini Seperti Pupus Harapan

Siapa tak kenal dengan terminal Baranang Siang? Terminal utama di kota Bogor ini setiap harinya memberangkatkan ratusan bus menuju Jabodetabek atau kota lainnya. Bahkan ribuan orang mampir dan menggunakan terminal ini setiap hari untuk menaiki angkot dari terminal yang lokasinya tak jauh dari ujung Tol ini.

Baca juga: Bangun Apartemen di Kawasan Stasiun Bogor, Proyek TOD Masih Terganjal Izin

Tapi, tahukah Anda bahwa Baranangsiang berasal dari kata Baranang Sanghyang? Beberapa budayawan mengatakan, Baranang Sanghyang adalah nama dari warga Tionghoa yang datang ke Bogor dengan memiliki makna tertentu. Ada yang mengatakan, Baranang Sanghyang berarti kecemerlangan yang diberikan Tuhan kepada orang sekitarnya dan juga wilayah yang ditemukan berkat penerangan Tuhan.

Nama Baranang Sanghyang kemudian berubah menjadi Baranang Siang dikarenakan masyarakat Indonesia sulit menyebutkan Sanghyang dan diganti menjadi Siang. Sehingga nama Baranang Sanghyang diganti menjadi Baranang Siang.

Gedung terminal Baranang Siang

Tak hanya Baranang Sanghyang yang memiliki arti, nama Baranang Siang yang diambil dari bahasa Sunda ini memiliki arti Mekar di siang hari atau bisa disebut juga dengan Bunga. Konon katanya, dulu sebelum menjadi terminal tempat tersebut ditumbuhi bunga.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber bahwa, Terminal Baranang Siang sendiri berdiri tahun 1974 dengan lokasi yang strategis karena dekat dengan jalan tol Jagorawi. Dari awal berdiri hingga tahun 1990, Baranang Siang menjadi terminal terbaik bukan hanya di Jawa Barat melainkan di Indonesia.

Sayangnya, saat ini terminal yang dulunya cantik berubah menjadi tak terurus bahkan bangunan yang ada pun sudah tak layak lagi. Bau, tangga rusak, kantin dan bangunan tak layak lagi untuk digunakan serta harus dilakukan pemebenahan.

Diketahui, sempat ada kabar tersiar sejak tahun 2008 terminal ini akan di revitaslisasi atau dibenahi namun sampai saat ini tak juga terlihat hasilnya. Ada berbagai rencana salah satunya membangun terminal ini menjadi modern yang ditunjang dengan hotel dan mall.

Sebenarnya revitalisasi terminal Baranang Siang sendiri belum terealisasikan karena terbentur beberapa kendala salah satunya desain yang tidak sesuai dengan tata kota, heritage dan kewenangan. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, desain terminal yang ada lebih banyak mudharatnya dibandingkan manfaatnya.

Apartemen tinggi tetapi porsi untuk terminal kecil dan tak menyatu dengan konsep Transit Oriented Development atau TOD. Selain itu desainnya yang tak nyambung atau tidak bersinergi dengan heritage.

Sehingga rencana tersebut dihentikan dan terminal Baranangsiang tidak dikosongkan atau kembali dipergunakan untuk disesuaikan dengan desain yang sesuai tata kota agar tidak menimbulkan masalah. Sayangnya, saat desain sudah di dapatkan, terhambat dengan berlakunya UU No.23/2014 tentang pengelolaan terminal Tipe A yang dikelola kantor pusat (Kementerian Perhubungan) dan terpaksa harus ditunda.

“Desain yang terakhir sudah lebih baik, tetapi belum memuaskan. Ketika desain itu sudah hampir rampung dan hampir disepakati munculah peraturan baru, dimana terminal kelas A dikelola oleh pemerintah pusat. Tidak ada pilihan lain kecuali diserahkan waktu itu,” papar Bima.

Baca juga: Anggarkan Rp1,1 Triliun, Pemerintah Canangkan Jalur Rel Ganda Bogor-Sukabumi-Bandung

Ia juga mengaku tidak senang jika melihat warga Jakarta yang datang ke Kota Bogor disambut dengan titik kumuh seperti itu. “Ingin kita anggarkan, tapi tidak mungkin karena akan ada persoalan, karena sudah bukan kewenangan kita lagi,” pungkasnya.

Proses Persalinan Cepat, Inilah Pertama Kali Seorang Bayi Lahir di Kereta Cepat

Berita bahagia terdengar dari dalam kereta cepat Japan Rail (JR) East di jalur Joban dalam perjalanan dari stasiun Shinagawa ke stasiun Tsuchiura, dimana seorang wanita berusia 25 tahun melahirkan bayinya di dalam gerbong kereta tersebut. Kelahiran ini adalah pertama kalinya terjadi di kereta cepa yang melesat 200 km per jam tersebut.

Baca juga: Bayi Perempuan Lahir di Grab, Orang Tua Diganjar Kupon S$8000

KabarPenumpang.com melansir dari laman en.rocketnews24.com (22/1/2018), kabar bahagia ini terjadi pada Jumat 19 Januari 2018 sekitar pukul 01.40 siang waktu setempat. Saat itu seorang wanita hamil yang duduk di bangku prioritas merasa perutnya mulas dan akan melahirkan.

Untungnya ketika wanita tersebut mengalami kontraksi akan melahirkan, seorang mantan perawat bernama Tsuzumi Mogami melihat kejadian itu. Dia melihat wajahnya memerah dan meremas kursi yang didudukinya. Mogami kemudian bertanya pada wanita tersebut apakah baik-baik saja dan wanita itu menjawab dirinya mulai merasa sakit persalinan. Mogami yang diketahui dalam perjalanan pulang dari rumah sakit untuk mengunjungi anaknya membawa handuk mandi bersamanya.

Kemudian tak lama setelah bertanya, air ketuban wanita tersebut pecah saat kereta berada di antara stasiun Matsudo dan Kashiwa. Mogami yang mantan perawat tersebut kemudian melebarkan handuk ke lantai dan menyuruh wanita tersebut untuk duduk.

Lima menit kemudian kepala bayi tersebut keluar. “Bagian tubuh lainnya ikut muncul tak lama setelah kepala bayi keluar,” jelas Mogami.

Setelah sampai di stasiun Kashiwa seorang penumpang lain yang melihat kelahiran tersebut langsung menekan tombol darurat untuk memberitahu kepada petugas kereta. Tak lama petugas stasiun datang dan menemukan wanita dan bayinya masih tergeletak di dekat kursi prioritas.

Kemudian, petugas membawa ibu dan bayi tersebut ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Menurut perusahaan kereta api JR East, seseorang melahirkan dalam kereta belum pernah mereka dengar sebelumnya alias sesuatu hal yang baru.

Atas kelahiran ini, seorang perawat di bagian OBGYN mengatakan dirinya terkejut akan kelahiran bayi tersebut dengan cepat. Perawat tersebut mengatakan, tergantung apakah ini kelahiran pertama wanita tersebut atau bukan. “Tapi pada umumnya, paling tidak memerlukan waktu satu jam sejak ibu mulai merasakan sakit persalinan sampai melahirkan. Dalam kasus yang terjadi sangat jarang kita memiliki ibu yang melahirkan di dalam ambulans,” ujar perawat tesebut.

Baca juga: Melahirkan di Dalam Pesawat, Antara Jaminan Terbang Gratis dan Isu Kewarganegaraan

Diketahui, salah satu perusahaan taksi di kota metropolitan Tokyo yakni Keio Jidosha menawarkan layanan taksi khusus untuk wanita hamil. Pada tahun 2016 sendiri dari 1367 wanita hamil yang akan melahirkan dan menggunakan taksi tersebut hanya ada satu yang benar-benar melahirkan di taksi tersebut.

2018 Dipercaya Sebagai Tahun Gemilang Untuk Dunia Aviasi Global

Nampaknya dunia aviasi global akan dihiasi oleh sejumlah kejutan pada tahun 2018 ini. Bagaimana tidak, banyak negara dari seluruh penjuru dunia seakan berbondong-bondong untuk membenahi, merevisi ulang sumber energi, hingga membangun bandara baru yang dijadwalkan rampung pada tahun ini. Diharapkan, perubahan besar-besaran di sektor aviasi ini dapat meningkatkan pelayanan kepada para penumpangnya dan dapat secara aktif turut serta dalam usaha mengentaskan masalah polusi yang kian hari kian ‘memekat’ ini.

Baca Juga: Empat Bandara di Belanda Bersiap Manfaatkan Energi Angin

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (18/1/2018), meningkatnya permintaan terhadap perjalaan udara membuat otoritas di Negeri Tirai Bambu, Cina memutuskan untuk membangun dua bandara baru yang dapat mengimbangi tingginya permintaan tersebut. Adapun bandara tersebut berlokasi di Songyuan, Jilin Province dan satunya lagi berlokasi di Heilongjiang Province yang bernama Jiansanjiang Wetlands Airport.

Sedangkan Cina tengah disibukkan dengan kedua bandara barunya, Bandara Heathrow di Inggris sedang berusaha untuk meningkatkan kapasitas bandara yang meraih predikat sebagai salah satu bandara tersibuk di dunia ini. Menurut jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya, otoritas setempat mengatakan bahwa keputusan untuk menambah satu landas pacu tambahan akan jatuh pada tahun  2018 ini.

Tidak hanya itu, melalui Steve Landells, spesialis keselamatan penerbangan di British Airline Pilot’s Association (Balpa) mengatakan bahwa asosiasi tersebut mendukung sepenuhnya pengumuman yang dilontarkan oleh otoritas setempat mengenai pendaftaran drone yang memiliki massa lebih dari 250kg. Langkah ini rencananya akan mulai diterapkan pada awal tahun 2018, meyusul serentetan kecelakaan yang melibatkan pesawat berawak dan drone. Menurut laporan, sebanyak 81 kasus tabrakan yang terjadi di Inggris selama periode 2017 kemarin.

Lain cerita dengan yang dihadapi oleh empat bandara di Belanda yang berada di bawah pengelolaan Royal Schiphol – Schiphol, Rotterdam The Hague Airport, Eindhoven Airport, dan Lelystad Airport yang akan mulai menggunakan energi terbarukan dari perusahaan asal Rotterdam, Eneco. Rencananya, perusahaan yang berdiri sejak 1995 ini akan memasok listrik di empat bandara tersebut dengan total 220 gigawatt yang akan terus bergulir hingga 15 tahun ke depan.

Pada tahun 2020, semua energi akan datang dari peternakan angin baru yang dijalankan oleh Eneco. Langkah tersebut terkait dengan rencana pemerintah pusat Belanda agar Negara Kincir Angin tersebut dapat mengurangi emisi gas rumah kaca menjadi nol pada tahun 2050 kelak.

Baca Juga: Jelang Olimpiade Musim Dingin 2018, Bandara Incheon Buka Terminal 2

Beralih ke Asia, dimana Negeri Ginseng, Korea tengah mempersiapkan pagelaran Olimpiade Musim Dingin 2018 yang jatuh pada Bulan Februari dengan memberikan sentuhan akhir pada Terminal 2 baru di Bandara Internasional Incheon.

Beberapa waktu ke belakang, publik dunia sempat dibuat terkesima dengan kehadiran sejumlah robot di bandara ini yang akan bersanding dengan manusia dalam melancarkan pesta olahraga internasional empat tahunan tersebut. Rencananya, Terminal 2 baru di Bandara Incheon rampung pada Januari 2018.

Peragaan Busana Batik dan Kebaya Ramaikan Ruang Tunggu Bandara Ahmad Yani

Peragaan busana, khususnya dengan tema tradisional sudah jamak dilakukan pengelola bandara, disamping mudah dalam implementasi, gelaran busana bernuansa tradisional dinilai ampuh dan memberi efek positif bagi promosi serta wisata di daerah yang bersangkutan. Seperti baru-baru ini peragaam busana batik dan kebaya ditampilkan di ruang tunggu Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Baca juga: Toilet Tiga Dimensi Ada di Bandara Sepinggan Balikpapan

Bandara Ahmad Yani yang berada dalam pengelolaan PT Angkasa Pura I (Persero) menampilkan kebaya dan batik serta beberapa pakaian daerah lainnya dalam sebuah peragaan busana yang diselenggarakan pada ruang tunggu domestik bandara Ahmad Yani. Diketahui pakaian daerah ini merupakan buatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

Peragaan busana tersebut diselenggarakan pada tanggal 21, 23 dan 24 Januari 2018 pada pukul 14.00 WIB. General Manager AP I Bandara Ahmad Yani, Maryanto mengatakan bahwa, dengan adanya acara ini, bandara Ahmad Yani ikut mendukung produk BUMD dan UMKM di sekitaran Jawa Tenga. “Dengan acara ini juga, kita aktif dalam menciptakan wadah yang dapat menyalurkan kreativitas komunitas khususnya komunitas kebaya di kota Semarang,” kata Maryanot.

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan kesan dan pengalaman baru bagi para pengguna jasa bandara, khususnya penumpang yang sedang menunggu pesawatnya datang di bandara Ahmad Yani. Kegiatan ini pun mendapatkan tanggapan positif dari para penumpang, salah satunya adalah Ibu Tina yang merupakan penumpang pesawat Citilink tujuan Semarang – Jakarta.

“Saya baru pertama kali melihat kegiatan peragaan busana di bandara, biasanya saya melihat peragaan busana itu di Mall. Saya rasa kegiatan ini sangat unik dan menarik, karena dapat memberikan hiburan bagi para penumpang yang sedang menunggu di ruang tunggu agar tidak merasa jenuh. Saya harap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin, karena dapat mendongkrak produk lokal agar dapat dikenal oleh masyarakat luas,” ucap Tina.

Baca juga: Sepanjang 2017, Angkasa Pura I Catat Melayani 89,7 Juta Penumpang 

Pameran produk yang diciptakan oleh mitra binaan CSR Angkasa Pura I rencananya akan dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali. Sales Department Head, Zulkifli mengatakan, segala bentuk produk yang diciptakan oleh UMKM dari mitra binaan Angkasa Pura I baik dalam bentuk barang ataupun makanan, harus segera dipamerkan. Selain untuk mendongkrak produk lokal, kegiatan ini merupakan fasilitas yang diberikan oleh manajemen dalam mendukung kegiatan usaha mitra binaan.

Waspada! Sindikat Maling Koper Merajalela di Bandara Hong Kong

Walaupun tergolong sebagai gerbang masuk pelancong yang paling aman, namun ternyata tidak seluruh bagian bandara dapat menawarkan keamanan bagi Anda. Seperti halnya yang terjadi di Hong Kong, dimana sejumlah pelancong kehilangan barang bawaan meeka ketika menggunakan jasa bus bandara. Alih-alih menghabiskan waktu dengan bersenang-senang selama berada di kawasan wisata Kowloon, para pelancong ini terpaksa menggigit jari lantaran barang bawaan mereka yang berpindah tangan secara ilegal.

Baca Juga: Tips – Sebelum Masuk ke Kargo Pesawat, Pastikan Koper Anda Cukup Kuat

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (14/1/2018), Kepolisian Hong Kong menyatakan bahwa dua kasus dilaporkan pada Bulan Desember 2017 silam. “Sudah banyak, banyak sekali kasus yang melibatkan pelancong yang baru mendarat di Hong Kong dan memilih untuk menggunakan bus dari bandara menuju kota,” ungkap salah satu petugas senior di Kepolisian Hong Kong.

Otoritas keamanan di Hong Kong tersebut menyatakan bahwa tindakan kriminal seperti ini merupakan hasil kerja sama yang dilakukan oleh sejumlah pencuri. “Terlihat (pencurian) ini melibatkan sejumlah pelaku utama. Ini merupakan ulah sindikat yang terorganisir dengan baik,” imbuhnya.

Pada tanggal 6 Desember 2017, seorang wanita seperempat abad melaporkan bahwa kopernya telah hilang ketika ia turun dari bus bandara. Sialnya, koper tesebut berisikan barang berharga yang nilainya mencapai US$510 atau yang setara dengan Rp6,8 juta. Sontak, wanita ini langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib.

Sepuluh hari berselang, tepatnya 16 Desember 2017, laporan serupa datang dari seorang wanita paruh baya. Dalam laporannya, Ia mengaku bahwa koper miliknya yang berisikan barang berharga senilai HK$5.600 atau yang setara dengan Rp 9,6 juta telah raib digondol orang. Anehnya, sindikat ini mengetahui persis mana koper yang berisikan barang berharga, mana yang tidak.

Double Decker di Hong Kong International Airport. Sumber: youtube

Berdasarkan dua laporan tersebut, pihak Kepolisian Hong Kong menarik satu benang merah, dimana sasaran empuk dari tindak kriminal ini adalah orang-orang yang duduk di lantai dua bus bandara dan meninggalkan barang bawaannya di kompartemen bagasi yang notabene, tingkatnya lebih rendah dibandingkan tempat mereka duduk. Kurangnya pengawasan dari si empunya barang disinyalir menjadi celah yang dimanfaatkan dengan sangat jeli oleh sindikat ini.

Baca Juga: Koper di Kargo Aman, Penerbangan Pun Nyaman

Walaupun Hong Kong International Airport yang terletak di Pulau Chek Lap Kok ini menyandang predikat sebagai bandara utama, tidak menutup kemungkinan dengan menyebarnya pemberitaan semacam ini, akan mencoreng nama baik dari bandara yang mulai beroperasi pada 6 Juli 1998 ini.

Jika ditelaah lebih mendalam, bukan tidak mungkin jika pelancong akan mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke Cina hanya karena ulah sebagian oknum yang tidak bertanggung jawab seperti sindikat kriminal ini. Walhasil, bandara yang menjadi Hub sejumlah maskapai ternama seperti Air Hong Kong, Cathay Pacific, Cathay Dragon, DHL Aviation, dan Hong Kong Airlines ini menjadi sepi pengunjung.

Hingga saat ini, kepolisian setempat masih berusaha untuk menciduk sindikat yang merugikan penumpang tersebut.