Tambah Armada, Bus Sekolah di Tangsel Layani Siswa Kebutuhan Khusus

Bus sekolah tidak hanya melayani anak-anak sekolah di Jakarta, tetapi di berbagai daerah masing-masing. Seperti di Tangerang Selatan (Tangsel) yang baru saja ketambahan armada baru untuk mengangkut siswa-siswi sekolah.

Di mana Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel menambah armada bus sekolah dan kini jumlahnya menjadi sepuluh unit.

“Hari ini saya dengan Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan meninjau secara langsung persiapan dan kesiapan dari bus sekolah gratis yang totalnya kini sejumlah sepuluh unit,” kata Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan.

Dia mengatakan, seluruh armada akan mulai beroperasi di hari pertama masuk sekolah usai libur Lebaran pada Rabu (9/4/2025) besok. Pilar menjelaskan, penambahan armada bus sekolah karena besarnya antusias dan permintaan dari masyarakat.

Pilar menyebutkan, awal beroperasinya bus sekolah hanya ada empat unit dan kemudian bertambah-tambah hingga sekarang menjadi sepuluh unit. Meski belum sebanyak di Ibu Kota Jakarta, tetapi dikatakan Pilar bahwa sejak beroperasi, ada 45 ribu siswa yang terlayani setiap tahunnya.

“Dari sepuluh unit ini, ada bus yang dioperasikan khusus anak berkebutuhan khusus atau ABK ya. Jadi kita persiapkan untuk anak berkebutuhan khusus. Alhamdulillah semua bus ini sangat bermanfaat, sangat diminati oleh anak-anak, oleh masyarakat. Mudah-mudahan ya sangat membantu para orang tua dalam memberikan alternatif kendaraan umum gitu. Karena ini gratis ya. Apalagi kemarin laporan dari Pak Kadis bahwa banyak orang tua anak berkebutuhan khusus yang sangat terbantu,” ungkap Pilar.

Sebelum beroperasi besok, seluruh armada bus sekolah di Tangsel menjalani uji kelaikan secara menyeluruh. Ini dilakukan untuk menjaga keamanan perjalanan dan kenyamanan siswa-siswi yang menumpang pada bus sekolah.

Adapun rute-rute bus sekolah ini, di antaranya :
Rute 1 : Melati mas – Tandon Ciater (SMPN 11 Kota Tangerang Selatan)
Kantor Kecamatan Serpong Utara– Jalan Melati 1 – Jalan Vila Melati Mas Raya – Jalan Pahlawan Seribu – Jalan Letnan Sutopo – Jalan Boelevard BSD Timur – Jalan Anggrek Loka – Jalan Anggrek Ungu – Jalan Angsana – Jalan Pusaka Kencana – Jalan Artowijoyo – Jalan Wana Kencana – Jalan Tandon Ciater (PP)

Rute 2 : Kantor Polsek Serpong – Pamulang Permai (SMPN 17 Kota Tangerang Selatan)
Polres Kota Tangerang Selatan – Jalan Letnan Sutopo – Jalan Ciater Raya – Jalan Benda Raya – Jalan Parakan – Jalan Siliwangi – Jl. Pamulang Permai 1 (PP)

Rute 3 : Komplek Dosen UI – Kelurahan Cirendeu (SMPN 2 Kota Tangerang Selatan)
Komplek Dosen UI – Jakarta Bogor – Jl. Legoso Raya– Jl. Taruma Negara – Jl. Purnawarman – Jl. Raya Cirendeu – SMPN 2 Kota Tangerang Selatan

Rute 4 : Kantor Kecamatan Serpong Utara – Paku Alam (SMPN 16 Kota Tangerang Selatan)
Vila Melati Mas Raya – Jl.Pahlawan Seribu – Jl. Raya Serpong – Jl. Alam Sutera – Jl. Bhayangkara – Jl. Boulevard Silk Town – SMPN 16 Kota Tangerang Selatan

Rute 5 : Perumahan South City – SKH Negeri 1 Kota Tangerang Selatan
Perumahan South City – Kampus Universitas Terbuka- Jalan Dr. Setiabudi – Alun – alun Pamulang – Kantor Walikota Tangerang Selatan – Pasar Modern BSD – ITC BSD – Jalan Jalur Sutera Boulevard – Graha Raya – SKH Negeri 1 Kota Tangerang Selatan

Rute 6 : Bus Stop Sasak Tinggi – SKH Negeri 1 Kota Tangerang Selatan
Bus Stop Sasak Tinggi – Jalan Bambu Apus – Jalan Pajajaran – Alun-alun Pamulang – Kantor Walikota Tangerang Selatan – Pasar Modern BSD – ITC BSD – Jalan Jalur Sutera Boulevard – Graha Raya – SKH Negeri 1 Kota Tangerang Selatan

Rute 7 : Kantor Kecamatan Pondok Aren – SMP Negeri 5 Kota Tangerang Selatan
Kantor Kecamatan Pondok Aren – SMP Negeri 14 Kota Tangerang Selatan – SMA Plus Pembangunan Jaya – SMP Perigi/SMA Arif Rahman Hakim – Jalan Setu Raya – MTS Nurul Falah – Jalan Raden Fatah – SMAK BPK Penabur Jaya – Kelurahan Pondok Jaya – Simpang Puskemas Pondok Aren – Amalina Islamic School – SMK Negeri 2 Kota Tangerang Selatan – Perumahan Pondok Kacang Prima – SMP Negeri 5 Kota Tangerang Selatan (PP)

Rute 8 : Bus Stop Perumahan Pondok Kacang Prima – SMP Negeri 14 Kota Tangerang Selatan
Bus Stop Perumahan Pondok Kacang Prima – SMP Negeri 5 Kota Tangerang Selatan – SMK Negeri 2 Kota Tangerang Selatan – Simpang Puskemas Pondok Aren – Kelurahan Pondok Jaya Amalina Islamic School –SMAK BPK Penabur Jaya – Jalan Raden Fatah – MTS Nurul Falah – Jalan Setu Raya – SMP Perigi/SMA Arif Rahman Hakim – SMA Plus Pembangunan Jaya – Kantor Kecamatan Pondok Aren – SMP Negeri 14 Kota Tangerang Selatan (PP)

Rute 9 : Halte Alun – Alun Pamulang – SKH Assalam
Alun-alun Pamulang – Pamulang Square – Pom Bensin Pamulang 2 – Kantor Walikota Tangerang Selatan – halte Bunderan Maruga – Kantor Kel. Ciater – SKH Assalam.

Ubah Bus Sekolah Jadi Rumah Berjalan, Kakak Beradik Habiskan $35 Ribu

50 Tahun PO Sumber Alam Lakukan Rebranding

Setengah Abad sudah perusahaan otobus (PO) Sumber Alam beroperasi dan kini melakukan regenerasi. Ini dilakukan Sumber Alam yang berdiri sejak 1975 tersebut untuk tetap berada di hati masyarakat dan memiliki masa depan yang cerah.

Adapun yang dilakukan yakni PO Sumber Alam meregenerasi ratusan bus yang sudah kurang layaka jalan atau bisa dibilang out of date. Kemudian menggani dengan bodi bus baru meski masih menggunakan mesin dari Mercedes-Benz.

Di antaranya yakni empat unit bus New Generation (NG) yang baru dilaunching Sumber Alam beberapa Waktu lalu. Yang mana armada tersebut sudah mengaspal beberapa kali hingga musim mudik lebaran 2025 ini.

Biasanya bus NG melintas di rute utara, tetapi masa libur Lebaran juga diperbantukan di jalur selatan. Bus NG juga dilengkapi dengan sandaran kaki serta stop kontak yang menempel pada bodi bus di sisi kursi penumpang. Ini membuat penumpang lebih nyaman termasuk saat mereka akan me-recharge HP selama perjalanan.

Rute bus eksekutif ini yakni Parung – BSD – Ciputat – Pondok Ungu – Lippo Cikarang – exit Tol Karawang Barat – Terminal Klari – Subang – Yogya – Wates pp. Selain menghadirkan bus baru, ditengah gempuran perusahaan bus yang bermunculan dengan banyak layanan, Sumber Alam juga mengikuti pasar saat ini dan meningkatkan pelayanan.

PO bus asal Purworejo, Jawa Tengah tersebut, kini melayani perjalanan via Tol Trans Jawa dan menghadirkan kelas bari. Selain itu adalah rebranding perusahaan agar lebih segar dan bersemangat. Rebranding dilakukan terkait model tulisan Sumber Alam serta nominasi warna yang semula merah, kini diganti kombinasi biru dan silver.

Sumber Alam pun memiliki tagline “Keluarga di perjalanan Anda” yang memiliki makna agar penumpang merasakan kenyamanan serta keakraban dengan kru layaknya anggota keluarga. Untuk diketahui PO Sumber Alam kini memiliki 70 armada dengan empat di antaranya adalah NG yang merupakan bus baru dengan desain single glass.

Bus tersebut memiliki pandangan penumpang ke arah jalan raya yang lebih leluasa, tidak terhalang palang di tengah kaca bus bagian depan.

PO Sumber Alam, Bus AKAP Kebanggaan Warga Purworejo

Tak Ingin Bergantung pada Asing, Turki Bangun Sistem Navigasi dan Peta Digital Buatan Dalam Negeri

Gura mengurangi ketergantungannya pada teknologi dan infrastruktur strategis asing, Turki dikabarkan akan membangun Sistem Pemosisian dan Waktu Regional – Regional Positioning and Timing System (BKZS) yang diwujudkan berupa peluncuran aplikasi GPS dan peta (map) buatan dalam negeri, menurut laporan pada hari Senin.

Turki bertujuan untuk memastikan keamanan sibernya dengan meningkatnya otomatisasi yang meluas dalam produksi industri, menurut laporan Anadolu Agency (AA), mengacu pada “Strategi Industri dan Teknologi 2030” dari Kementerian Industri dan Teknologi.

Dalam konteks ini, solusi keamanan siber yang akan dikembangkan melalui cara-cara negara itu sendiri akan menjadikan Turki pemain yang kuat dalam transformasi digital.

Sistem navigasi dan peta, BKZS, akan memungkinkan Turki menyediakan lokasi yang tepat dan data navigasi melalui satelitnya sendiri untuk merilis alternatif bagi sistem global seperti GPS.

Sistem ini direncanakan akan digunakan untuk keamanan operasi militer, komunikasi sipil yang tidak terputus, sistem transportasi pintar, aplikasi pertanian presisi, dan banyak lagi.

Dalam arah ini, direncanakan untuk mengambil langkah-langkah seperti studi pra-kelayakan, pengembangan jam atom, peningkatan daya tahan sistem yang ada, studi sistem augmentasi berbasis satelit, dan akhirnya membangun sistem penentuan posisi satelit regional.

Pada saat yang sama, proses desain satelit kubus (CubeSat) telah selesai, setelah memasuki tahap produksi dan pengadaan subsistem.

Pengembangan platform digital dalam negeri, seperti sistem navigasi nasional, mesin pencari, dan media sosial, merupakan langkah penting bagi Turki untuk mengamankan kemandirian teknologi dan keamanan datanya. Kemajuan ini akan membawa manfaat ekonomi bagi negara dan pengusaha Turki yang beroperasi di area ini.

Peta lokal dan aplikasi navigasi akan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi, perencanaan kota, dan kegiatan budaya khusus untuk Turki.

Türkiye juga bertujuan untuk mengembangkan aplikasi generasi berikutnya menggunakan model bahasa besar Turki (LLM) dan kecerdasan buatan (AI).

Ditabrak Truk Muatan Kayu Sampai Tembus, Kabin KA Jenggala Ringsek

Kejadian tak terduga dan menimpa rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD) Jenggala dengan rute Stasiun Indro sampai dengan Stasiun Sidoarjo. Kejadian yang menimpa KRD usai tabrak truk muatan kayu jati ini mengakibatkan ringseknya pada bagian kabin kereta.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 8 April 2025 terjadi di perlintasan 11 yang tidak dijaga pada kilometer 7+600/700 dipetak jalan antara Stasiun Indro dengan Stasiun Kandangan. Diketahui rangkain KRD ini merupakan jenis kereta rel diesel hidraulik produksi PT INKA, Madiun. KRDI ini diproduksi dari tahun 2007 hingga 2014 dan telah digunakan untuk rangkaian KA komuter di Jawa dan Sumatra.

Tertemper truk muatan kayu ini adalah perjalanan kereta dengan nomer KA 470 yang keberangkatan dari Stasiun Indro pada pukul 18.30 WIB dan seharusnya tiba di Stasiun Surabaya Pasar Turi pada pukul 19.07 WIB dengan tujuan akhir Stasiun Sidoarjo pukul 20.16 WIB. Namun naas peristiwa tak terduga terjadi, KA Commuter Line Jenggala tersebut tertemper truk pada pukul 18.35 WIB. Dari insiden KA Commuter Line Jenggala relasi Indro-Sidoarjo yang terlibat kecelakaan usai truk trailer bermuatan kayu tertemper di perlintasan kereta di Gresik, Jawa Timur itu, satu orang dikabarkan meninggal dunia.

Terlihat palang pintu rusak akibat insiden tersebut. (Foto: Dok. Istimewa)

Beredar informasi yang ditemukan bahwa korban meninggal tersebut merupakan seorang asisten masinis atas nama Abdillah Ramdan yang sebelumnya pasca kecelakaan terjadi dengan kondisi tak sadarkan diri saat di evakuasi ke Rumah Sakit Gresik. Sedangkan seorang masinis atas nama Purwo Pranoto juga dilarikan ke rumah sakit yang sama dengan kondisi cedera luka tulang belakang.

Saat pengendara melintasi perlintasan sebidang, PT KAI selalu mengingatkan kembali untuk lebih waspada dan meningkatkan kedisiplinan serta wajib mendahulukan perjalanan kereta api. Untuk jalur KA di lokasi kejadian, tak mengganggu perjalanan kereta api lainnya. Hanya saja perjalanan KA Jenggala alami keterlambatan dan sementara menggunakan rangkaian cadangan agar penumpang yang sudah memiliki tiket KA Jenggala ini tidak terlantar.

Fyi, Komuter Jenggala adalah layanan kereta api KRD yang dioperasikan untuk melayani rute Babat-Mojokerto via Sepanjang, Indro-Mojokerto via Sepanjang, dan Indro-Mojokerto via Sidoarjo. Kereta api ini merupakan kereta api pertama yang beroperasi melalui jalur kereta api Tarik–Sidoarjo setelah jalur tersebut diaktifkan kembali. Nama Jenggala berasal dari nama kerajaan Siwa buddha di Jawa Timur bernama Kerajaan Janggala yang didirkan oleh Airlangga dari Wangsa Isyana pada tahun 1042.

KA Commuter Line Jenggala menggunakan jenis KRDI buatan PT INKA. (Foto: Dok. Istimewa)

Kereta api Jenggala mengalami perubahan pola rute menjadi Surabaya–Mojokerto–Sidoarjo–Mojokerto–Surabaya, tepatnya pada 10 Februari 2021. Namun, pada 1 Juni 2023, frekuensi kereta api ini di lintas Sidoarjo–Tulangan–Mojokerto bertambah menjadi tiga kali perjalanan pulang-pergi. Per 1 Februari 2025, perjalanan kereta api Jenggala diperpanjang sampai Stasiun Indro. Untuk menggantikan Commuter Line Sindro.

Tidak Hanya Nama Pelawak, “Indro” Ternyata Juga Nama Stasiun!

Julukan KA “Argo Peuyeum” Sempat Muncul Karena Adanya Stasiun Ini

Jalur aktif tertua antara Sukabumi, Cianjur, sampai dengan Bandung ini makin beragam keunikannya. Mulai dari bentuk bangunan stasiun, hingga banyaknya peninggalan pada jaman Kolonial Belanda yang masih aktif digunakan hingga saat ini.

Dilansir dari laman IRPS.OR.ID pada sejarah pembukaan jalur Sukabumi-Cianjur, pada paruh kedua abad ke-19, pemerintahan kolonial Belanda gencar melakukan pembukaan jalur-jalur kereta api baru di pulau Jawa salah satunya di tanah Pasundan. Upaya pemerintah kolonial membuka jalur kereta api ke wilayah pedalaman Jawa Barat dimaksudkan untuk mempermudah mengangkut hasil bumi seperti tebu, karet, kina, teh maupun kopi.

Selain untuk segi ekonomi, adanya jalur kereta juga digunakan untuk keperluan militer dan mensejahterahkan masyarakat di daerah yang masih terisolir. Perusahaan kereta api negara, Staatsspoorwegen (SS), akhirnya memulai pembangunan jalur yang terbagi menjadi tiga tahap, yaitu:

– Buitenzorg – Cicurug, 27 kilometer (pembukaan jalur 5 Oktober 1881)
– Cicurug – Sukabumi, 31 kilometer (21 Maret 1882)
– Sukabumi – Cianjur, 39 kilometer (10 Mei 1883)

Nah, bergeser dari Stasiun Cianjur kearah timur, terdapat stasiun yang namanya sangat tak asing ditelinga bahkan terbilang sangat unik bak nama makanan khas dari Bandung ini. Ya, Stasiun Cipeuyeum merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Cipeuyeum, Haurwangi, Cianjur. Stasiun ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung dan merupakan stasiun kereta api yang lokasinya paling timur di Kabupaten Cianjur. Stasiun ini berada di barat perlintasan sebidang Cipeuyeum, pada jalan raya Padalarang-Cianjur dan berjarak 113,1 km arah tenggara dari Bogor.

Rangkaian KA Siliwangi di Stasiun Cipeuyem. (Foto: x.com/jongjava_17)

KA Lokal yang Sempat Dijuluki “Argo Peuyeum”

Pada tahun 2013 kebelakang, rangkaian kereta api lokal yang masih melayani rute Ciroyom-Padalarang-Cianjur-Lampegan ini dijalankan pada pagi dan sore hari. Dengan tentu KA Lokal tersebut melewati Stasiun Cipeuyeum. Nah beberapa penumpang yang sering melakukan aktivitas menggunakan KA ini sering kali menyebutnya sebagai “Argo Peuyeum”. Uniknya penyebutan nama itu sudah menyebar khususnya masyarakat Bandung maupun Cianjur dan sekitarnya. KA Lokal tersebut hanya memiliki 2 unit kereta kelas ekonomi dan satu lokomotif dengan seri BB 301.

Rangkaian KA Lokal “Argo Peuyeum” stabling di Stasiun Bandung pada 2007.

Dengan seiringnya waktu, stasiun ini sempat dilayani oleh kereta api Kian Santang yang rencananya dioperasikan Maret 2014, tetapi diundur lagi dan gagal melayani perjalanan reguler karena permasalahan teknis prasarana yang dianggap tidak layak operasi. Bahkan untuk menyambutnya kembali, stasiun ini direnovasi, lalu mangkrak. Praktis, stasiun ini menganggur lama.

Terkait dengan penyambungan kembali rute Cianjur–Padalarang, jalur ini diperbaiki sampai ke Cipatat dengan mengganti bantalan dan batang relnya menjadi R54 bantalan beton agar dapat dilalui oleh lokomotif besar. Reaktivasi segmen ini dilakukan tepat setelah peresmian perpanjangan relasi kereta api Siliwangi menjadi Sukabumi–Ciranjang pp. Per 21 September 2020, stasiun ini resmi beroperasi kembali bersamaan sehubungan dengan perpanjangan relasi kereta api Siliwangi menjadi Sukabumi–Cipatat pp.

Pahami Lebih Dalam Perbedaan Yacht dan Kapal Pesiar, Mirip Tapi Sangat Berbeda

Dalam dunia pelayaran mewah, istilah “yacht” dan “kapal pesiar” sering digunakan secara bergantian, tetapi sebenarnya merujuk pada dua jenis kapal yang berbeda. Memahami perbedaan antara keduanya penting untuk mengapresiasi keunikan dan fungsi masing-masing. Berikut KabarPenumpang.com sarikan beberapa perbedaan esensial dari kedua kapal ini, mengutip dari berbagai laman sumber.

Baca Juga: Pahami Bendera dari Setiap Kapal Pesiar Mewah dan Masing-Masing ‘Keuntungannya’

Ukuran dan Skala
Perbedaan paling mencolok terletak pada ukuran dan skala. Yacht umumnya lebih kecil dan dirancang untuk penggunaan pribadi atau kelompok kecil. Kapal pesiar, di sisi lain, adalah kapal besar yang dapat menampung ratusan hingga ribuan penumpang.

Tujuan Penggunaan
Yacht sering digunakan untuk rekreasi pribadi, seperti berlayar, memancing, atau bersantai. Mereka juga dapat digunakan untuk balapan atau kompetisi. Kapal pesiar, sebaliknya, dirancang untuk wisata dan pelayaran komersial, menawarkan berbagai fasilitas hiburan dan rekreasi bagi penumpang.

Tingkat Kemewahan dan Fasilitas
Kedua jenis kapal ini menawarkan tingkat kemewahan yang tinggi, tetapi dengan fokus yang berbeda. Yacht cenderung menekankan kemewahan pribadi dan eksklusivitas, dengan fasilitas seperti suite mewah, kolam renang pribadi, dan helipad. Kapal pesiar menawarkan berbagai fasilitas hiburan, seperti restoran, kasino, pertunjukan, dan aktivitas rekreasi lainnya.

Kapasitas Penumpang dan Kru
Yacht memiliki kapasitas penumpang yang lebih kecil, biasanya terbatas pada keluarga atau kelompok kecil. Kapal pesiar, di sisi lain, dirancang untuk mengangkut banyak penumpang dan membutuhkan kru yang lebih besar untuk mengoperasikan kapal dan melayani penumpang.

Anthem of the Seas, salah satu contoh kapal pesiar. Sumber: istimewa

Desain dan Konstruksi
Yacht sering dirancang dengan fokus pada kinerja dan kemampuan manuver, dengan desain yang ramping dan mesin yang kuat. Kapal pesiar, sebaliknya, dirancang dengan fokus pada kenyamanan dan stabilitas, dengan desain yang lebih besar dan lambat.

Biaya dan Kepemilikan
Yacht biasanya dimiliki oleh individu atau perusahaan swasta, dan biaya kepemilikan dan operasionalnya sangat tinggi. Kapal pesiar dimiliki oleh perusahaan pelayaran dan dioperasikan sebagai bisnis komersial.

Yacht dan kapal pesiar adalah dua jenis kapal yang berbeda dengan tujuan dan karakteristik yang berbeda. Yacht menekankan kemewahan pribadi dan fleksibilitas, sementara kapal pesiar menawarkan pengalaman pelayaran yang lebih luas dan beragam. Memahami perbedaan ini akan membantu Anda mengapresiasi keunikan dan keistimewaan masing-masing jenis kapal.

Serupa Tapi Tak Sama, Inilah Perbedaan Moveable Bridge dengan Garbarata di Bandara

Gerbang Transportasi Utama Surabaya, Terminal Purbaya Punya Luas 11,9 Hektare

Terminal Purbaya yang juga dikenal dengan Terminal Bungurasih merupakan terminal terbesar dan tersibuk di Surabaya, Jawa Timur. Berada di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Terminal Purbaya menjadi gerbang Utama Kota Surabaya dari arah barat, selatan, dan timur.

Memiliki luas lahah 11,9 hektare, Terminal Purbaya berdiri sejak 11 Maret 1991 atau tepatnya 34 tahun yang lalu. Meski berada di wilayah administrasi Kabupaten Sidoarjo, tetapi pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan Kota Surabya dengan perjanjian antara kedua belah pihak sejak awal berdirinya.

Nama “Purabaya” merupakan akronim dari “gapura” (gerbang) dan “Surabaya”, mencerminkan fungsinya sebagai gerbang utama menuju Kota Surabaya. Nama terminal ini sendiri dicetuskan oleh Bupati Sidoarjo, Edi Sanyoto dan Walikota Surabaya, Poernomo Kasidi sejak awal pembangunannya pada tahun 1990.

Pada dekade sebelum tahun 1990-an, beberapa jalur trayek angkutan umum lokal di Kota Surabaya mempunyai titik terminus (ujung) paling selatan di Bundaran Aloha, dekat dengan Halte Sawotratap. Sedangkan angkutan umum lokal di Kabupaten Sidoarjo mempunyai pangkalan yang terdapat di sekitaran titik keramaian seperti Pasar Waru, Stasiun Waru dan Pabrik Paku Kedungrejo.

Berbeda dengan angkutan umum lokal, bus antarkota pada dekade sebelum tahun 1990-an masih diperbolehkan melintasi kawasan dalam kota. Hal tersebut dikarenakan seluruh jaringan trayek bus antarkota dari dan ke Kota Surabaya mempunyai titik terminus pada terminal bus eksisting yang tersedia di dalam kota pada masa tersebut.

Seluruh layanan bus antarkota dalam provinsi mempunyai pangkalan di Terminal Joyoboyo, dan sebagian lainnya di Terminal Jayengrono. Sedangkan layanan bus antarkota antarprovinsi dan bus jarak jauh mempunyai pangkalan di Terminal Bratang.

Ide pembangunan terminal bus di Desa Bungurasih sudah dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Soenandar Prijosoedarmo pada tahun 1982. Ide tersebut tertuang dalam dokumen Surat Persetujuan Gubernur Jawa Timur Nomor 645.7/9605/210/82 tertanggal 2 September 1982.

Latar belakang pembangunan terminal bus ini didasari oleh kapasitas kendaraan dan penumpang pada terminal bus eksisting yang sudah tidak memadai (overloud) saat itu. Selain itu, terminal bus eksisting berdiri pada lahan tanah yang sempit di kawasan dalam kota, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut menjadi terminal induk bus antarkota di masa depan.

Langkah awalnya, pada tahun 1982–1989, Pemerintah Kota Surabaya bertanggungjawab terhadap pembiayaan pembebasan tanah di Desa Bungurasih. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo turut membantu sepenuhnya pelaksanaan pembebasan tanah yang dimaksud.

Untuk diketahui, realisasi pembangunan terminal bus di Desa Bungurasih baru dilaksanakan pada tahun 1989, dengan jangka pembangunan sekitar dua tahun. Pada 11 Maret 1991, terminal bus bernama Terminal Purabaya ini diresmikan oleh Menteri Perhubungan, Azwar Anas serta mulai dibuka untuk umum sejak saat itu.

65 Tahun Berdiri, ‘Terminal Kemayoran’ Menjadi Terminal Tertua di Indonesia

Bus Tingkat Jadi Alternatif Rekreasi Ekonomis dan Kreatif

Kalau di Kota Batu, Malang ada shuttle bus gratis yang berkeliling tempat wisata, di Ibu Kota Jakarta juga ada bus tingkat yang dipenuhi pengunjung. Bus tingkat yang dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) pada masa libur Lebaran 2025, menjadi incaran.

Bahkan bus tingkat ini menjadi primadona, karena lebih banyak penumpang dibandingkan dengan bus layanan komersil lainnya yang dioperasikan Transjakarta. Pasalnya, bus tingkat ini beroperasi tanpa dipungut biaya alias gratis dan menjadikannya alternatif rekreasi yang ekonomis dan edukatif.

Bus tingkat TransJakarta dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung kenyamanan penumpang. Desainnya yang unik dan menarik memberikan pengalaman berbeda dalam menikmati pemandangan kota dan menjadi pengalaman unik untuk menikmati Ibu Kota Jakarta dari ketinggian.

Dari dek atas, penumpang dapat menikmati panorama Jakarta dengan sudut pandang yang lebih luas. ​Selain sebagai sarana transportasi, bus tingkat ini juga menjadi daya tarik wisata tersendiri.

Seorang pengunjung bernama Anna (18) dari Bogor bersama teman-temannya menaiki bus tingkat untuk menikmati kota Jakarta dengan cara baru. Perempuan berhijab pink ini mengatakan, baru pertama kali mencoba bus tingkat di Jakarta.

“Saya sama teman-teman itu sering ke Jakarta kalua hari Sabtu atau Minggu. Tapi nggak pernah nyoba bus tingkat ini. Pas saya lagi jalan sama teman-teman di Kota Tua lihat bus tingkat, jadi kita coba deh,” kata dia.

Selain Anna, ada juga Anton yang membawa keluarga kecilnya berlibur. Menurut Anton, bus tingkat bisa membawa anak-anaknya menikmati daerah-daerah yang belum pernah di kunjungi pas ke Jakarta.

“Saya dari Serpong sama anak istri naik mobil pribadi. Kita parkir di Istiqlal dan nyobain sensasi baru naik bus tingkat yang atapnya terbuka. Angin sepoi-sepoi dan bisa lihat banyak hal dari atap bus yang terbuka,” ujar Anton.

Bus tingkat yang dioperasikan Transjakarta untuk mengangkut pengunjung ada dua macam yakni bus dengan atap tertutup dan terbuka di bagian depannya. Layanan gratis tersebut memiliki rute yang melintasi berbagai ikon dan sejarak Ibu Kota Jakarta.

Adapun rute Utama bus ini termasuk Kota Tua, Monas, hingga Pantai Indah Kapuk (PIK) 1. Selama libur Lebaran, 13 armada tersebut beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.

Dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, bus tingkat TransJakarta membuktikan diri sebagai salah satu moda transportasi yang tidak hanya fungsional tetapi juga rekreatif, memperkaya pengalaman warga dan wisatawan dalam menikmati keindahan Jakarta selama libur Lebaran.

Bus Tingkat di Indonesia, Transformasi dari Moda Angkutan dan Wisata

LRT Jabodebek Layani Lebih dari 2 Juta Pengguna Selama Maret 2025

LRT Jabodebek mencatat pencapaian positif di bulan Maret 2025 dengan melayani 2.056.759 pengguna. Jumlah ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek tetap menjadi pilihan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

Selama hari kerja, rata-rata jumlah pengguna mencapai 91.275 orang per hari, sementara pada akhir pekan dan hari libur nasional tercatat rata-rata 26.878 pengguna per hari. Sepanjang bulan Maret, LRT Jabodebek telah mengoperasikan 10.194 perjalanan, dengan tingkat ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) mencapai 99,65%.

“Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan para pengguna yang terus mempercayai LRT Jabodebek sebagai moda transportasi andalan. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan, kesetiaan, dan partisipasi aktif dari seluruh pengguna yang telah menjadi bagian dari perjalanan LRT Jabodebek,” ujar Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi.

Untuk meningkatkan kapasitas layanan, sejak bulan Maret LRT Jabodebek menambah 2 kereta baru yang beroperasi saat hari kerja. Dengan tambahan ini, jumlah perjalanan harian meningkat dari 348 menjadi 366 perjalanan, sehingga jarak antar kereta menjadi lebih singkat dan perjalanan menjadi lebih nyaman.

Adapun tiga stasiun dengan jumlah pengguna terbanyak selama Maret 2025 adalah:
-Dukuh Atas BNI: 558.283 pengguna
-Harjamukti: 483.940 pengguna
-Kuningan: 392.948 pengguna

Selain fokus pada operasional, LRT Jabodebek juga terus menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna. Selama bulan Maret, petugas LRT Jabodebek berhasil mengamankan 524 barang yang tertinggal di dalam kereta maupun stasiun. Barang-barang tersebut langsung ditangani oleh petugas dan bisa diambil kembali oleh pemiliknya melalui pos layanan pelanggan.

Maret 2025 juga bertepatan dengan bulan Ramadan. Untuk mendukung para pengguna yang menjalankan ibadah puasa, LRT Jabodebek menerapkan kebijakan memperbolehkan pengguna berbuka puasa di kereta dan stasiun pada waktu Maghrib hingga pukul 19.00. Kebijakan ini disambut positif oleh masyarakat dan menjadi bagian dari layanan LRT Jabodebek yang semakin ramah pengguna.

Penuh dan Antre Imigrasi, Kapal Ferry dari Johor ke Tanjungpinang Delay

Musim libur Lebaran telah usai, pelancong maupun pemudik kembali pulang untuk melanjutkan aktivitas pekerjaan mereka. Bukan hanya terminal maupun stasiun kereta yang dipenuhi perantau dan pelancong, Pelabuhan di Indonesia pun juga ramai.

Seperti di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Kepulauan Riau yang kembali dipadati oleh penumpang yang tiba dari Malaysia dan Singapura. Jessica Windi Sari, mahasiswi asal Tanjungpinang ini tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura pada 3 April 2025 kemarin.

Ia mengatakan, kapal ferry yang ditumpanginya dari Pelabuhan Stulang Johor penuh oleh pelancong dan masyarakat Indonesia. Bahkan Jessi mengaku, saat tiba di Pelauhan Sri Bintan pura, antrean Panjang jelas terlihat tak lama dirinya keluar dari kapal.

“Jadi Jessi itu naik kapan dari Johor ke Tanjungpinang, nah pas keluar kapal, pelabuhan ramai karena ternyata kapal dari Singapura juga baru tiba,” ujar Jessi kepada KabarPenumpang.com.

Dia menjelaskan, ramainya Pelabuhan Sri Bintan Pura karena perjalanan kapal ferry baik dari Johor maupun Singapura delay atau terlambat.

Baca juga: Pelabuhan Sri Bintan Pura Tambah Dua Kapal Ferry di Momen Mudik Lebaran

“Di Pelabuhan Johor itu delay satu jam karena memang pas cap paspor di imigrasi ramai puoll,” ungkapnya.

Meski begitu, Jessi mengaku bila saat di kapal tidak berdesakan. Pasalnya tiket yang terjual dengan penumpang kapal sama totalnya dengan jumlah kursi di kapal ferry.

“Sesuai kursi di kapal ferry sih ka untuk penumpangnya. Jadi nggak desak-desakan dan semua penumpang duduk. Paling ya sama seperti di Johor desak-desakan pas mau keluar kapal dan cap paspor di imigrasi Pelabuhan Sri Bintan Pura,” ujarnya.

Baca juga: Electric Supply Boat Meluncur di Batam, PaxOcean Siap Lanjut Hadirkan Electric Tug Boat Pada Juni 2025

Sri Bintan Pura sendiri merupakan salah satu pelabuhan di Kepulauan Riau yang melayani angkutan kapal ferry penumpang menuju ke Johor, Malaysia dan Singapura. Perjalanan dari Sri Bintan Pura dari Stulang Laut Johor memakan Waktu sekitar tiga jam.

Tiketnya pun cukup terbilang murah yakni kisaran RM100-RM200 atau sekitar Rp373 ribu sampai Rp747 ribu.

Electric Supply Boat Meluncur di Batam, PaxOcean Siap Lanjut Hadirkan Electric Tug Boat Pada Juni 2025