Motis Bakal Hadir Sambut Nataru 2025/2026, Catat Tanggal dan Syaratnya

Angkutan kereta api (KA) saat jelang tahun baru 2025 nanti masyarakat sudah ramai memesan tiket. Apalagi akhir tahun ini rangkaian KA akan ditambah jadwal perjalanannya sebagai KA tambahan yang bisa dipesan pada pertengahan Desember 2025 mendatang.

Dari beberapa KA tambahan yang bakal tersedia, masyarakat bisa juga membawa kendaraan seperti sepeda motor secara gratis yang akan hadir saat angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Ya, angkutan Motor Gratis (Motis) ini bakal kembali hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pengguna KA yang ingin membawa kendaraannya.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan seluruh unsur KAI Group telah menyiapkan layanan menyeluruh. Peran transportasi publik menjadi kunci kelancaran perjalanan dan penggerak ekonomi lokal. KAI Group menyediakan kapasitas angkut 49.635.448 tempat duduk sepanjang masa Nataru tahun ini. Jumlah itu meningkat 8,9 persen dibanding tahun sebelumnya.

Angkutan Motor Gratis (Motis). Foto: Dok. KAI

Pendaftaran Motis ini bisa dilakukan mulai tanggal 1 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026 dengan menyiapkan 14 lokasi pendaftaran, yakni di Stasiun Jakarta Gudang, Tangerang, Bekasi, Depok Baru, Cirebon Prujakan, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Purwokerto, Kebumen, Kutoarjo, Lempuyangan, dan Purwosari.

Untuk mengantisipasi tingginya permintaan, KAI menambah 54 perjalanan antarkota per hari sebagai opsi tambahan. KAI pun mengoperasikan ribuan perjalanan kereta untuk menyukseskan angkutan Nataru 2025/2026. Total perjalanan kereta api yang disiapkan mencapai 7.982 perjalanan yang terdiri dari reguler dan tambahan.

KAI juga kembali mendukung program pemerintah dengan menyelenggarakan Angkutan Motor Gratis (Motis) bersama DJKA. Motis menyediakan kapasitas 5.568 unit motor dan 12.720 penumpang pada 23–30 Desember 2025 dan 2–5 Januari 2026.

Pendaftaran Motis dibuka 1 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 di 14 stasiun yang ditetapkan. Selain itu, KAI memberikan diskon 30 persen untuk kelas Ekonomi Komersial dengan kuota besar.

Dikutip dari laman resmi DJKA Kemenhub, berikut beberapa ketentuan mendaftar Motis.
• Satu peserta harus memiliki KTP, Kartu Keluarga, SIM C.
• Motor dengan kapasitas mesin maksimal 200 cc.
• Satu motor dapat difasilitasi pembelian 2 tiket penumpang dan satu tiket infant (anak umur di bawah 3 tahun), dengan persyaratan:
– Pembelian tiket kereta api untuk peserta Motis adalah sesuai dengan nama peserta Motis yang terdaftar

– Penumpang kedua tercantum dalam Kartu Keluarga peserta yang terdaftar

– Tiket yang telah dibeli tidak dapat dibatalkan, diubah jadwal, dan perubahan nama penumpang

• Bagi peserta yang sudah berhasil mendaftar secara online wajib melakukan verifikasi ke Posko, sesuai dengan waktu verifikasi yang telah dipilih pada saat mendaftar, untuk menghindari terjadinya penghapusan pendaftaran secara otomatis.
• Sepeda motor diserahkan H-2 atau dua hari sebelum tanggal keberangkatan sepeda motor.
• Pada saat penyerahan sepeda motor, peserta wajib menunjukkan KTP Asli pendaftar dan bukti pendaftaran.
• Sepeda motor yang masuk di stasiun penyerahan maupun yang keluar di stasiun tujuan, akan dikenakan biaya parkir oleh pengelola parkir resmi stasiun.
• BBM wajib untuk dikosongkan pada saat penyerahan.
• Kode booking tiket kereta api akan diberikan pada saat penyerahan sepeda motor.

Yuk Mengenal Koleksi KA Lokal yang Dimiliki Wilayah Daop 8 Surabaya

Qatar Airways Umumkan Lebih dari 100 Pesawat Widebody Telah Dilengkapi Akses Internet Starlink

Qatar Airways, operator dengan jumlah pesawat widebody terbanyak yang dilengkapi Starlink, telah mencapai tonggak penting dalam program peluncuran Starlink-nya dan melengkapi lebih dari 100 pesawat widebody dengan WiFi tercepat di udara. Pencapaian ini merupakan salah satu program pemasangan Starlink paling cepat dan ambisius dalam industri penerbangan, yang diterapkan lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan semula, untuk menghadirkan layanan ini kepada penumpang lebih awal.

Dengan lebih dari 50 persen armada widebody-nya kini terhubung Starlink, Qatar Airways telah mengoperasikan lebih dari 30.000 penerbangan dengan konektivitas berkecepatan tinggi tanpa gangguan, dari gerbang ke gerbang*. Kecepatan ini semakin memperkuat posisi Qatar Airways sebagai satu-satunya maskapai di kawasan MENA yang saat ini menawarkan Starlink di pesawat, dan pemimpin global dalam konektivitas jarak jauh dan jarak ultra-jauh yang didukung Starlink.

Chief Executive Officer Qatar Airways Group, Engr. Badr Mohammed Al-Meer, mengatakan: “Qatar Airways terus memimpin industri dengan menetapkan standar baru melalui aksi nyata, bukan sekadar janji. Kami telah mempercepat peluncuran Starlink, melampaui jadwal semula karena menghadirkan pengalaman perjalanan terbaik bagi penumpang adalah prioritas kami, bukan sekadar rencana jangka panjang. Lebih dari 100 pesawat widebody telah dilengkapi Starlink sejak penerbangan pertama pada Oktober 2024, menegaskan komitmen tersebut. Kini hingga 200 penerbangan harian menuju destinasi utama telah terhubung Starlink, memungkinkan penumpang menikmati koneksi tanpa hambatan dengan kecepatan yang bahkan melampaui banyak layanan WiFi rumah. Baik untuk bekerja, streaming film dan olahraga, maupun tetap berkomunikasi dengan orang terdekat, konektivitas di ketinggian 35.000 kaki tidak pernah semudah ini.”

Starlink Sukses Uji Layanan WiFi Starlink di Boeing 777 Qatar Airways, Akses Gratis Buat Penumpang di 2025

Hingga saat ini, Qatar Airways telah menyelesaikan program peluncuran Boeing 777 dan dengan cepat menyelesaikan peluncuran Starlink di seluruh pesawat Airbus A350-nya, yang juga direncanakan selesai dalam waktu singkat. Seiring maskapai ini terus memperluas konektivitas Starlink di seluruh jaringan penerbangan globalnya yang mencakup lebih dari 170 destinasi, penumpang di setiap kabin menikmati konektivitas gratis, ultra-cepat, dari gerbang ke gerbang* pada penerbangan yang mencakup enam benua, termasuk penerbangan ke sebagian besar destinasi yang dilayani oleh Qatar Airways di Amerika dan Australia, serta pada rute-rute utama di Afrika, Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

Terobosan dalam layanan ini mentransformasi pengalaman di pesawat bagi pelancong bisnis maupun liburan dengan memungkinkan streaming, bermain game, dan bekerja di ketinggian 35.000 kaki.

Qatar Airways adalah operator dengan jumlah pesawat widebody terbanyak yang dilengkapi Starlink dan satu-satunya maskapai di kawasan MENA yang saat ini menawarkan konektivitas Starlink dalam penerbangan, menegaskan kembali posisinya sebagai maskapai penerbangan terkemuka di dunia untuk inovasi, keandalan, dan pengalaman penumpang yang tak tertandingi.

Revolusi Langit: Starlink Bawa WiFi Berkecepatan Tinggi ke Pesawat Komersial

Gubernur DKI Targetkan Stasiun JIS Beroperasi Akhir Tahun 2025

Stasiun Commuter Line pada lintas Jakarta Kota – Tanjung Priok memang sudah cukup lama dan tak kunjung selesau. Ya, Stasiun Jakarta Internasional Stadium (JIS) yang saat ini masih belum bisa digunakan untuk masyarakat. Padahal pembangunan stasiun ini digadang-gadang agar lebih terjangkau dan mudah untuk masyarakat yang akan berkunjung ke-JIS tersebut.

Stasiun yang terletak di Jalan RE Martadinata, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara ini terletak bersebelahan secara langsung dengan stadion JIS. Stasiun itu berada tepat di tengah-tengah antara proyek pembangunan jalan tol Harbour Road III dan gedung Kampung Susun Bayam.

Selama ini, seluruh pengunjung JIS dari luar Jakarta harus turun di Stasiun Commuter Ancol dan naik angkot M15 untuk menuju JIS. Moda transportasi lain adalah Transjakarta Koridor 14, 14A, 14B, dan 12P. Meski rencana akhir tahun stasiun ini akan rampung, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung selalu optimistis nantinya sudah bisa digunakan oleh masyarakat sebagai transportasi yang mudah dan praktis.

Peninjauan area lokasi Stasiun JIS oleh KAI dan jajaran lainnya. (Foto: Dok. KAI)

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga mengatakan stasiun baru di kawasan JIS akan meningkatkan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat. Kawasan stadion sering menjadi pusat kegiatan besar yang membutuhkan dukungan transportasi publik yang lebih efisien.

Alasan awal Stasiun JIS dibangun yang berada di antara Stasiun Ancol dan Stasiun Tanjung Priok ini sebagai simpul baru jaringan mobilitas Jakarta. Lokasi ini dipilih untuk memperkuat peran kereta api dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta konektivitas kawasan perkotaan.

Kehadiran Stasiun JIS tentu akan mendukung pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) berbasis transportasi massal modern. Konsep ini mendorong masyarakat beraktivitas menggunakan moda publik yang ramah lingkungan dan efisien.

Pramono mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono terkait operasional Stasiun KRL JIS. Jika nantinya hal ini terwujud, kawasan JIS bisa menjadi legasi yang luar biasa.

Sebelumnya, Pramono mengakui masalah transportasi dan aksesibilitas menuju JIS selama ini dikeluhkan masyarakat, terutama saat acara besar seperti konser dan pertandingan sepak bola. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov DKI Jakarta berencana mengintegrasikan area parkir Ancol dengan JIS.

Menurut Pramono, dalam waktu dekat wajah JIS akan berubah karena adanya pembangunan infrastruktur yang saling terhubung. Salah satunya adalah rencana pembangunan jembatan sepanjang 350 meter yang akan menghubungkan JIS dengan kawasan Ancol.

Dengan beroperasinya Stasiun JIS nanti, kedepannya masyarakat tentu akan memperoleh akses lebih mudah menuju kawasan utara Jakarta pada berbagai kegiatan besar. Proyek ini juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) dalam menghadirkan layanan transportasi publik berkelanjutan.

Jalur KRL Lintas Kemayoran – Ancol Hingga Kini Belum Digunakan, Ini Alasannya

Meski Vakum Selama 4 Tahun, Stasiun Argopuro Ternyata Memiliki Keunikan

Yang sering naik kereta api (KA) ke wilayah paling timur Pulau Jawa, pasti tidak asing dengan stasiun yang satu ini. Meski namanya tak berpengaruh dengan brand eksekutif, namun ternyata memiliki keunikan tersendiri. Ya, ini dia Stasiun Argopuro. Dari namanya memang tertulis “argo” yang tentu tahu merupakan kata lain selain eksekutif, tapi tentu bukan hal itu yang dimaksud.

Seperti yang dikabarkan dari berbagai sumber, ternyata stasiun kecil (kelas III) ini sempat beroperasi selama 4 tahun. Maksud dari tidak beroperasi tentunya bukan di non aktifkan, melainkan tidak digunakan sebagai angkutan penumpang. Jadi tidak ada kereta api penumpang yang singgah maupun berhenti di stasiun ini. Stasiun Argopuro berhenti melayani naik-turun penumpang hingga sekitar tahun 2021.

Dilihat dari keunikannya, ternyata stasiun ini memiliki bangunan yang mirip dari stasiun lain. Karena informasinya memang dibangun di waktu yang hampir bersamaan. Sejarahnya Karena ada tiga stasiun yang dibangun di sepanjang jalur kereta api sampai dengan Banyuwangi, yaitu Stasiun Karangasem (sekarang Banyuwangi Kota), Stasiun Argopuro, dan Stasiun Banyuwangi Baru (sekarang stasiun Ketapang).

Sejarah menyebutkan, saat itu jalur kereta api di Banyuwangi masih menggunakan jalur peninggalan Staatspoorwegen, perusahaan milik pemerintah Kolonial Belanda, yang dibuka pada tahun 1903 dan membentang dari Stasiun Kalisat hingga Stasiun Banyuwangi (lama).

Dari sana, angkutan pupuk dan barang kemudian diantar dengan kereta api hingga kawasan Pelabuhan Boom. Hanya, karena proses sedimentasi di sana, akhirnya pemerintah membangun Pelabuhan Tanjung Wangi (Pelabuhan Meneng).

Pemindahan pelabuhan itu berdampak pada aktivitas ekspor impor dan distribusi pupuk berpindah. Sehingga pemerintah berupaya membuat jalur baru KA hingga Pelabuhan Tanjung Wangi.

Saat ini, Stasiun Argopuro hanya melayani satu jenis kereta, yaitu KA Pandanwangi. Meskipun demikian, ke depan, stasiun ini direncanakan untuk melayani lebih banyak kereta baik jarak jauh maupun kereta komersial lainnya. Dengan kata lain, ada harapan untuk memperluas layanan dan meningkatkan konektivitas antar daerah.

KA Pandanwangi melintas di Stasiun Argopuro. (Foto: Dok. Radar Banyuwangi)

Dilansir dari laman stasiunfakta, berikut jadwal KA Pandanwangi yang berhenti di Stasiun Argopuro: KA 491A Pandanwangi berangkat dari Jember pukul 05.10, tiba di Argopuro pukul 08.11 dan melanjutkan perjalanan ke Ketapang. KA 493A Pandanwangi berangkat dari Jember pukul 14.15, dan tiba di Argopuro pukul 17.08. Selain itu, terdapat pula jadwal kereta dari arah Ketapang, yaitu KA 492A Pandanwangi yang berangkat pada pukul 09.50 dan KA 494A Pandanwangi pada pukul 18.15.

Cukup dengan Rp8.000 Sudah Bisa Merasakan Lewati Dua Terowongan Kereta Bersejarah

Zapata AirScooter: Wahana Terbang Pribadi Hybrid $200.000, Dirancang Tanpa Lisensi Pilot

Di balik perusahaan Zapata berdiri penemu dan juara jet ski Perancis, Franky Zapata. Setelah meraih ketenaran dunia dengan Flyboard Air (papan hover berdaya jet), Zapata kini meluncurkan produk yang lebih fokus pada pasar sipil yang disebut AirScooter.

Meskipun laporan awal mengaitkan harga US$250.000 dengan varian militer Flyboard Air (EZ-Fly), produk terbaru yang bernama AirScooter diperkirakan akan dijual sekitar US$200.000 per unit.

Dirancang oleh Franky Zapata, melalui perusahaannya Zapata Racing (sekarang menjadi Zapata Company), menciptakan kendaraan VTOL (Vertical Take-off and Landing) berkursi tunggal yang mudah dioperasikan (seperti skuter), sangat aman, dan dapat diterbangkan oleh masyarakat umum dengan pelatihan minimal.

Wahana ini didesain agar mudah diakses, mematuhi regulasi penerbangan ringan (seperti FAA Part 103 di AS), sehingga memungkinkan pengguna menerbangkannya tanpa memerlukan lisensi pilot setelah menjalani pelatihan singkat berbasis simulator.

Zapata AirScooter mengusung propulsi hybrid-electric (mesin bensin/jet fuel dan motor listrik). Berkat sistem propulsi hybrid yang efisien, jejak karbon AirScooter diklaim sebanding dengan mobil penumpang biasa.

Endurance terbangnya disebut lebih dari 2 jam, sementara kecepatan maksimalnya 100 km per jam dan kecepatan jelajah sekitar 80 km per jam. Untuk keamana, Zapata AirScooter menggunakan sistem Distributed Electric Propulsion (DEP) dengan banyak baling-baling/rotor, yang memberikan redundansi. Jika satu baling-baling mati, perangkat lain dapat mengambil alih, meningkatkan keselamatan penerbangan.

Zapata AirScooter mengusung kendali fly-by-wire berbantuan Komputer (dioperasikan dengan dua joystick). Kontrol fly-by-wire dirancang agar intuitif, sehingga pelatihan yang dibutuhkan minimal, biasanya hanya melalui kursus virtual reality dan simulator.

Berat kosong skuter udara ini adalah 112 kg, dan kapasitas muatan sekitar 120 kg. Secara teknis skuter ini mampu mencapai ketinggian hingga sekitar 3.000 meter.

Toyota dan Joby Aviation Tuntaskan Uji Terbang Taksi Udara Pertama di Jepang

Indonesia Menjadi Negara Pertama di Dunia yang Terapkan “Seamless Corridor” Biometrik

Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia telah menjadi otoritas pertama di dunia yang memperkenalkan koridor biometrik dalam skala besar dengan teknologi biometrik on-the-move (biometrik saat bergerak).

Inovasi baru dari Amadeus ini menggunakan biometrik berkemampuan AI (Kecerdasan Buatan) untuk memvalidasi identitas penumpang “sambil bergerak” melalui koridor lebar, tanpa perlu berhenti untuk menunjukkan dokumen secara manual kepada petugas perbatasan atau di konter. Teknologi ini mengubah proses imigrasi dari proses yang lambat dan dicirikan oleh antrean menjadi pengalaman yang cepat, lancar, dan tanpa hambatan.

Sebagai bagian dari inisiatif “All Indonesia,” sebuah program transformasi digital besar yang dipimpin pemerintah yang bertujuan merampingkan proses masuk bagi wisatawan internasional. Otoritas imigrasi Indonesia telah menyebarkan dua koridor biometrik di Bandara Jakarta (Soekarno-Hatta), dan satu koridor biometrik ketiga telah dipasang di Bandara Juanda Surabaya.

Proses Imigrasi Makin Cepat, Kini Total Ada 69 Unit Autogate di Bandara Soekarno-Hatta

Koridor ini akan memberikan prioritas pada lansia dan penumpang penyandang disabilitas di fase pertama. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk merangkul teknologi transformatif bagi semua orang.

Dalam jangka panjang, aplikasi di masa depan diharapkan dapat diperluas untuk semua penumpang di seluruh infrastruktur bandara negara.

Wisatawan yang memerlukan bantuan khusus dapat mendaftar untuk menggunakan koridor biometrik baru melalui aplikasi “All Indonesia,” yang menyatukan deklarasi imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina menjadi satu pengalaman digital yang sederhana.

Sebagai verifikasi awal, pelancong dapat membagikan detail paspor mereka dari rumah, memungkinkan layanan imigrasi melakukan pemeriksaan latar belakang lanjutan sebelum pelancong tiba di bandara.

Di imigrasi, pelancong dapat berjalan dengan lancar melalui koridor khusus, yang memindai wajah mereka dan mencocokkannya dengan foto yang tersimpan untuk mengonfirmasi identitas mereka secara akurat saat mereka melintasi perbatasan.

Teknologi ini sebelumnya telah diuji selama musim haji, di mana telah memfasilitasi perjalanan sekitar 220.000 orang antara Indonesia dan Arab Saudi setiap tahun. Selama periode itu, koridor tersebut mampu memproses lebih dari 30 lintasan perbatasan per menit, peningkatan sepuluh kali lipat dalam kapasitas dibandingkan e-Gate biometrik biasa.

Inovasi seamless corridor ini diklaim sebagai peningkatan dari proyek biometrik yang pernah diumumkan oleh Emirates di Bandara Internasional Dubai pada 2018, karena teknologi ini menghilangkan kebutuhan akan e-Gate fisik (penumpang tidak perlu berhenti sama sekali).

Bikin Cemas dan Panik , Ini Beberapa Sebab Pemeriksaan Paspor di Bandara Bisa Berlangsung Lama

Setelah Jepang, Belanda dan Singapura, Airbus Luncurkan Tech Hub di Korea Selatan

Airbus mengumumkan pendirian Airbus Tech Hub di Korea Selatan. Berlokasi di Daejeon, pusat ekosistem riset dan pengembangan (R&D) nasional, pusat baru ini akan menjadi pusat riset dan inovasi kolaboratif, sekaligus memperkuat peran Korea Selatan sebagai mitra teknologi strategis bagi Airbus.

Airbus Tech Hub akan berfokus pada tiga pilar riset utama yang memanfaatkan kekuatan industri Korea Selatan, yakni pengembangan teknologi energi masa depan, komposit ringan tingkat lanjut, serta teknologi pertahanan dan antariksa generasi berikutnya.

Pendirian Airbus Tech Hub di Korea Selatan dilakukan melalui kerja sama erat dengan Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya (Ministry of Trade, Industry and Resources/MOTIR) serta Pemerintah Kota Daejeon.

“Setelah lebih dari lima dekade kemitraan industri yang sukses dengan Korea Selatan, peluncuran Airbus Tech Hub di Daejeon menjadi wujud nyata dari komitmen kami yang semakin kuat. Tech Hub ini memungkinkan Airbus untuk mengakses berbagai teknologi canggih di Korea Selatan, yang akan mempercepat pengembangan teknologi pesawat masa depan sekaligus memperkuat posisi Korea Selatan sebagai mitra jangka panjang yang tepercaya,” ujar Mark Bentall, Head of R&T Programme Airbus.

Untuk mempercepat misi Tech Hub, Airbus menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) dalam upacara peluncuran tersebut:

MoU pertama, dengan MOTIR, membentuk kerangka kerja yang memungkinkan Airbus meluncurkan proyek riset dan inovasi dengan cepat di dalam ekosistem teknologi Daejeon.

MoU kedua, dengan Pemerintah Kota Daejeon, menegaskan komitmen untuk mendukung dan mempercepat inisiatif riset dan inovasi Airbus di wilayah tersebut.

MoU ketiga, dengan Korea International Trade Association (KITA), berfokus pada pemanfaatan platform inovasi terbuka KITA untuk menjaring dan melibatkan mitra baru sesuai dengan area fokus teknologi Airbus.

Di antara proyek yang diumumkan pada peluncuran Airbus Tech Hub di Korea Selatan, Airbus menjalin kemitraan dengan LIG Nex1 untuk mengembangkan teknologi antena chip satelit (space chip antenna) yang digunakan untuk transmisi dan penerimaan sinyal komunikasi. Secara terpisah, Airbus menggandeng EMCoretech untuk mengembangkan teknologi penyaringan aktif (active filtering) yang dibutuhkan pada aplikasi elektrifikasi guna meredam electromagnetic interference (EMI).

Hubungan Airbus dengan Korea Selatan telah terjalin selama lebih dari 50 tahun, dimulai pada tahun 1974 saat Korean Air memesan pesawat berbadan lebar A300B4 edisi pertama. Sejak saat itu, Korea Selatan telah menjadi pelanggan sekaligus mitra utama bagi Airbus berbagai di lini bisnis termasuk pesawat komersial, pertahanan, antariksa, dan helikopter.

Sejarah Panjang Korean Air, Maskapai Nasional yang Awalnya Dimiliki Pemerintah

Kehadiran industri Airbus di Korea juga diperkuat oleh kemitraan jangka panjang dengan pemasok tingkat utama seperti Korea Aerospace Industries (KAI) dan Korean Air Aerospace Division (KAL-ASD).  Mereka memproduksi komponen penting untuk program pesawat sipil Airbus, termasuk struktur sayap, perakitan badan pesawat (fuselage), serta komponen komposit pesawat untuk keluarga A320, A330, dan A350. Selain itu, sejumlah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Korea Selatan juga berkontribusi dalam rantai pasok Airbus. Saat ini, pengadaan Airbus di Korea Selatan telah mendukung sekitar 6.000 tenaga kerja terampil dan memberikan kontribusi sekitar USD 600 juta per tahun bagi perekonomian lokal.

Tech Hub baru ini melengkapi pembukaan Composite Technology Centre (CTC), anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Airbus, di Busan. Kantor CTC yang baru akan bekerja sama dengan Busan Techno Park dalam riset dan pengembangan material komposit dan proses manufaktur yang canggih untuk industri kedirgantaraan.

Korea Selatan menjadi lokasi keempat dalam jaringan global Airbus Tech Hubs, mengikuti Jepang, Belanda, dan Singapura dengan fasilitas serupa. Proyek ini dirancang untuk mendorong kolaborasi antara industri, akademisi, lembaga pemerintah, dan start-up guna mempercepat inovasi dan mendorong batas-batas teknologi kedirgantaraan.

Lagi, Uji Coba Jembatan Simpang Joglo Libatkan Belasan Lokomotif

Jalur kereta api (KA) di Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta tengah melakukan uji coba di kawasan Solo. Jalur KA yang berupa sebuah jembatan ini berada di jalur antara Stasiun Solo Balapan dengan Stasiun Kadipiro atau jalur pintas menuju Semarang.

Nah, jembatan yang digadang-gadang merupakan jembatan sangat ikonik ini karena konstruksi yang dipakai merupakan teknologi paling mutakhir yang kali pertama dipakai di Indonesia. Strukturnya adalah baja pipa. Biasanya dari baja padat dan ini menjadi yang pertama di Indonesia. Penyambungannya juga menggunakan sistem las, berbeda dengan biasanya menggunakan sistem baut.

Mulanya, pembangunan rel layang di Simpang Tujuh Joglo, Solo, merupakan solusi terobosan untuk mengatasi kemacetan di perlintasan sebidang Simpang Joglo. Proyek ini merupakan bagian penting dari upaya pembangunan Jalur Ganda Kereta Api Solo Balapan – Kalioso, serta peningkatan rekayasa lalu lintas di Simpang Joglo, Kota Surakarta.

Nah, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) serta Kementerian Perhubungan tengah melakukan kembali uji coba jembatan tersebut. Sebelumnya uji coba dilakukan pada tahun 2024 lalu. Uji coba kali ini tetap menggunakan lokomotif dari berbagai seri, seperti seri CC 201, CC 203, dan CC 300.

8 unit lokomotif tengah uji coba beban di Jembatan Layang Simpang Joglo.

Lokomotif ini tetap dengan cara digabung masing-masing rangkakan sebanyak 8 unit. Karena total keseluruhan yang uji coba sebanyak 17 unit lokomotif. Jembatan yang memiliki jalur ganda ini melakukan uji beban dengan melangsirkan lokomotif selama berjam-jam dalam kurun 2 hari.

Sebelumnya penyusunan unit lokomotif agar menjadi satu rangkaian tersebut dilakukan di Stasiun Solo Balapan. Setelah tersusun, lokomotif tersebut berjalan menuju Stasiun Kadipiro dengan formasi masing-masing 2 unit lokomotif. Pengiriman dari Stasiun Solo Balapan menuju Stasiun Kadipjro ini memakan waktu lebih dari 2 jam yang dimulai pada pukul 16.00 WIB.

Saat semua unit terkumpul di Stasiun Kadipiro, formasi rangkaian terbentuk kembali sedikitnya 2 rangkakan yang masing-masing terdiri dari 8 unit lokomotif. Akhirnya, Selasa 18 November 2025 pukul 19.0p WIB uji coba beban jembatan pun dilakukan. Meski dibawah guyuran hujan, uji coba tersebut tak urungkan niatnya untuk mengejar target agar terselesaikan.

Tak bisa dipungkiri uji coba beban jembatan ini harus segera dilakukan agar jalur tersebut bisa dioperasikan untuk lintasan kereta api. Karena melewati jembatan ini, setidaknya telah berhasil melakukan antisipasi kemacetan yang sebelumnya sering kali terjadi di wilayah tersebut.

Uji dinamis ini telah dilakukan dengan melewati jalur KA elevated beberapa kali serta uji statis yang dilakukan dengan melakukan pengereman saat melaju hingga berhenti tepat di tengah jalur KA elevated simpang joglo. Dengan pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan KA dan kereta api dapat menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik bagi Indonesia.

Tak Sekadar Sebagai Cagar Budaya, Stasiun-stasiun di Solo Ini Jadi Daya Tarik Wisatawan

Upgrade Besar Emirates: 111 Pesawat Masuk Program Retrofit Lanjutan

Program retrofit Emirates memasuki fase berikutnya, dengan 60 pesawat A380 dan 51 Boeing 777 yang akan menerima inovasi kabin terbaru. Mulai Agustus 2026, maskapai ini akan memperkenalkan sejumlah produk baru dalam pesawat, di samping sistem hiburan dalam pesawat generasi berikutnya yang sepenuhnya imersif dan konektivitas WiFi yang ditingkatkan dengan Starlink pada pesawat-pesawat ini sebagai bagian dari upaya modernisasi armadanya yang ekstensif.

Emirates Engineering, bekerja sama dengan mitra Airbus, Safran, Recaro, Panasonic, Starlink, dan UUDS, akan memperkenalkan desain tempat duduk terkini dan lounge dalam pesawat baru pada 60 pesawat A380, dipasangkan dengan sistem hiburan dalam pesawat Astrova canggih dari Panasonic, guna menghadirkan pengalaman penumpang yang lebih baik dan konsisten pada 111 pesawat berikutnya yang akan diperbarui.

Maskapai ini telah berperan penting dalam mendorong inovasi produk bersama para mitranya, bekerja sama erat dengan produsen dan pemasok pesawat untuk terus meningkatkan kenyamanan penumpang, privasi, dan pengalaman perjalanan secara keseluruhan. Komitmen terhadap keunggulan produk berarti maskapai ini secara berkala berdialog dengan para mitra mengenai inisiatif terbaru dalam furnitur kabin, sistem hiburan dalam pesawat, dan teknologi kabin mutakhir, serta tidak ragu untuk melakukan investasi signifikan demi mencapai tujuan jangka panjangnya.

Kelas Bisnis di A380 dan Boeing 777 akan menerima peningkatan yang canggih dengan kursi generasi terbaru Emirates, terinspirasi oleh kursi kulit mewah S Lounge karya Safran, yang sudah ada di armada A350 maskapai ini. Setiap kursi menciptakan ruang yang lebih privat dengan detail yang cermat untuk meningkatkan pengalaman, mulai dari pengisian daya nirkabel yang terintegrasi di meja koktail samping hingga pencahayaan di kursi yang dapat disesuaikan. Pelanggan akan dapat menikmati hiburan ICE 4K, penyimpanan yang dirancang dengan cermat, fasilitas minibar, dan berbagai pilihan pengisian daya termasuk USB-C dan port nirkabel.

Ekonomi Premium, adalah kelas kabin terbaru Emirates, akan dilengkapi dengan teknologi tempat duduk canggih Recaro dengan sistem sandaran mekanis. Kursi kulit yang luas akan tetap menawarkan kenyamanan maksimal dengan sandaran kaki dan telapak kaki terintegrasi, sandaran kepala yang dapat disesuaikan, dan berbagai fasilitas canggih termasuk pengisian daya di kursi, meja koktail di samping, dan layar hiburan 13,3 inci, yang menciptakan keseimbangan sempurna antara nilai dan kemewahan.

Pelanggan Kelas Ekonomi akan diuntungkan dengan diperkenalkannya kursi Safran Z400 baru yang ringan, dirancang khusus untuk penerbangan jarak jauh, dengan setiap detail dirancang untuk kenyamanan dan kemudahan. Kursi ini mencakup sandaran kepala delapan arah yang dapat disesuaikan untuk penyangga leher dan kepala yang tak tertandingi, serta sentuhan teknologi canggih lainnya.

Emirates telah memilih Panasonic Avionics untuk meningkatkan produk IFE-nya pada A380 dan Boeing 777 dengan platform hiburan dalam pesawat Astrova yang canggih, yang mencerminkan komitmen maskapai untuk menghadirkan pengalaman generasi mendatang.

Pelanggan Emirates akan menikmati kejernihan visual yang memukau pada layar 4K OLED HDR10+ yang menyaingi sistem home cinema premium, dengan warna yang hidup, kontras tak terbatas, dan warna hitam sempurna yang menghidupkan setiap frame. Audio Spasial membenamkan pelanggan dalam suara yang kaya dan multidimensi, baik menggunakan headset premium Emirates maupun perangkat nirkabel mereka sendiri melalui Bluetooth.

Pengisian daya USB-C 67W yang bertenaga di setiap kursi memastikan semua perangkat tetap terisi daya selama perjalanan. Desain modular sistem ini memungkinkan peningkatan independen pada tampilan, penyaluran daya, dan konektivitas seiring perkembangan teknologi.

Platform ini juga mengintegrasikan Arc 3D 4K Moving Map dari Panasonic, menghadirkan pengalaman pelacakan penerbangan yang imersif. Terintegrasi sempurna dengan program Skywards Emirates, mesin rekomendasi cerdas platform ini mempelajari preferensi individu untuk menyarankan konten yang dipersonalisasi selama penerbangan.

Penumpang Emirates Kini Bisa Mandi Shower Selama Penerbangan, Khusus Kelas Satu

Di balik layar, wawasan interaksi real-time memungkinkan Emirates untuk terus menyempurnakan pustaka hiburannya, memastikan pilihan yang tersedia selalu mencerminkan apa yang ingin ditonton, didengar, dan dijelajahi oleh pelanggan.

Emirates semakin meningkatkan pengalaman perjalanan dengan konektivitas Starlink di seluruh armada, yang dipasang bersamaan dengan program pembaruan kabin di pesawat A380 dan Boeing 777. Strategi peluncuran terkoordinasi ini, yang mengintegrasikan instalasi konektivitas ke dalam jadwal pembaruan yang ada, mempercepat penyediaan pengalaman Emirates yang lengkap di seluruh jaringan globalnya.

Program retrofit ini dibangun berdasarkan rekam jejak investasi berkelanjutan Emirates dalam produk dan layanannya. Pertama kali diumumkan pada tahun 2021 dengan 120 pesawat yang dijadwalkan untuk pembaruan penuh, maskapai ini memperluas program retrofitnya menjadi 191 pesawat pada Mei 2024 sebelum ditingkatkan lebih lanjut menjadi 219 pesawat di akhir tahun yang sama, sebuah bukti komitmennya untuk menghadirkan pengalaman luar biasa di seluruh armadanya.

Hingga saat ini, 76 pesawat telah menjalani pembaruan, dengan setiap A380 membutuhkan waktu sekitar 22 hari dan setiap Boeing 777 membutuhkan waktu 18 hari untuk dimodernisasi. Program ini berjalan secara konsisten, dengan dua pesawat baru yang diperbarui setiap bulannya siap meningkatkan pengalaman di rute-rute penerbangan di seluruh dunia.

Garuda Indonesia Sajikan “Nasi Kapau” Sebagai In-Flight Meals di Rute Jakarta – Amsterdam

Polemik Stasiun Cikarang jadi ‘Hotel Darurat’, Masyarakat: Berharap KRL Beroperasi 24 Jam

Masih hangat dikabarkan mengenai polemik tentang para pekerja yang rela menginap di Stasiun Cikarang hingga mendapat perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) yang pertama atau saat menjelang subuh. Ya, ramai di media sosial mengenai para pekerja yang tertinggal perjalanan KRL terakhir kemudian harus rela menginap di Stasiun Cikarang.

Bak “hotel darurat” masyarakat yang pulang bekerja hingga larut malam tak mencukupi waktu untuk menggunakan KRL meskipun jam terakhir sudah selesai beroperasi. Lain halnya pekerja lembur di kawasan Cikarang, ada pula masyarakat yang tetap menginap karena mereka tak mau ketinggalan jadwal KRL pertama untuk bekerja di Jakarta.

Bagi pejuang rupiah, dengan cara seperti mereka rela menginap di stasiun dengan alasan lebih irit ongkos. Sedangkan untuk menggunakan moda transportasi lain, tentu saja harus merogoh kantong lebih dalam. Dalam keterbatasan di malam yang semakin larut, para pekerja ini tidak punya pilihan.

Antusias Masyarakat Pengguna KRL Sangat Tinggi, Perlukah Beroperasi 24 Jam?

Kursi-kursi di ruang tunggu, lantai Stasiun Cikarang yang dingin pada akhirnya jadi persinggahan sementara. Semua dilakukan demi bertahan hidup dan juga dapur bisa tetap ngebul. Fenomena ini bahkan mendapat perhatian dari Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Menhub berjanji akan mempertimbangkan kereta KRL Jabodetabek bisa beroperasi selama 24 jam sebagai solusinya.

Dudy akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terkait kemungkinan layanan KRL 24 jam tersebut. Ia menjelaskan koordinasi dengan KAI juga untuk mempertimbangkan biaya operasional perusahaan seandainya layanan KRL berlangsung 24 jam.

Penumpang duduk dan beristitahat di tangga Stasiun Cikarang. (Foto: Dok. Tempo)

Menurut para penumpang, ruang tunggu stasiun tidak boleh digunakan setelah jam operasional berakhir. Para petugas meminta penumpang keluar, membuat mereka harus bertahan di area terbuka hingga pukul 4 pagi.

Banyak yang menilai kondisi ini tidak ideal, terlebih bagi pekerja yang berpenghasilan pas-pasan dan harus pulang tengah malam karena sistem shift. Para pekerja yang rutin bermalam di stasiun punya harapan adanya akses untuk mereka beristirahat.

Seiring berjalannya waktu, jumlah penumpang Stasiun Cikarang juga turut meningkat. Dari total 5,07 juta penumpang pada tahun kemarin naik menjadi 5,25 juta penumpang di 2025. Namun kenaikan jumlah penumpang ini ternyata tidak diiringi dengan penambahan rangkaian kereta serta jumlah keberangkatan.

Resmi Ditutup! Mulai 28 November 2025 Pintu Selatan Stasiun Bekasi Sementara Tak Bisa Diakses Masyarakat