inDriver, Aplikasi Ride-Hailing yang Bisa Tentukan Sendiri Besaran Tarif Penumpang

0
Ilustrasi Ride-Sharing Berbasis Mobil. Sumber: istimewa

Kendati keberadaannya mulai tergusur oleh moda transportasi berbasis aplikasi belakangan ini, namun eksistensi dari taksi tidak pernah pudar begitu saja. Ya, moda transportasi berbasis argo ini memang masih diminati oleh sebagian kalangan – sebut saja bagi para penumpang yang baru landing di bandara, tidak sedikit dari mereka yang memilih taksi sebagai moda last mile. Jika selama ini tarif taksi dilandaskan pada argo, bagaimana jadinya jika Anda yang menentukan sendiri tarif tersebut?

Baca Juga: Sering Tertukar, Ini Dia Perbedaan Antara Ride-Sharing dan Ride-Hailing

Adalah inDriver, sebuah layanan ride-hailing internasional yang memiliki 14 juta pengguna aktif yang tersebar di 160 kota-kota besar di seluruh dunia. Layanan ini sendiri diketahui baru masuk ke Benua Hitam dengan Arusha, Tanzania menjadi target pasar perdana dari inDriver. Sebagai informasi tambahan, inDriver Real Time Deals (RTD) memungkinkan para penumpangnya untuk menentukan besaran tarif yang akan mereka bayar.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman businessdailyafrica.com (26/11/2018), layaknya aplikasi ride-hailing yang lain, sistem akan mengirimkan notifikasi kepada driver apabila ada penumpang yang melakukan order. Bedanya, driver di inDriver mampu menegosiasi tawaran penumpang yang telah diajukan sebelumnya.

Pun dari segi penumpang, dimana mereka akan mendapatkan beberapa penawaran sebelum memesan armadanya. Adapun penawaran tersebut berkorelasi dengan jumlah tarif yang dikenakan, keandalan pengemudi (rating pengemudi), perkiraan waktu penjemputan, hingga jenis kendaraan yang akan digunakan.

InDriver dinilai sebagai platform yang terjangkau, aman, dan fleksibel bagi penumpang. Selain itu, kompensasi yang adil antara perusahaan dan driver hingga transparansi yang diberlakukan oleh perusahaan berimplikasi pada pertumbuhan dan adaptasi global yang sangat pesat.

Kembali ke tahun 2013, dimana inDriver ‘lahir’ di Yakutsk, Siberia. Ditemukan oleh Arsen Tomsky, model bisnis dari inDriver ini sendiri terbukti menguntungkan dan sekarang sudah digunakan oleh lebih dari 14 juta pengguna di 160 kota di 10 negara – Meksiko, Kolombia, Peru, Chili, Guatemala, El Salvador, Rusia, Kazakhstan, Uzbekistan dan sekarang Tanzania.

Baca Juga: Seberapa Perlu Layanan Ride-Sharing Merata di Berbagai Daerah?

Tidak membutuhkan waktu lama bagi inDriver untuk mencuri perhatian dan hati para penumpang – Februari 2017, mereka berhasil mencapai perjalanan ke 100 juta. Setahun berselang, tepatnya pada November 2018 kemarin, aplikasi inDriver sudah diunduh lebih 10 juta kali di Google Play.

Leave a Reply