Saturday, January 24, 2026
HomeAnalisa AngkutanIni Alasan Jalur KA Cianjur – Bandung tak Kunjung di Reaktivasi, Ternyata...

Ini Alasan Jalur KA Cianjur – Bandung tak Kunjung di Reaktivasi, Ternyata Begini Solusinya

Jalur kereta api (KA) lintas Cianjur – Bandung kembali jadi sorotan. Saat ini perjalanan KA lintas tersebut terhambat hingga batas Stasiun Cipatat yang berada di kawasan Bandung Barat. Ya,Siliwangi yang merupakan rangkaian kereta api dengan rute Sukabumi – Cianjur – Cipatat pp. Ini melayani penumpang setiap harinya.

Masyarakat di kawasan Sukabumi maupun Cianjur sebenarnya sudah terbantu dengan kehadiran kereta api yang murah meriah tersebut. Namun, masih sangat disayangkan jalur yang dilewati KA Siliwangi ini hanya bisa sampai dengan Stasiun Cipatat. Padahal masyarakat sangat berharap jalur tersebut bisa sampai dengan Stasiun Padalarang menuju pusat Kota Bandung.

Diketahui sebetulnya jalur kereta api dari Stasiun Cipatat hingga Stasiun Padalarang sudah ada sejak era Kolonial Belanda. Bahkan diantara stasiun tersebut masih terdapat satu stasiun yang dahulu menjadi alternatif warga Bandung Barat yang ingin ke Cianjur maupun sebaliknya. Stasiun tersebut adalah Tagogapu berada sangat strategis dekat dengan jalan raya Bandung – Purwakarta.

Ternyata, upaya mengaktifkan kembali jalur kereta api Bandung – Cianjur tersebut terkendala karena kondisi geografis. Pemerintah sebetulnya sudah memutuskan untuk meninggalkan jalur lama Cipatat – Padalarang karena kontur tanah yang sangat terjal dan memiliki risiko bencana yang tinggi.

Sebagai alternatif, lintasan kereta dari Cipatat ke Padalarang akan dialihkan ke jalur Padalarang-Purwakarta melalui Stasiun Sasaksaat. Opsi ini dipilih karena dinilai jauh lebih aman dibandingkan trase lama yang melintasi Stasiun Tagogapu. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bahkan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi lahan yang direncanakan menjadi jalur rel baru di Kecamatan Cipatat.

Diketahui Kemenhub telah melelang proyek Detail Engineering Design (DED) Jalur dan Jembatan Kereta Api Lintas Cipatat–Padalarang dengan pagu anggaran sekitar Rp 3,8 miliar. Berdasarkan dokumen lelang, trase baru ini akan dilengkapi satu terowongan sepanjang 300 meter serta dua jembatan yang masing-masing memiliki panjang 50 meter.

Rel dari Cipatat menuju Padalarang nantinya akan dibelokkan ke arah utara hingga bertemu lintas Padalarang-Karawang, tepatnya di Stasiun Sasaksaat, Desa Sumurbandung. Dengan skema ini, perjalanan kereta dari Cianjur tidak lagi melewati Stasiun Tagogapu.

Dinas Perhubungan (Dishub) Bandung Barat pun mendukung penuh rencana pembangunan trase baru tersebut. Selain meningkatkan frekuensi perjalanan kereta di kawasan Cipatat dan Padalarang, reaktivasi ini juga masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN).

Pihaknya kini mulai fokus menyiapkan aspek keselamatan perjalanan, terutama penanganan perlintasan sebidang yang diprediksi akan mengalami peningkatan volume kendaraan. Targetnya dimulai pada tahun 2027 mendatang proyek sudah mulai dibangun. Selain itu, Dishub juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait serta tiga camat di wilayah Padalarang, Ngamprah, dan Cikalongwetan untuk membahas teknis pelaksanaan di lapangan.

Menikmati Perjalanan Kereta Api Tertua di Jawa Barat, Cuma Goceng

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru