Inilah Bréguet 763 Deux-Ponts, Airbus A380 Propeller dari Era 40-an

0
Bréguet 763 Deux-Ponts Air France, pesawat yang kerap disebut sebagai Airbus A380 propeller. Foto: Ralf Manteufel via Wikimedia Commons

Airbus A380 memang tak ada duanya. Pesawat itu sampai saat ini masih menyandang status sebagai pesawat komersial terbesar di dunia dengan kapasitas 850 penumpang (satu konfigurasi). Sebelum sampai ke tangan A380, status tersebut pernah berada di tangan produsen pesawat asal Perancis lainnya, Bréguet Aviaition, melalui varian Bréguet 763 Deux-Ponts, sekalipun perlu penelitian lebih dalam soal ini.

Baca juga: Airbus Umumkan Produksi A380Ultra, Pesawat Mewah Tiga Lantai

Proyek pengembangan Bréguet 763 Deux-Ponts pertama kali dimulai sebelum era Perang Dunia II berakhir, sekitar bulan September 1945. Setelah melalui beberapa waktu, prototipe pesawat jarak menengah itu akhirnya berhasil terbang perdana pada 15 Februari 1949. Pesawat dengan triple vertical stabilizer (cantilever wing) ini didukung oleh empat mesin radial SNECMA 14R-24 1.580 tenaga kuda (hp).

Selain varian mesin itu, Bréguet Aviaition juga menyediakan tiga prototipe lainnya dengan dukungan mesin radial Pratt & Whitney R-2800-B31 2.020 hp. Uji coba ketiga pesawat tersebut berjalan mulus pada tahun 1951 dan 1952.

Tak lama setelah itu, produsen pesawat yang didirikan oleh pelopor penerbangan Louis Charles Breguet pada tahun 1911 ini mendapat dukungan kuat dari Pemerintah Perancis, melalui pembelian 12 unit Bréguet 763 Deux-Ponts.

Dilansir Simple Flying, dari jumlah tersebut, enam di antaranya dioperasikan oleh Air France dan enam lainnya digunakan pemerintah.

Bréguet 763 Deux-Ponts digadang merupakan titisan dari Airbus A380. Memang, dari kemampuan, keduanya berbeda, satu menggunakan mesin jet dan satu lainnya propeller. Dari segi kapasitas penumpang, Bréguet 763 juga tertinggal jauh dibanding pesawat superjumbo itu. Namun, secara hakikat, keduanya sama-sama menjadi yang terbesar di zamannya.

Dengan panjang 29 meter dan tinggi 10 meter, Bréguet 763 Deux-Ponts mampu menampung sebanyak 107 penumpang ditambah tiga orang kru. Bila dirinci, sekitar 59 diplot di dek atas dan sisanya, 48 penumpang berada di dek bawah. Sebetulnya, pesawat bisa saja memuat sekitar 135 penumpang jika konfigurasi kursinya di desain seperti sekarang.

Baca juga: Percaya atau Tidak, Rusia Pernah Membuat Helikopter Berkapasitas 196 Penumpang

Jumlah tersebut terbilang cukup besar untuk ukuran kala itu, dimana rata-rata pesawat yang beredar hanya mampu menampung puluhan hingga 100an penumpang; seperti pesawat dengan kabin bertekanan pertama di dunia, Boeing 377 Stratocruiser yang mampu memuat 100 penumpang dan de Havilland Comet dengan kapasitas 36-44 penumpang.

Di masa eksistensinya, Bréguet 763 Deux-Ponts diproduksi sebanyak 20 unit. Penggunaan terpopuler tentu oleh Air France. Bersama maskapai nasional Perancis itu, Bréguet 763 menjadi andalan menggarap rute-rute antar benua perusahaan, salah satunya rute Perancis-Aljazair. Selain itu, Air France juga mengerahkan pesawat ini di rute-rute gemuk Eropa, seperti London-Paris serta rute-rute potensial lainnya di tataran domestik.

Leave a Reply