Intip Kemewahan Konsep Kabin VIP Airbus A220, Crazy Rich Wajib Coba!

0
Kemewahan konsep kabin VIP Airbus A220. Foto: Flight Global

Belum lama ini konsep kabin VIP Airbus A220-300 telah dilaunching oleh Camber Aviation Management dan Kestrel Aviation Management. Hal itu dilakukan dalam upaya untuk menawarkan pesawat regional sebagai alternatif favorit dari pesawat dengan kabin besar monoton (tradisional), jet bisnis jarak jauh, atau bahkan kabin VIP pesawat narrowbody kenamaan sekalipun.

Baca juga: Tak Puas dengan Layanan Singapore Airlines, Desain Interior Pesawat Bebas Covid-19 Ini Pun Lahir

Dengan menggandeng perusahaan desain asal Perancis, Pierrejean Vision dan perusahaan rekayasa engineering, F/List dan Flying Colours, dua perusahaan layanan penerbangan bisnis di Amerika Utara itu berhasil menciptakan perubahan besar (interior) pada pesawat yang sebelumnya dikenal sebagai Bombardier Cseries tersebut.

“Sangat berbeda dari apa yang saat ini terlihat di pesawat-pesawat dengan kabin besar lainnya. Pesawat kami ini memiliki kabin yang inovatif, nyaman, dan dirancang dengan mendetail, baik dari segi sistem, fitur, hingga penggunaan komponen canggih,” kata juru bicara perusahaan, sebagaimana dilansir Flight Global.

“Kabin dirancang untuk memungkinkan setiap pengguna memilih konfigurasi yang berbeda di beberapa zona fleksibel. Lounge, misalnya, dapat diubah menjadi ruang makan dengan desain meja convertible yang unik, kabin depan yang nyaman untuk bersantai, ruang hiburan dengan layar 75in dan Dolby sound, ruang kerja pribadi yang luas, serta kamar tidur anak-anak,” tambahnya.

Secara spesifik, kabin yang didesain nyaris 2 tahun tersebut terdiri dari kabin modular tujuh zona, dengan rincian tiga zona, yakni area depan, tengah, dan belakang serta empat variabel. Maksudnya, dari tiga zona itu, nantinya bisa dikembangkan menjadi empat variabel berbeda, seperti dapur, kamar kecil dan lemari, serta kamar utama dengan kamar mandi dan shower uap.

Desain modular atau modularitas dalam desain sendiri adalah teori dan praktik desain yang membagi sistem menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang disebut modul, yang dapat dibuat, dimodifikasi, diganti atau ditukar secara independen di antara sistem yang berbeda.

Konsep modular ini sengaja dikembangkan untuk menyederhanakan desain kabin, mempercepat proses pengerjaan, dan menekan biaya produksi serta “biaya tidak terduga” di sejumlah pesawat. “Bersama-sama, tujuan desain ini secara signifikan mengurangi biaya produksi dan penting untuk mencapai titik harga yang tepat di pasar sambil menyediakan keinginan pelanggan atas pesawat dengan lebih cepat dan berkualitas tinggi,” ujar juru bicara perusahaan.

Selain lebih elegan dengan sentuhan desain modular, konsep interior A220 ini juga dilengkapi berbagai fitur normatif yang biasa ditemukan di kabin VIP serta permainan cahaya yang berbeda-beda di setiap zona. Tak hanya itu, penumpang juga dapat menggunakan tablet untuk mengontrol tingkat pencahayaan, hiburan dan nuansa jendela, serta untuk memanggil pramugari.

Baca juga: Boeing Setujui ‘Banding’ yang Diajukan Embraer Terkait Akuisisi

Fitur-fitur lainnya yang juga ditawarkan perusahaan pada A220 ini adalah global data dan suara Ku band atau Ka band berbasis satelit, hiburan baik berupa audio maupun video sesuai permintaan, streaming nirkabel ke monitor dan perangkat pribadi, bioskop on-board opsional, dapur mini lengkap dengan oven, pembuat espresso dan anggur chiller, serta kamar tidur utama dengan tempat tidur queen-size, kamar kecil dengan toilet, dan steam shower.

Dari segi efisiensi, biaya operasional ACJ220 juga diklaim lebih murah dibanding pesawat lainnya seperti ACJ319neos dan Boeing BBJ Max 7s, sekalipun dari segi kapasitas dan dimensi keduanya nyaris sama. Meski demikian, Airbus belum secara resmi meluncurkan salah satu andalan terbarunya itu. Sebab, hingga kini, proses akuisisi Bombardier oleh Airbus –untuk menandingi Boeing yang tadinya juga berencana mengakuisisi Embraer sekalipun pada akhirnya batal terlaksana- masih terus berjalan.

Leave a Reply