Italia (1) : Menjajal Transportasi di Venesia, Tak Beda Jauh dengan TransJakarta

Italia, salah satu negara di Eropa yang memiliki banyak kota-kota sejarah salah satunya adalah Venesia. Kota yang disebut kota air ini memiliki keindahan yang bisa dikatakan klasik.
Sungai atau kanal yang mengitari kota ini membuatnya menjadi lebih menarik dibandingkan negara Eropa lainnya, apalagi ada Gondola yang menjadi transportasi pendukung, dan kini menjelma sebagai ikon wisata Venesia.

Baca juga: Jadi Lambang Cinta Abadi, Gondola Tak Pernah Berganti Warna

Dengan Gondola, Venesia dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda, melihat rumah-rumah dengan pintu di depan anak sungai, jembatan kecil yang menghubungkan satu rumah dengan rumah yang lainnya, sesuatu yang eksotis untuk dikunjungi, telebih amat pas bagi pasangan yang ingin menikmati Bulan Madu. Bila Anda ke Italia, khususnya Venesia ada baiknya memilih musim semi. Karena udara yang sejuk tidak terlalu dingin di bandingkan saat musim dingin. Selain itu tempat-tempat wisata di Italia banyak yang tutup saat musim dingin.

Akhir Maret 2017 lalu, kami pergi bertiga mengunjungi Italia selama empat hari untuk berwisata. Kami berangkat dari Jakarta menuju ke Amsterdam, Belanda naik pesawat Boeing 777 Garuda Indonesia dengan perjalanan sekita 14 jam, dan dilanjutkan menginap dua malam di Amsterdam sebelum akhirnya kami tiba di Italia. Pada hari yang ditentukan kami menuju ke Italia menggunakan maskapai Transavia dan tiba di bandara Marco Polo, Venesia. Karena merupakan rute pendek, yang digunakan adalah jenis pesawat berbedan sedang, mungkin sekekas Boeing 737 Series atau Airbus A320.

Pesawat yang digunakan Transavia tidak memberikan layanan penuh alias low coast carrier (LCC), karena kami mendapat tiket murah sekitar Rp600 ribu sekali jalan dari Amsterdam menuju Venesia waktu tempuh dari Amsterdam menuju Venesia, Italia sekitar 2 jam 45 menit. Pemandangan di dari dalam pesawat yang terlihat adalah pegunungan Alpen dan kota-kota Italia.

Kami mendarat pukul 09.30 waktu Italia dan langsung menuju terminal kedatangan untuk mengambil bagasi. Sajian yang terlihat saat pengambilan bagasi adalah loket-loket tiket untuk bus, kapal bus dan kereta. Saat itu, bandara masih terlihat sepi karena kami sampai masih pagi, selain itu bandaranya pun lebih kecil dibandingkan yang ada di ibu kota.
Dari pilihan tiga moda transportasi yang disuguhkan, kami memilih menggunakan bus. Untuk tiketnya sendiri seharga 8 Euro sekali perjalanan. Harga tiket ini tergantung jarak, waktu tempuh dan jalur yang digunakan.

Sebenarnya pemilihan bus ini, bukan karena interior di dalamnya, sebab model bus yang kami gunakan tidak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Kami menggunakan bus untuk menikmati perjalanan dan melihat kota tua dengan bangunannya. Padahal bila dilihat kota Venesia terbagi dua bagian besar yakni daratan dan perairan yang menjadi bagian wisata.

Dan tempat kami menginap sebenarnya di dekat dengan kota wisata tersebut. Dengan jarak tempuh sekitar 20-30 menit hingga sampai di terminal, kami bisa menikmati keindahan Venesia secara lebih lagi. Ini juga yang menjadi alasan kami tidak memilih kapal bus, walaupun harga tiket yang ditawarkan sama dengan bus biasa yakni 7-8 Euro. Sesampai di Terminal, untuk menuju ke penginapan, kami harus berjalan kaki sekitar 15 menit dan sempat berhenti di depan stasiun kereta Santa Lucia untuk menikmati keindahan bangunan Santa Lucia sendiri.

Kapal bus di Venesia.

Oh iya, bentuk tiket naik bus berupa kertas karcis seperti kita naik TransJakarta sebelum menggunakan kartu seperti saat ini. Sesampai di penginapan kami menyimpan barang-barang, karena masih pagi, kami kemudian berkeliling kota Venesia. Pemandangan yang diberikan kota air ini adalah kanalnya, apalagi Gondola yang menjadi daya tarik sendiri serta jembatan-jembatan klasiknya. Untuk menemukan tempat makan di kota ini tidaklah susah karena di setiap sisi jalan terlihat restoran-restoran.

Rialto Bridge

Tak hanya itu, jembatan terkenal seperti Rialto Bridge juga tempat yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu tempat yang tak boleh terlewatkan adalah gereja Katedral St. Marco, untuk mencapai ke sini, kami berjalan kaki sembari menikmati keindahan kota Venesia. Tetapi Anda juga bisa menggunakan kapal bus untuk sampai ke sini.

Setelah cukup berkeliling di kota Venesia, kami kembali kepenginapan dan tujuan selanjutnya adalah kota Florence yakni kota tua lainnya yang ada di Italia. Penasaran dengan perburuan kota tua Italia lainnya? Tunggu artikel selanjutnya di KabarPenumpang.com. (Dessyta Octavera Santi – karyawati swasta di Jakarta)

Baca juga: Italia (2) – Berburu Wisata di Florence dalam Satu Hari

Leave a Reply