Jangan Sepelekan Filter Kabin di Kendaraan Anda, Salah-Salah Bisa Berakibat Fatal

0
sumber: hathanhauto.com

Jangan kira dengan mengendarai mobil mampu membuat Anda terhindar dari ancaman polusi udara yang dewasa ini sudah semakin meradang. Polusi yang bisa saja merangsek masuk melalui celah-celah yang ada di mobil dapat membahayakan kesehatan para pengguna mobil. Dari mulai iritasi yang ringan hingga gangguan kesehatan lainnya merupakan dampak yang mungkin saja terjadi apabila polusi masuk melalui celah tersebut.

Baca Juga: NEVS Rilis Mobil dengan Pengubah Interior Melalui Kedipan Mata

Menurut data yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman bosch-presse.de, sekitar 12 juta orang di Jerman mengeluhkan alergi akibat polusi tersebut, dan diperkirakan jumlah tersebut akan terus meningkat mengingat jumlah kendaraan bermotor yang kian hari semakin menjamur. Dalam skala, satu dari enam orang mengidap gatal-gatal, bersin-bersin, hingga demam dan kejadian tersebut semakin parah manakala musim semi tiba. Jika ditinjau lebih jauh, pengemudi yang mengalami bersin-bersin beresiko mengalami kecelakaan lebih tinggi, karena mata mereka otomatis akan tertutup sementara jika sedang bersin, walaupun hanya sepersekian detik.

Itulah yang menyebabkan para pengidap alergi seperti ini harus selalu menjaga kaca kendaraan mereka tetap tertutup rapat. Namun seperti yang sudah disebutkan di atas, polusi yang berukuran mikro ini bisa saja masuk dari celah terkecil sekalipun, seperti melalui ventilasi atau sistem pendingin udara. Kebanyakan mobil dewasa ini sudah dilengkapi dengan saringan kabin. Awalnya, saringan ini dianggap sebagai cara ampuh untuk menangkal benda-benda berukuran mikro seperti debu masuk ke dalam kendaraan. Namun saringan ini juga memiliki umunya sendiri, dimana efek filter kabin akan perlahan berkurang sejalan dengan kapasitas saringan yang mulai habis pula.

“Keberadaan filter kabin di suatu kendaraan memiliki umur dan resistansinya masing-masing. Biasanya mereka harus diganti setiap setahun sekali,” ujar salah seorang konselor dari German Allergy and Asthma Association seraya merekomendasikan pilihannya. “Tidak berhenti sampai di situ saja, para teknisi di bengkel spesialis pun harus membersihkan juga ruang di sekitaran filter, salurannya, dan juga evaporator secara bersamaan,” tambahnya.

Baca Juga: Ternyata! Jakarta Dijadikan Panutan Dalam Program Pengurangan Polusi di Sydney

Sementara itu, seorang ahli filter dari Bosch pun mengatakan hal yang serupa, dimana untuk mencapai hasil yang maksimal, filter kabin baiknya diganti setiap awal musim semi, karena pada masa itulah zat-zat berukuran mikro tengah memasuki masa kritis. Jadi, jangan pernah meremehkan kendaraan Anda, bahkan untuk bagian terkecil sekali pun. Karena semua komponen disetiap kendaraan memiliki fungsinya masing-masing dan tidak boleh luput dari perhatian.

Leave a Reply