Jembatan 55 Km Zhuhai – Macau Selesai, Tapi Kapan Dibuka?

(South China Morning Post)

Mega Bridge yang menghubungkan Zhuhai dan Macau bentuknya sudah terlihat jelas dan pada malam tahun baru dikatakan lampu akan menyala sepanjang jembatan ini. Bahkan beberapa telah menyebut jembatan terpanjang di dunia ini akan diresmikan pada kuartal keempat tahun 2017. Namun sedikit bergeser dari jadwal, pihak operator jembatan mengatakan masih melakukan tes untuk menjalankan dan pengaturan pemeriksaan kepabean serta keamanan sebelum digunakan.

Baca juga: Glenfinnan Viaduct! Jembatan Harry Potter Yang Pernah Selamatkan Keluarga Kecil

Dari penglihatan bentuk dan struktur bangunan jembatan sudah jelas seperti sudah bisa digunakan. KabarPenumpang.com melansir dari laman ejinsight.com (2/1/2018), jembatan Mega ini sendiri memiliki panjang total 55 km dan menjadi jembatan terpanjang serta paling sulit pembuatannya secara teknis Cina. Antara Zhuhai dan Makau saat ini dapat dilalui lewat jalan darat, hanya saja dibutuhkan waktu antara 3-4 jam perjalanan, itu pun ditambah dengan waktu untuk melintasi gerbang perbatasan. Adanya akses lewat jembatan, dipercaya akan memangkan perjalanan antara Zhuhai ke Makau dan sebaliknya dikisaran waktu 30 menitan.

Jembatan ini menghabiskan dana yang cukup mahal yakni diperkirakan lebih dari US$17 miliar. Pada awalnya diadakan konferensi pers tanggal 21 Desember 2017 oleh Guangdong Development and Reform Commission (GDRC), para pejabat mengatakan arus lalu lintas tahunan yang akan melewati jembatan ini 21 juta kendaraan per perjalanan dengan pendapatan tahunan sebesar 2,2 miliar Yuan selama 30 tahun pertama.

Menurut mereka, proyeksi resmi kendaraan perhari adalah 65 ribu yang akan menggunakan jembatan tersebut. GDRC sendiri memberikan dua opsi untuk harga bagi pengguna jembatan yakni kendaraan pribadi dan taksi membayar 150RMB, truk barang 115RMB dan truk biasa 60RMB.

Nantinya pengguna jembatan ini diprediksi dari golongan mobil pribadi, antara 3 ribu sampai 10 ribu mobil hingga 25 Agustus mendatang. Saat ini diketahui ada 28 ribu kendaraan di Hong Kong dan 3 ribu di Guangdong yang memiliki lisensi lintas batas. Ini menjadi kabar buruk bagi pengemudi taksi dan kendaraan pribadi di Zhuhai dan kota lain di Sungai Pearl Barat. “Kami telah menyaksikannya dibangun. Tapi kita tidak akan bisa menggunakannya. Kami tidak diberitahu apa-apa. Ini tidak relevan bagi kita,” kata Yang Li-ming seorangpengemudi taksi.

Sebagian besar lalu lintas penumpang akan berada di bus wisata besar yang akan menjelajah antara dua pulau buatan manusia raksasa, satu di luar bandara Hong Kong dan lainnya di Makau, di mana orang-orang akan turun dan menjalani formalitas kepabeanan dan imigrasi. Pihak berwajib cenderung memberi izin kepada sekitar selusin perusahaan tur untuk mengoperasikan rute tersebut.

Jalur untuk Makau dibuka pada 18 Desember yang area built-up 658.000 meter persegi dan tempat parkir untuk 3.105 mobil pribadi dan 2.054 sepeda motor listrik. Pulau Hong Kong memiliki tempat parkir untuk 650 kendaraan.

Fang Zhou, kepala kantor penelitian di One Country Two Systems Research Institute Hong Kong, mengatakan bahwa penundaan pembangunan jembatan telah memberi kota pada waktu PRD untuk mengembangkan kapasitas pelabuhan mereka, yang menghasilkan situasi di mana banyak eksportir di delta tidak lagi perlu menggunakan Hong Kong.

“Jembatan PRD lainnya akan menawarkan tarif yang lebih rendah daripada jembatan baru, sementara tongkang kargo yang ada ke Hong Kong bahkan lebih murah. Dari segi waktu dan kenyamanan, jembatannya tidak begitu kompetitif,” katanya. Bagi penduduk Hong Kong yang tinggal di Kowloon atau New Territories, naik feri ke Makau 60 menit atau Zhuhai 70 menit, mungkin lebih cepat daripada bepergian dengan menggunakan jembatan. Mereka bisa naik feri ke Terminal Feri China atau Terminal Feri HK atau Makau dan tiba di jantung kota dan imigrasi ada di setiap akhir serta tidak ada kemacetan di Sungai Mutiara.

Argumen ekonomi terkuat untuk jembatan tersebut adalah lalu lintas ke Bandara Internasional Hong Kong (HKIA). Pada 2016, pihaknya menangani 4.52 juta ton kargo udara, membuatnya menjadi yang pertama di dunia dalam kargo untuk tahun ketujuh berturut-turut. Dari kargo ini, barang bernilai tinggi yang harus dikirim dengan cepat menyumbang kurang dari 10 persen volume tapi 40 persen menurut nilainya. Item utamanya adalah makanan segar, bunga, fashion, barang elektronik dan obat-obatan.

Baca juga: Circular Pedestrian Bridge Jadi Titik Integrasi Penumpang Lintas Moda

Jembatan tersebut akan memungkinkan produsen di sebelah barat Sungai Pearl memindahkan barang mereka ke HKIA lebih cepat. Ini akan memiliki manfaat ekonomi yang pasti.