Kisah Pilu Pramugari Emirates Gegara Corona, Jualan Sabun Demi Sambung Hidup

0
Rochelle Sañano-Cabardo, eks pramugari Emirates banting setir jualan sabun di Kota Cabuyao demi bertahan hidup. Foto: Aerotime Aero

Begitu banyak cerita pilu yang dialami pilot dan pramugari-pramugara akibat pandemi Covid-19. Sebab, sepinya penerbangan membuat mereka di-PHK dan terus terkatung-katung selama setahun lebih. Padahal, hidup tetap harus berjalan dan tak bisa menunggu kondisi membaik untuk kembali bekerja sebagai kru pesawat.

Baca juga: Sederet Bintang K-Pop Ini ‘Banting Setir’ jadi Pramugari dan Pramugara

Selagi masih aktif terbang sebagai kru pesawat, tentu tak ada yang menyangka kondisinya jauh berbalik seperti sekarang ini. Salah satunya Rochelle Sañano-Cabardo. Pramugari Emirates asal Filipina itu selama 12 tahun lamanya amat menikmati hari-harinya sebagai kru kabin tanpa pernah sekalipun berpikir kehilangan pekerjaan dengan cara yang sangat miris.

Rochelle, sebagaimana pramugari Emirates lainnya atau mungkin maskapai lainnya, menjadi salah satu yang terkena PHK massal.

Dilansir Aerotime Aero, sejak Juli 2020, Rochelle resmi menganggur dan terpaksa kembali ke negara asal. Setelah itu, pramugari 38 tahun ini masih tidak percaya terhadap apa yang ia terima. Ia takut keluarga dan anak-anaknya tak bisa makan. Selama sebulan lamanya, ia sampai tak bisa berbuat apa-apa. Ia tak bisa berpikir jernih untuk melanjutkan hidup dan sangat depresi.

Di bulan berikutnya, ia mulai berkomunikasi dengan ibunya dan disarankan agar mengikuti kursus atau magang. Apapun itu. Sampai akhirnya ia banting setir dan mendapat inspirasi untuk berjualan sabun, mulai dari sabun mandi, sabun cuci, sabun cuci tangan, sabun cuci piring, dan lainnya.

Kendati demikian, eks pramugari Emirates yang dahulu bekerja di Boeing 777, Airbus A340, Airbus A330 serta Airbus A380 itu tentu saja kesulitan menjual barang dagangannya.

Berbekal pengalamannya dalam menangani pelanggan selama 12 tahun menjadi pramugari Emirates, ia pun memutar otak dan mulai menciptakan brand sendiri. Pelan tapi pasti, bisnis yang dijalaninya sejak Agustus 2020 itu mulai membuahkan hasil.

Saat ini, pramugari yang sudah bergabung dengan Emirates sejak umur 25 tahun itu, setiap harinya mengirim sekitar 30 liter sabun per hari per pelanggan. Terbayang bukan berapa omzetnya?

Selain menjual sabun, Rochelle juga sebisa mungkin turut berkontribusi dalam upaya mengurangi limbah plastik dan lebih ramah lingkungan. Karenanya, ia meminta kepada para pelanggannya agar kemasan sabun yang sudah dibeli agar dibawa kembali ketika melakukan pembelian sabun.

Baca juga: Viral! Mantan Pilot Kerja Serabutan Jadi Tukang Antar Paket dan Kuli Bangunan Usai Dipecat

Kendati sudah sukses berkarir sebagai pengusaha sabun, bekas pramugari Emirates ini tetap berharap suatu hari nanti ia tetap bisa kembali ke langit. Menurutnya, profesi pramugari bukan hanya soal mendapatkan uang melainkan sudah menjadi passion dan gaya hidupnya.

“Jika saya diberi kesempatan, saya ingin terbang lagi karena, bagi saya, itu bukan hanya pekerjaan, itu adalah hasrat saya. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok, jadi Anda harus menikmati apa yang Anda miliki saat ini. Syukuri apa yang kamu miliki saat ini dan tetap tabah,” pungkasnya.