Kisah Stasiun Batutulis, Pernah Mati Suri dan Terlupakan

Stasiun Batutulis jaman dulu (Sejarah Bogor)

Stasiun Batutulis pada Desember 2018 diwartakan terkena dampak dari angin puting beliung. Listrik padam, atap bangunan rusak serta genteng stasiun berjatuhan, untungnya semua itu tidak sampai mengganggu lalu lintas kereta api. Sedikit punya cerita, sesuai namanya Stasiun Batutulis berlokasi tak jauh dari Istana Batutulis yang berada di Bogor Selatan, dan stasiun ini melayani perjalanan kereta api Pangrango relasi Bogor – Sukabumi.

Baca juga: Punya Nama Unik, Stasiun “Belatung” Berada Diantara Lampung dan Palembang

Menjadi stasiun kelas III, Stasiun Batutulis berada di ketinggian +299 mdpl dan masuk dalam Daerah Operasional (Daop) I Jakarta. Stasiun Batutulis sendiri berada di Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, keberadaan stasiun ini sudah ada sejak masa pejajahan Belanda, tepatnya dibangun pada tahun 1920.

Pembangunannya juga dimulai tidak lama setelah diresmikannya jalur kereta api Bogor – Jakarta tahun 1881 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschcappij (NIS). Karena dianggap menguntungkan, pembangunan jalur kereta yang pada awalnya bermula dari Stasiun Bogor ke Jakarta itu pun kemudian dikembangkan lagi hingga dapat melintasi beberapa daerah.

Jalur yang sudah ada dari Stasiun Bogor diteruskan hingga ke Cicurug, Sukabumi. Sampai pada tahun 1888, jalur kereta dari Sukabumi telah mencapai daerah Cilacap, Jawa Tengah. Stasiun Batutulis memiliki dua jalur, dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Tetapi karena jarang adanya persilangan dan persusulan antar kereta api, jalur 1 di bongkar dan kini tinggal menyisakan jalur 2.

Pada tahun 2008, Stasiun Batutulis melayani KA Bumi Geulis tujuan Bogor ke Sukabumi. Sayangnya layanan ini dihentikan pada Desember 2012 lalu karena rangkaian kereta api yang digunakan sudah tua. Stasiun Batutulis sendiri ternyata pada saat diberhentikan operasinya bukan karena kereta Bumi Geulis saja yang tua, melainkan beberapa peralatan, jalanan, alat-alat mekanis dan bangunannya pun sudah tua sehingga perlu renovasi.

Bahkan karena ada pelemparan batu ke kereta juga membuatnnya berhenti beroperasi sejenak karena berisiko atas alasan keamanan. Lain dari itu, jembatan Cicurug yang menjadi tumpuah lintasa kereta Bogor – Sukabumi, sempat rubuh dan tidak ada pembatas jalan ketika kereta api melintas.

Baca juga: Tarif KA Pangrango Naik, Ternyata Selama Ini PT KAI Merugi

Untungnya mati suri Stasiun Batutulis tidak terlalu lama, beberapa bulan setelah ditutup, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengoperasikan stasiun ini pada 1 November 2013. Saat ini Stasiun Batutulis hanya dilintasi oleh KA Pangrango.