Punya Nama Unik, Stasiun “Belatung” Berada Diantara Lampung dan Palembang

Stasiun Belatung

Belatung merupakan larva yang biasa ditemukan pada bangkai dan pada umumnya berguna secara ekologis dalam  proses dekomposisi bahan-bahan organik. Namun belatung yang satu ini berbeda dari belatung yang lain karena nama sebuah stasiun. Tapi apakah namanya diambil dari larva belatung?

Baca juga: Tidak Ada ‘Belatung’ di Stasiun Randublatung

Ternyata bukan, sebab stasiun ini berada di Desa Belatung, sehingga dinamakan Stasiun Belatung. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Stasiun Belatung, merupakan salah satu stasiun yang berada di perbatasan Desa Lubuk Batang Lama dan Desa Belatung di Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Papan penanda

Stasiun ini merupakan stasiun kelas III atau kecil. Terletak diketinggian +38 meter diatas permukaan laut. Stasiun Belatung sendiri masuk dalam Divisi Regional (Divre) IV Tanjung Karang. Memiliki dua jalur rel dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.

Meski begitu, stasiun ini bukanlah untuk tempat menaik atau turunkan penumpang, tetapi hanya sebagai persilangan atau persusulan antar kereta api. Stasiun ini sendiri meski berada di Sumatera Selatan tetapi masuk dalam jajaran Divre IV Tanjung Karang wilayah kerja Provinsi Lampung.

Stasiun Belatung sendiri berada di antara Stasiun Kepayang dan Lubuk Batang. Tetapi stasiun ini tetap berada di Sumatera Selatan. Stasiun yang satu ini cukup jauh dari tempat wisata, namun untuk mencapainya ada sebuah papan petunjuk bertuliskan Stasiun Belatung yang bisa memudahkan sampai di stasiun ini.

Stasiun Belatung mengingatkan pada stasiun yang ada di Daop IV Semarang yakni Stasiun Randublatung. Seperti terisyaratkan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan nama unik yang berkaitan di dua jalur operasionalnya yakni Sumatera dan Jawa.

Tak hanya itu keduanya juga berada di jalur operasional IV dimana Stasiun Belatung berada dalam Divre IV dan Randublatung di Daop IV. Bahkan keduanya sama-sama stasiun kecil, hanya saja Randublatung masih menaik turunkan penumpang sedangkan Stasiun Belatung hanya sebagai persilangan atau persusulan.

Baca juga: Stasiun Blitar, Sejarah Panjang dari Fokker Hingga Soekarno

Unik memang, tetapi bedanya, Randublatung mendapat namanya dengan tidak pasti dan ada yang menyebut dahulu ada pohon Kapuk Randu yang sangat besar dan banyak belatungnya, tentu saja cerita tersebut belum bisa diuji kebenarannya.