Tidak Ada ‘Belatung’ di Stasiun Randublatung

0
(picssr.com)

Nama stasiun ini terdengar unik, tapi jangan salah menfasirkannya antara belatung dan blatung. Yang dimaksud disini adalah satu stasiun yang berada di Daerah Operasional IV Semarang. Stasiun ini terletak di Desa Wulung Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Berada diketinggian +52 meter diatas permukaan laut, Randublatung merupakan stasiun kereta api kelas III atau kecil.

Baca juga: Stasiun Tulungagung, Dahulu Pernah Dilengkapi Turn Table Lokomotif

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa stasiun ini dulunya memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 4 sebagai sepur lurus. Tetapi setelah jalur ganda beroperasi, jalur 3 juga ikut dijadikan sebagai sepur lurus dan persinyalannya diganti dengan sinyal elektrik.

Meski termasuk stasiun kecil Stasiun Randublatung melayani naik turunnya penumpang. Kereta yang berhenti di stasiun ini ada yang kelas campuran bisnis dan ekonomi AC seperti Kertajaya Tambahan yang menuju ke Jakarta melalui Semarang dan tujuan Surabaya melalui Cepu-Bojonegoro-Lamongan.

Kereta kelas ekonomi premium Jayabaya, tujuan Jakarta via Semarang dan tujuan Malang via Cepu-Bojonegoro-Lamongan-Surabaya dan Ambarawa Ekspres, tujuan Semarang dan Surabaya via Cepu-Bojonegoro-Lamongan. Sedangkan kereta ekonomi AC biasa juga melalui stasiun ini yakni Kertajaya, tujuan Jakarta via Semarang dan tujuan Surabaya via Cepu-Bojonegoro-Lamongan serta Maharani, tujuan Semarang dan tujuan Surabaya via Cepu-Bojonegoro-Lamongan.

Selain tempat perhentian kereta jarak jauh, Stasiun Randublatung juga melayanai kereta lokal atau komuter untuk masyarakat sekitar. Ciri khas yang ada di stasiun ini adalah ketika kereta dari Semarang akan melalui sebuah jembatan dan bila didengar secara baik-baik maka akan terdengar bunyi kretek-kretek.

Sedangkan untuk penumpang turun waktu yang dipunya hanya tiga menit, jadi bila ingin turun di stasiun ini bersiap dari Stasiun Ngrombo di Grobogan bila dari arah Semarang dan bersiap dari Stasiun Cepu bila penumpang dari arah Surabaya. Stasiun Randublatung berada diantara dua stasiun kecil yakni Stasiun Domplang dan Wadu. Stasiun ini masih memiliki bentuk seperti model lama dan belum direnovasi.

Baca juga: Kereta Lokal Daerah Seperti Tak Terurus, Bahkan Terkesan Diabaikan PT KAI

Randublatung sendiri merupakan salah satu daerah titik penghasil minyak. Tak ayal, daerah ini memiliki beberapa situs kuno yang bisa dijelajahi jika ingin bertapa atau semedi. Selain situs kuno, Randublatung juga memiliki beberapa tempat wisata yakni Taman Hutan Kota, Pasar Tradisional Paingan dan Embung Keruk.

Mengenai asal nama Randublatung, tidak ada informasi pasti asal penamannya, namun ada yang menyebut dahulu ada pohon Kapuk Randu yang sangat besar dan banyak belatungnya, tentu saja cerita tersebut belum bisa diuji kebenarannya.

Leave a Reply