Kereta Lokal Daerah Seperti Tak Terurus, Bahkan Terkesan Diabaikan PT KAI

(railpictures.net)

Di Indonesia, kereta melayani perjalanan jarak jauh dan jarak dekat. Biasanya untuk jarak jauh dilayanai dengan kereta ekonomi, bisnis maupun eksekutif. Sedangkan kereta jarak dekat bisa terbagi antara kereta listrik ataupun kereta diesel yang juga digunakan sebagai kereta lokal.

Baca juga: Mengintip Jenis Commuter Line di Luar Jakarta

Kali ini KabarPenumpang.com merangkum dari kaorinusantara.com akan menelisik seputar kereta lokal yang sudah ada sejak tahun 2004 lalu yang ada di Daerah Operasional VIII (Daop 8) Surabaya. Kereta lokal tersebut yakni Delta Exress dan kereta Sulam atau Surabaya-Lamongan.

Kedua kereta lokal ini menggunakan KRD MCW 302, kemudian tahun 2009 hadir Arek Surokerto yang memiliki relasi Surabaya-Mojokerto dengan menggunakan KRDE eks KRL ABB-Hyundai. Delta Express sendiri lebih dikenal dengan sebutan kereta Surabaya-Sidoarjo atau SuSi yang kemudian pada Gapeka (Grafik perjalanan kereta api) 2017 sebutannya menjadi Supor atau Surabaya-Porong.

Kereta ini sendiri memiliki relasi Surabaya-Porong PP dan awalnya memiliki dua putaran dinasan (loop). Perbedaannya terletak di lokasi keberangkatan pertama kali untuk nomor genap. Loop pertama Delta Express berangkat dari Stasiun Porong dan loop kedua berangkat dari Sidoarjo.

Kemudian pada 2013, loop yang berangkat dari Stasiun Sidoarjo dibatalkan karena sepi penumpang dan berdampak pada Gapeka selanjutnya sehingga hanya berjalan satu loop. Sedangkan komuter Sulam sendiri dianggap kereta yang paling padat, sebab beroperasi pada pagi dan sore hari untuk mengangkut penumpang dari Lamongan, Gresik dan sekitarnya.

Sejak mengularnya kereta-kereta ini tahun 2004 lalu, banyak sekali terjadi perubahan dari jadwal kereta ini. Bahkan tahun 2016 KRD MCW 302 yang biasa digunakan untuk kereta Sulam digantikan dengan KRDI bekas Cepu Express demi peremajaan armada.

Sayangnya Arek Surokerto memiliki umur yang pendek hanya dari 2009-2013 meskipun di Gapeka 2014, kereta ini masih memiliki jadwal tetapi tidak di operasikan sama sekali. Tak hanya jadwal, ternyata kereta ini kerap kali mengalami gangguan yakni overheat, rem terkunci, mogok dan lainnya.

Baca juga: KA Solo Ekspres Mengular di Jalur Kereta Api Solo-Yogyakarta-Kutoarjo

Meski begitu, Arek Surokerto pernah menjadi cadangan kereta Susi dari 2015-2016. Bila ditelisik lebih lanjut, ketiga kereta lokal ini digunakan hanya untuk sekedar ada sehingga pelayanan yang diberikan pun seperti itu. Masalah dari ketiga kereta lokal ini sendiri karena PT Kereta Api Indonesia (KAI) terlihat kurang serius menangani kereta komuter terkhusus di Daop 8.

Kejadian yang mengenaskan adalah ketika KRD-KRD tersebut mengalami gangguan, maka perjalanan kereta akan dibatalkan begitu saja tanpa penggantian. Bila mengingat kereta lokal ini, seperti berbanding terbalik dengan kereta lokal lainnya seperti commuter line (KRL) di Jakarta dan beberapa lainnya seperti Prambanan Ekspres. Sebab, PT KAI serius menjalankannya bahkan kereta-keretanya diperbaharui demi kenyamanan penumpang.