Kymera K-X2, Inilah Kayak Canggih Bertenaga Baterai

Foto: Istimewa

Kayak adalah alat transportasi air untuk perorangan dan tandem, tak hanya itu, kayak juga populer digunakan dalam olahraga air. Biasanya kayak dijalankan dengan menggunakan dayung oleh sang pengemudi untuk melajukannya di atas air. Namun, bagaimana bila kayak kini dilengkapi dengan mesin ataupun sebuah baterai dan ramah lingkungan?

Baca juga: Toyota Meluncur di Air dengan Kapal Balap Bertenaga Hidrogen

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (14/5/2019), kayak bertenaga listrik tersebut bernama Kymera K-X2 yang baru-baru ini diluncurkan. Kymera dibuat oleh Jason Woods yang awalnya hanya dibuat untuk wahana air pribadi murah dan mudah diangkut atau dibawa kemanapun pada tahun 2004 lalu.

Kemudian dia memperkenalkan tipe jetboard Kymera lanjutan pada 2011 dan setahun kemudian meluncurkan yang bertenaga listrik serta tahun 2013 lalu diluncurkan di Kickstarter. Hingga akhirnya tahun 2016 hadir dengan tenaga baterai dan papan selancar listrik yang lebih ringan serta cepat dari pesaingnya hingga akhirnya lahir yang terbaru yakni Kymera K-X2.

Kymera K-X2 terbaru tersebut sudah dilengkapi dengan baterai sebesar sepuluh ribu watt. Sehingga kayak elektrik ini bisa melaju dengan kecepatan 35 mph atau sekitar 56 km per jamnya. Dengan sepuluh ribu watt, Kymera K-X2 sendiri mampu melaju selama satu jam yang juga baterainya bisa di lepas pasang. Bahkan baterainya bisa digunakan oleh produk Kymera lainnya.

Kymera K-X2 sendiri memiliki berat 70 lb atau 32 kg dan bisa dibagi menjadi dua bagian dalam pengangkutannya sebelum digunakan. Bila dibagi dua saat pengakutan menggunakan truk, satu bagian ada yang seberat 45 lb dan bagiqn yang lainnya 25 lb.

Baca juga: Inilah Serangkaian Faktor yang Menjadi Penyebab Tabrakan kapal di Laut

Kymera K-X2 pada awalnya akan tersedia bagi pembeli pertama dengan harga US$5.995 atau sekitar Rp86,6 juta dengan pengiriman diharapkan akan dimulai akhir tahun ini atau awal berikutnya. Setelah dalam produksi, pembeli harus mengeluarkan dana hingga US$6.495 atau sekitar Rp93,9 juta.