Lampu Taksi di Seoul Bakal Dibuat Lebih Besar dan Tampilkan Informasi Kesehatan Lingkungan

0
ilustrasi taksi Seoul (koreabizwire.com)

Taksi adalah salah satu moda transportasi yang banyak dipilih banyak orang. Selain lebih nyaman karena hanya berisi penumpang bersama keluarga atau sendiri, menggunakan taksi juga bisa memudahkan penumpang tiba lebih cepat di banding transportasi massal lainnya.

Baca juga: Taksi dengan Hiasan Lampu Natal di Raleigh Telah Kehilangan Pemiliknya

Untuk mengetahui taksi tersebut berpenumpang atau tidak, di bagian atas mobil biasanya ada lampu yang terpasang. Biasanya ketika taksi dalam keadaan berisi penumpang lampu di atas akan mati dan nyala ketika kosong. KabarPenumpang.com melansir dari laman koreabizwire.com, di Seoul lampu di atas atau lampu kubah taksi akan diganti menjadi lebih besar dari ukuran sebelumnya.

Bahkan lampu ini akan menawarkan fungsionalitas yang lebih besar juga. Pemerintah Metropolitas Seoul mengatakan, akan mendorong proyek percontohan untuk meningkatkan lampu taksi bagi 200 armada pada paruh pertama tahun ini. Di mana mereka akan memperbesar ukuran kubah lampu yang dipasang di atap taksi.

“Ini agar lebih mudah membedakan antara mobil kosong atau berisi, serta memberikan berbagai informasi lingkungan, seperti tingkat debu dan polusi yang bertebaran di udara,” ujar Pemerintah Metropolis Seoul.

Ukuran lampu taksi dome ini akan dikurangi dari lebar 40 cm menjadi 36 cm di bagian depan. Sedangkan panjangnya lampu akan lebih tiga kali lipat dari yang sebelumnya 14 cm menjadi 46 cm. Tak hanya itu, teknologi LED juga akan diintegrasikan ke dalam bagian yang diperbesar untuk menunjukkan apakah kendaraan kosong, dipesan atau tutup hari ini.

Lampu interior taksi yang sebelumnya menunjukkan kosong atau dipesan, akan diintegrasikan dengan lampu eksternal. Selain itu, panjang sisi luar indikator juga akan bertambah hampir lima kali lipat dari 25 cm menjadi 122 cm. Panel LCD dan berbagai sensor juga akan dipasang di sisi taksi baru.

Nantinya di panel tersebut juga akan tertera informasi cuaca dengan waktu real time dan informasi bencana darurat serta iklan layanan publik dan promosi kota serta iklan usaha kecil. Untuk meminimalkan polusi cahaya dan gangguan visual dengan kendaraan lain, hanya akan ada gambar stastis yang akan ditampilkan dan standar kecerahan akan diterapkan.

Baca juga: Dulu Taksi Kondang dengan Cat Warna Kuning, Inilah Asal Muasalnya

Selain itu, kota berencana untuk mencegah pengemudi taksi memanipulasi indikator dengan menghubungkannya dengan pengukur aplikasi untuk mencegah mereka menandai mobil kosong sebagai “dipesan”. Saat ini, pengemudi taksi kerap memanipulasi lampu untuk menjemput penumpang jarak jauh.

Leave a Reply