Boeing 747 Cathay Pacific Legendaris Dijual Rp525 Ribu! Tidak Percaya?

0
Boeing 747-400 B-HUJ Cathay Pacific sesaat sebelum lepas landas untuk terakhir kalinya. Foto: Tangkapan layar YouTube Akino33 Aviation Video Channel

Bisnis pesawat purna tugas lama-kelamaan semakin diminati. Sebab, 6.000 pesawat dalam 20 tahun mendatang akan mencapai akhir jam terbangnya. Lantas pesawat tua dibuang ke mana? Sebagian mungkin bakal dibuang ke kuburan pesawat di Gurun Mojave, sebagian lagi didaur ulang dan dibuat jadi barang berharga.

Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A320 Lufthansa Dijual Rp429 Ribu!

Melihat hal itu, riset di Eropa coba mencari teknik pembuangan yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Hal itu dikarenakan pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium. Jadi, terlalu sayang untuk dibuang begitu saja, selain untuk menyelamatkan lingkungan.

Valliere Aviation, salah satu raksasa daur ulang pesawat tua di Eropa, mengerti betul betapa menggiurkannya pesawat tua. Biasanya pesawat tua dihancurkan, dibersihkan dari komponen radioaktif sesuai panduan hijau Eropa, diklasifikasikan, dan diteliti bagian mana saja yang masih bisa dipertahankan, seperti suku cadang berharga, roda pendaratan, mesin, dan peralatan avionik.

Boeing 747-400 B-HUJ Cathay Pacific saat sedang proses daur ulang. Foto: Aviationtag

Semua itu untuk dijual kembali di pasar suku cadang internasional. Namun, itu bukan bisnis satu-satunya. Di Eropa, tepatnya di Jerman, pesawat purna tugas dibongkar dan dijadikan souvenir atau gantungan kunci oleh Aviationtag. Salah satu produk souvenir atau gantungan kunci perusahaan tersebut datang dari pesawat legendaris Uniform Juliet Boeing 747-400 B-HUJ Cathay Pacific.

Melalui situs aviationtag.com, perusahaan yang berbasis di Cologne, Jerman, itu selain hendak menyelamatkan lingkungan dengan menghindari penumpukan pesawat-pesawat bekas yang jumlahnya jutaan di dunia, mereka juga melihat minat tinggi para pecinta penerbangan untuk mengabadikan pesawat favoritnya sekalipun dalam bentuk yang lebih kecil; tak terkecuali Queen of the Skies B-HUJ Cathay Pacific.

Gantungan kunci dari pesawat itu sendiri dijual dengan harga cukup terjangkau, sebesar Rp525 ribu (kurs 17.489).Cukup mahal memang bila dibanding dengan pesawat superjumbo dari Airbus, A380, yang dijual seharga Rp415.000 atau €27.95. Namun, harga segitu sebetulnya masih masuk akal bila dilihat dari rekam jejak pesawat.

Gantungan kunci Boeing 747-400 B-HUJ Cathay Pacific. Foto: Aviationtag

Boeing 747-400 B-HUJ Cathay Pacific diketahui melakukan penerbangan terakhir pada 1 Oktober 2016. Pesawat tersebut pensiun setelah terbang selama 21 tahun, mengangkut 4,3 juta penumpang dan merengkuh 53 juta miles.

Cathay Pacific B-HUJ diketahui amat berharga dalam barisan armada maskapai asal Hong Kong tersebut. Salah satu yang paling monumental adalah tatkala pada 1998 lalu, pesawat tersebut mencetak penerbangan transpolar terpanjang (the longest transpolar flight) rute New York-Hong Kong sejauh 13.824 km.

Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A380 Dijual Rp415 Ribu!

Tak cukup sampai di situ, di momen tersebut, Queen of the Skies B-HUJ Cathay Pacific juga menjadi pesawat pertama yang diberi keistimewaan mendarat di Bandara Internasional Hong Kong setelah melahap perjalanan panjang mencapai 15 jam 35 menit.

Dengan berbagai keistimewaan tersebut, wajar bila gantungan kunci dari badan pesawat legendaris Uniform Juliet Boeing 747-400 B-HUJ Cathay Pacific dibanderol seharga itu. Namun, bagi para pecinta pesawat tersebut, masih cukup worth it, bukan?

Leave a Reply