Lanjutkan Pencarian Korban dan CVR JT-610, Lion Air Kucurkan Rp38 Miliar untuk Sewa MPV Everest

0

Sebelum komponen black box berupa Cockpit Voice Recorder (CVR) dapat ditemukan, maka investigasi tentang sebab musabab jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 Lion Air JT-610 pada 29 Okober 2018, belum dapat dituntaskan. Selama ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru menggunakan parameter data yang terbaca di dalam Flight Data Recorder (FDR) sebagai invesitigasi awal.

Baca juga: Pencarian CVR Lion Air JT-610 – Sedot Lumpur di Perairan Tanjung Karawang Akan Dilakukan dalam Waktu Dekat

KNKT dan pihak-pihak terkait masih berupaya keras untuk bisa menemukan VCR. Selain kapal dengan kemampuan sedot lumpur, dari pihak Lion Air dikabarkan telah mendatangkan kapal canggih dari perusaan asal Belanda, dan yang diturunkan untuk misi pencarian dan evakuasi di Tanjung Karawang adalah MPV Everest yang ber-homebase di Johor Bahru, Malaysia.

Dikutip dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (16/12), Upaya pencarian lanjutan tersebut merupakan bentuk komitmen Lion Air dan berdasarkan permintaan dari pihak keluarga.

Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait (keempat dari kiri) bersama tim melakukan kunjungan dan koordinasi dalam persiapan pengoperasian MPV Everest di Johor Bahru, Malaysia.

Untuk lebih komprehensif Lion Air mendatangkan kapal canggih dalam proses pencarian jenazah penumpang maupun kru penerbangan JT-610. Dalam hal ini apabila ditemukan maka akan diambil dan diserahkan kepada Badan SAR Nasional (BASARNAS) guna tindakan selanjutnya sesuai prosedur. Proses pencarian juga dilakukan terhadap kotak hitam, CVR.

Lion Air menganggarkan dana sendiri untuk pencarian kembali senilai Rp38 miliar. Proses pencarian akan difokuskan berdasarkan pemetaan terakhir area koordinat jatuhnya penerbangan waktu operasional 10 hari berturut-turut, pada Desember 2018.

Informasi terkini, bahwa kapal mengalami keterlambatan yang rencananya akan tiba di perairan Karawang pada (17/12). Kondisi terakhir malam hari (15/ 12) disebabkan cuaca buruk serta hujan deras di Johor Bahru yang mengganggu proses mobilisasi peralatan dan kru selama tiga hari terakhir.

Baca juga: Makin Dekat ke Pembatalan Pesanan, Mungkinkah SJ100 Masuk ke Dalam Daftar Belanja Lion Air?

Direncanakan kapal akan berlayar (17/12), dengan pagi hari dimulai proses imigrasi dan kepabeanan (customs). Hal ini dikarenakan kapal berkapasitas sebesar MPV Everest tidak diberikan izin untuk keluar dari pelabuhan pada malam hari. Perkiraan waktu tempuh perjalanan dari Johor Bahru menuju perairan Karawang adalah 2 hari dan 5 jam. Sehingga kapal akan tiba di Karawang sekitar (19/ 12).

Leave a Reply