Lebih dari 100 ml, Cairan Tak Boleh Masuk ke Dalam Kabin

Ilustrasi cairan dalam plastik transparan (ntrzacatecas.com)

Penumpang sebuah pesawat harusnya tidak asing dengan larangan membawa cairan lebih dari 100 ml per wadahnya. Biasanya wadah-wadah ini juga harus dikemas dalam sebuah kantong plastik transparan yang bisa di buka tutup dan penumpang hanya memiliki kapasitas membawa satu liter saja.

Baca juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara!

Setiap penumpang juga hanya diperbolehkan membawa cairan dalam jumlah kecil jika memang dibutuhkan dalam perjalanan seperti obat-obatan atau makanan bayi saja yang bisa masuk dalam kabin. Sedangkan untuk barang yang berupa cairan lainnya harus masuk dalam tas yang akan dibawa ke bagasi dan sudah terbungkus rapi dalam kantong plastik transparan.

Aturan terkait membawa cairan berlaku untuk semua penumpang yang berangkat dari Uni Eropa dan penerbangan internasional di setiap negara lainnya termasuk Indonesia. Tetapi di Indonesia sendiri untuk layanan penerbangan domestik, aturan ini tidak berlaku dan penumpang diperbolehkan membawa cairan ke dalam kabin.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman airpassengerrights.eu, 6 November 2006 lalu, aturan ini mulai berlaku di semua bandara UE dan Norwegia, Islandia dan Swiss. Ada beberapa cairan yang harus masuk dalam bagasi dan berada dalam satu kantong plastik transparan seperti dibawah ini.

1. Air minum, sirup dan sup
2. Krim, lotion dan minyak
3. Parfum
4. Gel rambut, sabun cair dan shampo
5. Deodoran
6. Pasta gigi
7. Maskara, dll

Untungnya aturan ini tidak membatasi cairan yang dapat Anda beli di toko oleh-oleh dekat ruang tunggu seperti minuman atau yang lainnya. Cairan bebas bea yang Anda beli di bandara ini baiknya tidak di keluarkan dari kemasan sebelum melalui proses skrining dan tanda terima juga harus tetap disegel.

Baca juga: Saking Nyamannya, 9 Bandara Ini Buat Penunjungnya Lupa Pulang

Memang Anda tidak akan mungkin membuka tas saat membawa cairan tersebut. Namun, pastinya petugas bandara akan mengecek dan kemungkinan perlu membuka tas dan plastik botol. Jika hal ini terjadi dan Anda harus menaiki penerbangan lanjutan untuk sampai ke bandara lain, beritahu petugas kemanan agar cairan tersebut disegel kembali dalam tas keamanan baru.

Tak hanya cairan, senjata pun tidak diperbolehkan masuk ke kabin pesawat. Benda-benada ini seperti gunting dan pisau lipat dengan ukuran tertentu harus masuk ke dalam koper yang akan masuk ke bagasi kargo. Bahan peledak, bahan yang mudah terbakar hingga zat berbahaya dan beracun juga tidak diperbolehkan di bawa dalam penerbangan.