Lima Bulan Koma Pasca Terjangkit Campak, Pramugari El Al Israel Airlines Hembuskan Nafas Terakhir

Rotem Amitai. Sumber: jpost.com

Anda masih ingat dengan awak kabin (pramugari) El Al Israel Airlines yang pada beberapa bulan lalu terjangkit campak dan mengalami koma? Ya, berita duka kini datang dari maskapai tersebut yang mengabarkan bahwa awak kabin berusia 43 tahun tersebut kini telah berpulang menghadap Sang Pencipta. Sebelumnya, awak kabin ini dikabarkan bahwa besar kemungkinan awak kabin ini terjangkit campak ketika mengudara dari New York, atau dari Israel – mengingat pada awal tahun 2019 kemarin, wabah campak tengah menjadi di kedua destinasi tersebut.

Baca Juga: Diduga Terjangkit Campak, Pramugari El Al Israel Airlines Koma 10 Hari!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman jpost.com (14/8), awak kabin yang bernama Rotem Amitai ini menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (13/8) kemarin setelah lima bulan bertahan hidup melawan penyakit ensefalitis atau radang otak dan dugaan kuat virus campak.

Sejak 31 Maret 2019, Rotem dirawat di salah satu rumah sakit di Israel, Meir Medical Center setelah sebelumnya menjalani penerbangan El Al Airlines flight LY002 dari New York pada tanggal 26 Maret dan tiba di Tel Aviv pada keesokan harinya. Beberapa hari berselang, Ibu dari tiga anak ini dinyatakan koma setelah tim dokter yang menangani Rotem menyatakan bahwa ia menderita ensefalitis.

Dari serangkaian tes yang dijalani oleh Rotem sebelumnya, tim dokter menyatakan bahwa ia baru mendapatkan vaksin campak sekali – seharusnya dua kali.

Namun nasib berkata lain, Rotem dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter yang menangani kasusnya ini di Rabin Medical Center-Beilinson Campus, Israel setelah kondisinya kian memburuk dari hari ke hari.

Baca Juga: Diterjang Bau Kentut, Tiga Awak Kabin Tumbang

“Kami dari pihak El Al Israel Airlines mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian mendiang Rotem, dan kiranya keluarga mendiang diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar salah satu juru bicara perusahaan.

“Setelah kasus ini terungkap (persebaran virus campak), kami bekerja keras untuk terus memvaksinasi kru kami dan perusahaan juga akan terus berpedoman pada ketentuan yang sudha diterapkan oleh Departemen Kesehatan sebelumnya,” sambungnya.