Lockheed Martin Bocorkan Rencana Garap Pesawat Supersonik yang Senyap!

0
Ilustrasi Lockheed Martin X-59 QueSST. Sumber: wikipedia

Ketika pihak Airbus dan Boeing tengah bersaing untuk mengembangkan pesawat narrow body yang mampu menempuh perjalanan jarak jauh seperti Airbus A380 atau Boeing 787 Dreamliner, maka lain halnya dengan perusahaan kedirgantaraan asal Amerika, Lockheed Martin yang lebih memilih untuk mengembangkan pesawat berkecepatan supersonik. Namun di sini, pihak Lockheed Martin tidak hanya sekedar mengembangkan pesawat berkecepatan fantastis saja, melainkan disertai dengan fitur mesin yang senyap alias tidak bising.

Baca Juga: 50 Tahun Sejak Terbang Perdana, Inilah ‘Jejak’ Supersonik Concorde yang Selalu Dikenang

Kendati masih berbentuk konsep, namun pihak Lockheed Martin sudah meluncurkan desain pesawat berkecepatan supersonik yang diberi nama Lockheed Martin X-59 QueSST ini pada minggu ketiga Juni 2019. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (21/6/2019), adalah Quiet Supersonic Technology Airliner, teknologi yang tersemat di Lockheed Martin X-59 QueSST ini memungkinkan pesawat untuk mengangkut sekira 40 penumpang dan menjelajah angkasa pada kecepatan Mach 1,8 atau yang setara dengan 22.226,4 km per jam.

Lockheed Martin X-59 Quiet SuperSonic Technology X-Plane ini merupakan pesawat yang dikembangkan bersama dengan badan antariksa Amerika Serikat, NASA. Adapun teknologi X-Plane yang juga nantinya akan terpasang memungkinkan pesawat untuk tidak secara intens menghasilkan ledakan supersonik (supersonic boom) – dimana ini merupakan tipikal dari pesawat yang melanggar hukum dari kecepatan suara.

Berkaca pada kasus Concorde yang sangat bising ketika mencapai kecepatan lebih dari Mach 1 dan pada akhirnya berdampak pada tidak ekonomisnya pesawat ini untuk beroperasi di atas daratan, Lockheed Martin bersama NASA mencoba untuk memperbaiki kekurangan dari pesawat yang sudah pensiun dini tersebut.

Baca Juga: Gandeng Aerion, Boeing Siap Luncurkan Pesawat Supersonik di Tahun 2025

Enggan memikirkan soal regulasi mengudara di atas daratan terlalu jauh, salah satu insinyur dari Lockheed Martin, Mike Buonanno mengatakan bahwa dirinya lebih memilih untuk uji konseptual terlebih dahulu.

“Saat ini, kami hanya melakukan studi desain konseptual awal untuk menetapkan apakah desain itu layak, mengukur ukuran untuk konsep, seberapa besar pesawat ini kelak, berapa beratnya, dan lain sebagainya … Studi sensitivitas awal untuk memastikan semuanya masuk akal,” ujar Mike.

 

Leave a Reply