LRT Palembang Sepi Penumpang, Kepala Divre III: “Itu Wajar”

LRT Palembang (Elshinta)

Kendati ajang Asian Games 2018 telah berakhir, namun beragam fasilitas yang sengaja dibuka untuk mendukung perhelatan tersebut tidak semuanya dicabut – salah satunya adalah Light Rapid Transit (LRT) Palembang. Moda yang ditujukan sebagai angkutan massal ini kehadirannya memang ditunggu-tunggu kala itu, namun fakta yang terjadi belakangan ini bisa dibilang bertolak belakang. Diketahui, hanya ada sekitar 4000 orang yang menggunakan layanan ini setiap harinya.

Baca Juga: Uji Coba 20 Juli 2018, Tarif LRT Palembang Rp5 Ribu-Rp10 Ribu

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Kepala Divre III Palembang, Hendy Helmy mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar LRT ini bisa menjadi moda transportasi massal. “Data kita setiap harinya 4000 orang menggunakan LRT untuk kegiatan sehari-hari. Sedangkan ketika akhir pekan jumlah penumpang meningkat sebanyak 6.000 hingga 7.000 orang,” papar Hendy, dikutip dari laman tribunnews.com (21/9/2018).

Sekedar mengingatkan, kapasitas angkut maksimal satu rangkaian LRT (tiga gerbong) dalam sekali jalan adalah 534 orang – 130 penumpang duduk, 404 penumpang berdiri. Tentu saja, data yang dipegang oleh Hendy tersebut menunjukkan masih minimnya jumlah penumpang dari kereta rel ringan ini.

Maka tidak heran jika beragam sosialisasi terus digenjot PT KAI untuk meningkatkan jumlah penumpang hariannya. “Ya tentu evaluasi dan sosialisasi selalu kita lakukan. Untuk LRT ini secara volume memang penumpang belum terlalu banyak. Masyarakat masih mengira ini masih kereta wisata,” terang Hendy.

Namun, Hendy sendiri tidak terlalu heran dengan fenomena seperti ini – ia beranggapan bahwa wajar saja jika masyarakat masih belum paham betul sebenarnya LRT merupakan sarana transportasi berbasis massal, bukan kereta wisata. “Dimana saja setiap negara yang baru memiliki LRT masyarakatnya masih mengira sebagai kereta wisata. Itu proses wajar yang biasa terjadi di belahan bumi manapun,” tandasnya.

Salah satu langkah nyata yang akan dilakukan PT KAI untuk menarik minat masyarakat dalam menggunakan LRT adalah mengintegrasikan beragam moda darat dengan arah tujuan yang dituju. “Daerah mana saja yang tidak dapat dituju kereta (LRT) dapat dicapai dengan transportasi darat,” terang Hendy.

“Bulan September ini rencananya sekitar 9-10 stasiun nanti kita cek masing-masing stasiun, bagaimana kesiapan secara operasional dan teknisnya. Insya Allah tahun ini ketiga belas stasiun dapat beroperasi. Sedangkan pada September ini ada 3 stasiun Bandara yang akan beroperasi,”

Baca Juga: Hanya dengan Lima Stasiun Utama, LRT Palembang Siap Beroperasi Saat Asian Games 2018

Hingga saat ini, LRT Palembang baru memiliki delapan stasiun – Stasiun Bandara, Stasiun Asrama Haji, Stasiun Bumi Sriwijaya, Stasiun Dishub, Stasiun Pasar Cinde, Stasiun Ampera, dan Stasiun Jakabaring dan Stasiun DJKA.

Tarif yang dikenakan untuk perjalanan diluar bandara Rp5.000 ; Sedangkan untuk perjalanan menuju bandara dibanderol dengan harga Rp10.000.