Lufthansa Luncurkan Corona Lounge di Rusia, Seperti Apa?

0
Sumber: Airbus

Lufthansa tengah bersiap meluncurkan apa yang disebut sebagai ‘Corona Lounge’ di Bandara Domodedovo, Moskow, Rusia untuk para penumpang first class. Saat ini, maskapai nasional Jerman itu tengah bernegosiasi dengan kementerian luar negeri Rusia. Tetapi, sebetulnya, seperti apa Corona Lounge besutan Lufthansa itu?

Baca juga: Jerman Ubah Dua Bandara di Berlin Jadi Pusat Vaksinasi Covid-19, Jadi Vaccine Tourism Hub?

Dilansir Bne Intellinews, banyak negara sudah mulai program vaksinasi. Hal itu ditujukan untuk menekan penularan virus Corona. Lebih dari itu, program vaksinasi juga dimaksudkan untuk melindungi manusia. Tetapi, tidak dengan Jerman.

Negeri Bavaria itu menerapkan prosedur yang ketat. Alhasil, warga Jerman baru bisa disuntik vaksin Covid-19 pada 2022 nanti saat program vaksinasi nasional berjalan. Masyarakat pada umumnya mungkin bisa saja menunggu. Namun, orang kaya tajir melintir pasti mengingikan vaksin Covid-19 segera.

Bak gayung bersambut, Rusia pun membuka memfasilitas kebuntuan itu. Bisa dibilang, Negeri Beruang Merah itu menjalankan program ‘Vaccine Tourism Hub’ atau pusat hub vaksinasi bagi wisatawan. Disebutkan, seluruh warga negara Rusia dan orang asing atau wisatawan yang memiliki izin tinggal di Rusia, bisa mengikuti program vaksinasi nasional Rusia menggunakan vaksin Sputnik V buatan Rusia.

Melihat hal itu, Lufthansa pun bergerak cepat dan berencana memfasilitasi warga negara Jerman, dalam hal ini orang-orang kaya, agar bisa terbang ke Bandara Domodedovo dan disuntik vaksin Sputnik V.

Dmitry Kamenshchik, miliarder pemilik Domodedovo, juga diketahui mendukung layanan Lufthansa. Zona transit pun telah disiapkan di bandara tersebut untuk memuluskan rencana Vaccine Tourism Hub untuk wisatawan.

Kendala terbesar saat ini adalah visa. Diperlukan visa khusus atau sejenis visa transit untuk vaccine tourists atau turis yang ingin divaksin agar program ini bisa berjalan dengan lancar.

Bila berjalan, nantinya, setiap penumpang first class Lufthansa akan disediakan lounge khusus untuk mendapat vaksin Covid-19 Sputnik V. Penumpang tak diizinkan keluar bandara, melainkan harus kembali boarding dan pulang ke Jerman. Beberapa pekan kemudian, yang bersangkutan akan terbang kembali ke Bandara Domodedov untuk mendapatkan suntikan kedua vaksin Sputnik V dan terbang kembali ke Jerman.

Bagi wisatawan yang berminat atas program yang juga disebut paket wisata medis ini, setidaknya harus mengeluarkan kocek sebesar €1.000 atau sekitar Rp17 juta lebih (kurs 17.160). Itu pun baru harga perkiraan. Kemungkinan, harganya bisa jauh di atas itu, mengingat program Vaccine Tourism Hub sangat ditunggu-tunggu warga yang negaranya belum memulai program vaksinasi nasional seperti Jerman.

Selain Rusia, Lufthansa sedang mencoba untuk membuka layanan serupa di berbagai negara, seperti Wina, Austria, dan Zurich, Swiss.

Baca juga: Singapore Airlines Sukses Kirim Vaksin Pfizer-BioNTech Pertama, Makin Dekat Jadi Hub Distribusi Vaksin

Vaksin Covid-19 Sputnik V mungkin tidak sepopuler Pfizer and BioNTech dan AstraZeneca. Tetapi, efikasi atau efektivitas vaksin ini mencapai 91,6 persen. Sudah begitu, harganya juga murah, sekitar US$10 atau Rp144 ribu (kurs 14.371).

Selain Rusia, beberapa negara juga akan dan sudah melayani program Vaccine Tourism Hub untuk wisatawan. Di antaranya, Kuba, tepatnya di Havana, menggunakan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri, Soberna (Sovereign) serta Dubai, menggunakan vaksin Covid-19 Sinopharm.

Leave a Reply