Mau Vaksin Pfizer Gratis Sambil Jalan-jalan ke Los Angeles? Cek Di Sini

0
Ilustrasi vaksin Pfizer-BioNTech. Foto: Nikkei Asian Review

Program ‘Vaccine Tourism Hub’ atau pusat hub vaksinasi bagi wisatawan sepertinya benar-benar menjadi ladang bisnis baru bagi biro perjalanan wisata. Di Indonesia, belum lama ini beredar flyer paket perjalanan wisata ke Los Angeles, Amerika Serikat, sambil mendapat suntikan dua dosis vaksin Pfizer gratis. Menarik, bukan?

Baca juga: Lufthansa Luncurkan Corona Lounge di Rusia, Seperti Apa?

Kendati program vaksinasi massal di Indonesia semakin gencar, dari semula prosesnya rumit menggunakan surat domisili menjadi bebas tanpa surat itu, dari semula terbatas untuk kalangan tertentu menjadi bebas untuk masyarakat umum, tetapi vaksinnya terbatas pada Sinovac dan vaksin Astrazeneca.

Padahal, dari hasil penelitian sederhana, banyak masyarakat yang menginginkan vaksin Pfizer.-BioNTech. Alasannya tentu berkenaan dengan kualitas dan efektivitas vaksin itu sendiri. Sayangnya, akses ke vaksin tersebut di Indonesia atau negara tetangga bak mencari intan berlian di tengah hamparan pasir, sulit sekali.

Di sisi lain, Amerika Serikat justru memberikan sekitar 500 juta dosis vaksin Pfizer gratis sampai tahun depan. Inilah yang pada akhirnya menjadi peluang untuk program Vaccine Tourism Hub oleh salah satu biro perjalanan wisata atau travel agent yang berbasis di Jakarta.

Dilihat KabarPenumpang.com dari sebuah flyer yang beredar, travel agent tersebut menawarkan paket wisata vaksin dengan total perjalanan 27 hari 24 malam bersantai di Los Angeles dan mendapatkan vaksin Pfizer gratis. Harga yang dipatok mulai dari Rp27,99 juta termasuk airport tax Jakarta + International & Fuel Surcharge.

Selain itu harga ini sudah termasuk mobil pribadi sesuai dengan acara di itinerary, akomodasi hotel selama 24 malam (1 kamar berempat tanpa extra bed). Lalu biaya PCR di Los Angeles. Tiket pesawat Economy Class by All Nippon Airways (NH) – GV 4 (K Class).

Biaya tambahan yang dikenakan adalah biaya visa, single supplement Rp15 juta, biaya minum dan makan selama tur berjalan, biaya PCR keberangkatan dari Jakarta (jika diperlukan).

Lalu biaya pengeluaran pribadi tidak ditanggung, biaya tur tambahan sampai biaya tipping driver US$12 per orang.


Hanya saja, perlu dicatat, program paket wisata vaksin plus vaksin Pfizer gratis ini berlaku sampai 10 Desember 2021 dan selama persediaan vaksin masih ada.

“(Vaksin) selama persediaan ada untuk saat ini,” ujar Bryan, customer service travel agent saat dihubungi, Senin (28/6).

Di dunia, tentu program paket wisata vaksin atau Vaccine Tourism Hub yang ditawarkan travel agent asal Indonesia bukanlah yang pertama. Lufthansa, sejak Maret lalu, sudah lebih dahulu meluncurkan program serupa yang disebut sebagai Corona Lounge ke Rusia.

Program tersebut juga menawarkan penumpang Lufthansa untuk berwisata ke Rusia sambil mendapat suntikan dua dosis vaksin Sputnik V secara gratis.

Baca juga: Singapore Airlines Sukses Kirim Vaksin Pfizer-BioNTech Pertama, Makin Dekat Jadi Hub Distribusi Vaksin

Bagi wisatawan yang berminat atas program yang juga disebut paket wisata medis ini, setidaknya harus mengeluarkan kocek sebesar €1.000 atau sekitar Rp17 juta lebih (kurs 17.160). Itu pun baru harga perkiraan. Kemungkinan, harganya bisa jauh di atas itu,

Selain Rusia, beberapa negara juga akan dan sudah melayani program Vaccine Tourism Hub atau paket wisata vaksin untuk wisatawan. Di antaranya, Kuba, tepatnya di Havana, menggunakan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri, Soberna (Sovereign) serta Dubai, menggunakan vaksin Covid-19 Sinopharm.

LEAVE A REPLY