Mengapa Penanganan Bagasi Secara Otomatis Hanya Bisa Dilakukan di Beberapa Pesawat?

0
Ilustrasi penanganan bagasi secara otomatis. Foto: Istimewa

Selain diisi oleh penumpang, pesawat juga dimuat oleh bagasi atau kargo. Tergantung tipe dan jenis pesawat, kapasitas maksimum kargo yang bisa diangkut bisa berbeda-beda. Selain itu, sistem penanganannya, mulai dari check-in sampai dimuat ke dalam pesawat juga berbeda-beda. Pada umumnya dilakukan secara manual dan hanya sedikit di-handle secara otomatis. Mengapa?

Baca juga: Tekan Delayed Baggage Rate, Siemens Pasok Sistem Penanganan Bagasi di Bandara Incheon

Penanganan bagasi (baggage handling) dari area check-in, masuk lebih dalam ke area bandara, sampai ke pesawat, merupakan bagian terpenting dari infrastruktur bandara. Di beberapa bandara besar, pada umumnya sudah menggunakan baggage handling system secara otomatis.

Setelah check-in, bagasi atau koper penumpang masuk ke dalam sistem konveyor dan deflektor, discreening untuk safety. Bagasi kemudian dimuat ke dalam tempat penyimpanan memanjang seperti kereta dan ditarik oleh luggage towing truck sebelum ditransfer ke cargo and loader transporter untuk dimuat ke pesawat.

Sampai saat ini, sebagian besar prosesnya, mengantar bagasi dan kargo sampai ke pesawat, masih manual. Tetapi, beberapa maskapai sudah mulai melakukan otomatisasi.

British Airways, misalnya, pada tahun 2019 mulai menguji coba luggage delivery atau pengiriman bagasi secara otomatis di Bandara London Heathrow menggunakan robot, membawa bagasi dari Baggage Handling System ke pesawat.

Selain itu, All Nippon Airways (ANA) juga sudah menguji coba sistem bagasi otomatis dalam skala kecil di tahun 2020.

Dilansir dari Simple Flying, sistem bagasi otomatis dalam skala besar atau biasa disebut loose baggage loading (bulk loading) pada umumnya melibatkan sistem conveyor yang panjang dan otomatis. Di Bandara Dublin, Irlandia, misalnya, conveyor belt di sini panjangnya bisa sampai 10 km. Tetapi, tidak semua pesawat bisa mendapat servis seperti ini.

Setelah sampai di pesawat, terkadang bagasi dipakaikan jaring agar lebih aman dan yang paling penting, tak bergeser saat pesawat mengudara. Ini juga penting untuk memastikan berat pesawat tetap proporsional dan seimbang.

Baca juga: Inilah Perjalanan Penanganan Bagasi, Saat Tiba di Konter Check In Sampai ke Tangan Penumpang Lagi

Pada proses bulk loading, biasanya kargo atau bagasi dimuat ke dalam apa yang disebut sebagai Unit Load Devices (ULD).

Di seluruh pesawat widebody, terkadang juga A320, itu sudah pasti menggunakan ULD dan dimuat ke pesawat menggunakan kontainer. ULD tentu disesuaikan dengan ukuran pesawat. ULD untuk pesawat Boeing 747, 777, dan 787 serta Airbus A380 dan widebody Airbus lainnya menggunakan ULD LD3. Selebihnya menggunakan ULD jenis lain, bergantung pada ukuran pesawat.