Mengenal Pesawat Luar Angkasa Terbesar dalam Sejarah Buatan Boeing, Begini Keunggulannya

0
Ilustrasi roket. Foto: NASA

SpaceX, melalui kapsul SpaceX Dragon, memang tengah naik daun usai mengirimkan empat astronot ke antariksa dan mencetak berbagai sejarah antariksa dunia. Namun, jangan lupa, akan ada sejarah antariksa lainnya yang tercatat tinta emas sejarah pada 2024 mendatang. Bila sejarah sebelumnya melibatkan SpaceX, kali ini sejarah akan melibatkan Boeing.

Baca juga: Eks Instruktur Pilot Asal Jepang Jadi Penumpang Internasional Pertama SpaceX

Diketahui, Badan Antariksa dan Penerbangan Amerika Serikat (NASA) September lalu menyampaikan telah menyusun rencana lebih lanjut untuk program Artemis, termasuk rencana Fase 1 mendaratkan wanita pertama dan pria berikutnya di permukaan bulan pada 2024, melalui Sistem Peluncuran Luar Angkasa (SLS) terbesar dalam sejarah; dan SLS itu adalah buatan Boeing.

Dengan tinggi lebih dari 95 meter, daya dorong hingga 9 juta pon, serta muatan hingga 38 ton ke bulan, SLS terbesar dalam sejarah ini disebut menjadi bagian penting perkembangan teknologi untuk membuat perjalanan luar angkasa lebih jauh dan lebih lama dari yang pernah dicapai.

“Alasan kami membutuhkan roket yang lebih besar dan lebih besar, saat kami melangkah lebih jauh dan lebih jauh ke luar angkasa, adalah karena kami ingin membawa lebih banyak barang saat kami pergi. Anda akan berkemas secara berbeda jika Anda melakukan perjalanan selama sebulan, dibandingkan jika Anda melakukan perjalanan semalam,” kata Matt Duggan, mission management and operation manager Boeing.

“Di situlah SLS berperan. Ia dapat membawa muatan yang sangat besar ini dan mencakup semua persediaan yang dibutuhkan manusia untuk hidup dan bekerja di luar angkasa,” tambahnya, seperti dikutip dari cnet.com.

Kemampuan mengangkut muatan yang lebih besar tidak hanya penting untuk mengirim manusia dan kargo ke bulan, melainkan juga untuk misi masa depan ke Mars. Tidak seperti roket sebelumnya yang dikembangkan untuk misi NASA, SLS diklaim memungkinkan dua misi sekaligus, dalam hal ini pengiriman manusia ke bulan dan Mars dalam satu misi.

Saat ini, NASA mengklaim Artemis telah mengalami kemajuan signifikan. Misalnya, roket pendorong yang dibangun Space Launch System (SLS) dan pesawat ruang angkasa Orion akan menjalani pengujian tahap akhir.

Setelah pengujian selesai, roket dan pesawat ruang angkasa itu bakal dikirim ke Pusat Antariksa Kennedy di Florida untuk diintegrasikan.

NASA akan meluncurkan SLS dan Orion bersama-sama pada dua uji penerbangan di sekitar Bulan. Tujuan uji penerbangan itu untuk memeriksa kinerja, dukungan kehidupan, dan kemampuan komunikasi.

Misi pertama yang dikenal sebagai Artemis I akan berlangsung tanpa astronaut pada 2021. Kemudian, misi Artemis II akan terbang dengan awak pada 2023.

Pada misi kedua itu astronaut akan secara manual mengemudikan Orion untuk mendekat atau menjauh dari Bulan setelah lepas dari roket pendorong.

Baca juga: Sebuah Perusahaan Teknologi Tengah Kembangkan Hotel di Luar Angkasa!

Sambil mempersiapkan dan melaksanakan misi uji terbang ini, NASA juga akan kembali ke Bulan secara robotik menggunakan layanan pengiriman komersial untuk mengirim lusinan investigasi sains baru dan demonstrasi teknologi ke Bulan dua kali per tahun mulai 2021.

Pada 2024, Artemis III akan menjadi penanda kembalinya umat manusia ke permukaan Bulan. NASA akan mendaratkan astronaut wanita pertama di Kutub Selatan bulan. Kemudian astronaut akan melakukan perjalanan sekitar 240.000 mil ke orbit bulan di atas kapal Orion.

Leave a Reply