Tuesday, July 16, 2024
HomeAnalisa AngkutanMeski Legendaris, DC-10 Terkenal dengan Segudang Masalah, Inilah 10 Insiden Teratas yang...

Meski Legendaris, DC-10 Terkenal dengan Segudang Masalah, Inilah 10 Insiden Teratas yang Fatal

Meski tak ada yang meragukan betapa legendarisnya pesawat triple jet Douglas DC-10, namun, satu fakta yang tak bisa dikesampingkan, bahwa pesawat produksi McDonnell Douglas itu kerap mengalami insiden. Mulai dari insiden ringan hingga fatal yang menyebabkan korban jiwa, telah mewarnai debut DC-10.

Baca juga: McDonnell Douglas KC-10 Extender, Pesawat Pengisi Bahan Bakar yang Disulap dari DC-10

Disarikan dari forum quora.com, disebutkan ada beberapa masalah yang terkait dengan insiden pada DC-10. Beberapa di antaranya terkait dengan masalah pada pintu kargo belakang, kemudian ada yang disebabkan kegagalan sistem hidrolik. Lebih serius, tinjauan pada sebgain besar DC-10 mengungkapkan adanya retakan di tiang pemasangan mesin.

Namun, juga ada sejumlah masalah lain dengan DC-10 yang tidak semuanya menyebabkan crash. Dan berikut 10 insiden fenomenal dan fatal yang menyebabkan korban jiwa pada DC-10:

1. 3 November 1973; DC-10 National Airlines: di atas New Mexico, AS: Pesawat mengalami kerusakan yang tidak terkendali pada salah satu mesin pada sayap. Sepotong mesin menabrak badan pesawat dan memecahkan kaca jendela penumpang. Salah satu dari 116 penumpang tersedot keluar dari pesawat selama dekompresi cepat. Jenazah penumpang tidak ditemukan.

2. 3 Maret 1974; DC-10 Turkish Airlines DC10; lokasi dekat Paris, Perancis: Pesawat tersebut merupakan penerbangan internasional terjadwal Paris – London. Selama pesawat mendaki, pintu kargo belakang yang tidak ditutup dengan benar meledak. Dekompresi kabin menyebabkan kerusakan pada lantai kabin utama dan beberapa kabel kontrol di area tersebut. Awak tidak dapat mengendalikan pesawat dan pesawat jatuh. Semua 333 penumpang dan 12 awak tewas.

3. 1 Maret 1978; DC-10 Continental Airlines; lokasi di Los Angeles, California: Pesawat sedang dalam penerbangan domestik terjadwal dari Los Angeles ke Honolulu. Para kru membatalkan lepas landas karena ban pecah dan tidak dapat mencegah pesawat keluar dari landasan. Pesawat terbakar setelah berhenti, dan penumpang serta awak dievakuasi. Semua 14 anggota awak selamat, tetapi dua dari 186 penumpang tewas.

4. 25 Mei 1979; DC-10 American Airlines; lokasi di Chicago, AS: Pesawat sedang dalam penerbangan domestik terjadwal dari Chicago ke Los Angeles. Selama proses take-off, mesin kiri dan pylon terpisah dari sayap, merusak beberapa saluran hidrolik secara bersamaan.

Awak pesawat melanjutkan lepas landas, tetapi kerusakan yang disebabkan oleh pemisahan mesin menyebabkan pencabutan tanpa perintah dari beberapa permukaan kontrol penerbangan di sayap kiri serta hilangnya sistem peringatan yang terkait dengan permukaan kontrol tersebut. Pesawat berguling ke kiri, kehilangan ketinggian, dan jatuh tak lama setelah lepas landas. Semua 258 penumpang dan 13 awak tewas. Dua orang di darat dilaporkan juga tewas.

5. 31 Oktober 1979; DC-10 Western Airlines; lokasi Mexico City, Meksiko: Para kru secara tidak sengaja mendarat di landasan tertutup yang sejajar dengan landasan aktif. Pesawat menabrak kendaraan besar dan jatuh. Sembilan dari 11 anggota awak dan 63 dari 77 penumpang tewas.

6. 28 November 1979; DC-10 Air New Zealand; lokasi dekat Gunung Erebus, Antartika: Pesawat sedang dalam penerbangan wisata dari Selandia Baru ke Antartika. Karena kesalahan navigasi, kru menerbangkan pesawat ke gunung selama whiteout conditions. Semua 237 penumpang dan 20 awak tewas.

7. 23 Januari 1982; DC-10 World Airways; lokasi di Boston, AS: Pesawat mendarat di landasan yang dingin dan tidak bisa berhenti sebelum meninggalkan landasan. Pesawat berhenti sebagian di saluran air. Bagian dari badan pesawat pecah dan berada di dalam air. Dua dari 198 penumpang tewas.

8. 13 September 1982; DC-10 Spantax; lokasi di Malaga, Spanyol: Para kru gagal lepas landas dan tidak dapat menghentikan pesawat di landasan. 48 dari 393 penumpang tewas.

9. 13 Juni 1996; DC-10 Garuda Indonesia; lokasi di Fukuoka, Jepang: Pesawat sedang dalam penerbangan internasional terjadwal dari Fukuoka ke Bali. Awak pesawat membatalkan lepas landas setelah mesin kanan (nomor tiga) mengalami kegagalan. Para kru tidak dapat menghentikan pesawat di landasan. Pesawat berhenti sekitar 2.000 yard di luar landasan pacu setelah melewati pagar dan parit.

(Foto: Shutterstock)

Roda pendarat dan mesin yang dipasang di sayap terpisah dari pesawat, badan pesawat pecah menjadi beberapa bagian, dan pesawat terbakar. Tiga dari 260 penumpang tewas, dan beberapa lusin penumpang lainnya terluka.

Baca juga: Menjawab Penasaran, Ini Sebab Mesin Belakang Douglas DC-10 Terkesan Lebih Besar Dibanding Mesin di Bawah Sayap

10. 21 Desember 1999; DC-10-30 Cubana; lokasi di Guatemala City, Guatemala: Pesawat menabrak landasan pacu yang basah dan berhenti di lingkungan perumahan yang berdekatan dengan bandara. Delapan dari 18 anggota awak dan sembilan dari 296 penumpang tewas. Sembilan orang di lingkungan perumahan juga tewas.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru