MRT Jakarta Larang Penumpang Bicara dan Menelepon Saat di Dalam Kereta. Ternyata di Singapura Sudah Duluan

0
Penumpang MRT Singapura (todayonline.com )

Moda Raya Terpadu Jakarta atau yang dikenal dengan MRT Jakarta telah mewajibkan seluruh penumpang menggunakan masker sebagai upaya pencegahan penularan virus corona atau Covid-19. Namun saat ini ada hal terbaru, di mana penumpang tidak diperbolehkan berbicara satu dengan lainnya.

Baca juga: 20 Unit Bus SMRT Singapura Dikonversi Jadi Ambulans

Bahkan, penumpang juga tidak dibolehkan untuk menelepon ketika berada dalam kereta MRT Jakarta. Padahal sebenarnya dengan menggunakan masker saja sudah mencegah dalam penularan Covid-19. Ternyata kebijakan ini bukan hanya ada di Indonesia, tetapi Singapura sudah memulainya lebih dahulu.

Di mana Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong menyebutkan beberapa langkah yang diambil pemerintah untuk meminimalkan ancaman infeksi silang Covid-19 dalam transportasi umum. Wong yang juga mengetuai satuan tugas multi kementerian yang menangani pandemi, mencatat bahwa jarak aman dapat menjadi tantangan pada beberapa rute selama jam sibuk.

“Para penumpang harus menggunakan masker dan tidak berbicara satu sama lain untuk mencegah droplet. Penumpang juga tidak boleh berbicara di ponsel, dengan demikian mereka bisa menghindari penyebaran droplet ketika berada di ruang tertutup,” ujar Wong yang dikutip KabarPenumpang.com dari todayonline.com (2/6/2020).

Bahkan hal ini juga sebelumnya sudah diserukan pemerintah oleh Menteri Perhubungan Khaw Boon pada 23 Maret 2020 kemarin. Khaw mengatakan, penumpang berbicara dengan lembut jika perlu tetapi yang terbaik adalah tidak berbicara.

Namun ternyata penumpang yang menggunakan transportasi umum mengaku bahwa masih banyak penumpang yang berbicara keras di ponsel mereka atau satu dengan lainnya. Bahkan mereka juga ada yang mengobrol di telepon untuk waktu yang lama.

“Jelas mereka belum mengindahkan saran pemerintah,” ujar penumpang tersebut.

Dalam hal ini, operator transportasi memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran bagi para penumpang untuk menahan diri berbicara kecuali jika diperlukan. Ada banyak poster dan pengumuman tentang pemakaian masker wajah wajib dan perlunya menjaga jarak dengan aman di stasiun MRT dan di dalam kereta.

“Kami juga melihat poster serupa di halte dan di dalam bus. Tapi kami tidak melihat poster atau mendengar pengumuman yang meminta komuter untuk menahan diri dari berbicara, terutama di ponsel mereka,” kata penumpang itu.

Baca juga: Pegawai MRT Singapura Kena Pengurangan Gaji 5 Persen Akibat Virus Corona

Sudah waktunya bagi operator transportasi untuk meningkatkan langkah-langkah untuk mengingatkan penumpang tentang hal ini. Warga Singapura pada umumnya taat hukum, dan pengingat semacam itu akan sangat membantu untuk membuat semua orang memainkan peran mereka dalam menjaga sistem transportasi umum tetap aman saat Singapura bergerak ke fase pertama dari dimulainya kembali kegiatan mulai 2 Juni.

Leave a Reply