Emirates Mulai Tahapan PHK, Dimulai dari Staf Kontrak

0
(Emirates)

Akhirnya Emirates mengikuti jejak maskapai dunia lainnya yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada stafnya. Surat-surat berupa redundansi sudah dikirim lebih dari dua minggu setelah sumber yang bisa dipercaya mengklaim bahwa maskapai yang berbasis di Dubai itu tengah mempersiapkan rencana untuk menghilangkan hingga sepertiga dari tenaga kerjanya untuk mengatasi dampak buruk Covid-19.

Baca juga: Bukan Hanya PHK Karyawan, Ini Sejumlah Opsi Maskapai Agar Bisa Tetap ‘Hidup’

Namun kabar tersebut ternyata sempat disangkal Emirates. Melalui juru bicaranya, disebutkan bahwa rencana tersebut belum pernah dibuat. Tapi hanya berselang beberapa hari, pada Minggu (31/5/2020), maskapai asal Uni Emirat Arab itu akhirnya mengonfirmasi bahwa PHK akan dilakukan.

“Kami telah berupaya untuk mempertahankan komposisi pekerjaan yang ada saat ini, namun kami akan meninjau semua skenario yang harus dilakukan untuk mempertahankan operasi bisnis kami. Dan akhirnya disimpulkan bahwa kami harus mengucapkan selamat tinggal kepada beberapa orang luar biasa yang bekerja dengan kami selama ini,” bunyi pernyataan dari Emirates yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman paddleyourownkanoo.com (31/5/2020).

Pernyataan tersebut juga mengatakan mereka terus menilai kembali situasi dan harus beradaptasi dengan masa transisi ini. Mereka mengatakan bahwa tidak mudah memandang hal ini dan perusahaan melakukan segala hal yang mungkin untuk melindungi para pekerja.

“Di mana kita dipaksa untuk mengambil keputusan sulit, kita akan memperlakukan orang lain dengan adil dan hormat. Kami akan bekerja dengan karyawan yang terkena dampak untuk memastikan mereka mendapatkan haknya,” lanjut pernyataan itu.

Gelombang PHK pertama akan melibatkan pilot dan awak kabin yang masih dalam pelatihan awal, serta siapa pun yang masih dalam masa percobaan. Meskipun ada rumor tentang redudansi yang akan datang, banyak kru akan merasakan hal tersebut karena pengumuman hari ini setelah tidak menerima peringatan sebelumnya dari perusahaan.

Banyak kru percaya cuti yang tidak dibayar, kontrak paruh waktu dan cara kerja alternatif akan ditawarkan terlebih dahulu sebelum PHK diumumkan. Surat redundansi yang dikirim ke staf memberi tahu bahwa mereka tidak akan diminta untuk bekerja selama periode pemberitahuan 14 hari.

Baca juga: American dan United Airlines Rugi Rp59 Triliun, Ratusan Ribu Karyawan Menanti Giliran PHK

Karena sebagian besar staf dan awak pesawat Emirates adalah ekspatriat asing, maskapai ini telah memberi tahu bahwa mereka dapat tetap berada di negara itu sampai dapat mengatur penerbangan ke negara asal mereka. Emirates melakukan hal tersebut karena pembatasan perjalanan yang berarti banyak negara masih terlarang dan Emirates saat ini hanya melayani sembilan tujuan.

 

Leave a Reply