Mulai Mengular 2021, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gunakan Kereta Generasi Baru CR400AF

0
Sumber: istimewa

Bila tak ada kendala lagi, Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akan mengular sekitar dua tahun lagi atau tepatnya pada 2021 mendatang. Dalam pengoperasiannya ini, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan memiliki konsesi pengelolaan selama 50 tahun atau lebih lama sepuluh tahun dibandingkan dengan MRT Jakarta ke Jepang.

Baca juga: Nantinya, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Terintegrasi LRT Bandung Raya

Konsesi ini akan berlaku sejak KCJB beroperasi dan bila masanya habis, pihak KCIC harus mengembalikan semua prasarana kepada pemerintah dalam kondisi clear and clean serta laik untuk beroperasi. Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri mengatakan hal tersebut dan menambahkan kereta cepat ini bisa beroperasi.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Zulfikri sendiri menegaskan bahwa pihak pemerintah sama sekali tidak mengeluarkan dana dari APBN untuk proyek kereta cepat tersebut. Sehingga saat nantinya pun akan mulai beroperasi, pemerintah tidak akan mengalokasi anggaran untuk subsidi kereta cepat.

“Oh tidak ada subsidi, itu investasi full. Pemerintah tidak ada ikut sama sekali termasuk lahan pun mereka (KCIC),” katanya.

Apalagi sejak awal pengerjaan proyek ini, pemerintah secara tegas menyatakan tidak akan menjaminnya secara finansial. Pemerintah hanya memberikan jaminan terkait konsistensi kebijakan pembangunan kereta cepat dan sesuai dengan Perpres No.107/2015 tentang percepatan penyelenggaraan prasarana dan sarana kereta cepat antara Jakarta dan Bandung.

Nantinya kereta yang akan digunakan untuk KCJB akan menggunakan kereta generasi baru CR400AF yang merupakan hasil pengembangan CRH308A oleh CRRC Qingdao Sifang. KCIC mengatakan, kereta generasi baru ini memiliki keunggulan seperti kecepatan desain hingga 420 km per jam dan kecepatan operasional 350 km per jam.

KCIC mengatakan, kecepatan 350 km per jam bisa dicapai karena satu rangkaian kereta CR400AF ini terdiri dari delapan kereta atau cars dengan komposisi empat bermotor dan empat lainnya tanpa motor. CR400AF juga dipastikan mampu menghadapi kondisi geografis lintasan Jakarta-Bandung yang cenderung menanjak.

Dengan kondisi itu, CR400AF disebut bisa menempuh jarak 142,3 km Jakarta-Bandung hanya dalam waktu 36 menit untuk perjalanan langsung atau 46 menit dengan kondisi perjalanan berhenti di setiap stasiun. Di sepanjang trase kereta cepat Jakarta-Bandung akan terdapat empat stasiun pemberhentian, yakni di Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar.

Dari sisi keamanan, setiap rangkaian CR400AF dilengkapi dua lightning arrester. Fungsinya untuk meningkatkan keamanan terhadap sambaran petir, terutama di sisi peralatan tegangan tinggi. CR400AF juga dilengkapi dengan dua emergency brake.

Baca juga: Kemenhub Dorong PT KAI Jadi Operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Pertama, emergency brake EB yang bekerja berdasarkan perintah driver controller, fasilitas emergency brake penumpang, dan kontrol kewaspadaan masinis. Kedua, emergency brake UB yang akan aktif berdasarkan fungsi automatic train protection (ATP), pendeteksi jarak antarkereta dan pada saat power kereta dalam kondisi off/tidak bekerja.

“Dengan dua sistem emergency brake ini, CR400AF menawarkan tingkat keamanan yang lebih untuk melindungi kereta pada saat terjadi kesalahan sistem maupun human error,” tulis KCIC.

Leave a Reply