Nantinya, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Terintegrasi LRT Bandung Raya

0
ilustrasi kereta cepat Jakarta - Bandung. Sumber: greeners.co

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengatakan bahwa pihaknya akan mengintegrasikan kereta cepat Jakarta – Bandung dengan layanan Light Rapid Transit (LRT) Bandung Raya. Hal ini dipercaya mampu menjadi solusi untuk mereduksi high cost economy terkait logistik. Untuk kereta cepat Jakarta – Bandung sendiri, Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Iwa Karniwa mengatakan bahwa progress pembangunannya menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

Baca Juga: Lintasi Hutan di Karawang, Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Optimis Tuntas Akhir Tahun

“Sesuai dengan arahan Pak Gubernur, tentu harus nyambung dengan LRT Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan sebagian Kabupaten Sumedang,” ujar Iwa, seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman jawapos.com (21/1/2019).

Menurut Iwa, setelah dilakukan kajian oleh Tim Akselerasi Pembangunan Jawa Barat, pihak pengembang kereta cepat dan Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, pembangunan LRT Bandung Raya ternyata tidak sesuai jika menggunakan konsep Business to Business (B2B) sehingga diusulkan akan diubah menjadi kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

“Dari pertemuan, juga terdapat usulan dari berbagai studi. Ternyata untuk konsep Business to Business itu tidak masuk. Jadi sudah diusulkan kalau polanya KPBU,” terang Iwa.

Iwa menambahkan, pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan beberapa pihak terkait siapa dan tugas apa yang harus mereka kerjakan. Hal ini dimaksudkan agar terjadi kesepahaman para pihak dalam melakukan tugasnya masing-masing.

“Supaya singkron untuk bahan rapat itu terlebih dahulu diupayakan adanya semacam prepare yang sudah dilaksanakan sejak 2014 sampai dengan sekarang,” imbuhnya.

Sebagai informasi tambahan, pembangunan kereta cepat akan menciptakan Transit Oriented Development (TOD) dengan total panjang sekitar 142,3 kilometer. Mulai dari Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta (kilometer 0), Karawang (kilometer 41), lalu Walini (kilometer 96), dan Tegalluar (kilometer 142). Apabila nanti dilanjutkan ke Bandara Kertajati, dibutuhkan sekitar 70 kilometer lagi.

Baca Juga: Menteri Rini: “Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Dilengkapi 13 Terowongan”

Rencananya, kereta cepat Jakarta-Bandung ini mampu menampung 583 penumpang dan mampu melaju hingga kecepatan 350km/jam – dengan waktu tempuh hanya sekitar 35 menit saja. Waktu yang sangat singkat jika dibandingkan dengan kereta api Argo Parahyangan yang memakan waktu perjalanan 3 jam 15 menit.

Leave a Reply