TransJakarta Punya Rute Baru Setiap Bulan, Bagaimana Integrasi dengan Mikrolet?

0
Transjakarta Explorer (Sindo)

Hingga saat ini ternyata mikrolet yang terintegrasi dengan TransJakarta baru sebesar tujuh persen. Bila ditotal jumlah dari 12 ribu armada baru ada 800 mikrolet yang terintegrasi. Padahal integrasi yang baik antar angkutan darat merupakan hal penting untuk menarik masyarakat agar beralih ke transportasi umum.

Baca juga: Pasca Lebaran, TransJakarta Buka Rute ke Bandara Soekarno-Hatta

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengatakan, transportasi yang ada di ibukota saat ini sudah cukup lengkap mulai dari mikrolet, bus TransJakarta, kereta listrik (KRL) hingga MRT. Bahkan dirinya menyebutkan tak lama lagi kereta ringan atau LRT juga akan ikut ambil bagian dalam moda transportasi publik di Jakarta. Namun Shafruhan mengatakan, meski sudah banyak tetapi semuanya belum terintegrasi secara optimal.

“Idealnya, mikrolet dirotasi jalur trayeknya menjadi angkutan pengumpul yang masuk ke lingkungan pemukiman warga, dengan tujuan akhir di koridor-koridor Transjakarta. Transjakarta juga terhubung dengan MRT dan KRL. Jadi, kalau dari depan rumah sudah tersedia transportasi publik yang terintegrasi, maka ini akan menarik minat warga untuk beralih,” kata dia yang dikutip dari republika.co.id (19/6/2019).

Padahal, Direktur Operasional PT Transportasi Jakarta Daud Joseph mengatakan, TransJakarta akan menambah lima rute baru setuap bulannya untuk meningkatkan jumlah penumpang. Hal ini dilakukan agar strategi TransJakarta untuk mencapai target penumpang satu juta per hari bisa tercapai.

“Hingga saat ini, jumlah penumpang Transjakarta per harinya telah mencapai sekitar 800 ribu orang dan sedang menuju 900 ribu. Dalam internalnya sendiri, Daud dan tim menyebutnya sebagai “Gerakan 900K Gaspol” Pokoknya kita mesti ‘gas’ gimana caranya supaya bisa mencapai 900 ribu penumpang per hari dalam satu sampai dua bulan ini. Kalau sudah 900 ribu kan tinggal selangkah lagi satu juta,” jelas Daud.

Selain terus membuka rute-rute baru, dia menyebutkan, TransJakarta juga akan menambahkan jumlah bus kecil dari semula 904 unit menjadi 1.441 unit dari mulai bulan depan hingga Oktober mendatang. Dengan penambahan ini, ia optimistis jumlah penumpang akan naik.

“Nanti akan ada total penambahan 93 rute, sesuai dengan surat keputusan Dinas Perhubungan (Dishub),” ujar dia.

Selain itu, Daud juga mengatakan, pengintegrasian Transjakarta dengan moda raya terpadu (MRT) dan lintas rel terpadu (LRT) sangat membantu mencapai target satu juta penumpang per hari. Untuk LRT, ia mengatakan, sudah ada sekitar 50 unit bus Transjakarta yang berintegrasi dan pihaknya menargetkan untuk menambah satu hingga dua rute lagi pada Juli 2019.

Baca juga: Animo Pengguna MRT Jakarta Tinggi, TransJakarta Koridor 1 Tidak Mengalami Penurunan Penumpang

Selain itu saat dihubungi KabarPenumpang.com untuk menanyakan apakah akan ada penambahan mikrolet yang akan terintegrasi dengan TransJakarta, pihaknya menjawab belum ada.

“Untuk penambahan seperti ini yang berhak bicara dari Dinas Perhubungan,” ujar Humas PT TransJakarta Wibowo yang dihubungi, Rabu (19/6/2019).

Leave a Reply