Nakal! Meski Dilarang, Mahasiswa India ‘Kabur’ ke Kanada Lewan ‘Jalan Tikus’

0
Ilustrasi penumpang masuk Kanada. Foto: Times Higher Education

Dunia tentu tahu bahwa India belakangan ini tengah menjadi sorotan akibat kasus Corona yang melonjak drastis. Pada awal Mei lalu, kasus India mencetak rekor 412.262 kasus baru Covid-19 dan rekor kematian harian nyaris empat ribu kasus. Oleh karenanya, orang-orang kaya atau paling tidak memiliki kocek tebal bergegas ‘melarikan diri’ ke tempat-tempat aman, termasuk Kanada.

Baca juga: Fenomena Aneh Pramugari Pakistan, Manfaatkan ‘Layover’ untuk Kabur dan Minta Suaka di Negara Maju

Baru-baru ini, mahasiswa India berhasil melarikan diri dari India dan masuk ke Kanada dengan merogoh kocek sampai Rp57 jutaan. Biaya sebesar itu semata untuk mengakali otoritas Kanada.

Dilansir Economictimes Indiatimes, Kanada sudah sejak Corona mengganas di India melarang penerbangan langsung dari sana ke negaranya. Tetapi, entah otoritas Kanada yang lengah atau penumpang asal India yang terlampau ‘pintar’ nyatanya ia bisa lolos.

Caranya, tentu dengan menghindari penerbangan langsung (direct) dari India ke Kanada mengingat itu dilarang. Tetapi, pada penerbangan lain, itu tidak dilarang. Celah itulah yang dimanfaatkan oknum penumpang.

Mahasiswa India yang tak disebutkan namanya ini diketahui terbang dari India ke Doha (Qatar) dan Addis Ababa (Ethiopia) sebelum masuk ke Kanada. Cara tersebut terbukti berhasil meski konsekuensinya harus membayar biaya sangat mahal.

“Penumpang dari India sebagian besar menggunakan titik transit bandara ini untuk mendarat di Kanada karena mereka dapat melakukan rapid test Covid-19 di bandara dan naik penerbangan selanjutnya,” kata seorang agen perjalanan di Toronto.

Selain ‘jalur’ tersebut, penumpang nakal asal India yang tetap ingin ke Kanada bisa juga melalu rute lain, seperti Beograd (Serbia), Mexico City (Meksiko via Eropa), dan Muscat (Oman).

Kalau via Muscat, penumpang diharuskan stay selama kurang lebih 14 jam sebelum mengikuti tes PCR Covid-19 dan terbang ke Kanada.

Di Addis Ababa dan Beograd, penumpang pesawat diwajibkan menjalani karantina mandiri selama tiga hari di hotel sebelum mengikuti tes PCR Covid-19 dan terbang ke Kanada.

Adapun lewat Meksiko City via Eropa, penumpang diharuskan menjalani karantina mandiri selama dua hari, mengikuti tes PCR Covid-19, dan mendarat di Kanada.

“Warga India mendarat di Mexico City melalui Eropa. Setelah tinggal dua hari di sana, mereka mendapatkan tes Covid, naik pesawat dan mendarat di Toronto,” lanjut sumber dari salah satu travel agent tersebut.

Meski demikian, jalan masuk menuju Kanada bisa pupus andai penumpang yang bersangkutan terinfeksi Covid-19 saat transit di negara-negara tersebut. Sebetulnya bukan pupus melainkan hanya memperlambat saja mengingat setelah sekitar tiga hari, penumpang sudah bisa mengikuti tes Covid-19 dan terbang ke Kanada jika hasilnya negatif.

Baca juga: Hubungkan Cina, Rusia, Kanada dan AS, Bagaimana Nasib Proyek Terowongan Kereta Bawah Laut Sepanjang 200 Km?

Pihak Kanada sendiri sudah mengonfirmasi hal itu. Melalui juru bicaranya, otoritas Kanada mengakui celah yang ada dan menyebut bahwa 27 persen kasus Corona di Ontario berasal dari varian Delta.

“Gejala mereka muncul tepat sebelum atau setelah mendarat di Kanada. Itulah berapa banyak penerbangan internasional yang membawa kasus Covid, termasuk varian Delta, ke Kanada karena orang telah menemukan cara untuk mengalahkan larangan Kanada,” tutupnya.

LEAVE A REPLY