NASA Luncurkan Toilet Khusus Astronot Wanita, Bekas Urine Bisa Buat Minum dan Masak

0
Ilustrasi toilet khusus astronot wanita. Foto: THE ATLANTIC

NASA dikabarkan sukses membuat toilet khusus astronot wanita. Hal itu merupakan jawaban atas berbagai keluhan mereka. Selama ini, dilihat dari bentuknya, toilet yang ada diketahui lebih ramah bagi astronot laki-laki.

Baca juga: NASA Luncurkan Aplikasi untuk Teliti Kelelahan dalam Penerbangan, FAA: Cocok untuk Pilot

Meskipun sebetulnya desain lama tidak terlalu sulit digunakan, perubahan desain yang halus dapat membuat perbedaan besar bagi para astronaut wanita. Setidaknya, itulah menurut astronot wanita NASA, Shannon Walker, yang pernah tinggal di stasiun luar angkasa.

Dikutip dari theatlantic.com, toilet senilai US$23 juta setara Rp342 triliun itu memiliki bobot hampir 100 pon dan tinggi 28 inci, kira-kira setengah dari dua toilet buatan Rusia di ISS. Dengan budget semahal itu, bukan tak mungkin toilet tersebut menjadi toilet termahal sejagat, sekalipun butuh riset lebih lanjut terkait hal ini.

Sekalipun dimensi toilet khusus astronot wanita lansiran NASA ini tergolong kecil dibanding toilet di bumi, rupanya toilet tersebut tak lebih besar dan berat dibanding toilet NASA terdahulu atau versi lama. Selain itu, toilet baru yang terbuat dari titanium ini juga dinilai lebih mudah dirawat dan kokoh. Dua hal tersebut merupakan harga mati dari toilet luar angkasa.

Astronot Kate Rubins (tengah) dan para personel pendukung misi luar angkasa NASA tengah mereview Universal Waste Management System, sebuah toilet khusus untuk kondisi gravitasi rendah. Foto: AP via New York Post

Sebab, bila sedikit saja terdapat kebocoran, tentu astronot tak bisa memanggil tukang ledeng untuk memperbaikinya, kecuali melihat kotoran mereka melayang-layang di dalam stasiun luar angkasa internasional (ISS).

Pipa untuk menyalurkan kotoran para astronot juga terbuat dari logam kokoh tahan asam yang pada prosesnya diproduksi dengan cara cetak 3-D agar lebih presisi. Tahan asam ini cukup penting dalam proses reuse limbah urine.

Selain memikirkan toilet untuk buang hajat para astronaut, NASA sudah sejak lama juga mempertimbangkan soal Urine. Urine yang dikumpulkan di toilet baru akan dialihkan ke sistem daur ulang NASA yang sudah lama ada untuk menghasilkan air dan untuk meminum atau pun memasak sehari setelah urine dibuang.

Sedangkan untuk kotoran lain, itu lebih dahulu dikompres di-removable container atau sejenis tempat khusus untuk kemudian dikirim ke pesawat luar angkasa dan dibawa ke bumi atau diangkut ke pesawat luar angkasa khusus sampah dan dibiarkan jatuh serta terbakar di atmosfer bumi bak bintang jatuh.

Baca juga: Mengulang 45 Tahun Lalu, Dua Astronaut NASA Mendarat di Laut dengan Kapsul SpaceX

Toilet khusus astonot wanita NASA seharusnya sudah dikemas di dalam kapal kargo yang semestinya diluncurkan Kamis malam dari Pulau Wallops, Virginia. Namun, beberapa sumber menyebut toilet NASA itu sudah dikirim bersamaan dengan pesawat ulang alik pertama dalam sejarah yang berhasil mencapai ISS dalam waktu tiga jam, Rabu pagi, dari fasilitas peluncuran antariksa Baikonur di Kazakhstan. Sebelum itu, pesawat ulang alik membutuhkan waktu setidaknya enam jam untuk sampai ke ISS.

Sebelum benar-benar digunakan secara massif, para astronot di ISS bakal mengujinya selama beberapa bulan. Jika berjalan lancar, toilet disiapkan untuk keperluan bisnis, mengingat SpaceX bakal meluncurkan astronot ke luar angkasa. Juga Boeing, kurang dari setahun sejak mengirimkan awak pertamanya. Sehingga akan lebih banyak toilet dibutuhkan.

Leave a Reply