Yuk, Cari Tahu Makna Tersembunyi di Balik Nomor Penerbangan

Seolah tidak ada habisnya ketika kita membahas tentang dunia aviasi secara keseluruhan. Sebut saja dari yang paling sederhana seperti nomor penerbangan. Ya, bisa dibilang, nomor penerbangan ini semacam identitas setiap armada dari berbagai maskapai yang ada di dunia. Kombinasi huruf dan angka yang tertera pada nomor penerbangan ini sendiri memiliki makna tersirat di dalamnya. Baca Juga: Sebelum “Mengudara”, Kenali Dulu Yuk Kode Penerbangannya! Sebelum melangkah lebih jauh, patut diketahui bahwa nomor penerbangan yang tercantum di setiap armada ini dikeluarkan oleh International Air Transport Association (IATA). Untuk beberapa kasus, biasanya ada satu huruf yang mewakilkan nama maskapai terkait, seperti contohnya QF untuk Qantas, VA untuk Virgin Australia, VS untuk Virgin Atlantic, JQ untuk Jetstar Australia, AA untuk American Airlines, BA untuk British Airways, NZ untuk Air New Zealand, GA untuk Garuda Indonesia, dan seterusnya. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (16/4/2018), tidak semua huruf yang tertera di nomor penerbangan terkandung inisial dari maskapai terkait, seperti WN untuk maskapai Southwest Airlines, AY untuk maskapai Finnair, QG untuk maskapai Citilink, JT untuk maskapai Lion Air, dan seterusnya. Sedangkan untuk masalah angka yang tertera setelah dua huruf di awal nomor penerbangan, memiliki banyak informasi tersirat. Seorang pilot yang juga merangkap sebagai penulis, Patrick Smith mengatakan bahwa semakin kecil nomor penerbangan, maka semakin bergengsi rute penerbangannya. “Maskapai penerbangan kerap memberikan nomor yang lebih kecil apabila mereka melakukan penerbangan jarak jauh dan destinasi bergengsi,” tutur Patrick. “Jika ada penerbangan 001 di jadwal, itu artinya penerbangan dari London ke Sydney atau Paris ke New York,” imbuhnya. Patut dijadikan catatan, kebanyakan maskapai menggunakan nomor ganjil untukmenandakan penerbangan menuju arah Timur atau Utara, sedangkan untuk penerbangan menuju arah Barat atau Selatan menggunakan nomor genap. Lain cerita dengan Flag Carrier Negeri Kangguru, Qantas Airlines yang menggunakan nomor ganjil untuk menandakan penerbangan internasional keluar Australia, dan nomor genap untuk menandakan penerbangan masuk menuju Australia. Contohnya QF1 (ganjil) untuk penerbangan Sydney – London, dan QF44 (genap) untuk penerbangan Denpasar – Sydney. Baca Juga: Mengenal Arti Kode “PK” di Badan Pesawat Penumpang Qantas sendiri menggunakan deret angka dari 1 sampai 399 untuk rute penerbangan internasional (termasuk codeshare), sedangkan deret angka di atas 400 dipergunakan sebagai identitas armadanya yang mengudara dengan rute penerbangan domestik. Umumnya di sebagian besar maskapai, nomor penerbangan empat digit yang diawali dengan 3 atau angka lebih tinggi menunjukkan penerbangan codeshare yang dioperasikan oleh mitra. Misalnya, penerbangan British Airways BA7420 adalah penerbangan codeshare dari Auckland ke Sydney yang dioperasikan oleh Qantas.

Sebuah Perusahaan Teknologi Tengah Kembangkan Hotel di Luar Angkasa!

Masih ingatkah Anda tentang sebuah hotel di Negeri Paman Sam menawarkan sensasi menginap di dalam gerbong tua yang sudah lama tidak terpakai? Jika Anda terpesona dengan tema yang diambil oleh hotel tersebut, mungkin Anda akan menarik kata-kata Anda kembali dan berpaling menuju sebuah hotelyang menawarkan sensasi bermalam di luar angkasa. Wow! Baca Juga: Lama Tak Terpakai, Gerbong Tua Ini Disulap Jadi Kamar Hotel Mewah Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (11/4/2018), adalah Aurora Station, hotel mewah pertama yang bertempat di antariksa siap untuk kedatangan tamu pertamanya dalam beberapa tahun ke depan. Aurora sendiri pada dasarnya merupakan stasiun ruang angkasa modular yang didesain sedemikian rupa sehingga nyaman untuk dihuni maksimal empat orang tamu. Dalam paket perjalanan plus menginap selama 12 hari yang ditawarkan oleh pihak Orion Span, selaku pengembang hotel luar angkasa pertama ini, nantinya para tamu akan merasakan sensasi terombang-ambing pada ruang anti gravitasi. Aurora juga akan membuat satu orbit penuh pada ketinggian 322km di atas Bumi setiap 90 menit, yang berarti para tamu mendapatkan pemandangan dari 16 matahari terbit dan terbenam setiap 24 jam, keren bukan? Hotel yang kini masih dalam proses pengembangan di bawah naungan Orion Span ini rencananya akan diluncurkan ke ruang angkasa pada tahun 2012 mendatang, dan siap menjadi menyambut tamu pertamanya setahun berselang. “Inti dari misi kami sebenarnya sangat sederhana, yaitu kami berharap akan ada lebih banyak orang yang berkunjung ke luar angkasa. Bukan tidak mungkin jika mereka (para tamu) berubah pikiran dan ingin hidup di luar angkasa,” ungkap CEO Orion Span, Frank Bunger. Berbeda dengan kebanyakan hotel yang ada di bumi, Anda akan melewati sejumlah tes kesehatan dan proses sertifikasi selama kurang lebih tiga bulan lamanya sebelum menginap di Aurora Station. Nanti setelah calon tamu sudah lolos tahap pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan, mereka akan diberangkatkan menuju Aurora Station dengan menggunakan roket. Sayangnya, Orion Span hingga saat ini masih mencari rekanan yang tepat dalam urusan menerbangkan calon tamu. Baca Juga: Setelah Pesawat dan Kereta, Kini Giliran Bus Tingkat yang’ Disulap’ Jadi Hotel Sehubungan dengan serangkaian proses yang tidaklah murah, maka tidak heran jika harga yang ditawarkan oleh Orion Span pun bisa dibilang spektakuler. Harga perjalanan selama 12 hari tersebut dimulai pada angka US$12,34 juta atau yang hampir setara dengan Rp170 miliar! Fantastis, bukan?

Dampak Grab Akuisisi Uber, Tarif di Filipina Melonjak Hampir 50 Persen

Uber mundur di dunia aplikasi ride sharing Asia Tenggara. Mundurnya Uber dan bergabung dengan Grab dikeluhkan oleh para pengguna aplikasi ride sharing tersebut. Pasalnya, pengguna mengatakan, tarif menjadi lebih tinggi dari biasanya sebelum Uber hilang dari dunia ride sharing. Baca juga: Diakuisisi Grab, CEO Uber: “Ini Taktik Untuk Tingkatkan Profit” Namun, perusahaan jaringan transportasi atau The transport network company (TNC) tersebut menekankan bahwa itu tidak mengambil keuntungan dari situasi dan menjelaskan bahwa tarif mereka masih dalam batas yang disetujui oleh pemerintah. KabarPenumpang.com melansir dari laman inquirer.net (17/4/2018), bahwa kenaikan tarif Grab pada jam sibuk di Filipina pada Senin (16/4/2018) pagi sangat mengejutkan banyak pengguna yang terpaksa mencari transportasi lain. Joyce Yu salah satu pengguna akhirnya memilih bus dari North Avenue ke Ortigas karena Grab mengenakan tarif P450 atau sekitar Rp118 ribu untuk perjalanan saat itu, yang biasanya hanya P250 atau Rp66rb. Beberapa warganet yang menggunakan Twitter menuliskan kekecewaan mereka atas tarif Grab yang tinggi berkisar P300 hingga P600 atau Rp79 ribu sampai Rp158 ribu. Contohnya seperti perjalanan yang menempuh jarak 6,5 km dari Makati ke Manila pada pukul 08.00 pagi waktu setempat membuat tarif melambung hampir P300 yang biasanya hanya P150. Pada Minggu lalu, the Land Transportation Franchising and Regulatory Board (LTFRB) meminta Grab untuk segera menurunkan batas harga dari dua kali tarif reguler menjadi hanya 1,5 kali saat memproses TNC baru yang akan menggantikan Uber. Manager Komunikasi Grab Filipina, Fiona Nicolas mengatakan, sementara mereka telah menerapkan laju lonjakan baru yang dikenakan oleh LTFRB dan tarif mungkin tetap tinggi karena terbatasnya jumlah pengemudi. “Onboarding untuk TNVS (transport network vehicle services) belum mencapai 100 persen, sementara sebagian besar, penumpang Uber sudah mengunduh aplikasi Grab. Transfer pengemudi dari Uber ke Grab masih berlangsung,” ujar Fiona. Kepala Bagian Grab Filipina, Brian Cu sebelumnya telah menjelaskan, bahwa sementara ada peningkatan hingga 70 persen dalam pemesanan penumpang mereka dan pengemudi yang ada hanya bertambah sekitar 30 persen saat ini. Uber sendiri diketahui sudah mengofflinekan aplikasinya di Filipina setelah Grab mengakuisisi operasi di Asia Tenggara pada 25 Maret 2018 lalu. Langkah Uber sendiri sesuai dengan instruksi LTFRB agar berhenti sebagai TNC mulai 16 April 2018 kemarin, meskipun ada perintah dari Philippine Competition Commission untuk melayani publik sambil menunggu peninjauan kembali kesepakatannya dengan Grab. Untuk melindungi masyarakat dari kenaikan tarif Grab, the National Center for Commuter Safety and Protection (NCCSP) meminta LTFRB untuk mempercepat akreditasi TNC baru Lag Go, Hype dan Owto. Baca juga: Hadirkan Layanan Sepeda Listrik di Negeri Paman Sam, Uber Akuisisi JUMP “Ini adalah kewajiban pada LTFRB untuk menyetujui aplikasi ini. Kami berpikir bahwa LTFRB harus cepat sehingga akan ada persaingan,” kata kepala NCCSP, Maricor Akol. Pada saat yang sama, LTFRB meminta publik untuk melaporkannya kepada pengemudi Grab yang pemilih, termasuk mereka yang memaksa penumpang untuk membatalkan pemesanan mereka. Dikatakan bahwa menunjukkan perintah penyebab akan dikeluarkan terhadap driver ini yang harus menjelaskan mengapa waralaba mereka untuk beroperasi tidak boleh dicabut. Kejadian ini juga terjadi di Indonesia, seorang penumpang yang berangkat dari sekitaran Cilandak menuju Bandara Halim Perdanakusuma yang awalnya di aplikasi hanya Rp48 ribu, namun saat tiba menjadi Rp69 ribu. Beberapa pengemudi Grab car baik Jakarta maupun luar Jakarta mengatakan, hingga saat ini belum merasakan dampak akuisisi Grab pada Uber tersebut.

Unik! Penumpang ini Sandera Awak Kabin Air China Menggunakan Pena

Teror yang terjadi di dalam perjalanan udara kembali terjadi baru-baru ini. Kali ini, bukan penumpang yang menjadi sandera, melainkan awak kabin. Akibat insiden yang dilakukan oleh seorang penumpang ini, akhirnya maskapai Air China yang tengah berada dalam perjalanannya menuju Beijing terpaksa melakukan pendaratan darurat di kota Zhengzhou. Uniknya, si penumpang tidak menggunakan senjata tajam atau benda berbahaya lainnya untuk menyandera korban, melainkan dengan sebuah pena. Baca Juga: Pembajakan Pesawat Terlama, 39 Hari Kelam Penumpang El Al Flight 426 Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk (16/4/2018), Administrasi Penerbangan Sipil China membenarkan bahwa seorang penumpang berjenis kelamin laki-laki telah menyandera seorang awak kabin maskapai Air China dengan nomor penerbangan CA1350 dengan menggunakan sebuah pena. Si penumpang beraksi tak lama setelah maskapai tersebut lepas landas dari Changsha Huanghua International Airport, pada Minggu (15/4/2018) pagi. Pihak kepolisian yang menangani kasus ini pun mengidentifikasi tersangka sebagai seseorang yang memiliki riwayat penyakit mental. “Secara tiba-tiba ia menangkap seorang pramugari dan menyanderanya dengan menggunakan pena,” ungkap salah seorang petugas kepolisian. Karena kondisinya tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, akhirnya kapten pesawat memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di kota Zhengzhou. Civil Aviation Authority mengatakan masalah ini berhasil ditangani oleh kepolisian tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Banyak saksi yang mengatakan bahwa penumpang mulai disiagakan ketika mendengar salah seorang awak kabin mulai menangis karena drama penyanderaan ini.
“Suara tangisan membangunkan saya dan sebagian penumpang lain yang tengah tertidur. Kami tidak mengetahui sumber tangisan tersebut,” ungkap salah seorang saksi mata kejadian tersebut. Penumpang lain yang juga berada di dalam penerbangan tersebut mengatakan drama penyanderaan ini terjadi antara di kelas bisnis atau First Class, ia tidak dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi karena tirai pemisah kelas tertutup rapat. Baca Juga: Neerja Bhanot – Mengenang Tameng Hidup Tragedi Pan Am Penerbangan 73 Setibanya di darat, para penumpang sudah melihat kerumunan petugas darat, ambulans, dan juga petugas kepolisian yang siap ‘menyambut’ kehadiran si penyandera. Untungnya, tidak ada yang terluka dalam insiden ini. Hingga kini, pihak kepolisian masih belum merilis hasil pemeriksaan lebih lanjut dari tersangka yang disinyalir berusia 41 tahun ini.

Di Tengah Pesimisme, Dirut Jakpro Optimis LRT Jakarta Bisa Digunakan Saat Asian Games 2018

Rangkaian kereta Light Rapid Transit (LRT) Jakarta yang didatangkan dari Korea Selatan, tiba pada Jumat (13/4/2018) kemarin. Rangkaian ini nantinya akan digunakan untuk membawa para kontingen Asian Games 2018 yang akan di selenggarakan di Jakarta Agustus hingga September mendatang. Baca juga: Kebut Persiapan Asian Games 2018, PT INKA Mulai ‘Cicil’ Pengiriman LRT Palembang Direktur Utama PT Jakpro, Satya Hergandhi mengatakan, LRT rute Kelapa Gading-Veledrome bisa digunakan sebelum Asian Games 2018. “Saya optimis sebelum Agustus kereta dan jalur sudah siap melayani main line,” ujarnya yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber. Satya mengatakan, proses pembangunan fisik termasuk depo LRT di Jalan Pegangsaan II sudah mencapai 70 persen hingga awal April 2018. Dia menambahkan pihaknya akan mengupayakan segala cara untuk mempercepat penyelesaian fisik serta prasarana yang menunjang. “Pemasangan rel sudah selesai. Saat ini kami tengah memasang persinyalan dan sistem telekomunikasi. Mudah-mudahan sebelum Agustus sudah selesai,” ucapnya. Pernyataan Satya ini seperti berbanding terbalik dengan ucapan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. “LRT tidak bisa di Asian Games itu, tersisa empat bulan. Venue-nya kan banyak, ada di Senayan, Kemayoran, Sunter. Ada enam tempat di Jakarta ini. Ini tidak mungkin (menunggu LRT selesai),” ujar JK. Dengan hal ini, JK menyarankan agar dibuat jalur khusus bus bagi kontingen dan pemangku kepentingan saat Asian Games 2018 mendatang untuk menggantikan tidak siapnya LRT. Adanya permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan LRT, JK menambahkan, hal tersebut perlu koordinasi dengan pemerintah pusat yakni Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta beberapa BUMN. “Ini semua harus terkoordinasi. Kalau LRT tidak terkoordinasi dengan MRT, tidak terkoordinasi dengan busway (Transjakarta), itu nanti orang akan bingung. Oleh karena itu, harus ada otoritasnya. Tapi yang soal ini, yang terjadi di kota ini selalu bermasalah,” kata JK. Tak hanya itu, Budi Karya juga mengatakan, LRT yang dibangun di Jakarta tidak akan selesai untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018. Budi Karya mengatakan karena LRT tidak bisa menjadi transportasi bagi peserta Asian Games, maka Kementerian Perhubungan akan menyediakan bus yang akan mengantar para peserta dari tempat penginapan menuju ke lokasi perlombaan dan pertandingan. Namun, dia mengatakan untuk LRT Palembang diyakini bisa beroperasi sebelum perhelatan olahraga terbesar se-Asia tersebut. Baca juga: LRT Kelapa Gading-Velodrome Progress Pengerjaan 67 Persen “LRT Jakarta tidak selesai untuk Asian Games. Ini pengamatan saya. Saya tidak tahu ada masalah apa. Bisa juga masalah tanah. LRT Palembang bisa beroperasi saat Asian Games sehingga semua atlet akan menggunakan LRT,” kata Budi Karya. Diketahui panjang jalur LRT Jakarta dari Kelapa Gading Hingga Veledrome adalah sembilan kilometer. Nantinya jika selesai akan dilanjutkan dengan Veledrome-Dukuh Atas sehingga terhubung dengan kereta bandara dan KRL di Dukuh Atas serta MRT. Sedangkan jalur LRT Palembang kurang lebih sekitar 23,5 km yang akan dilayani 14 rangkaian ketera dengan tiga kereta per rangkaian.

Setelah 45 Tahun, Jalur Kereta Api Kamboja-Thailand Dibuka dengan Sejumlah Syarat

Perang Sipil yang meletus di Kamboja pada 1970 membawa dampak besar, selain puluhan ribu nyawa melayang, infrastruktur transportasi pun ikut  menjadi korban, seperti jalur kereta yang menghubungkan antara ibu kota Kamboja Phnom Penh dan Bangkok sebagai ibu kota Thailand. Dan setelah 45 tahun berlalu, jalur kereta sepanjang 48 kilometer tersebut dibangun kembali dan beroperasi pada Rabu (4/4/2018) melewati kota di perbatasan Kamboja, Poipet dan Sisophon. Baca juga: Gunakan Armada ‘Sementara’, Menteri Transportasi Kamboja Resmikan Layanan Kereta Bandara KabarPenumpang.com melansir dari laman scmp.com (4/4/2018), sayangnya beberapa bagian dari rel kereta antara Sisophon dan Phnom Penh masih dalam tahap renovasi dan pekerjaan tersebut diharapkan selesai akhir tahun 2018 ini. Sebenarnya renovasi ini juga dilakukan untuk membuka kembali jaringan kereta api dari ibu kota Phom Penh di Kamboja dengan Bangkok di Thailand. Namun, hal tersebut belum bisa dipastikan kapan akan kembali beroperasi secara utuh. Sebab, Menteri Transportasi Kamboja, Sun Chantol mengatakan, pihaknya masih melakukan negosiasi dengan Thailand terkait masalah perbatasan yang belum selesai. Diketahui, jalur kereta api yang selesai pada Februari 2018 lalu ini, menambahkan rute transportasi baru ke Southern Economic Corridor serta memiliki jalur yang akan menghubungkan Bangkok melalu iPhnom Penh ke kota Ho Chi Minh di Vietnam Selatan. Sebenarnya panjang bentang rel antara kota Phom Penh dan Poipet adalah 386 km yang selesai pada 1942 silam dengan waktu pengerjaan 13 tahun. Namun tahun 1973 lalu sekitar 48 km rel tersebut rusak berat yang menghubungkan Sisophon dan kota perbatasan Poipet karena perang sipil di Kamboja. Untungnya tahun 2009 lalu, Asian Development Bank memberikan US$13 juta atau sekitar Rp179 miliar untuk membangun kembali jalur sepanjang 42 km. Hal ini menyisakan enam kilometer, agar pemerintah Kamboja yang meneruskan pembangunan jalur tersebut. Baca juga: Museum Kereta Api Bondowoso, Saksi Sejarah Gerbong Maut Pengangkut 100 Pejuang Kemerdekaan Awalnya segmen ini akan selesai pada pertengahan 2016 lalu, tetapi di tunda beberapa kali karena masalah hukum dan sengketa tanah. Menurut Direktur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi Kamboja, Vasim Soraya, sengketa tersebut bermasalah dengan penduduk yang tinggal di sepanjang rel kereta api itu.

Departemen Perhubungan Naikkan Permintaan Pajak Layanan, Maskapai Justru Lepas Tangan

Pajak yang dibebankan maskapai penumpang di Indonesia sudah termasuk dalam tiket. Hal ini sebenarnya untuk memudahkan penumpang dan maskapai dalam pelayanannya. Namun, masalah lain saat ini dirasakan oleh China Easter Airlines, lantaran maskapai tidak bertanggung jawab untuk membayar pajak layanan (service tax). Dimana biaya layanan penumpang dan pajak lainnya yang dikumpulkan dari penumpang sebagai bagian dari pertimbangan. Baca juga: Pajak Bandara di Beirut Naik, Masyarakat Lakukan Demonstrasi KabarPenumpang.com melansir dari laman taxscan.in (12/4/2018), hal ini mengesampingkan tatanan terdakwa dari pendapatan China Eastern Airlines dari Delhi Customs, Excise and Service Tax Appellate Tribunal (CESTAT). Pemohon China Eastern Airlines merupakan maskapai yang menyediakan layanan transportasi penumpang dan barang melalui udara. Perselisihan dalam kasus ini adalah berkenaan dengan departemen penerbangan yang menaikkan permintaan atas Biaya Layanan Penumpang atau Passenger Service Fees (PSF) dan pajak lainnya seperti pajak internasional. Pajak ini merupakan pajak yang dikumpulkan maskapai penerbangan sebagai bagian pertimbangan ketika tiket yang dibeli dan dikeluarkan untuk penumpang. Pemohon yang merasa tersinggung menantang adanya urutan pendapatan tersebut dengan mengajukan banding ke Tribunal ini. Petinggi yang terdiri dari Presiden Keadilan Satish Chandra dan Anggota Teknis V Padmanabhan juga sudah mendengar pertikaian yang di ajukan oleh apa yang dinilai. Petinggi yang mendengar resital dan bergantung pada keputusan dalam kasus Royal Jordania Airlines dan Ors. Vs. CST, Delhi. Hal ini dimana telah diadakan sesuai dengan pemberitahuan No.12/2010 yang dibuat pada tanggal 12/02/2010 lalu dimana pajak wajib yang dibebankan oleh pemerintah pada penumpang udara akan dikeluarkan dari nilai kena pajak. Baca juga: Demi Pembangunan Terminal 5, Bandara Changi Kutip Pajak Hingga S$15 Per Penumpang Ini ditujukan untuk retribusi pajak sehingga pajak layanan tidak dibayarkan oleh pemohon yang dalam hal ini China Eastern Airlines. Dalam keterangan kasus tersebut, Tribunal menyatakan, bahwa biaya layanan penumpang dan pajak lainnya yang dikumpulkan dari penumpang adalah bagian dari pertimbangan dimana seharusnya tidak dibawa ke dalam pajak layanan.

Bandara Cape Town Berubah Nama di Wikipedia Menjadi Bandara Internasional Winnie Madikizela-Mandela

Apa jadinya jika sebuah bandara berubah nama dan Wikipedia menyetujuinya serta ikut mengganti? Ya, ini baru saja terjadi pada Bandara Internasional Cape Town yang berubah nama menjadi Bandara Winnie Madikizela-Mandela. Baca juga: Sah! Stasiun Sudirman Baru Ganti Nama Jadi Stasiun BNI City Pasalnya, pengubahan nama tersebut setelah Pemimpin Front Kebebasan Ekonomi atau Economic Freedom Front (EFF) Julius Melma menyerukan agar bandara Cape Town diganti namanya saat pemakaman Winnie Madikizela-Mandela di stadion Orlando di Johannesburg, Sabtu (14/4/2018). KabarPenumpang.com melansir dari laman capetownetc.com (15/4/2018), bahwa penggantian nama Bandara Internasional Cape Town di setujui setengah jam kemudian oleh Wikipedia yang mengubah rincian di halaman bandara tersebut. Wikipedia menuliskan Bandara Internasional Winnie Madikizela-Mandela sebelumnya dikenal sebagai Bandara Internasional Cape Town. Diketahui, selama pidatonya, Malema meminta ANC untuk menghormati Winnie dengan mengganti nama bandara. Adanya perubahan ini juga karena masyarakat yang menuliskan petisi meminta Presiden Cyril Ramphosa untuk perubahan. Petisi tersebut berada di situs Change.org yang menyatakan “Winnie Madikizela-Mandela, Ibu dari Bangsa, harus dihormati untuk kepemimpinannya dalam perjuangan kemerdekaan untuk mengakhiri Apartheid.” “Bandara Internasional Cape Town harus diganti namanya menjadi Bandara Internasional Winnie Madikizela-Mandela untuk menghormatinya atas semua pengorbanan, kesulitan dan siksaan yang dia tanggung pada semua orang Afrika Selatan untuk mengakhiri Apartheid, kejahatan terhadap kemanusiaan.” Sebelum adanya petisi, gagasan untuk mengubah nama bandara, bagaimanapun telah mengumpulkan banyak perbincangan di media sosial yang meminta nama bandara Cape Town diubah untuk mengenang Winnie. Dalam lampiran di Wikipedia Bandara Internasional Winnie Madikizela-Mandela adalah satu-satunya bandara di wilayah metropolitan Cape Town yang menawarkan layanan penumpang terjadwal. Beberapa masyarakat menuliskan di akun Twitter mereka tentang nama bandara baru ini. Baca juga: Ternyata 9 Jenis Barang Ini Sering Tertinggal di Bandara Lho! “Perubahan nama Bandara Internasional Cape Town adalah apropos karena ibu kota akan benar-benar MENJADI ibu kota bandara tepat dinamakan setelah uMam ‘Winnie Madikizela Mandela,” tulis @sungodess. Jika di telisik dalam lampiran Wikipedia Bandara ini memiliki terminal domestik dan internasional. Dalam sejarahnya bandara Winnie Madikizela-Mandela dibuka pada tahun 1954. Winnie Madikizela-Mandela merupakan istri dari Nelson Mandela sejak 1958 hingga keduanya berpisah pada Maret 1996 lalu.

Dianggap Sempit dan Tak Nyaman, Kursi KA Ekonomi Premium Penumpang Akan Diganti

Kereta ekonomi premium namanya, jenis kereta anyar ini jelas mencerminkan nuansa segar dan modern, baik pada eksterior dan interior gerbongnya. Siapa pun yang pertama masuk punya ekspektasi tinggi pada peranakan kelas bisnis dan ekonomi ini. Namun dibalik ‘keindahan’ interior gerbong ekonomi premium, sejumlah keluhan mengemuka dari para penumpangnya. Baca juga: “Kelas Ekonomi Rasa Eksekutif,” PT KAI Siap Luncurkan 66 Gerbong Ekonomi Premium Jarak antar kursi yang sangat sempit dibandingkan kereta bisnis menjadi alasan utama, bagi penumpang yang punya tinggi di atas 175 cm ditaksir akan kesulitan untuk meregangkan kaki. Tuntutan pun mengemuka, sebagian pecinta kereta Indonesia menginginkan kembalinya PT KAI mengoperasikan gerbong kelas bisnis. Penghapusan kelas bisnis sendiri pernah terealisasi pada 2016 lalu dimana KA Senja Utama, Fajar Utama dan Mutiara Selatan menggunakan rangkaian K3-16 yang juga disebut ekonomi plus. Namun karena banyaknya keluhan yang timbul beberapa minggu kemudian kebijakan tersebut dihapuskan dan kembali dengan kereta rangkaian bisnis. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa kereta K3 tersebut kemudian digunakan pada KA Argo Parahyangan. Alasan pengguna kereta meminta kelas bisnis dikembalikan karena jarak antar tempat duduk yang terlalu sempit dan kursi yang digunakan lebih tegak dibandingkan dengan kelas bisnis. Memang harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan kelas bisnis. Adanya permasalahan ini juga sempat dibuat petisi untuk mengganti KA premiun dan kembali menjadi kereta bisnis. Diketahui, KA premium ini menggantikan KA bisnis pada 28 September 2016 saat ulang tahun KAI ke 71. Langkah ini sebenarnya menandakan berakhirnya eksistensi kelas bisnis dan digantikan rangkaian baru kelas ekonomi buatan PT INKA. Ada lima set sejak tahun 2014, dari luar kereta sangat bagus dan membuat decak kagum. Interior pun mentereng. Sayang persoalan timbul pada kursi dan jarak antar kursi yang sempit. Sebenarnya kursinya cukup empuk tetapi terasa kaku dan tak bisa diatur (reclining seat) dengan sandaran yang tegak membuat punggung lelah. Untuk tempat kaki dan berselonjoran adalah hal langka dan banyak yang mengeluh apalagi orang tua dengan perjalanan cukup jauh dan waktu tempuh lebih dari delapan jam. Kondisi duduk sempit ini bisa memicu penyakit Deep Vein Trombosisi (DVT) yakni penggumpalan darah di dalam pembuluh darah, yang umumnya menyerang daerah persendian di sekitar kaki. Baca juga: Terbang Nonstop Lebih dari 16 Jam, Ini Yang Mungkin Terjadi Pada Anda Untuk ibu hamil dan ibu menyusui ini adalah hal yang merepotkan. Mungkin sebagian besar akan berpikir dan memilih duduk di lantai daripada harus duduk menyiksa. Bahkan seseorang yang memiliki tinggi di atas 175 cm akan merasakan nyeri dengan kondisi seperti itu. Adanya masalah di atas rupanya direspon cepat oleh PT KAI. Gerbong kelas bisnis seperti yang saat ini dipakai Fajar/Senja Utama nantinya tetap akan diganti, karena sudah menua. Sebagai solusinya PT KAI akan melakukan modifikasi pada jarak tempat duduk kereta ekonomi premium secara bertahap.

Terdengar Mudah, Namun Inilah Tugas yang Terlupakan dari Tiara Alincia dan 84 Masinis MRT Jakarta

Beberapa waktu yang lalu, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (MRTJ), Agung Wicaksono menyampaikan bahwa perusahaan yang tengah mematangkan pengadaan dari layanan Mass Rapid Transit pertama di Indonesia ini akan mengerahkan tenaga dari sejumlah kaum hawa sebagai masinisnya. Memang agak sedikit unik ketika mendengar pernyataan tersebut, namun begitulah kenyataannya. Baca Juga: Lima Wanita Tangguh Jadi Masinis MRT Jakarta Pada Kamis (12/4/2018) kemarin, bertempat di Depo 1 Lebak Bulus, Jakarta Selatan, satu dari lima masinis wanita yang dipekerjakan oleh PT MRTJ menampakkan batang hidungnya. Adalah Tiara Alincia Fitri, sang masinis MRTJ wanita pertama yang tampak mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Wanita 21 tahun lulusan Akademi Perkeretaapian Indonesia ini nantinya akan ditugaskan sebagai tenaga pendamping moda otonom produksi Nippon Sharyo, Jepang. Secara harfiah, sebenarnya moda otonom seperti yang digunakan oleh MRT Jakarta ini tidaklah membutuhkan tenaga masinis, karena hampir semua urusan pengoperasiannya dijalankan dari pusat kendali. Namun dengan mengedepankan aspek keselamatan, akhirnya PT MRTJ memutuskan untuk menambah tenaga manusia di dalam kabin masinis. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sumber internal, nantinya Tiara dan 84 masinis MRT Jakarta akan ditugaskan untuk menutup pintu secara manual ketika kereta sedang transit. Sedangkan untuk proses membukanya akan dilakukan secara otomatis. “Terkait keselamatan, karena proses menutup (pintu) merupakan salah satu fase krusial,” tutur sumber internal di PT MRTJ tersebut. Tidak hanya itu, para tenaga pendamping moda otonom ini juga bertanggung jawab untuk menghidupkan mesin ketika hendak beroperasi. “Walaupun semuanya sudah mengedepankan otomatisasi, namun untuk urusan menyalakan sistem kereta tetap dilakukan secara manual,” tandasnya. Baca Juga: MRT Jakarta Adopsi Teknologi CBTC, MRT di Jepang Justru Belum Meskipun terdengar mudah, namun sebenarnya pengawasan yang dilakukan oleh otoritas PT MRTJ sendiri bisa dibilang sangat ketat. Setiap tenaga pendamping moda otonom tidak diperkenankan untuk mengoperasikan gadget selama jam kerja. Mereka pun tidak bisa mengendap-endap menggunakan gadget mereka, karena kabin masinis diawasi penuh oleh kamera pengawas. Jika kedapatan melanggar, maka mereka akan dikenakan sanksi yang sebelumnya telah disepakati.