‘Diramalkan’ Meningkat Pada 2025, Bandara Soetta Tingkatkan Angka Pergerakan Pesawat

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada seluruh pengguna jasa bandara, baik pihak maskapai hingga penumpang, PT Angkasa Pura II (AP II) diketahui tengah membangun beberapa proyek guna meningkatkan kapasitas sisi udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Sebut saja membangun jalur penghubung runway utara dan selatan di sisi timur (East cross taxiway), pembangunan runway ketiga serta pembangunan apron dan taxiway untuk Cargo Village. Baca Juga: Dalam Jumlah Pergerakan Penumpang, Bandara Soekarno-Hatta Unggul Tipis dari Changi Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, per April 2018, pembangunan East cross taxiway tahap I saat ini telah mencapai 15,3%, dimana target pengoperasiannya diproyeksikan dapat dilakukan pada April 2019. Keberadaan East cross taxiway akan mempercepat pergerakan sisi udara baik saat proses pesawat lepas landas maupun pesawat mendarat. Jika proyek ini sudah rampung, maka jumlah pergerakan pesawat pun akan meningkat ke angka 86 pergerakan pesawat per jam, dari 81 pergerakan pesawat per jam. PT AP II pun akan melakukan pembangunan runway ketiga dengan nilai investasi sebesar Rp 2,6 triliun. Ini merupakan salah satu langkah strategis yang ditempuh guna meningkatkan angka pergerakan pesawat hingga mencapai 114 pergerakan per jam. Selain itu, PT AP II juga berharap dapat mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang di Bandara Soetta yang diprediksi akan mencapai angka 100 juta penumpang pada tahun 2025 mendatang. Direktur Utama PT AP II, Muhammad Awaluddin menyatakan bahwa dengan dibangunnya runway ketiga, PT AP II akan mendapatkan keuntungan aircraft movement yang jauh lebih tinggi yaitu mencapai 114 pergerakan take-off dan landing per jamnya. “Hal ini tentunya akan ditunjang dengan adanya East cross taxiway dimana pergerakan pesawat antara runway utara dan selatan menjadi lebih efisien,” tuturnya. Pembangunan runway ketiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta membutuhkan luas lahan sebesar 216 hektare. Per April 2018, PT Angkasa Pura II (Persero) telah memiliki tanah seluas 115 hektare sehingga masih diperlukan lagi lahan seluas 101 hektare yang rencananya akan rampung pada September 2018. Tanah yang dibebaskan mencakup wilayah Kota Tangerang yakni Kelurahan Selapajang Jaya dan Kelurahan Benda, serta wilayah Kabupaten Tangerang yaitu Desa Bojong Renged, Desa Rawa Burung dan Desa Rawa Rengas. Peningkatan pelayanan lainnya juga dilakukan PT AP II yaitu dengan membangun Cargo Village Tahap I dimana saat ini progress pekerjaan bagian apron dan taxiway-nya telah mencapai 78,24%. Pembangunan apron tersebut akan memiliki kapasitas untuk menampung hingga delapan pesawat wide body seperti Airbus A380 dan Boeing 777. Pekerjaan apron dan taxiway Cargo Village Tahap I ditargetkan beroperasi secara keseluruhan pada Juni 2018. Baca Juga: Molor dari Jadwal Awal, Bandara Soetta Siap Groundbreaking Runway 3 Dalam Waktu Dekat! Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerjanya ke Bandara Soetta pada Minggu (15/4/2018) kemarin mengatakan bahwa jajarannya sangat mendukung upaya pengembangan bandara berkode CGK ini. “Dengan pengembangan beberapa proyek kunci tersebut dapat meningkatkan pelayanan kepada para maskapai dan juga penumpang,” ucap Budi. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, pembangunan runway ketiga Bandara Soetta ini termasuk salah satu proyek molor. Pada 12 Februari 2017 silam, Muhammad Awaluddin memproyeksikan landas pacu baru ini dapat mulai beroperasi para pertengahan tahun 2018.

Pelayanan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Bakal Ditingkatkan dengan Automatic Ticketing System

Belum hilang dalam ingatan bencana erupsi Gunung Agung pada November 2017. Saat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar harus ditutup sementara akibat arah hembusan abu vulkanik, maka akses alternatif yang paling banyak dituju warga dan wisatawan adalah Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur. Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia Walau boleh dikata dari segi kapasitas dan trafik tidak sebesar Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni, namun lintasan Ketapang-Gilimanuk termasuk golongan pelabuhan kelas utama di Indonesia. “Memang yang dikenal kebanyakan orang adalah lintasan Merak-Bakauheni, namun yang paling banyak disorot justru lintasan Ketapang-Gilimanuk, karena lintasan ini menyangkut akses wisata yang strategis dari dan menuju Pulau Dewata. Jika ada ‘apa-apa,’ orang umumnya langsung memilih jalur Ketapang-Gilimanuk untuk evakuasi,” ujar Elvi Yoza, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang kepada KabarPenumpang.com. Menyadari peran strategis lintasan Ketapang-Gilimanuk, beragam pembenahan dan peningkatan pelayanan terus dilakukan. Salah satu yang paling mudah dilihat adalah persiapan pengoperasian layanan Automatic Ticketing System (ATS). Seperti pada toll gate di Pelabuhan Gilimanuk yang sudah dipasangi tiang entry sensor pengukur panjang kendaraan.
Penulis dengan Elvi Yoza (kanan).
Dari pantauan kami di Pelabuhan Gilimanuk, empat tiang sensor untuk kendaraan dengan tinggi maksimal 4,2 meter telah terpasang pada empat toll gate. Namun apakah sensor-sensor tersebut telah beroperasi? Heru Wahyono, Manager Usaha Pelabuhan Ketapang menyebutkan, bahwa sampai saat ini sensor-sensor tersebut masih belum dioperasikan. “PT ASDP bersama mitra vendor kini masih dalam tahap pengujian sistem di lapangan. Dibutuhkan proses penyesuaian terus menerus agar sensor ATS ini nantinya dapat dioperasikan dengan baik,” kata Heru. Ia menambahkan, banyaknya tarif golongan pada kapal juga menjadi tantangan tersendiri dalam penyiapan sistem sensor ini, mengingat sensor bekerja dengan mengukur panjang kendaraan. Berbeda dengan di Gilimanuk, di Pelabuhan Ketapang justru belum terlihat pemasangan tiang sensor ATS. Lokasi Pelabuhan Ketapang yang berseberangan dengan jalan lintas negara (Jalan Gatot Subroto) menjadi alasan belum dipasangnya tiang sensor. “Kami masih mempertimbangkan pengerjaan instalasi perangkat sensor yang dikhawatirkan bisa menimbulkan kemacetan di jalan raya. Berbeda dengan kondisi di Gilimanuk yang akses jalannya memang hanya mengarah ke area pelabuhan,” papar Elvi. Mengenai target pengoperasian ATS, Elvi sebagai orang nomer satu di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk berharap semuanya dapat dioperasikan pada musim Lebaran 2018. Namun Ia menambahkan semuanya bergantung pada kesiapan pihak vendor dan keputusan kantor pusat di Jakarta. Baca juga: Mengenal Bakauheni, Pelabuhan Utama Penghubung Transportasi ke Sumatera Dengan hadirnya ATS, selain proses transaksi kepada pengguna jasa bisa lebih cepat, akurasi pada penentuan golongan dapat ditingkatkan. Sementara bagi pengelola pelabuhan dan mitra pelayaran, sistem ini ditaksir dapat meningkatkan kinerja pendapatan serta transparansi data keuangan.

Ini Dia Kreator Jingle Kereta di Negeri Matahari Terbit

Jika di Commuter Line Jabodetabek kita sering mendengar notifikasi berupa jingle pendek yang dibarengi dengan suara seorang wanita yang menyebutkan nama stasiun selanjutnya, lain halnya dengan yang ada di Negeri Sakura, Jepang. Di negara yang jaringan keretanya banyak dijadikan benchmark oleh negara lain ini menggunakan jingle yang cukup unik, yaitu menggunakan suara alunan piano yang lebih dikenal dengan nama Hassha Merodii. Baca Juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (10/4/2018), adalah Minoru Mukaiya, pria paruh baya yang menjadi kreator dari jingle unik ini. Mantan keyboardis untuk sebuah band beraliran jazz ini mengaku telah membuat banyak jingle sebelum Hassha Merodii ini menjadi buah bibir masyarakat Jepang. “170? Saya tidak mungkin membuat jiingle sebanyak itu,” ujarnya sembari tertawa. Banyak pengguna jaringan kereta di Jepang yan mengaku senang ketika mendengar jingle karya Minoru. “Musik (jingle) ini menghangatkan, baik untuk kesehatan, cocok didengarkan ketika bekerja dan bersantai,” ujar Minoru menyambung pujian dari penggemarnya. “Saya hanya ingin mereka senang,” tandas pira berusia 61 tahun ini. Adapun jingle berdurasi kurang lebih tujuh detik ini diputar ketika kereta tiba di sebuah stasiun; kebanyakan di stasiun-stasiun besar di Jepang. Adapun juru bicara dari JR East mengatakan bahwa jingle ini awalnya ditujukan agar penumpang tidak terburu-buru untuk masuk ke dalam kereta. Minoru sendiri tidak menampik bahwa pembuatan jingle ini cukup memeras otaknya. Dengan menggabungkan nilai tradisional Jepang, kemampuannya dalam mengolah not balok, dan kemajuan teknologi, akhirnya ia berhasil menciptakan sebuah karya yang sudah didengar oleh hamppir seluruh warga Jepang. Baca Juga: Stasiun Tokyo, Merangkap Jadi Museum dan Saksi Bisu Pembunuhan Dua PM Jepang “Kami, masyarakat Jepang, sangat menjunjung tinggi nilai budaya. Jadi, jingle ini terdengar lebih menghormati budaya Jepang,” jelasnya. Minoru yang merupakan seorang railways geek (seorang penggila kereta api) sejak dirinya menginjak usia delapan tahun pun mengaku ada inspirasi lain sebelum menciptakan jingle ini. Ia mengatakan bahwa dirinya sedikit banyak terinspirasi dari suara-suara yang ia dengar dari video game yang sering ia mainkan. “Jadi jingle ini terdengar seperti di dunia science fiction,” tutupnya.

Tak Direm Saat Parkir, Lokomotif Diesel di India Meluncur Sejauh 40 Meter

Sebuah lokomotif diesel tanpa pengemudi meluncur menuruni rel sepanjang hampir 40 meter di stasiun kereta api Anand Vihat di timur Delhi pada Sabtu (14/4/2018). Karena insiden ini masinis ditangguhkan alias tak bisa melaksanakan tugasnya sementara karena kelalaian yang dituduhkan. Baca juga: Nyaris Celakakan 1.000 Penumpang, Tujuh Petugas Kereta Api India Diganjar Sanksi Berat! Penangguhan tersebut juga diberikan saat dimulainya perintah penyelidikan pada lokomotif yang tergelincir tersebut. KabarPenumpang.com melansir dari laman energyinfrapost.com (15/4/2018), insiden ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.33 waktu serempat. Kemungkinan penyebab terjadinya insiden adalah rem tangan yang tidak di tarik dengan benar saat memarkirkan lokomotif. “Ini berguling sekitar 40 meter dan tergelincir pada titik di ujung timur garis dengan tiga roda. Semua gerakan aman dan gerakan kereta lainnya normal. Masinis telah ditangguhkan dan penyelidikan telah diperintahkan,” ujar juru bicara North Railway. Dia mengatakan, rem tangan yang berada di dalam lokomotif harusnya ditarik saat lokomotif di parkirkan. “Ada puluhan lokomotif setiap hari dan diparkir dengan rem tangan mereka diaplikasikan dan tidak ada insiden yang tidak diinginkan terjadi jika rem tangan mencengkeram roda dengan benar,” jelas seorang petugas. Kejadian ini terjadi satu minggu setelah sebelumnya ada 22 gerbong kereta tepatnya pada 6 April 2018 kemarin dan membuat seribu orang penumpangnya panik. Dimana 22 gerbong kereta Ahmedabad-Puri Express dengan penumpang didalamnya melakukan perjalanan 10 km tanpa mesin di distrik Balangir Odisha. Kejadian ini tampaknya karena adanya selip rem dan untungnya tidak ada penumpang yang terluka. Hal tersebut membuat tujuh orang karyawan kereta diberhentikan. Setelah kejadian ini, Kepala Badan Kereta Api India mengatakan berhasil menurunkan insiden pada 2017-2018. Baca juga: Tindaklanjuti Masalah Malfungsi Roda Kereta, Indian Railways Siap Pasang Sensor Canggih! Hal ini terlihat dari catatan setelah lima dekade, bahwa pada 30 Maret tahun ini hanya ada 73 kecelakaan dilaporkan di seluruh jaringan dan menjadi yang terendah dalam 57 tahun. Diketahui pada November 2016 ketika 14 gerbong Indore-Patna Express meluncur dari rel sekitar 100 km dari Kanpur menewaskan 150 orang. Kemudian pada Agustus tahun lalu, 20 orang tewas setelah Puri-Haridwar Utkal Express digelincirkan di Muzaffarnagar milik Uttar Pradesh.

13 Bandara di Bawah Angkasa Pura I Capai Pertumbuhan Penumpang 10 Persen

Bandara-bandara di Indonesia, baik yang di kelola PT Angkasa Pura I (AP I) ataupun PT Angkasa Pura II (AP II) sepertinya semakin mengalami peningkatan seiring dengan pengembangan yang terus di lakukan. Seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta masuk dalam 20 bandara tersibuk di dunia dan mengungguli Bandara Changi Singapura serta Bandara Incheon di Korea Selatan menurut Airports Council International (ACI). Baca juga: PT Angkasa Pura I Lakukan Topping Off Terminal Apung Bandara Ahmad Yani Pada triwulan pertama tahun 2018. khusus 13 bandara yang dikelola AP I telah mengalami peningkatan trafik penumpang sebesar sepuluh persen dibanding dengan periode sama di 2017. “Angkasa Pura I terus melakukan pengembangan bandara untuk memicu dan mengantisipasi potensi pertumbuhan penumpang tiap tahunnya. Pengembangan dilakukan juga untuk menjaga standar layanan kepada pengguna jasa bandara,” kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (18/4/2018). Kenaikan triwulan I 2018 tercatat trafiknya mencapai 22,38 juta orang sedangkan tahun 2017 hanya 20,35 juta orang. Kenaikan trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dengan jumlah penumpang sebanyak 5,16 juta orang. Jumlah ini naik 6,95 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 4,83 juta orang. Trafik tertinggi kedua yakni bandara Juanda Surabaya dengan jumlah penumpang 4,98 juta dan tumbuh 8,23 persen dibanding tahun lalu 4,6 juta orang. Bandara Ahmad Yani semarang juga naik 1,19 juta dari satu juta penumpang. Bandara Frans Kaisiepo Biak dari 99.119 menjadi 116.925 penumpang. Sedangkan bandara Adisutjipto Yogyakarta dari 1,69 juta penumpang tahun lalu naik hingga 1,98 juta tahun 2018 ini di periode sama. Dengan adanya tren pertumbuhan ini dan kondisi lack of capacity di Adisutjipto dan Ahmad Yani, maka AP I melakukan pengembangan bahkan membangun bandara baru. Seperti terminal baru bandara Ahmad Yani Semarang yang direncanakan akan beroperasi pada Juni 2018 mendatang sehingga bisa melayani arus mudik Lebaran 2018. “Oleh karena itu Angkasa Pura I membangun terminal baru di utara runway dengan konsep eco-green airport,” kata Faik Fahmi. Selain itu, bandara yang tengah dibangun saat ini untuk memfasilitasi pertumbuhan penumpang yaitu Bandara Internasional Baru Yogyakarta di Kulonprogo di mana sebagian besar penerbangan menuju Yogyakarta akan dipindahkan ke bandara tersebut dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Kapasitas ideal Bandara Adisutjipto saat ini yaitu dapat menampung 1,7 juta penumpang setahun. Namun pada 2017 lalu, trafik penumpang bandara ini sudah mencapai 7,8 juta orang. Pada 2018, AP I menganggarkan dana investasi pengembangan dan pemeliharaan bandara sebesar Rp18,8 triliun di mana Rp14,8 triliun digunakan untuk pengembangan bandara dan Rp4 triliun digunakan untuk operasional rutin. Baca juga: Libur Paskah 2018, Trafik Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Naik 13,2 Persen “Untuk mendukung dan mendorong pertumbuhan trafik, Angkasa Pura I mengembangkan hampir di seluruh bandara yang dikelola. Beberapa di antaranya yaitu Proyek Pembangunan Bandara Internasional Baru Yogyakarta di Kulonprogo, Proyek Pengembangan Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, dan Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang di mana ketiga bandara ini termasuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Dana investasi untuk ketiga proyek bandara ini pada 2018 yaitu sebesar Rp 5,2 triliun,” kata Faik Fahmi.

Warganet Abadikan Si Jago Merah yang Lalap Jalur Kereta Bandara Sydney!

Australia membara. Si jago merah yang melalap habis semak belukar di daerah Sydney pada Sabtu (14/4/2018) lalu berimbas pada timpangnya aktifitas warga yang tinggal di sekitaran lokasi kebakaran. Tidak hanya itu, jika ditinjau lebih jauh, beberapa moda transportasi seperti kereta dan pesawat pun menjadi imbas dari kebakaran yang disinyalir terjadi karena adanya faktor kesengajaan ini. Baca Juga: Terjebak Kebakaran di Kendaraan, Jangan Panik, Ini Cara Gunakan APAR Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman nzherald.co.nz (15/4/2018), seorang warganet berhasil mengabadikan betapa dahsyatnya kebakaran yang terjadi di Negeri Kangguru tersebut. Dapat dilihat kepulan asap membumbung tinggi, seolah menelan jalur kereta bandara Sydney. Kebakaran yang semula terjadi di wilayah Casula pada Sabtu sore ini dengan cepat menyebar melalui Moorebank, Wattle Grove, Holsworthy, Menai dan Heathcote. Rural Fire Srevice New South Wales (RFS NSW) pun bergerak cepat untuk memadamkan api yang dengan cepat melalap semak belukar ini. Diketahui, pada hari Minggu (15/4/2018), lebih dari 500 petugas pemadam kebakaran dengan hampir 100 mobil pemadam kebakaran, bersama dengan 15 pesawat, berusaha menjinakkan api sepanjang hari. Sebenarnya, Australia sempat meminjam DC10 Nancybird dan C130 Hercules “Thor” yang biasa digunakan untuk pengeboman air melalui udara, namun sayangnya, Rob Rogers selaku akil Komisaris dari RFS NSW mengatakan bahwa dua pesawat raksasa itu sudah dikembalikan ke empunya, Amerika Serikat. Kecepatan angin yang mencapai 40 km per jam ini membuat api lebih cepat menyambar wilayah di sekitarnya. Tak pelak, Komisaris RFS NSW, Shane Fitzsimmons pun mengutuk siapapun yang sudah menyebabkan kebakaran ini. “Beraninya mereka sengaja menyalakan api serta menyebabkan petugas pemadam kebakaran dan makhluk lain di sekitarnya dalam bahaya,” ujarnya, dikutip dari laman BBC. Baca Juga: Sejumlah Fakta dari Proses Emergency di Pesawat Terbang Kendati api sudah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dari bencana masif ini, namun Shane tetap menghimbau kepada warga yang tinggal di sekitaran lokasi kebakaran untuk tetap bersiaga. Dikhawatirkan musim panas yang kini tengah melanda Australia dapat memicu kebakaran susulan.

Mesin Meledak di Ketinggian 11.000 Meter, Southwest Airlines Mendarat Darurat di Philadelphia

Salah satu mesin pesawat Southwest yang berangkat dari Bandara LaGuardia menuju Texas tiba-tiba meledak di ketinggian 38 ribu kaki (11.500 meter) sekitar pukul 11.20 waktu setempat dan menewaskan satu orang penumpang. Insiden ini membuat seluruh penumpang ketakutan dan pesawat tersebut mau tak mau harus mendarat darurat di Philadelphia. Baca juga: Tidak Ada Korban Jiwa Dalam Insiden Jatuhnya Pesawat Piper PA32 KabarPenumpang.com melansir dari laman nypost.com (17/4/2018), bahwa penumpang yang panik kemudian mengirimkan pesan kepada orang-orang terkasih mereka saat bersiap untuk hal terburuk. Padahal pesawat Boeing 737-700 tersebut yang beroperasi sejak tahun 2000 baru saja menjalani pemeriksaan pada Minggu (15/4/2018). “Saya tidak tahu ada masalah dengan pesawat itu, masalah apa pun dengan mesin yang terlibat. Mesin, General Electric CFM 56-7, adalah mesin yang sangat andal,” kata Chief executive maskapai penerbangan, Gary Kelly.
Penumpang Southwest mengenakan masker saat salah satu mesin pesawat meledak (New York Post)
Seorang penumpang Matt Tranchin mengatakan, pesawat langsung jatuh dan masker oksigen langsung turun ke atas penumpang. Tak hanya itu, abu juga mengepung sekitaran para penumpang. “Penumpang yang duduk tepat di sebelah jendela yang meledak dalam kondisi kritis berlumuran darah,” ujar Matt. Dia mengatakan, seorang penumpang wanita setengah badannya tersedot keluar jendela dan untungnya ada seorang penumpang lain yang langsung menangkapnya dan membawa kembali ke dalam kabin. “Saya menghabiskan 15 menit berikutnya dengan mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga saya,” ujar Tranchin. Timothy Bourman, seorang pendeta yang terbang bersama istrinya mengatakan, tiba-tiba mereka merasakan seperti jatuh dari ketinggian 100 kaki. Dia menambahkan, banyak orang mulai panik dan berteriak. “Kami agak tidak terkendali untuk sementara waktu. Sepertinya pilot kesulitan mengendalikan pesawat. Sejujurnya saya pikir kita hanya akan jatuh,” ujar Bourman. Namun, untungnya penerbangan 1380 tersebut bisa mendarat di Philadelphia dengan selamat meski ada satu orang yang meninggal dengan tujuh orang dirawat karena luka. Pesawat yang mengangkut 143 penumpang dengan lima orang awak kabin tersebut di piloti oleh Tammie Jo Shults seorang perempuan yang juga pilot Angkatan Udara Amerika Serikat. Banyak penumpang yang memposting akan keberanian pilot tersebut di akun media sosial mereka, baik itu Facebook maupun Instagram. Baca juga: Muncul Asap di Kabin, 129 Penumpang Globus Airlines Turun Lewat Slide Darurat “Terimakasih yang sebesar-besarnya Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Southwest Crew dan Pilot Tammie Jo Shults atas pengetahuan dan keberanian mereka dalam situasi seperti ini. Tuhan memberkati mereka masing-masing,” kata penumpang Diana McBride Self di aku Facebooknya. “Pilotnya, Tammy Jo sangat luar biasa! Dia mendaratkan kami dengan selamat di Philly,” tulis pengguna Instagram, Amanda Bourman.

Akhirnya! Hyperloop Transportation Technologies Canangkan Uji Coba Skala Penuh

Salah satu perusahaan yang mengembangkan moda futuristik berbasis tenaga magnetik levitasi (maglev), Hyperloop Transportation Technologies (HTT) diketahui mulai menurunkan tensi berburu partner untuk mengeksplorasi potensi rute di seluruh dunia. Startup yang berdiri sejak November 2013 lalu ini dikabarkan baru saja melangkah maju dengan menghadirkan puluhan tabung yang nantinya akan digunakan sebagai jalur uji cobanya. Baca Juga: Hyperloop One Ganti Nama Setelah Virgin Group Tanam Saham Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (16/4/2018), tabung-tabung tersebut tampak memasuki kawasan Toulouse, Perancis beberapa waktu yang lalu. Dengan perkembangan semacam ini, maka HTT mulai mendekati salah satu rival terberatnya yang juga baru menjalin kerja sama dengan perusahaan milik Sir Richard Brenson, Virgin Hyperloop One. Terakhir, Virgin Hyperloop One telah berhasil mendatangkan Putra Mahkota Arab Saudi guna meninjau armada khusus yang rencananya akan dipasang di negara berbentuk kerajaan tersebut. Seperti yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, antara HTT dan Virgin Hyperloop One memang terjadi persaingan yang sangat ketat, namun jalan yang ditempuhnya berbeda. Jika Virgin Hyperloop One lebih menitikberatkan kepada uji coba moda secara terus menerus, berbeda dengan HTT yang lebih memfokuskan diri pada peninjauan regulasi dan menjalin kerja sama dengan beberapa otoritas terkait di seluruh dunia. Nantinya, tabung-tabung yang dibawa menggunakan truk pengangkut ini akan disambung menjadi satu kesatuan jalur uji coba fase satu sepanjang 320m dimana salah satu sumber dari HTT mengatakan bahwa jalur tersebut akan diupayakan untuk beroperasi pada tahun ini. “Sementara itu pembangunan jalur fase dua sepanjang 1km diperkirakan akan rampung pada tahun 2019 mendatang,” tulis HTT di laman resminya. Baca Juga: Beda Strategi Dengan Rival, Hyperloop Transportation Technology Utamakan Studi Lapangan “Lima tahun lalu kami berangkat untuk memecahkan masalah transportasi yang paling mendesak; efisiensi, kenyamanan dan kecepatan,” ungkap Direktur HTT, Dirk Ahlborn. “Hari ini kami mengambil langkah penting untuk mulai mencapai tujuan tersebut. Hyperloop lebih dari sekedar moda dengan akselerasi yang luar biasa, namun ini merupakan satu peluang nyata untuk menciptakan sistem transportasi yang efisien dan aman dengan mengutamakan pengalaman penumpang yang tak tertandingi.” tutupnya.

Saat Bom Ditemukan, Inilah Lokasi Pengamanan Sebelum Pesawat Didaratkan

Sering kali ancaman bom hadir di dalam sebuah penerbangan. Bahkan beberapa di antaranya membuat panik seluruh isi pesawat. Belum lama pun ada ancaman bom dii pesawat Scoot tujuan Thailand dan pilot menerbangkan kembali pesawat ke Singapura tanpa memberitahukan penumpang agar tidak terjadi kepanikan. Baca juga: Akibat Ancaman Bom Palsu, Pesawat Scoot Dikuntit F-15SG dan Tunda Penerbangan Ke Thailand Namun, bagaimana jika bukan hanya sekedar ancaman bom, melainkan bom itu sendiri berada di dalam kabin pesawat yang tengah mengudara menuju suatu tempat? KabarPenumpang.com melansir dari laman news.com.au (15/4/2018), tahun 2015 lalu diketahui sebuah ledakan dalam pesawat Rusia menewaskan 224 orang didalamnya. Hal ini, membuat maskapai penerbangan memiliki rencana kontijensi jika ada bom ditemukan di salah satu pesawat mereka. Setiap pesawat memiliki lokasi bom dengan risiko rendah yang dipilih, ini merupakan tempat yang paling aman jika terjadi ledakan onboard. Menurut seorang pilot berpengalaman, lokasi teraman adalah berada di sebelah salah satu pintu kabin paling belakang pesawat.
Ilustrasi bagian aman pesawat tempat bom di letakkan sebelum di ledakkan (The Sun)
“Jika alat peledak ditemukan dalam pesaat dan bisa dibawa, maka alat peledak tersebut akan dipindahkan ke tempat itu dan ditutupi dengan bahan atau perabot seperti koper atau apapun yang bisa mengurangi efek ledakan,” ujar seorang pilot. Bom yang tertutup dengan koper serta material berat lainnya akan mendorong gaya ledakan keluar lebih kuat dibandingkan di dalam pesawat. “Para pilot juga akan menurunkan ketinggian pesawat dan kemungkinan besar akan menurunkan tekanan dalam kabin. Bom yang ditemukan, tidak akan dengan sengaja diledakkan. Idenya adalah mendarat dan mengevakuasi penumpang secepat mungkin,” kata pilot tersebut. Departemen Perhubungan atau Department Of Transportation (DOT) Amerika Serikat menerbitkan beberapa makalah tentang lokasi bom dengan risiko terkecil. Mereka mengatakan, bahwa lokasi di pesawat untuk meletakkan bom tersebut harus bisa melindungi struktur kritis dan sistem penerbangan dari kerusakan jika seandainya terjadi ledakan. Baca juga: Antisipasi Bom Sepatu Terulang, Perusahaan Asal Inggris Kembangkan Sistem Pemindai Revolusioner Prosedur lokasi bom dimulai secara sukarela oleh produsen pesawat sekitar tahun 1972 silam. Menurut DOT, mereka telah membuktikan secara signifikan tempat di dalam kabin pesawat yang mengurangi efek ledakan. Untuk lebih jelasnya, lokasi tersebut tidak diketahui masyarakat umum dan di tempat tersebut tidak ada tanda yang menunjukkanya.

Israel Railways Hadirkan Sepeda di Stasiun untuk Mudahkan Akses Penumpang

Sempat mati suri dan hanya digunakan untuk berolahraga serta bersantai, sepeda kini kembali merajai dunia transportasi. Terbukti beberapa platform ride sharing menambahkan sepeda dalam moda transportasinya selain mobil dan motor. Baca juga: ‘Ojek Sepeda’ Kembali Hidup, Grab Menjadi Yang Kedua Beredar Beberapa diantaranya yang sudah memasukkan sepeda dalam platform ride sharingnya yakni Uber dan Grab. Uber hadir di Amerika dan Grab di Singapura, dua platform ini menempati urutan pertama dan kedua yang memberdayakan sepeda di jalur transportasi dunia. KabarPenumpang.com melansir dari laman globes.co.il (16/4/2018), bahwa Israel Railways baru-baru ini berencana menyewakan sepeda di stasiun-stasiunnya. Adanya rencana ini untuk mengatasi masalah akses dan parkir di stasiun kereta api. Israel Railways sudah membuat skema percontohan yang akan diluncurkan untuk menghadirkan sepeda di stasiun kereta api Israel. Rencana ini akan dimulai dalam dua bulan kedepan sehingga memungkinkan penumpang yang turun dari kereta bisa menyewa sepeda tersebut. Namun, saat ini belum jelas diketahui perusahaan sepeda mana yang akan menyediakan layanan tersebut. Kementerian Transportasi dan Israel Railways akan membuka penerimaan proposal bagi perusahaan yang ingin berpartisipasi dalam skema pembagian penyewaan sepeda tersebut. Baru-baru ini, dua perusahaan sepeda dari Cina tiba di Israel untuk bekerja sama terkait skema yang dibuat Israel Railways tersebut. Ofo dan Mobike dua perusahaan ride sharing yang beroperasi menggunakan aplikasi ponsel. Kedua aplikasi ini memberikan keuntungan dimana sepeda yang mereka sediakan memiliki kunci yang terpasang. Mobike sendiri jika pengguna akan mengakhiri penggunaan sepedanya bisa meninggalkan sepeda di beberapa tempat parkir yang disediakan dan sudah memiliki izin kerja sama. Israel Railways sendiri diketahui juga menawarkan lahan untuk docking sepeda gratis ke perusahaan penyewa sepeda. Tetapi perjanjian terkait ini masih harus dibicarakan dengan otoritas lokal. Adanya pemberian proposal sangatlah penting, sebab dalam hal ini pihak Israel Railways tidaklah menggunakan proses tender. Sehingga para operator yang berminat akan di undang dan bisa menempatkan sepeda mereka di stasiun kereta api untuk kepentingan penumpang. Dengan hadirnya sepeda di stasiun, penumpang akan mendapatkan potongan sepuluh persen jika menggunakan sepeda dan memesannya melalui aplikasi. Tujuan utama Israel Railways sebenarnya untuk mendorong penumpang menggunaan transportasi umum dan mengurangi masalah akses parkir di beberapa stasiun kereta api. Tahun 2017 lalu, Kementerian Transportasi melakukan survei dan mendapatkan hasil lima ribu penumpang kereta api menggunakan sepeda pada jam sibuk setiap harinya. Ini lebih tinggi 35 persen dari tahun 2014. Baca juga: Hadirkan Layanan Sepeda Listrik di Negeri Paman Sam, Uber Akuisisi JUMP Jika sudah selesai semua terkait masalah operator sepeda, jalur dan lainnya, pembagian sepeda tersebut akan dimulai pada stasiun Beersheva North. Tak hanya itu, nantinya akan berkembang sesuai dengan tingkat kerja sama yang diterima dari pemerintah setempat. “Ketika skema percontohan meluas, setiap penumpang akan dapat melakukan perjalanan ke dan dari stasiun kereta api dengan mudah dan bebas,” kata Menteri Transportasi Yisrael Katz.