Anies: Bukan Sekedar Alat Transportasi, MRT Juga Pembentuk “Budaya” Baru di Jakarta
Tepat pukul 03.00 dini hari (12/4/2018) seluruh rangkaian kereta MRT Jakarta telah berhasil dipindahkan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sejak tiba pada Selasa, 4 April 2018 lalu, sampai saat ini satu set MRT yang terdiri dari enam gerbong kereta telah berhasil dirangkai dan di parkir dalam garasi khusus di Depo. Sementara enam kereta lainnya kini dalam proses integrasi untuk disatukan dalam satu set.
Baca juga: Tiga Tes Siap Dilakukan Pada Dua Rangkaian Kereta MRT Jakarta
Tuntasnya pengiriman dua set MRT pada gelombang pertama ini rupanya menarik perhatian petinggi Jakarta. Dan tepat pukul 07.00 WIB, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hari ini (12/4/2018) menyempatkan diri meninjau langsung rangkaian MRT di Depo Lebak Bulus.
Anies yang berbicara dihadapan media menyebut, bahwa MRT di Jakarta bukan sekedar alat transportasi, “MRT saya harapkan bisa menjadi pembentuk budaya baru bagi warga Jakarta. MRT secara tak langsung mengajarkan pada warga pengguna untuk berlaku disiplin dan ketat dalam menjaga kebersihan, karena itulah standar dalam operasional MRT, termasuk budaya tersebut telah diterapkan selama ini oleh karyawan PT MRT Jakarta,” ujar Anies.
Lebih lanjut Anies mengatakan MRT bisa menjadi wadah interaksi bagi penumpang multi strata. Ia menyebut nantinya mulai dari kelas direktur, karyawan sampai pelajar akan berkolaborasi sebagai penumpang MRT Jakarta.
Untuk mewujudkan interaksi penumpang multi strata di MRT tentu bukan pekerjaan mudah. Seperti untuk menarik minat pengguna dari kalangan atas, maka harus dilakukan upaya lebih optimal untuk melakukan integrasi angkutan lintas moda.
“Obsesi kami adalah meninggalkan kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Jurus penambahan rute bukan jawaban yang tepat, tapi yang terpenting adalah bagaimana angkutan umum dapat terintegrasi dan lebih manjangkau warga,” tambah Anies. Untuk itu mantan Menteri Pendidikan ini segera akan mengundang seluruh operator transportasi di Jakarta untuk membicarakan integrasi antar moda.
Baca juga: Di Malaysia, Jalur MRT Ini Justru Sepi Peminat
Rencananya Anies akan menggelar rapat dengan 25 operator transportasi pada Jumat (13/4/2018). “Untuk tahap awal kami akan shoping permasalahan dan melakukan mapping tentang kondisi yang dihadapi. Yang tak kalah penting, integrasi tersebut harus memastikan bahwa operator tidak rugi, salah kunci bisnis transportasi adalah sustainable,” kata Anies menutup pembicaraan.
Dalam acara peninjauan Gubernur DKI di Depo Lebak Bulus, turut hadir Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kozo Honsei dan Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar.
Bawa Anak Autis Dalam Penerbangan? Ini Dia Tipsnya!
Sebagai penumpang biasa yang memiliki kesehatan mental yang baik, juga pernah merasakan cemas saat berada di bandara dan penerbangan. Hal ini diwajarkan karena terbang selalu membuat penumpangnya cemas meski penerbangan merupakan transportasi paling aman.
Baca juga: Bagi Penderita Autis, Ternyata Naik Kereta Merupakan ‘Cobaan’ Berat
Namun, apa jadinya jika orang tua bepergian dengan anak mereka yang memiliki kebutuhan khusus seperti autisme? Mungkin beberapa diantara orang tua akan berpikir anak mereka akan ketakutan saat menghadapi antrian keamanan dan kerumunan penumpang lainnya.
Bahkan, pengeras suara, permintaan untuk melepas sepatu dan sentuhan spontan bisa membuat panik anak autis. KabarPenumpang.com melansir dari laman offspring.lifehacker.com (10/4/2018), bahwa ada tips yang dibagikan seorang ibu di media sosial untuk membantu para orang tua yang membawa anak autis mereka dalam penerbangan.
Angie Solis seorang ibu dengan anak memiliki kebutuhan khusus yakni autis mengatakan, untuk memudahkan dalam keamanan hingga masuk dalam penerbangan baiknya hubungi TSA (Transportation Security Administration) Cares. Dia mengatakan, untuk mendapat bantuan TSA Cares tersebut, penumpang dengan kebutuhan khusus bisa menghubungi tiga hari sebelum keberangkatan.
Hal ini agar saat tiba di bandara penumpang bisa lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan dari pihak TSA Cares. Solis yang saat itu mendapat bantuan dari TSA Cares menulis surat kepada TSA yang isinya ucapan terima kasih atas pengalaman yang diberikan selama di bandara saat bersama putra autisnya.
Dia menjelaskan, saat sampai dibandara sempat khawatir dengan ratusan orang yang menunggu pemeriksaan keamanan. Namun, kekhawatirannya menghilang ketika Alicia, seorang petugas TSA Cares hadir membantunya.
“Alicia hadir dan membantu kami, kemudian mengangkat pembatas, memberi kami petunjuk dan mengantar kami ke barisan terdepan. Kami melalui pemeriksaan keamanan dengan tenang dimana petugas tidak meletakkan tangannya pada kami. Bahkan kami tak perlu melepas sepatu,” tulis Solis.
Dia menambahkan, saat masuk dan melalui keamanan hingga ruang tunggu, waktu yang dihabiskan hanya selama 14 menit. Diketahui, TSA Cares hadir sejak tahun 2011 lalu.
Sayangnya, banyak para pelancong yang tidak mengetahui bahwa ada TSA Cares ini. TSA Cares sendiri membantu penumpang dengan kebututuhan khusus seperti autis, disabilitas hingga yang membutuhkan perawatan medis.
Meski mendapat bantuan dari TSA Cares, tidak ada perbedaan dalam pemeriksaan keamanan. Sebab Solis dan putranya tetap melalui pemindai, bahkan tas mereka juga di pindai. Berikut ini ada beberapa kiat lain untuk terbang dengan anak autis:
1. Persiapkan anakmu
Bandara Shannon memiliki beberapa video untuk menunjukkan kepada wisatawan apa yang akan datang, mulai dari tiba di bandara hingga mendarat.
2. Lakukan latihan
Program Wings’s Arc untuk Autisme memungkinkan penumpang autis melakukan latihan di bandara sebelum penerbangan mereka. Minta prioritas naik pesawat. Saat Anda membuat reservasi, beri tahu maskapai bahwa Anda menginginkan tempat duduk prioritas, dan informasikan kepada personel gerbang permintaan Anda saat Anda tiba.
Baca juga: Apa Kabar Fasilitas “Khusus” Bagi Penumpang?
3.Cetak dan isi Kartu Pemberitahuan Cacat ke TSA
Ini memungkinkan agen TSA mengetahui kebutuhan spesifik Anda.
4.Bawa barang-barang yang nyaman.
Jika anak Anda sensitif terhadap suara keras, pastikan untuk mengemas headphone peredam bising.
Dua Pria Terlibat Duel Sengit di Gerbong SMRT, Kepolisian Masih Selidiki Penyebabnya
Tingkah laku penumpang yang kita temui ketika menggunakan sarana transportasi umum memang tidak bisa diprediksi. Seperti yang terjadi di Singapura, dimana dua orang penumpang jasa layanan Singapore Mass Rapid Transit (SMRT) terlibat cekcok hebat sebelum akhirnya kedua pria ini saling melayangkan gebok mentah. Sontak, penumpang lain yang berada di dalam gerbong yang sama menjauh dari kedua pria ini karena takut terkena imbas dari perkelahian tersebut.
Baca Juga: Makan Es Krim di Dalam Bus Berujung Adu Jotos
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman channelnewasia.com (9/4/2018), kejadian ini terjadi pada Minggu, 8 April 2018 silam dan pihak kepolisian setempat langsung mengambil langkah untuk melakukan investigasi.
Kejadian ini semakin cepat menyebar setelah salah satu penyiar dari Mediacorp Radio Ria 89,7 FM, Dzar Ismail menyebarkan video yang berhasil ia abadikan di laman jejaring sosial Facebook miliknya. Hingga saat ini, video perkelahian tersebut telah ditonton lebih dari 320.000 kali dan dibagikan lebih dari 7.600 kali.
Dalam video tersebut, nampak dua orang penumpang SMRT berjenis kelamin laki-laki ini tengah berdiri persis di tengah gerbong. Tak lama berselang, kedua pria yang sama-sama mengenakan baju berwarna hitam ini terlibat adu cekcok, dan tensi diantara keduanya pun semakin meningkat.
Kedua pria ini mulai mengancam satu sama lain dengan cara menggenggam kerah rivalnya. Sejurus sesaat, keduanya mulai saling mendorong satu sama lain, dan perkelahian pun tak dapat dihindari. Tidak jarang, penumapang lain yang berada di sekitarnya turut menjadi imbas dari perkelahian yang hingga kini masih belum diketahui rimbanya ini.
Dikhawatirkan semakin membabibuta, maka sejumlah penumpang yang menyaksikan perkelahian itu pun mencoba untuk melerainya. Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, hingga saat ini, pihak yang berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mencari akar dari perkelahian brutal tersebut.
Baca Juga: Terlibat Adu Jotos di Dalam Kabin, Penumpang Ini Terpaksa Diturunkan
Secara mengejutkan, dalam kolom komentar pada postingan yang diunggah oleh Dzar Ismail tersebut, ada seorang pengguna Facebook bernama Roshan Raja yang mengaku menjadi salah satu dari ‘pegulat’ tersebut. Dalam komentarnya, Roshan mengaku pihak keluarga sangat terkejut dan terpukul dengan apa yang menimpa dirinya.
Kebut Persiapan Asian Games 2018, PT INKA Mulai ‘Cicil’ Pengiriman LRT Palembang
Ajang olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018 sudah semakin mendekati ‘titik start’, maka tidak heran jika sejumlah otoritas terkait tengah disibukkan dengan mematangkan persiapan untuk menunjang kelancaran pesta olahraga akbar ini, tidak terkecuali PT INKA. Anak perusahaan PT KAI ini diketahui baru saja memulai pengiriman terhadap beberapa rangkaian kereta Light Rail Transit (LRT) ke Palembang, Sumatera Selatan, dimana kereta tersebut akan dioperasikan sebagai moda transportasi pendukung kegiatan Asian Games 2018.
Baca Juga: Jelang Asian Games 2018, LRT Palembang Mulai Uji Coba Maret Mendatang
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Senior Manager Secretary, Public Relations, and CSR PT INKA, Cholik Mochamad Zam Zam mengatakan terdapat delapan rangkaian yang akan dikirimkan secara bertahap. “Mulai awal April ini akan dikirim sebanyak empat trainset. Saat ini baru dua trainset yang sudah terkirim dan akan menjalani uji dinamis di lintas,” ujarnya, dikutip dari laman cnnindonesia.com (10/4/2018).
PT INKA sendiri menerima total 24 rangkaian, dimana mereka mengatakan akan merampungkan semua pengiriman pada bulan Juni mendatang. Nantinya, LRT buatan PT INKA ini akan menghubungkan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin menuju kawasan Sport City Jakabaring, dimana lokasi tersebut merupakan venue utama pada perhelatan Asian Games 2018. Tidak berhenti sampai situ saja, namun jaringan LRT ini akan berujung pada Depo yang berada di Ogan Permai Indah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Nelson Firdaus, mengatakan bahwa uji coba terhadap kereta LRT ini dipastikan akan sesuai dengan jadwal yang sebelumnya telah ditentukan. “Persiapan juga diperlukan untuk mengangkut trainset ke Depo Jakabaring. Walau jeda waktunya panjang dari kedatangan gerbong, 13 April tapi uji coba tetap sesuai dengan jadwal,” tutur Nelson, dikutip dari sumber lain.
Di sisi lain, Sekertaris Proyek Manajemen Unit (PMU), Wahidin mengatakan untuk pengujian nantinya tidak akan dilakukan di seluruh stasiun, sebab pengujian hanya dimaksudkan untuk mengecek apakah performa kereta serta track dan sistem elektrinya berfungsi dengan baik. “Uji coba jalur dan kereta akan dilakukan dari Depo Jakabaring hingga stasiun OPI Mall sepanjang kurang lebih 3 km,” jelasnya.
Pada kesempatan sebelumnya, Cholik pun sempat mengatakan bahwa armada LRT untuk Palembang ini sudah sangat canggih dan modern, dimana pertimbangan utama PT INKA dalam mengembangkannya adalah keselamatan dan kenyamanan penumpang. “Yang jelas futuristik, stainless steel, dan ringan,” paparnya.
Baca Juga: Jelang ASIAN Games 2018, Palembang Datangkan LRT Produksi PT INKA
Adapun lebar jalan rel (gauge) dari LRT Palembang ini adalah 1.067 mm dengan axle load hingga 12 ton. Kecepatan direncanakan untuk kereta ringan ini adalah 100 km per jam, dengan kecepatan maksimum 85 km per jam. Konstruksi jalur berupa slab track, yaitu penggunaan pelat beton sebagai tiang penyangga dari jalur LRT, keuntungannya adalah jalur ini mampu menahan beban yang lebih berat layaknya tiang penyangga di jalan tol. Persinyalan adalah fixed block dengan cap signal (ETCS Level 1). Sistem electrical dengan third rail system 750 VDC.
Tengok ‘Kerusuhan’ yang Terjadi di Dapur BSFS, Jasa Katering Halal Sejumlah Maskapai Dunia
Jika perkeretaapian Indonesia yang berada di bawah naungan PT KAI lebih memilih untuk menggunakan PopSo sebagai penganan penangkal lapar penumpang selama perjalanan, dan Garuda Indonesia tetap mengandalkan olahan dari Aerofood Catering Services-nya (ACS), lalu bagaimana dengan yang terjadi di luar negeri sana?
Baca Juga: Chef Vindex Tengker, Sosok Dibalik Lezatnya Hidangan di Kabin Garuda Indonesia
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thestar.com.my, adalah Brahim’s SATS Food Services’ (BSFS) muncul sebagai nama penyedia jasa layanan katering dari beberapa maskapai terkemuka, seperti Malaysia Airlines, AirAsia X, Qatar Airways, ANA All Nippon Airways, Emirates, hingga Cathay Pacific. Setiap harinya, 11 koki, 164 juru masak, dan lebih dari 1.300 staf dapur berkutat di dapur BSFS untuk memastikan perut 50.000 penumpang dari sejumlah maskapai tersebut terisi.
Mengemban tugas berat, rasanya tidak heran jika BSFS memiliki dapur yang besarnya hampir menyaingi ukuran dari empat lapangan sepak bola, dengan daftar belanja mencapai satuan ukur ton. Executive Chef dari BSFS, Graeme Laws Pullen menjabarkan bahwa setiap makanan yang keluar dari dapur dapat dipastikan memiliki kualitas yang sangat terjaga.
“Proses pengolahan, suhu, dan kualitas makanan kami awasi secara ketat,” terang Graeme sembari membeberkan fakta yang terjadi sehari-hari di balik dapur BSFS. “Yang paling penting adalah makanan yang disajikan kepada penumpang harus berada dalam kondisi segar,” imbuhnya. Hebatnya lagi, makanan yang dihasilkan oleh BSFS ini dipastikan halal.
Menyoal penganan halal, asisten koki eksekutif, Zainuddin Md Isa menyebutkan bahwa setiap makanan yang disiapkan oleh BSFS telah terlebih dahulu disertifikasi oleh Malaysian Islamic Development Department (Jakim).
“Misalnya, penerbangan yang datang dari luar negeri mungkin telah menyajikan makanan non-halal. Untuk memastikan makanan kami tetap halal, semua barang pecah-belah dan peralatan dari pesawat akan melewati proses samak (ritual pembersihan),” katanya. Zainuddin menambahkan bahwa prosesi samak ini sendiri bahkan menggunakan tanah liat impor, guna memastikan prosesi tersebut telah sesuai dengan syariah seperti yang ditentukan oleh Jakim.
“Saya akan secara acak mencicipi kue atau hidangan untuk menentukan apakah itu dapat diterima atau perlu diulang,” katanya sembari menjelaskan proses Quality Control yang berlaku di BSFS. Ketika disinggung soal teknis pelayanan, Zainuddin mengatakan bahwa pesanan yang dipesan oleh pihak maskapai harus diselesaikan 16 jam sebelum penerbangan. “Makanan yang disiapkan akan dimuat dua jam sebelum take-off,” terang Zainuddin. “Pengaturan jadwal yang cermat menjadi sangat penting agar makanan bisa tetap segar ketika disajikan,” tandasnya.
Baca Juga: Tiru Kehigienisan Reska, PT ASDP Coba Peruntungan Tawarkan PopSo di Kapal Ferry
Menimpali pernyataan Zainuddin, Graeme mengatakan BSFS menyiapkan rata-rata antara 45.000 hingga 55.000 makanan setiap harinya untuk sekitar 270 penerbangan yang meninggalkan Kuala Lumpur International Airport. “Ketika puncak musim libur, angka tersebut tentunya akan bertambah,” jelasnya.
Tiga Tes Siap Dilakukan Pada Dua Rangkaian Kereta MRT Jakarta
Hingga kini sudah ada sembilan gerbong atau trainset Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang tiba di rel depo Lebak Bulus setelah keterlambatan tiba di pelabuhan Tanjung Priok pada akhir pekan lalu. Besok pagi, Kamis (12/4/2018) tiga gerbong sisanya untuk menyempurnakan 12 kereta akan tiba didepo Lebak Bulus.
Baca juga: Satu Hari Lebih Cepat, Rangkaian MRT Jakarta Tiba Hari Ini di Tanjung Priok
Dengan tibanya dua rangkaian kereta ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang di dampingi Direktur Konstruksi MRT Silviana Halim melakukan pengecekan begitu 12 kereta tersebut tiba di pelabuhan. Tibanya kereta ini, Budi Karya mengatakan, gerbong-gerobong tersebut akan dilakukan uji coba secara bertahap.
KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa bila tidak ada masalah, proses uji coba tahap pertama kereta MRT tersebut akan berlangsung bulan April 2018 ini. “MRT sudah datang dan ada tiga proses uji coba yang akan direncanakan,” ujar Budi Karya.
Tiga proses yang dimaksudkan ialah tes statis, dinamis dan uji coba lintasan. Namun tiga tes ini tidak akan dilakukan secara bersamaan melainkan secara bertahap. Budi mengatakan, pihaknya akan melakukan tes statis atau tes diam di tempat. Oktober 2018 mendatang akan ada uji tes dinamis.
“Tes dinamis ini, nantinya MRT akan mulai bergerak. Setelah itu mungkin akhir Desember real tes di lintasan,” ucapnya.
Budi Karya berharap, dengan adanya serangkaian uji coba terhadap kereta MRT ini, maka MRT akan bisa mulai beroperasi pada 2019 mendatang seperti yang diinginkan Presiden Joko Widodo.
Saat ini, pembangunan konstruksi proyek MRT sudah mencapai 92,50 persen. Perkembangan pembangunan tersebut mencakup lintasan dan stasiun baik di jalur layang maupun bawah tanah.
MRT fase I sendiri ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang dari Lebak Bulus hingga ke Bundaran HI yang melalui 13 stasiun. Untuk kedatangan 14 rangkaian kereta lainnya dari 16 yang ada akan dilakukan pada Juni 2018 ini.
Budi Karya sebelumnya menekankan kepada operator untuk melakukan proses tes dengan baik serta mempersiapkan sumber daya manusia karena MRT akan menjadi angkutan massal.
Baca juga: Progres MRT Jakarta Tak Terlalu Signifikan, Rolling Stock Terlambat Tiba Karena Kendala Cuaca
“Saya tekankan PT MRT dan tim agar benar-benar melakukan proses tes dengan baik karena ini akan digunakan secara massal. Saya juga minta kepada PT MRT untuk mempersiapkan SDM sesuai dengan teknologi yang ada (kereta). Pekerja untuk maintenance harus memiliki kompetensi serta dedikasi yang baik,” tutur dia.
Dengan beroperasinya MRT, Budi Karya berharap nantinya akan menjadikan angkutan massal dan dapat mengurangi kemacetan. “Harapannya ini menjadi tonggak baru angkutan massal di Indonesia menjadi sebuah realita yang akan mengurangi kemacetan,” tutur Budi Karya.
Lion Air Group Beli 50 Unit Boeing 737 Max 10 Senilai Rp858 Triliun
Lion Air Group kembali membuat ‘hentakan’ dalam bisnis penerbangan, pasalnya grup maskapai terbesar di Indonesia ini diwartakan telah melalukan penandatanganan pembelian 50 unit pesawat terbaru Boeing 737 Max 10 Jet senilai US$6,24 miliar atau sekitar Rp858 triliun.
Baca juga: Terima Boeing 737 MAX 9, Thai Lion Air Bakal Layani Rute Jarak Jauh
Pesawat Boeing 737 Max 10 ini akan berfokus pada penerbangan jarak jauh. Pendiri Lion Air Group, Rusdi Kirana mengatakan, pembelian ini juga sejalan dengan peningkatan lalu lintas penumpang yang mencapai 300 juta per tahunnya. Dia mengatakan, pihaknya melihat masa depan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia. Kini, Lion Air Group juga sudah mengoperasikan pesawatnya di Malaysia dan Thailand.
“Di Malaysia dan Thailand, kami telah mengoperasikan pesawat besar. Di masa depan kami akan melihat potensi negara lain juga,” ujar Rusdi yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber (11/4/2018).
Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengatakan, jet Boeing 737 Max 10 ini akan menghasilkan lebih banyak keuntungan dan memangkas biaya operasional karena efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi. Dia mengatakan, Boeing 737 Max 10 adalah kombinasi sempurna pesawat lorong tunggal dan akan menjadi pesawat yang ideal untuk strategi pertumbuhan Lion Air Group.
“Boeing 737 Max 10 ini mampu terbang selama tujuh jam dengan maksimal delapan jam. Nantinya pesawat ini akan bergabung dengan Max 8 dan Max 9 sebelumnya yang sudah dioperasikan oleh Lion Air Group,” ujar Edward.
Edward optimis bahwa jet Max 10 akan mejadi solusi bagi perusahaan untuk memperluas bisnis dan layanannya terutama di Asia Tenggara. Pembelian bari ini juga merupakan tindak lanjut dari komitmen antara Boeing dan Lion Group di Paris Show 2017.
Senior Vice President Asia Pasifik & India Penjualan Boeing Commercial Airplanes, Dinesh Keskar, menyatakan bahwa Lion Air Group telah menjadi pelanggan peluncuran 737 Max 8 dan Max 9.
“Dengan 737 Max 10, Lion Air Group akan memiliki daftar pilihan armada yang efisien dan dapat diandalkan untuk mengoptimalkan jaringannya guna melayani penumpang dan meningkatkan laba juga,” tambahnya.
Duta Besar AS Joseph R Donovan mencatat bahwa pembelian 737 Max 10 akan membantu dalam meningkatkan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Donovan mengatakan, penjualan akan memungkinkan Lion Air untuk mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Indoneia dan membangun perekonomian di wilayah kepulauan Indonesia.
Baca juga: Singapore AirShow 2018: Resmi Tampilkan Konfigurasi, Boeing 737 Max 10 Siap Mengangkasa di 2020
Boeing 737 Max 10 menawarkan konfigurasi 130 hingga 230 kursi, dengan kisaran 3.850 mil lautatau sekitar 7.130 km. Max 10 menggabungkan teknologi terbaru CFM International LEAP-1B engine, winglets Teknologi Terdepan, Boeing Sky Interior, dek layar penerbangan besar, dan peningkatan lain untuk menghadirkan efisiensi, keandalan, dan kenyamanan penumpang tertinggi di pasar lorong tunggal.
